Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL TERHADAP PENINGKATAN KETRAMPILAN IBU NIFAS DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2017 Iroma Maulida; Umriaty Umriaty; Indah Siloka Dina; Evi Zulfiana
Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2018): JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.859 KB) | DOI: 10.26714/jk.7.1.2018.47-53

Abstract

Pada ibu menyusui yang bekerja, keterbatasan pengetahuan tentang cara pemerahan, penyimpanan dan penyajian ASI menghambat proses pemberian ASI sehingga mereka memilih memberikan susu formula. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang menyusui adalah kelas ibu hamil. Tujuan mengetahui pengaruh keikutsertaan kelas ibu hamil terhadap peningkatan ketrampilan ibu dalam memberikan ASI. Penelitian ini bersifat analitik untuk melihat pengaruh keikutsertaan dalam kelas ibu hamil terhadap kerampilan pemberian ASI (teknik menyusui, ketrampilan memerah, menyimpan dan menyediakan ASI perah). Populasi adalah ibu menyusui yang ikut kelas ibu hamil dan yang tidak ikut kelas ibu hamil. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Desain dengan kasus control dengan kasus adalah ibu menyusui yang tidak mengikuti kelas ibu hamil. Analisis yang digunakan untuk mengetahui pengaruh keikutsertaan dalam kelas ibu hamil terhadap kerampilan pemberian ASI dengan menggunakan uji Chi square dengan derajat kepercayaan 95 % dan α 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu menyusui telah melakukan teknik menyusui dengan benar ( 73,3 %). Sebagian besar ibu menyusui adalah ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan khusus, sehingga tidak melakukan proses pemerahan, penyimpanan dan penyediaan kembali ASI. Sementara itu ibu hamil yang memberikan ASI saja saat dilaksanakn penelitian sebesar 51,7 %. Hasil analisis hubungan dengan Chi Square dan alpha 0,05 tidak ditemukan hubungan antara paritas dengan teknik menyusui dengan nilai p sebesar 0,319. Hasil penelitian adalah hubungan antara pekerjaan dengan teknik menyusui juga tidak ditemukan hubungan yang bermakna dengan nilai p 0,903. Selain itu uji hubungan antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan teknik menyusui didapatkan nilai p 0,08 yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna. Sedangkan pada uji hubungan antara keikutsertaan ibu hamil pada kelas ibu hamil dengan pemberian ASI saja didapatkan nilai p 0,004 yang berarti ada hubungan yang bermakna antara keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pemberian ASI saja.
STUDI KASUS: TANDA DAN GEJALA CITOMEGALOVIRUS PADA BALITA Iroma Maulida; Ratih Sakti Prastiwi; Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1212

Abstract

Penyakit CMV merupakan salah satu penyakit yang berbahaya karena menimbulkan dampak serius bagi anak-anak yaitu dapat menimbulkan masalah yang permanen seperti berkurangnya pendengaran, kecacatan mental, ukuran kepala lebih kecil, malas makan dan dalam jumlah kecil dapat menyebabkan kematian.Menurut Rao dan Gopal (2015), bayi yang terinfeksi CMV saat lahir terlihat normal tetapi tanda-tanda sekuel akan muncul kemudian. Penularannya yang mudah serta tidak nampaknya gejala dan tanda pada bayi yang terinfeksi CMV akan meningkatkan resiko tertularnya anggota keluarga dari bayi yang terinfeksi CMV tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan  ingin mengetahui gejala dan tanda penderita, khususnya pada bayi yang terinfeksi CMV congenital di Kota TegalPenelitian ini dilaksanakan pada tahun 2017 dan bersifat deskriptif dengan menggunakan disain penelitian studi kasus dimana kasus adalah anak-anak yang pernah/sedang menderita CMV. Terbatasnya jumlah data penderita CMV serta masih jarangnya angka kejadian CMVdi kabupaten/kota Tegal menjadi pertimbangan peneliti untuk mengambil kasus sebanyak 3 anak  dengan pengambilan sampel menggunakan snowball sampling pada penderita CMV yang ada di lingkungan peneliti (teman/kerabat teman dari peneliti).Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita CMV dalam penelitian ini mengalami gejala awal  demam dengan gejala penyerta berupa  diare, kejang atau batuk/pilek. Semua penderita juga mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik kasar yaitu kemampuan dalam merangkak, duduk sendiri dan berjalan. Sebagian besar penderita juga mengalami keterlambatan bahasa dan baru mampu merangkai 2 kata pada usia di atas 1,5 tahun. Hal ini sesuai dengan teori bahwa penderita CMV dapat mengalami gangguan perkembangan neurologi dengan bentuk gangguan dapat berupa kesulitan dalam bicara, bahasa, motorik, tingkah laku, belajar, memori, dan berbagai fungsi neurologi lain. Diagnosa CMV dilakukan oleh sebagian besar penderita melalui pemeriksaan IgG dan IgM Disarankan pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang pada bayi dan balita perlu diintensifkan serta bila ditemui keterlambatan perkembangan tumbuh kembang anak maka bidan perlu segera berkolaborasi dengan Dokter spesialis anak dan laboratorium agar dilakukan pemeriksaan CMV. Kata Kunci: CMV, citomegalo, tumbuh kembang
BOILED CHICKEN EGGS AGAINST RATE OF PERINEUM TEARS ON POSTPARTUM MOTHERS IN KRAMAT HEALTH CENTER, TEGAL REGENCY Nurhayati Nurhayati; Iroma Maulida; Adevia Maulidya Chikmah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v9i1.1688

