Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MITIGASI BANJIR STRUKTURAL MENGGUNAKAN MODEL HEC-RAS DAN GEO-STUDIO PADA WILAYAH SUNGAI TOBA-ASAHAN, SUMATERA UTARA Rian Mantasa Salve Prastica; Aditya Widyatmoko; Rezky Kurniawan
TERAS JURNAL Vol 11, No 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i2.519

Abstract

Abstrak Permasalahan banjir menjadi isu utama di Indonesia dan di dunia. Strategi manajemen pengendalian banjir dapat berupa upaya mitigasi struktural dan non-struktural. Adanya perkembangan penelitian menyebutkan bahwa mitigasi non-struktural memiliki dampak yang baik dalam mereduksi banjir. Penelitian ini mengambil studi kasus di daerah studi yaitu Wilayah Sungai Toba-Asahan, tepatnya di Sungai Silau. Apakah mitigasi struktural dalam pengendalian banjir signifikan? Analisis kapasitas hidrolika menggunakan software HEC-RAS adanya penurunan limpasan banjir dari kondisi eksisting ke kondisi skenario normalisasi sungai. Begitu pula nilai safety factor lereng sungai pada lokasi tinjauan menggunakan software Geo-Studio yang naik sebesar 139%. Opsi usulan desain bendungan urugan juga dapat mereduksi banjir sebesar 24,83%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa mitigasi struktural signifikan dalam pengendalian banjir. Namun, mitigasi struktural tidak bersifat sustainable bagi pemangku kepentingan, sehingga perlu ada skenario simulasi menggunakan mitigasi non-struktural. Kata kunci: pengendalian banjir, mitigasi struktural, mitigasi non-struktural, flood routing  Abstract The problem of flooding is a major issue in Indonesia and in the world. Flood control management strategies can take the form of structural and non-structural mitigation measures. The development of research states that non-structural mitigation has a good impact in reducing flooding. This research took a case study in the study area, namely the Toba-Asahan River Basin, to be precise in the Silau River. Is structural mitigation in flood control significant? Analysis of hydraulic capacity using HEC-RAS software shows a decrease in flood runoff from existing conditions to river normalization scenario conditions. Likewise, the river slope safety factor value at the review location using Geo-Studio software increased by 139%. The proposed option for embankment dam design can also reduce flooding by 24.83%. Thus, it can be concluded that structural mitigation is significant in flood control. However, structural mitigation is not sustainable for stakeholders, so there needs to be a simulation scenario using non-structural mitigation. Keywords: flood management, structural mitigation, non-structural mitigation, flood routing
Mitigasi banjir dan alternatif pemeliharaan infrastruktur keairan pada sub-DAS code Yogyakarta Rian Mantasa Salve Prastica; Dwi Angga Rizki Adi; Niken Famila
Jurnal Teknika Vol 16, No 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/tjst.v16i1.7316

