Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perbandingan Klasifikasi Penjurusan Peserta Didik pada Model Diskriminan dan Regresi Logistik Multinomial Nanda Arista Rizki; Petrus Fendiyanto; Ainun Jariah
METIK JURNAL Vol 4 No 2 (2020): METIK Jurnal
Publisher : LP3M Universitas Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47002/metik.v4i2.177

Abstract

Pandemi covid-19 yang mengancam hingga seluruh penjuru dunia, membuat kebijakan mengenai Ujian Nasional dihapuskan. Hal ini berakibat terhadap sistem penjurusan di SMAN 2 Samarinda hanya berdasarkan nilai ujian sekolah dan peminatan saja. Hasil penjurusan yang dilakukan oleh sekolah dapat dimodelkan melalui metode klasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketepatan hasil prediksi penjurusan dari diskriminan dan regresi logistik multinomial. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai ujian sekolah dan hasil penjurusan peserta didik kelas X di SMAN 2 Samarinda. Tahapan analisis yang dilakukan adalah statistika deskriptif, pembentukan model analisis diskriminan, pembentukan model regresi logistik multinomial, penentuan model terbaik, dan interpretasi model terbaik. Proporsi pembagian data training dan data testing yang diterapkan dalam penelitian ini adalah 60:40, 70:30, 80:20, dan 90:10 dengan resampling bootstrap B=1000. Berdasarkan hasil analisis penelitian, maka model regresi logistik multinomial dipilih sebagai model terbaik yang menggambarkan kondisi penjurusan peserta didik di SMAN 2 Samarinda. Hal ini dikarenakan tingkat akurasinya lebih tinggi dibandingkan pada model diskriminan untuk setiap kemungkinan dalam pembagian proporsi data training dan testing. Dengan demikian, semakin tinggi nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPS, maka hasil penjurusannya cenderung tidak pada jurusan Bahasa dan budaya. Namun semakin tinggi nilai Bahasa Inggris, maka hasil penjurusannya cenderung terletak pada jurusan Bahasa dan budaya. Perbedaan antara jurusan IPS dan jurusan MIPA dibanding jurusan Bahasa dan budaya, nampak pada nilai mata pelajaran IPA.
Aplikasi Klasifikasi Algoritma C4.5 (Studi Kasus Masa Studi Mahasiswa Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman Angkatan 2008) Miftahul Chair; Yuki Novia Nasution; Nanda Arista Rizki
Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer Vol 12, No 1 (2017): Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer
Publisher : Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.541 KB) | DOI: 10.30872/jim.v12i1.223

Abstract

Klasifikasi merupakan pengelompokkan sampel berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan dengan menggunakan variabel target sebagai kategori. Pohon Keputusan adalah pohon klasifikasi yang digunakan sebagai prosedur penalaran untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang dimasukkan. Penelitian ini membahas tentang pohon keputusan yang dibentuk menggunakan Algoritma C4.5 untuk mengklasifikasi masa studi mahasiswa FMIPA UNMUL angkatan 2008. Algoritma C4.5 merupakan pohon klasifikasi non biner di mana cabang pohon bisa lebih dari dua. Dalam Algoritma C4.5, pohon keputusan dibentuk berdasarkan kriteria entropy. Berdasarkan hasil penelitian dalam klasifikasi masa studi mahasiswa FMIPA UNMUL angkatan 2008 (102 data) diperoleh 16 aturan yang terbentuk. Dari hasil klasifikasi yang telah dilakukan diperoleh ketepatan akurasi untuk data training (75 data) adalah 100 % dan untuk data testing (27 data) adalah 72,4 %.
Penerapan Hierarchical Clustering Metode Agglomerative pada Data Runtun Waktu Andrea Tri Rian Dani; Sri Wahyuningsih; Nanda Arista Rizki
Jambura Journal of Mathematics Vol 1, No 2: Juli 2019
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.349 KB) | DOI: 10.34312/jjom.v1i2.2354