Abstract

Injuries after childbirth are one of the causes of labour infections among other causes. Factors that can accelerate wound healing include nutrition. Nutrition plays a role in helping the process of metabolism, maintenance and formation of new tissue. Egg whites contain more nutrients than egg yolks which can heal perineal suture wounds in mothers after childbirth. The study population was postpartum mothers with perineal suture wounds at Kramat Public Health Center on January 7-February 2, 2019. This study used a quasi-experimental design with the Pretest and Posttest With Control Group Design approach, where respondents divided into intervention groups and control groups of 20 respondents. The wound degree observed at the beginning of the observation and the rate of wound healing at the end. In the intervention group, the respondent required to eat five egg whites for six days. Data analysis was performed with ANOVA test (α: 5%; 95% Confident Interval) to see the effect of consumption patterns of chicken egg white with the level of wound healing perineum. The results showed an influence of consumption patterns of boiled chicken egg white on the rate of perineal suture wounds healing as indicated by the higher number of respondents with a reasonable wound healing rate in the intervention group of 62.5% (5 people) compared to the control group, which was 42.9% (3 people) and from the Anova test results obtained a p-value of 0.015. Thus it is recommended that postpartum mothers consume many egg whites in order to accelerate the healing of perineal wounds to prevent infections due to perineal wounds. Keywords: Egg white, Perineal suture wounds  Healing
ANALISIS PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN MP-ASI SECARA DINI MENURUT FAKTOR PENYEBABNYA PADA BAYI DI PUSKESMAS MARGADANA KOTA TEGAL TAHUN 2015 Usmiyati Usmiyati; Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.468

Abstract

Makanan Pendamping Air Susu Ibu ( MP-ASI ) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi dan diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI.1 Pertumbuhan bayi yang optimal dapat dicapai salah satunya dengan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sejak bayi berusia 6 bulan. Di Kota Tegal khususnya Puskesmas Margadana dari laporan bulanan diketahui bahwa pada tahun 2013 terdapat 50 dari 134 bayi yang telah mendapat ASI esklusif sampai 6 bulan. Jadi terdapat sekitar 62,7 % bayi yang mendapatkan MP-ASI terlalu dini/kurang dari 6 bulan. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi perilaku pemberian makanan MP-ASI pada bayi di Puskesmas Margadana pada tahun 2015. Penelitian ini menggunakan disain cross sectional pada bayi usia 0 – 6 sebanyak 57 bayi di Puskesmas Margadana sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 57 bayi sebagai sampel maka terdapat 86 % (49 bayi) yang telah mendapatkan MP-ASI secara dini/kurang dari 6 bulan. Setelah dilakukan uji bivariat dengan taraf kesalahan 5 % dan uji chi square maka dapat diketahui tidak ada hubungan antara masing-masing faktor penyebab tersebut dengan perilaku pemberian MP-ASI secara dini ( p-value) < 0,05. Hal ini kemungkinan disebabkan karena tidak cukup bukti untuk dilakukan uji hubungan atas hipotesis tersebut karena jumlah sampel yang terlalu kecil, khususnya adalah jumlah ibu yang berperilaku baik / memberikan MP-ASI ≥ 6 bulan . Perlu diteliti kembali faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberian MP-ASI secara dini dengan mempertimbangkan jumlah sampel yang besar, menggunakan disain yang lebih baik ( kasus control) dan menambah variabel yang diteliti seperti persepsi ibu tentang ketidakcukupan ASI yang dimilikinya.Kata Kunci :MP-ASI, Analisis Perilaku Factor Penyebab
Perbandingan Metode Audio Dan Audio Visual Terhadap Pengetahuan Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Pada Remaja Putri Izza Swestivioka; Iroma Maulida; Nora Rahmanindar
SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : AIPKIND (Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.176 KB) | DOI: 10.36749/seajom.v5i2.68

