Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Inkonsistensi Kaidah dalam Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia dengan KBBI dan PUEBI: Inconsistency in Counseling Book Series by Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar
Jurnal Bastrindo Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi Juni 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jb.v1i1.20

Abstract

Abstrak: Penelitian ini hadir dalam rangka menguak inkonsistensi dalam Buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia yang dipublikasikan oleh Badan Bahasa di laman resminya. Buku yang menjadi objek penelitian ini adalah buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia: Ejaan dan buku Seri Penyuluhan Bahasa Indonesai: Bentuk dan Pilihan Kata. Data yang ditinjau kritis dalam objek penelitian ini adalah data yang menyimpang dari kaidah terbaru yang berlaku.  Prosedur penelitian ini mengikuti dua prosedur analisis kontrastif yang di dalam pembahasannya juga membicarakan kesalahan berbahasa. Prosedur penelitiannya adalah pengidentifikasian masalah dan pendeskripsian masalah. Pengidentifikasian masalah dilakukan dengan Metode Simak dan Teknik Catat. Setiap ditemukan inkonsistensi, peneliti mencatat dan sekaligus mengidentifikasi bentuk inkonsistensi itu pada kartu data, termasuk dalam tahap ini adalah pengklasifikasian data. Pada tahapan pendeskripsian masalah, digunakan pembandingan antara penjelasan dan contoh yang ada di objek penelitian dengan kaidah yang tercantum di dalam KBBI dan PUEBI. Perbedaan itu kemudian dideskripsikan sehingga didapatkanlah uraian yang representatif mengenai inkonsistensi kaidah dalam objek penelitian. Simpulan penelitian menyatakan bahwa terdapat penjelasan dan data yang ada di dalam objek penelitian bertentangan dengan kaidah terbaru yang berlaku. Pertentangan atau inkonsistensi itu ditemukan dalam setiap bagian objek penelitian. Abstract: This research is present in order to uncover inconsistencies in the Indonesian Counseling Book Series published by Badan Bahasa on its official page. The books that are the object of this research are the Spelling Counseling Series, the Forms and Choice of Counseling Series, the Grammar Counseling Series, and the Sentence Counseling Series. The data that is critically reviewed in this research object is data that deviates from the latest applicable rules. The procedure of this research follows two language error analysis procedures. The research procedures namely problem identification and problem description. Identifying the problem is done using Simak Method and Catat Technique. Every time an inconsistency is found, the researcher notes and simultaneously identifies the form of the inconsistency on the data card. At the stage of describing the problem, a comparison is used between the explanation and examples in the object of research with the rules that applied in KBBI and PUEBI. The difference found then described in order to obtain a representative description of the inconsistencies in the object of research. The conclusion of the study stated that there are explanations and data contained in the object of research contrary to the latest rules that applied. These contradictions or inconsistencies are found in every part of the research object.
MATA KULIAH WAJIB UMUM BAHASA INDONESIA DI PERGURUAN TINGGI: SEBUAH TAWARAN MODEL PEMBELAJARAN Rahmad Hidayat; Khusnul Khotimah; Agus Saputra
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 4, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.668 KB) | DOI: 10.31764/telaah.v4i1.1268

Abstract

Abstrak: Tulisan ini berisi tawaran model pembelajaran Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Tawaran ini muncul sebagai jawaban atas kompleksitas persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran ini merupakan jalan tengah atau kombinasi antara model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran terbaru berdasarkan buku MKWU Bahasa Indonesia yang dikeluarkan oleh Dirjen Belmawa Ristekdikti tahun 2016. Data yang membangun tulisan ini didapat dengan melakukan observasi terhadap kegiatan perkuliahan, wawancara dengan dosen terkait, dan catatan diskusi antarpengampu Mata Kuliah Wajib Umum Bahasa Indonesia. Pada akhirnya, tawaran model pembelajaran Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia dapat dirumuskan.Abstract: This paper contains a model for learning Bahasa Indonesia as a Compulsory General Subject in higher education. This offer is emerged as an answer to the complexity of the problems faced in the instructions. This learning model is a combination of conventional learning models and the latest learning models based on the book of   MKWU Bahasa Indonedia issued by Dirjen Belmawa Ristekdikti in 2016. The data underlying this proposal was obtained by observing lecture activities, interviewing relevant lecturers, and taking notes during discussion among Bahasa Indonesia lecturers. After all, the offer of learning models for Bahasa Indonesia Subject can be formulated.
KESALAHAN PENULISAN KONJUNGTOR DALAM NOVEL GARIS WAKTU: SEBUAH PERJALANAN MENGHAPUS LUKA KARYA FIERSA BESARI Rahmad Hidayat; Lalu Jaswadi Putera
Paedagoria : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Kependidikan Vol 8, No 2 (2017): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/paedagoria.v8i2.151

