Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Model Simulasi Quasi-Dynamic Beberapa Kebutuhan Dasar Masyarakat Kota Depok Budiman, Riadi
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol 3, No 2 (2011): Edisi Bulan Juli
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.602 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v3i2.356

Abstract

Abstract Permasalahan utama yang dihadapi oleh setiap pemerintah daerah di Indonesia dewasa ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakatnya. Setiap interaksi variabel-variabel ekonomi pembangunan sebuah kota menghasilkan beberapa keterkaitan salah satu fungsi dengan fungsi yang lain sehingga menjadi sebuah persamaan simultan. Tesis ini berusaha untuk membuat model simulasi kebutuhan dasar tersebut dengan menggunakan metode sistem quasi-dynamic yaitu dengan menggunakan prediksi data eksogen pada tahun yang akan datang maka akan menghasilkan variabel endogen pada tahun yang sama. Kata kunci- Persamaan simultan, model simulasi, quasi-dynamic, masyarakat kota
Analisis Gaya Kepemimpinan yang Mempengaruhi Kepuasan dan Motivasi Kerja Karyawan (Studi Kasus di PT XYZ) Budiman, Riadi
ELKHA : Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 1 (2012): Edisi Bulan Maret
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.342 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v4i1.349

Abstract

Abstrak- Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dari gaya kepemimpinan terhadap peningkatan kepuasan kerja dan motivasi kerja karyawan serta memberikan usulan upaya peningkatan yang dapat dilakukan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan multi regresi linier, sehingga dapat diketahui seberapa besar pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan terhadap variabel kepuasan kerja dan motivasi kerja. Data-data penelitian didapat dari hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan di beberapa bagian aktifitas. Gaya kepemimpinan dilihat berdasarkan gaya kepemimpinan Path-Goal, kepuasan kerja berdasarkan Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ) dan motivasi kerja berdasarkan Gede Raka. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa persamaan sebagai berikut: untuk Kepuasan Kerja = 22.520 + 2.154 Gaya Kepemimpinan Yang Berorientasi Prestasi dengan koefisien R = 0,503 sedangkan untuk Motivasi Kerja = 22.631 + 0.314 Gaya Kepemimpinan partisipatif dengan koefisien R = 0,275 Kata Kunci: Gaya-Kepemimpinan, Path-Goal, Motivasi, Partisipasi
Implementasi Metode Activity-Based Costing System dalam menentukan Besarnya Tarif Jasa Rawat Inap (Studi Kasus di RS XYZ) Budiman, Riadi
ELKHA: Jurnal Teknik Elektro Vol 4, No 2 (2012): EDISI BULAN OKTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.147 KB) | DOI: 10.26418/elkha.v4i2.516

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan Activity-Based Costing System dalam kaitannya dengan penentuan tarif jasa rawat inap pada RS XYZ dan untuk mengetahui perbandingan besarnya tarif jasa rawat inap, dengan menggunakan metode akuntansi biaya tradisional dan Activity-Based Costing System pada RS XYZ. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan aktifitas-aktifitas dasar yang dilakukan dalam menghasilkan produk/jasa sehingga dapat diketahui seberapa besar biaya yang ditimbulkannya. Data-data penelitian didapat dari hasil wawancara dengan bagian keuangan, perawatan, dapur dan gudang. aktifitas-aktifitas biaya di unit rawat inap meliputi: biaya perawatan, biaya konsumsi pasien, biaya listrik dan air, biaya kebersihan, biaya administrasi, biaya service, biaya asuransi, biaya penyusutan gedung, biaya penyusutan fasilitas dan biaya laundry. Aktifitas-aktifitas tersebut diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok aktifitas, yaitu : perawatan pasien, pelayanan pasien, pemeliharaan pasien dan pemeliharaan inventaris. Hasil yang didapat dari penelitian ini berupa tarif jasa rawat dengan menggunakan metode ABC, diketahui besarnya tarif untuk kelas VIP Rp. 129.856,17 Utama I Rp. 91.735,29, Utama II Rp. 80.909,85, Kelas I Rp. 66.119,29, Kelas II Rp. 58.642,10, Kelas III Rp.39.435,92. Hasil ini memberikan biaya aktifitas setiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktifitas. Kata kunci- Tarif jasa, Rawat inap, Rumah sakit, ABC System
Pengaruh Faktor Harga, Selera dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Konsumen dalam Membeli Kain Corak Insang di Kota Pontianak Sirait, Audina Rade Margaretha; Budiman, Riadi; Deka, Ade Muazty
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI UNTAN
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.083 KB)