Abstract

Analisis cluster merupakan seperangkat metode yang digunakan untuk mengelompokkanobjek ke dalam sebuah cluster berdasarkan informasi yang ditemukan pada data. Analisiscluster dapat diterapkan pada data runtun waktu, di mana terdapat prosedur dan algoritmapengelompokkan yang berbeda dibandingkan dengan pengelompokkan data cross-section.Banyak teknik pengelompokkan data runtun waktu yang dikembangkan di antaranya adalahpenggunaan jarak pengukuran kemiripan yang sesuai dengan karakteristik data runtunwaktu, pemilihan algoritma pengelompokkan yang optimal sampai dengan penentuanbanyaknya cluster yang representatif. Tujuan dari penelitian adalah untuk memperoleh jarakpengukuran kemiripan terbaik, kemudian memperoleh algoritma pengelompokkan metodeagglomerative yang optimal serta memperoleh jumlah cluster yang representatif. Pemilihanjarak pengukuran kemiripan terbaik dan algoritma yang optimal menggunakan koefisienkorelasi cophenetic, sedangkan untuk penentuan jumlah cluster menggunakan koefisiensilhouette. Data pada penelitian adalah data jumlah penduduk Kabupaten/Kota di ProvinsiKalimantan Timur dari Tahun 2005-2017. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh jarakpengukuran kemiripan terbaik dalam mengelompokkan Kabupaten/Kota di ProvinsiKalimantan Timur adalah jarak autocorrelation based distance (ACF) dengan nilai koefisienkorelasi cophenetic sebesar 0,99. Algoritma pengelompokkan yang optimal adalah algoritmaaverage linkage, dikarenakan memiliki nilai koefisien korelasi cophenetic yang terbesar diantaraalgoritma pengelompokkan lainnya, dengan jumlah cluster yang representatif berdasarkankoefisien silhouette adalah 2 cluster.
Pendampingan Orang Tua dalam Pembuatan Media Belajar Matematika di Kelurahan Sungai Pinang Luar Kota Samarinda Ikmawati Ikmawati; Auliaul Fitrah Samsuddin; Siti Najmiah; Dwi Rizki Ramadhan; Rusdiana Rusdiana; Zainuddin Untu; Achmad Muhtadin; Petrus Fendiyanto; Nanda Arista Rizki; Kurniawan Kurniawan
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6384

Abstract

Pembelajaran matematika untuk anak usia dini harus merupakan proses yang menyenangkan. Untuk itu dibutuhkan media pembelajaran yang membuat pembelajaran anak bermakna namun tetap menyenangkan. Tujuan pengabdian ini adalah mendampingi orang tua khususnya ibu membuat media pembelajaran matematika sederhana. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 10 Agustus 2022. Peserta pengabdian ini terdiri dari 20 ibu rumah tangga sekaligus anggota PKK di kelurahan Sungai Pinang Luar. Metode yang digunakan adalah presentasi serta pendampingan praktik pembuatan media belajar. Hasil yang diperoleh adalah para peserta pelatihan mampu membuat media belajar matematika sederhana yang bahan-bahannya mudah ditemukan. Setelah penelitian ini diharapkan para orang tua lebih termotivasi dalam mendampingi pembelajaran matematika anak di rumah.Mathematics learning, especially for preschool children, should be a fun process. Therefore, what is needed is a learning media which promotes fun and, at the same time, meaningful learning. The current community service aims to guide parents, especially mothers, to make simple learning media. The participants comprised 20 women and members of the Family Welfare Movement (PKK) in Sungai Pinang Luar Sub-district. Presentation and practice are methods employed in this community service. The Renault showed that participants could use attainable material to make simple mathematics learning media. It is expected that after this activity, parents become more engaged in supporting their children's mathematics learning.
The Geometry Transformation Concepts in Bead Craft Motifs by the Kenyah Dayak Tribe Muhammad Hafizh Naufal Yahya; Haeruddin Haeruddin; Achmad Muhtadin; Nanda Arista Rizki
Ethnomathematics Journal Vol 4, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ej.v4i1.58425

Abstract

When studying mathematics, many students consider mathematics to be a difficult subject because they see it as a close system that prioritizes standards of rigor, speed, and memory. Conventional learning methods might make students bored. Various model is needed to overcome this. One of which is the culture associated with learning mathematics, known as ethnomathematics. The purpose of this study was to explore the bead crafts of the Kenyah Dayak tribe, located in Kalimantan, Indonesia, that develop heritage motifs attributed to the concept of geometric transformations on rotation and dilatation. This type of research was qualitative research involving observation, interviews, and documentation. The subject of this study was bead craft in the local area and the object of this study was the concept of geometric transformation on rotation and dilatation that exists in the craft motifs of the beads made. The data obtained in this study provides insights into the various cultural objects that can be used for triggering mathematics thinking. Through this resource, students may understand geometric concepts such as rotation and dilation, applicable to the real context of their daily life.