This Author published in this journals
All Journal Dialog
Dodego, Subhan Hi. Ali
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Islamic Moderation And The Prevention Of Radicalism And Religious Extremism In Indonesia Dodego, Subhan Hi. Ali; Witro, Doli
Jurnal Dialog Vol 43 No 2 (2020): Dialog
Publisher : Sekretariat Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47655/dialog.v43i2.375

Abstract

Radical and extremist groups’ actions are totally opposite to the Islamic teachings. In warding off the radical movements and terrorism, an open concept of inclusive religious understandings are needed. This concept is known as religious moderation. This study aims to explore efforts in reducing the massive movement of radicalism and intolerance in the frame of basic religious practices. This qualitative study relies upon the literature research where data reduction, data presentation, and concluding are employed. The results showed that Islamic moderation is reflected in the moderate attitudes. Religious moderation stems from tolerance, peace, and harmony within a multi-religious society. Kelompok radikalisme dan ektrimisme telah melakukan tindakan yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, untuk menangkal gerakan radikal dan terorisme diperlukan sebuah konsep beragama yang bersifat terbuka (inklusif). Konsep beragama yang inklusif ini disebut dengan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk meredam dan meminimalisir masifnya gerakan radikalisme dan intoleransi maka dibutuhkan konsep beragama yang sederhana, tidak kaku dan mudah dipahami oleh masyarakat umum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat penelitian pustaka. Penulis menggunakan metode analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan moderasi Islam atau moderasi beragama merupakan sikap hidup yang berada di tengah, tidak condong ke kiri, kanan, ke depan dan ke belakang, tetapi berada di tengah dalam melihat dan menyelesaikan sebuah persoalan. Akhirnya, muara dari moderasi beragama yaitu menciptakan suasana yang toleran, damai dan harmonis di tengah kehidupan yang serba multiagama dan multikultural.