Abstract

Kain corak insang merupakan salah satu jenis kain yang menjadi ciri khas dari Kota Pontianak. Kain ini sering ditemukan di pusat oleh-oleh di daerah Jalan Pattimura. Kain ini biasa digunakan pada hari ulang tahun Kota Pontianak. Berbagai dinas, instansi ataupun sekolah menggunakan kain corak insang tersebut. Namun beberapa tahun terakhir, penjualan kain corak insang menurun berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada beberapa penjual kain corak insang. Dari penurunan hasil jual tersebut mengakibatkan keuntungan penjual juga menjadi menurun.Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui perilaku pembeli dalam membeli suatu produk. Melalui hasil studi literatur diketahui bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen dalam membeli suatu produk yaitu harga, selera dan kualitas. Metode yang akan digunakan untuk mengetahui pengaruh dari faktor tersebut yaitu dengan metode regresi linier berganda. Adapun pemilihan metode regresi linier berganda yaitu karena pada faktor independen nya lebih dari satu yaitu harga, selera dan kualitas. Penelitian ini juga akan menggunakan bantuan software SPSS 22.0 dan data akan diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 orang responden yang pernah membeli kain corak insang.Hasil penelitian dengan menggunakan metode regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor harga, selera dan kualitas memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil tersebut dikuatkan dengan uji hipotesis simultan dan uji hipotesis parsial. Hasil dari pengujian hipotesis uji F (uji simultan) dimana nilai F hitung > F tabel (63,305 > 2,699) dengan nilai sig. < α (0,000 < 0,05), maka H0 ditolak. Pada uji hipotesis simultan menunjukkan bahwa faktor harga,selera dan kualitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian dan pada uji hipotesis parsial diketahui bahwa variabel bebas (harga, selera dan kualitas) berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).   Kata Kunci: Harga, Kain Corak Insang, Keputusan Pembelian, Kualitas, Regresi Linier Berganda, Selera.
STRATEGI PEMASARAN UNTUK MENINGKATKAN JUMLAH PENGUNJUNG UMKM CENTER KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QSPM Dzakwan, Abyan Odhy; Budiman, Riadi; Prima, Febri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Center Kota Pontianak berfungsi sebagai wadah bagi para pelaku UMKM dan pengrajin di Kota Pontianak untuk memajang dan memperkenalkan produk mereka ke konsumen dengan catatan produk telah memiliki izin PIRT. Gedung ini dibawah naungan DISPERINDAG Kota Pontianak dan DEKRANASDA Kota Pontianak. Setelah kurang lebih 1 tahun semenjak didirkan, masih banyak yang belum mengetahui keberadaan gedung tersebut, oleh karena diperlukan strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah pengunjung di UMKM Center Kota Pontianak. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan terkait strategi pemasaran pada penelitian ini dilakukan dengan mengolah data menggunakan matriks IFE, matriks EFE, matriks SWOT dan matriks QSPM. Langkah awal yang dilakukan adalah dengan menyebar kuesioner kepada para expert judgement yaitu, stakeholder, pemasok produk serta konsumen untuk analisis IFE, EFE dan SWOT untuk mengetahui kekuatan utama, kelemahan utama, peluang utama serta ancaman utama dari UMKM Center Kota Pontianak. Kemudian dilanjutkan dengan penyebaran kuesioner lanjutan ke pada para stakeholder dari UMKM Center Kota Pontianak untuk menentukan alternatif strategi pemasaran yang dapat meningkatkan jumlah pengunjung dengan menggunakan analisis QSPM. Hasil dari analisis SWOT yaitu posisi UMKM Center Kota Pontianak berada di Kuadran 1 yang artinya akan menjalankan strategi agresif. Strategi alternatif yang menjadi prioritas dalam meningkatkan jumlah pengunjung UMKM Center Kota Pontianak berdasarkan analisis QSPM yaitu Memperbaiki laman informasi daring mengenai produk yang ditawarkan dapat berbentuk media sosial, situs web, atau aplikasi. Kata Kunci : Analisis EFE, Analisis IFE, Manajemen Pemasaran, Manajemen Strategi, Matriks SWOT, Matriks QSPM.