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kesalahan penulisan konjungtor dalam novel Garis Waktu: Sebuah Perjalanan Menghapus Luka karya Fiersa Besari. Penelitian ini menginventarisasi beberapa kesalahan dengan data yang bersifat mewakili. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan seluruh konjungtor dalam novel dan mengklasifikasikannya sesuai dengan bentuk kesalahan. Konjungtor dikumpukan bersama konteks kalimatnya agar dapat dijelaskan. Konteks kalimat yang diambil adalah kalimat yang memenuhi standar konstruksi kalimat majemuk. Hasil penelitian yakni terdapat tiga kesalahan penulisan konjungtor dalam novel tersebut. Kesalahan pertama adalah kesalahan penggunaan konjungtor yang berlebihan dalam sebuah konstruksi. Kesalahan kedua adalah kesalahan penempatan posisi konjungtor yang terbagi menjadi dua, yakni kesalahan penempatan konjungtor yang menyatakan hubungan koordinasi dalam kalimat majemuk setara dan kesalahan penempatan konjungtor yang mengawali sebuah paragraf. Kesalahan ketiga adalah tumpang-tindih antarkonjungtor dalam konstruksi kalimat majemuk bertingkat.Abstract:  This study aims to describe errors in conjunction writing in the novel Garis Waktu; Sebuah Perjalanan Menghapus Luka by Fiersa Besari. This study inventoried some errors with data that are representative. The method used is to collect the entire conjunction and classify it according to the form of errors. The conjunction is collected with the context of the sentence to be explained. The context of the sentence is a sentence that meets the standard construction of compound sentences. The result of writing found there are three errors of conjunction writing in the novel. The first error is the excessive use of the conjunction in a construction. The second error is the misplacement of the conjunction positions that occur in two, namely the misplacement of the conjunction stating the coordination relation in equivalent compound sentence and the incorrect placement of the conjunction that starting a paragraph. The third error is the overlap between conjunction in the construction of multi-compound sentences.
Representasi Kandidat Gubernur NTB Tahun 2018 dalam Surat Kabar Lombok Post: Analisis Wacana Kritis Amalia Magfira; Ahmad Sirulhaq; Rahmad Hidayat
MABASAN Vol. 15 No. 1 (2021): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mab.v15i1.423