Abstract

Pemeliharaan infrastruktur keairan merupakan hal vital yang perlu menjadi prioritas sebagai tindakan mitigasi bencana banjir. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara penilaian kondisi saluran sungai di suatu DAS yang perlu dimodelkan dan upaya struktural yang dapat dilakukan dalam mereduksi banjir. Sebagai wilayah perkotaan, Yogyakarta menjadi DAS yang dapat dijadikan studi kasus pemodelan banjir. Dalam pemodelan banjir, penelitian ini menggunakan metode analisis banjir dan pemodelan 2-D HEC-RAS untuk membuat visualisasi profil aliran sungai. Analisis banjir dilakukan menggunakan metode Thiessen dan Nakayasu, sedangkan visualisasi profil aliran sungai dilakukan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS. Upaya struktural dalam pengendalian banjir adalah pembuatan grey infrastructure yaitu berupa bendungan dimodelkan sebagai upaya mitigasi bencana dan pemeliharaan infrastruktur keairan di daerah tinjauan. Kesimpulan penelitian ini adalah Sungai Code sangat rentan terhadap banjir yang terjadi. Banjir meluap di titik-titik tinjauan pemodelan dan pemeliharaan perlu dilakukan untuk mitigasi bencana banjir. Rencana desain bendungan diusulkan menggunakan grey infrastructure dengan pemodelan Geo-Studio dalam analisis seepage dan faktor keamanan. Rancangan bendungan memiliki faktor keamanan yang mendukung sebesar 2,267. Dengan metode flood routing, kalkulasi persentase reduksi banjir yang terjadi dengan bendungan dapat mencapai 10%. Maintenance of water infrastructure is a vital thing that needs to be a priority as a flood disaster mitigation measure. This condition could be conducted by doing river capacity assessment in a watershed with modeling approach and structural mitigation to reduce flood volume. As an urban area, Yogyakarta is a watershed that can be used as a case study of flood modeling. To conduct flood modeling, this study uses the flood analysis method and the 2-D HEC-RAS modeling to create a visualization of river flow profiles. Flood analysis is carried out using Thiessen and Nakayasu methods, whereas river flow profiles are figured out by HEC-RAS software. Structural effort to control flooding is the construction of grey infrastructure like dam or other civil infrastructures which are not categorized as green infrastructure. Grey infrastructure in the form of dam is modeled as an effort to mitigate disasters and maintain water infrastructure in the review area. The conclusion of this research is that Code River is very vulnerable to flooding that occurs. Floods overflowed at the point of review modeling, so the maintenance needs to be done. Dam designs are proposed using grey infrastructure with Geo-Studio modelling to analyze seepage and safety factor. The dam design alternative has supporting safety factor of 2.267. Flood routing analysis is then conducted to predict the percentage of flood reduction, which is known to reach 10%.
Estimasi hujan-debit menggunaan model Mock, GR2M, dan Tank di Kawasan Pagilaran sebagai Dasar Perencanaan PLTMH Rian Mantasa Salve Prastica; Destiana Wahyu Pratiwi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j2579-891X.v19i1.6422

Abstract

Pagilaran has water scarcity and electricity issues. Studies have been conducted and conclude new findings. Pagilaran has potential topography as a future small lake location and has water resources for new electricity energy resources. The paper concerns about discharge prediction in Pagilaran catchment. No studies could confirm the availability of outflow from water resources in Pagilaran. The primary data of taking debit samples in Pagilaran could not be done yet due to difficult access to arrive. This paper focuses on analyzing rainfall-runoff simulation using the Mock model, Tank model, and GR2M model to estimate the discharge. The methods show the same patterns of outflow every year. The results indicate these methods do not have enormous differentiation. Besides, the results deal with the earlier study about discharge prediction in Pagilaran. The papers conclude that the techniques could deal with the estimation of rainfall-runoff simulation with incomplete data. Primary data are still necessary to verify the methods.
Keefektifan Penambahan Kapasitas Saluran dan Dinding Penahan Tanah pada Sungai Brantas Hulu di Kediri dalam Mitigasi Banjir Rian Mantasa Salve Prastica; Dhany Saputra Pratama; Muhammad Rizki Primasetya
TERAS JURNAL Vol 10, No 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.287

Abstract

Mitigasi banjir merupakan hal penting dilakukan pada wilayah terdampak bencana, misalnya saluran, sungai, drainase, dan lain-lain. Namun, perlu dilakukan penilaian terlebih dahulu agar mitigasi yang dilakukan bersifat efektif. Penelitian ini berfokus di Sungai Brantas bagian hulu di Kediri. Evaluasi pentingnya pelebaran saluran dan pembangunan dinding penahan tanah di kawasan tersebut perlu dilakukan karena dinilai tidak efektif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang terdiri dari analisis banjir, analisis stabilitas lereng, dan evaluasi skenario baru yang diwacanakan pada saluran yang ditinjau. Berdasarkan hasil analisis hidrologi, pemodelan hidrolika menggunakan HEC-RAS, analisis stabilitas lereng menggunakan SLOPE/W, dan simulasi skenario baru menyimpulkan bahwa intervensi penambahan dimensi kapasitas saluran dan penambahan perkuatan lereng tidak efektif pada Sungai Brantas bagian hulu yang memiliki frekuensi kejadian banjir yang sedikit.