PERAN KOMPENSASI,..GAYA..KEPEMIMPINAN,..DAN..MOTIVASI..KERJA TERHADAP..PENINGKATAN..KINERJA..KARYAWAN DI..PERUMDA AIR MINUM TIRTA PANCUR AJI Kristianti, Widya Avila; Budiman, Riadi; Prima, Febri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan..Umum..Daerah..(PERUMDA)..Air..Minum..Titra..Pancur..Aji, Kecamatan Kapuas, Kabupaten. Sanggau..merupakan perusahaan daerah air minum sebagai bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat secara bertahap dan berkesinambungan. Berbagai tahapan dilakukan yaitu dengan mengumpulkan data absen karyawan, penyebaran kuesioner awal (pra survey), penyebaran kuesioner kepada karyawan dan direktur, serta wawancara kepada direktur perusahaan. Dalam menyelesaikan permasalahan terkait dengan kompensasi,..gaya kepemimpinan,..dan..motivasi..kerja..terhadap..kinerja..karyawan adalah dengan uji..validasi,..uji..reliabilitas,...uji normalitas,..uji..multikolinieritas, uji..heterokedastisitas, uji..parsial, uji..simultan, analisis regresi linier berganda dan uji determinasi.Adapun hasil dari penelitian ini dari uji parsial (uji t) bahwa kompensasi..berpengaruh..secara..signifikan terhadap..kinerja..karyawan,..gaya..kepemimpinan..tidak..berpengaruh..secara..signifikan..terhadap..kinerja..karyawan, dan..motivasi..kerja..berpengaruh..secara..signifikan..terhadap..kinerja..karyawan...Secara uji anova diperoleh ketiga varibel yaitu kompensasi,..gaya kepemimpinan,. dan..motivasi..kerja..berpengaruh..secara..simultan..terhadap (Y). Ketiga variabel tersebut berpengaruh sebesar 72,6% dan 27,4% kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor lainnya.Kata kunci: Kompensasi,..Gaya Kepemimpinan,..Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan
PERUMUSAN STRATEGI BERSAING PRODUK UMKM TALAS KUNTI MENGGUNAKAN METODE SWOT, CPM DAN QSPM Sarfin, Gilang Ramadhani; Budiman, Riadi; Prima, Febri
Jurnal TIN Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Teknik Industri Universitas Tanjungpura
Publisher : Jurnal TIN Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM Talas Kunti merupakan salah satu UMKM yang bergerak dibidang makanan ringan yang ada di  Pontianak. UMKM Talas Kunti dirasa masih perlu merancang strategi bersaing dikarenakan jumlah penjualan yang  mengalami penurunan setiap tahunnya. Adapun beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penjualan UMKM Talas  Kunti yaitu strategi pemasaran yang kurang baik dan mnculnya pesaing bisnis baru. Berdasarkan hal tersebut, maka  diperlukan penelitian mengenai analisis terhadap strategi bersaing dengan menggunakan metode SWOT, CPM, dan  QSPM. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara dan penyebaran kuesioner terhadap pihak UMKM dan  konsumen.Responden pemilik dan karyawan UMKM digunakan untuk menganalisis SWOT. Responden konsumen  digunakan untuk menganalisis CPM. Hasil yang didapat dari analisis SWOT dapat digunakan untuk membuat matrik  IE dan matrix SWOT, sedangkan hasil analisis CPM digunakan untuk membuat Grand Strategy Matrix. Semua data  akan diuji konsistensi sebelum diolah. Hasil penelitian yang didapatkan menggunakan metode SWOT dan QSPM yaitu matriks IE berada pada  kuadran II. Hasil matriks SWOT diperoleh rekomendasi alternatif strategi berupa market penetration, product  development, forward integration dan horizontal integration. Sedangkan untuk Grand Strategy Matrix berada pada  kuadran I yang artinya bersifat agresif. Selanjutnya, membandingkan alternatif strategi yang diperoleh dari masing masing ketiga alat bantu dan didapatkan alternatif strategi terbaik yaitu market penetration dan product development. Hasil dari matriks QSPM dengan 2 alternatif strategi yaitu market penetration dan product development yaitu strategi  product development menjadi prioritas utama UMKM Talas Kunti dikarenakan skor TAS yang didapatkan sebesar  5.63 dibandingkan dengan market penetration sebesar 5.49. Kata Kunci : AHP, Strategi Bersaing, SWOT, QSPM, Uji Konsistensi.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN DANAU NON-PRODUKTIF MENJADI TAMBAK IKAN Arifin, Arifin; Budiman, Riadi; Martinus, Martinus
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i1.6643