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap representasi pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada pemilihan kepala daerah tahun 2018 di surat kabar Lombok Post. Pengungkapan disampaikan secara deskriptif dengan Metode Analisis Wacana Kritis. Model analisis wacana kritis yang digunakan adalah model Teun A. Van Dijk. Data penelitian ini berupa 500 teks berita seputar pasangan kandidat yang bertarung. Karena luasnya populasi data, data dibatasi dengan Teknik Purposive Sampling sehingga hanya 20 teks berita yang ditampilkan dengan pembagian 5 berita untuk setiap pasangan kandidat. Data dikumpulkan dengan Metode Simak dan Teknik Catat. Pada tahap penganalisisan data, digunakan Model Analisis Wacana Kritis versi Teun A. Van Dijk dengan mempraktikkan seluruh komponen elemen struktur. Selanjutnya, data disajikan dengan Metode Formal dan Informal. Berdasarkan hasil penganalisisan data didapatkan simpulan bahwa dalam pemberitaan pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018, Lombok Post menampilkan citra positif seluruh pasangan kandidat. Pada dasarnya, citra negatif juga ditemukan pada pasangan kandidat. Namun, jumlah representasi negatif sangat tidak signifikan.
Telaah Isi dan Bahasa Buku Ajar MKWU Bahasa Indonesia Dirjen Belmawa Ristekdikti: Proyeksi Model Standar Materi Ajar MKWU Bahasa Indonesia Rahmad Hidayat; Mochammad Asyhar; Suyanu Suyanu; Yuniar Nuri Nazir; Murahim Murahim
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 11 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v11i4.42054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan telaah isi dan bahasa buku ajar MKWU Bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Dirjen Belmawa Ristekdikti. Penelaahan dimaksud merupakan bagian dari Metode Research and Development (R&D) Borg & Garl pada siklus pengujian produk. Penelaahan berbentuk evaluasi buku berdasarkan realitas penggunaannya di lapangan. Hasil penelaahan tersebut selanjutnya akan menjadi dasar proyeksi model standar materi ajar MKWU Bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Penelaahan isi dan bahasa dilakukan dengan mengacu pada standar penilaian buku ajar Badan Standar Nasional Pendidikan dengan sedikit modifikasi. Pada tahapan pengumpulan data, digunakan Metode Cakap. Pada tahapan penganalisisan data, dilaksanakan pengujian realitas buku menggunakan instrumen Skala Likert untuk mengetahui tingkat kekuatan masing-masing unsur. Penilaian dilakukan oleh responden berkualifikasi ahli dan dosen pengguna buku. Akumulasi penskoran selanjutnya dikonversi ke dalam rumus perhitungan sehingga ditemukan persentase masing-masing standar kemudian diskalakan/dikategorikan dengan statistik deskriptif. Pada tahapan penyajian hasil penganalisisan data, digunakan metode formal dan metode informal. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan isi berdasarkan penilaian ahli termasuk dalam kategori baik dengan skor 81,67 sedangkan berdasarkan penilaian dosen pengguna buku termasuk dalam kategori baik dengan skor 76,30. Kelayakan bahasa berdasarkan penilaian ahli termasuk dalam kategori baik dengan skor 83,81 sedangkan berdasarkan penilaian dosen pengguna termasuk dalam kategori baik dengan skor 69,21Kata Kunci: Bahasa, Buku Ajar; MKWU Bahasa Indonesia; Kelayakan; Isi.
PENYULUHAN PENGGUNAAN PUNGTUASIPADA KARYA TULIS SISWA KELAS XI IPAMADRASAH ALIYAHRAUDLATUSSHIBYAN NW BELENCONG GUNUNG SARI Saharudin Saharudin; Agus Saputra; Khusnul Khotimah; Arif Nasrullah; Rahmad Hidayat
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.619 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i1.67

