Harij -
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Ekspresi ALDH-1 dan EGFR-1 dengan Karakte-ristik Klinikopatologi Karsinoma Kolorektal Lini Sunaryo; Prijono Tirtoprodjo; Harij -
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 2 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.736 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Ekspresi ALDH-1 mempunyai peran penting dalam identifikasi sel yang diduga cancer stem cell sedangkan ekspresi EGFR-1 pada karsinoma kolorektal dinyatakan meningkat dan hubungan ekspresi keduanya dengan prognosis karsinoma kolorektal masih kontroversial. Tujuan Mengetahui hubungan antara ekspresi ALDH-1 dan EGFR-1 dengan karakteristik klinikopatologi karsinoma kolorektal. Metode Studi potong lintang retrospektif (retrospective cross sectional), dengan 50 sampel karsinoma kolorektal tahun 2009-2010 di RSUP Sardjito, Yogyakarta. Data klinikopatologi yang meliputi usia, jenis kelamin, lokasi tumor, derajat diferensiasi histopatologi, dilihat dari data pasien dan hasil evaluasi histopatologi di Instalasi Patologi Anatomik RSUP. Sardjito, Yogyakarta. Dilakukan pewarnaan imunohistokimia dengan antibodi monoklonal anti ALDH-1 dan EGFR-1. Hubungan antara ekspresi ALDH-1 dan EGFR-1 dan tiap variabel klinikopatologi akan dievaluasi menggunakan metoda analisis Pearson Chi-Square,Fisher dan Kruskal Wallis. Hasil Tidak didapatkanhubungan yang bermakna antara ekspresi ALDH-1 dengan usia (p=0,697), jenis kelamin (p=0,615), lokasi tumor (p=0,525), EGFR-1 (p=0,279), namun didapatkan hubungan yang bermakna dengan derajatdiferensiasi histopatologi (p=0,021). Ekspresi EGFR-1 tidak didapatkan hubungan yang bermakna dengan usia (p=0,074), jenis kelamin (p=1,0), dan lokasi tumor (p=0,293), tetapi didapatkan hubungan yang bermakna dengan derajat diferensiasi sel tumor pada histopatologi (p=0,014). Kesimpulan Adanya hubungan ekspresi ALDH-1 dan EGFR-1 dengan derajat diferensiasi histopatologi menunjukkan peran sel punca dan EGFR-1 dalam perkembangan diferensiasi karsinoma kolorektal. Kata kunci: aldehyde dehydrogenase-1, epithelial growth factor receptor-1, karakteristik klinikopatologi, karsinoma kolorektal, sel punca. ABSTRACT Background Expression ALDH-1 is important to identification cells as cancer stem cells, while expression EGFR-1 increase in colorectal carcinoma, however there is still controversion result in correlation between the expression of ALDH-1 and EGFR-1 with prognosis. Aim To investigate the correlation expression ofALDH-1 and EGFR-1 with clinicopathological characteristic of colorectal carcinoma. Methods Cross sectional retrospective study which 50 cases of colorectal carcinoma during 2009-2010 from Sardjito Hospital, Yogyakarta. Clinicopathological data consist of gender, age, tumor location, and differenciated histological type were collected from Instalation of Pathology Sardjito Hospital, Yogyakarta. Paraffin embedded tissue stained immunohistochemically with monoclonal antibody against ALDH-1 and EGFR-1. The correlation between ALDH-1 and EGFR-1 expression and each variable will be evaluated using Pearson Chi-Square analysis, Fisher and Kruskal Wallis. Results There are no significant correlation between ALDH-1 with age (p=0.697), gender (p=0.615), location of tumor (p=0.525), and EGFR-1 (p=0.279), but there is a significant correlation with differentiation of histopathological grading (p= 0.021). There are no correlation between ekspresion EGFR-1 with age (p=0.074), gender (p=1.0), location of tumor (p=0.293), but there is a significant correlation with differentiation of histopathological grading (p=0.014 ). Conclution There are significant correlations between expression ALDH-1 and EGFR-1 with differentiation of histopathological grading indicate the role of stem cells in development of differentiation of cancer cells in colorectal carcinoma. Key words: aldehyde dehydrogenase-1, clinicopathologic characteristic, colorectal carcinoma, epithelial growth factor receptor-1, stem cell.
Ekspresi Notch1 dan ALDH1A1 pada Lesi Prostat; Hubungannya dengan Diagnosis Histopatologik, Proliferasi dan Apoptosis Sel Kanker Paranita Ferronika; Ahmad Ghozali; Harij -
Majalah Patologi Indonesia Vol 22 No 1 (2013): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.5 KB)

Abstract

ABSTRAK Latar belakang Kanker prostat di Indonesia menduduki peringkat ketiga di antara penyakit kanker pada laki-laki dan peringkat kelima di antara kematian akibat kanker pada laki-laki. Sangat diperlukan petanda biologis yang dapat mengidentifikasi agresivitas kanker pada lesi awal yang kemudian dapat membantu pemilihan terapi yang tepat, guna mengurangi kematian. Sel punca pada kelenjar prostat telah terbukti memiliki peran dalam inisiasi, progresivitas, dan metastasis sel kanker, meskipun masih dalam kontroversi. ALDH1A1 diusulkan untuk menjadi kandidat petanda sel punca kanker prostat. Sinyal Notch mempunyai peran penting dalam mempertahankan fenotip sel punca. Ekspresi Notch1 yang tinggi dianggap memiliki peran onkogenik pada kanker prostat. Hipotesis kami yaitu ekspresi Notch1 yang tinggi berkaitan dengan tingginya ekspresi ALDH1A1 sebagai petanda sel punca kanker, yang akan meningkatkan progresivitas kanker prostat. Metode Studi ini dilakukan secara cross-sectional selama dua tahun (2009-2010), dengan pewaarnaan IHC pada 79 jaringan blok parafin dengan diagnosis benign prostatic hyperplasia, prostatic intraepithelial neoplasia, dan kanker prostat dengan skor Gleason rendah dan tinggi. Hubungan antara Notch1 dan ALDH1A1 dianalisa dengan Chi-Square menggunakan SPSS 15,0. Hubungan Notch1 dan ALDH1A1 dengan diagnosis patologis dianalisa dengan Chi-square. Hubungan kedua petanda tersebut dengan tingkat proliferasi sel (Ki-67) dan laju apoptosis (cleaved caspase 3) dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Statistik dianggap signifikan jika nilai p