Abstract

Abstrak: Desa Mandor di Kabupaten Landak memiliki beberapa danau yang tidak dimanfaatkan secara ekonomi. Tujuan pelaksanaan pengabdian yaitu memanfaatkan salah satu danau menjadi tambak ikan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode pelaksanaan melalui sosialisasi, serta pelaksanaan kegiatan berbasis masyarakat. Mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini berjumlah 3 kelompok dengan masing-masing kelompok dua kepala keluarga. Terdapat dua penilaian yang dilakukan yaitu penilaian selama pembuatan tambak dan tahap perdana pembudidayaan ikan. Penilaian selanjutnya adalah mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan. Hasil pelaksanaan program pada tahap pembuatan tambak serta budidaya ikan sangat berhasil. Keberhasilan pelaksanaan dan pembudidayaan ikan dapat ditetapkan 100%. Indikator keberhasilan dinilai dari ketercapaian target jumlah pembuatan tambak, keterserapatan dana, serta keberhasilan pembudiyaan ikan perdana. Prospek keberlanjutan program sangat baik karena program yang dijalankan bisa bertahan dengan efektif selama lima tahun. Permasalahan keberlanjutan program berbenturan dengan kewenangan pengelolaan danau atas Pemerintah Kabupaten bukan pada Pemerintah Desa. Masalah ini menjadi salah satu penyebab menurunya semangat mitra dalam pengelolaan tambak ikan lebih lanjut.Abstract: Mandor Village in Landak Regency has several lakes that did not use economically. The purpose of implementing the service is to use one of the lakes as a fish pond in an effort to empower the community's economy. The method of implementation is through socialization, as well as the implementation of community-based activities. Partners in the implementation of this service are village communities living around the lake. Partners were divided into three groups with two Family Heads in each group. There are two assessments carried out, namely the assessment during the construction of the pond and the initial stage of fish farming. The next assessment is to evaluate the implementation of the activities that have been carried out. The results of the program implementation at the stage of making ponds and fish farming were very successful. The success of the implementation and cultivation of fish can be determined 100%. Indicators of success are assessed from the achievement of the target for the number of ponds, the availability of funds, and the success of the initial fish farming. The prospects for the sustainability of the program are very good because the programs that are implemented can last effectively for five years. The problem of program sustainability conflicts with the authority of lake management on the Regency Government, not with the Village Government. This problem is one of the causes of the declining spirit of partners in the further management of fish ponds.