Abstract

Abstrak: Kegiatan Penyuluhan Penggunaan Pungtuasi pada Karya Tulis Siswa Kelas XI IPA MA Raudlatusshibyan NW Belencong Gunung Sari dilaksanakan dengan dasar sering abainya penutur bahasa Indonesia terhadap aturan berbahasa Indonesia lisan dan tulis. Pengabaian aturan itu dilakukan secara sadar dan tidak sadar. Pengabaian aturan tidak hanya dilakukan oleh masyarakat awam, tetapi juga dilakukan oleh kaum terpelajar di lingkungan perguruan tinggi serta instansi-instansi pemerintah.Kegiatan dilaksanakan di MA Raudlatusshibyan NW Belencong dengan melibatkan siswa kelas XI IPA.  Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pemberian materi, diskusi, dan pemecahan masalah dalam bentuk soal-soal. Materi penyuluhan adalah penggunaan pungtuasi berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia sesuai dengan Permendikbud nomor 50 tahun 2015.            Kegiatan penyuluhan dapat dikatakan berhasil berdasarkan serapan peserta terhadap materi yang dibuktikan dengan kemampuan peserta dalam menyelesaikan persoalan yang diberikan. Peserta merasa kegiatan semacam ini penting karena membuat mereka sadar bahwa penggunaan pungtuasi yang mereka pahami sebelumnya masih terdapat banyak kekeliruan. Untuk itu, kegiatan semacam ini perlu digalakkan demi terjaganya bahasa Indonesia yang baik, terutama benar.Kata Kunci: penyuluhan, penggunaan pungtuasi, karya tulis.Abstract: Elucidation activity of Punctuation Usage on Student Writing Class XI IPA MA Raudlatusshibyan NW Belencong Gunung Sari is implemented on the basis of frequent Indonesian speakers’ misuses on Indonesian oral and written rules. The ignorance of the rules is done consciously and unconsciously. The ignorance of rules is not only done by ordinary people, but also done by educated people in the environment of universities and government agencies.The activity was held in MA Raudlatusshibyan NW Belencong by involving students of class XI IPA. Activities are carried out in the form of giving materials, discussion, and problem solving in the form of questions. The extension material is the use of punctuation based on the Spelling General Guidelines of Indonesia in accordance with Permendikbud number 50 of 2015.This elucidation activity can be said to succeed based on participants' absorption of the material as evidenced by the ability of participants in solving the given problem. Participants feel this kind of activity is important because it makes them aware that the use of punctuations that they understand before there are still many mistakes. For that, this kind of activity should be encouraged in order to maintain good Indonesian usage.Keywords:elucidation, punctuation usage, academic writing.
Potensi Kearifan Lokal Sasak sebagai Dasar Pengembangan Teks Model untuk Menunjang Pembelajaran Berbasis Teks di SMA Syaiful Musaddat; Siti Rohana Hariana Intiana; Suyanu Suyanu; Cedin Atmaja; Rahmad Hidayat
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jime.v8i1.2543

Abstract

Kajian ini bertujuan mendeskripsikan potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk mendukung pembelajaran berbasis teks di Sekolah Menengah Atas (SMA). Kajian difokuskan pada dua aspek utama, yakni: (1) genre teks pada pembelajaran di SMA, dan (2) potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk pembelajaran di SMA. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, workshop, dan FGD. Datanya bersumber dari guru-guru MGMP bahasa Indonesia Kabupaten Lombok Barat. Analisis data dilakukan dengan mengikuti prinsip-prinsip analisis kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian atau organisasi data, dan verifikasi atau interpretasi data. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut. Pertama, terdapat sejumlah genre teks pada pembelajaran di SMA, antara lain: (a) untuk kelas X: teks laporan hasil observasi (LHO), teks ekposisi, teks anekdot, teks cerita rakyat (Hikayat), teks negosisasi, teks biografi, teks puisi, dan teks debat; (b) untuk kelas XI: teks prosedur, teks ekplanasi, teks ceramah, teks cerpen, dan teks resensi; dan (c) untuk kelas XII: teks cerita sejarah, teks editorial, teks ulasan buku, teks artikel, serta teks kritik dan esay. Kedua, potensi kearifan lokal Sasak sebagai basis pengembangan teks model untuk pembelajaran di SMA, yaitu: (a) teks deskripsi: tradisi presean, Taman Narmada, Pantai Senggigi, Pantai Kuta, (b) teks negosisasi: sorong serah, bait janji, nunas panutan, (c) teks prosedur: begasingan, bedodot, perang topat, pelecing, (d) teks eksplanasi: merariq, pelayaran, gerah bulan, (e) teks cerita sejarah: Kerajaan Selaparang, Putri Mandalika, Dende Fatimah, (f) teks biografi: TGH Zainuddin Abdul Majid, TGH Alif Batu. Berdasarkan potensi tersebut dapat dikembangkan beberapa teks model, antara lain: teks biografi berjudul Muhammad Asegaf “Zainuddin Abdul Majid”, teks prosedur berjudul Membuat Cengeh Khas Lombok, dan teks LHO berjudul Tradisi Praq Api atau teks cerita fantasi berjudul Balang Kesimbar.