Lumban Gaol, Luhut P
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gomer sebagai Gambaran Orang Israel dalam Kitab Hosea 1:2-9 Lumban Gaol, Luhut P
LOGON ZOES: Jurnal Teologi, Sosial dan Budaya Vol 4, No 1: Pebruari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Erikson-Tritt Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.316 KB) | DOI: 10.53827/lz.v4i1.24

Abstract

The wickedness of the Israelites has always been an inseparable spotlight from the Old Testament, and this can be described as a cycle of circles that keep turning. But the struggle in describing the wickedness of the Israelites is with the marriage in Hosea, where this marriage is unusual and violates the customary norms of the Israelites. Traditionally and religiously this is clearly not allowed, because Hosea was a figure who had an important role in the spiritual life of the Israelites at that time. This book stands in stark contrast to the rest of the OT books, where Hosea's marriage is a matter of debate for interpreters. There are several interpreters who explain that this is only an allegory and also exists as a fact. It is hard to accept to see this as real action, but it is also difficult to get rid of this fact if you look at and explain the book. In fact, this debate is still ongoing today, with various views and assumptions against which to measure the justification of this view. But what needs to be understood is how we look at it from a different perspective, namely the context of the situation at that time in relation to the way God described the depravity of the Israelites, and also the basis of God's anger against His people. It may be contrary to our understanding of God's personality, but also we should not speculate about the verses in the book. In this discussion, we will try to explain through a textual approach (exposition) to see the picture of Hosea and Gomer 's marriage.AbstrakKejahahatan bangsa Israel selalu menjadi sorotan yang tidak pernah terlepas dari kitab Perjanjian Lama, dan ini dapat digambarkan sebagai siklus lingkaran yang terus berputar. Tetapi yang menjadi pergumulan dalam menggambarkan tentang kejahatan bangsa Israel adalah dengan pernikahan yang ada dalam kitab Hosea, dimana pernikahan ini yang tidak lazim dan melanggar norma kebiasaan bangsa Israel. Secara tradisi dan agama jelas hal ini tidak diperbolehkan, sebab Hosea adalah sebagai tokoh yang memiliki peran penting dalam kehidupan kerohanian bangsa Israel pada masa itu. Kitab ini sebagai sikap yang sangat bertolak belakang dengan seluruh kitab PL, dimana perkawinan Hosea ini menjadi perdebatan para penafsir. Ada beberapa penafsir yang menjelaskan bahwa hal ini hanya bersifat alegori dan ada juga sebagai fakta. Memang sulit diterima untuk melihat hal ini sebagai tindakan yang nyata, tetapi juga sulit untuk menghilangkan kenyataan ini jika melihat dan penjelasan kitab tersebut. Pada kenyataannya perdebatan ini masih terus berjalan sampai sekarang, dengan berbagai pandangan dan asumsi yang menjadi tolak ukur pembenaran pandangan tersebut. Tetapi yang perlu dipahami adalah bagaimana kita melihat dari sudat pandang yang berbeda, yaitu konteks situasi pada masa itu berkaitan dengan cara Allah menggambarkan kebobrokan bangsa Israel, dan juga dasar kemarahan Allah pada umat-Nya. Mungkin saja ini bertolak belakang dengan pemahaman kita berhubungan dengan kepribadian Allah, tetapi juga kita tidak boleh berspekulasi mengenai ayat dalam kitab tersebut. Dalam pembahasan ini akan mencoba menjelaskan melalui pendekatan teks (eksposisi) untuk melihat gambaran pernikahan Hosea dan Gomer.