Abstract

Breast self-examination is a simple and good filtration technique for early detection of symptoms of breast disorders. Counseling is a necessary intervention to improve knowledge about SADARI. The purpose of this research is to know the influence of media types of communication with the knowledge in the young women in a high school in TEGAL. This was a Quasi Experimental Study. The population of this research is 60 young girls. The sampling method is taken randomly. Respondents were divided into two groups: the group of students who got information through audio visual media (video) and the group who got information through audio. Statistical analysys using T test. The results of this study showed that both types of extension methods affect the knowledge with Independent Sample T-Test obtained significance value 0.000 (P value < 0.05). The average knowledge in the group is 85.70 while the group that uses audio media has an average knowledge with a score of 73.83. This research demonstrates the implementation of awareness about Breast self examination on young girls can increase knowledge in about signs and symptoms of disorders in the breast.
Edukasi Keputrian Pada Siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu Kabupaten Tegal Ratih Sakti Prastiwi; Iroma Maulida; Sisti Wahyuningrum; Sulistya Oktaviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol 1, No 2 (2019): Indonesian Journal of Community Empowerment November Vol.1 No.2
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v1i2.313

Abstract

Periode remaja merupakan masa adanya perubahan yang cukup besar dan dapat mengakibatkan adanya kebingungan dan kecemasan yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi perilaku remaja dalam menghadapi permasalahan terkait kesehatan reproduksinya. Pemberian pendidikan kesehatan remaja merupakan strategi yang dinilai efektif menimbang remaja memiliki pemikiran yang terbuka dan dalam tahapan belajar sehingga secara tidak langsung merubah perilaku remaja menjadi lebih positif. Sasaran kegiatan ini merupakan remaja siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu sebanyak 50 siswi. Metode pendidikan diberikan dengan ceramah dan praktek agar sasaran dapat memahami lebih mudah. Materi yang diberikan seputar kesehatan reproduksi seperti menstruasi, keputihan, pemenuhan nutrisi serta deteksi kanker payudara (SADARI). Dengan adanya informasi kesehatan tersebut, remaja dapat lebih memahami bagaimana mendeteksi gangguan reproduksi serta mengetahui cara mencegah dan mengatasi gangguan tersebut. 
Upaya Preventif Memotong Rantai Penyebaran Virus Covid 19 Melalui Peningkatan Kesadaran Personal Hygine Masyarakat Wilayah Kota Tegal Nilatul Izah; Seventina Nurul Hidayah; Iroma Maulida; Mutiarawati Mutiarawati; Rahmita Rahmita; Dea Hikmatul Asqiya
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v4i2.14634

Abstract

Corona virus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory system. This disease caused by a viral infection is called COVID-19. Corona virus can cause disorders of the respiratory system, acute pneumonia, until death. Personal hygiene especially washing hands is the easiest and most effective way to prevent the spread of the covid virus 19. However, people's awareness of getting used to washing hands is still very low, this can be caused by several things including the unavailability of a hand washing area or far from crowds. Covid 19 case monitoring data for Tegal City as of 30 July 2020 ie 270 People in Monitoring (ODP) with all completed monitoring status, for 50 Patients Under Monitoring (PDP) with details of 39 returning and 11 dead, while for confirmed cases Covid 19 for Tegal City residents as many as 4 people. The main target of community service activities is the residents of Tegal City, especially in the West Tegal and Debong Region. The method used in this activity is by providing assistance in the form of a place to do hand washing and basic food provided to the community where in its distribution cooperates with the Debong Health Center and the West Tegal Health Center. Community service activities in a preventive effort to cut the covid 19 distribution chain through the provision of hand washing facilities and distribution of groceries to the community in the Districts of West Tegal and Debong carried out in 2 days namely distribution to the District of Debong on May 8 2020, and for the region West Tegal District on May 9, 2020. The distribution of handwashing and groceries conducted in collaboration with local health centers namely West Tegal Health Center and Debong Health Center, this collaboration activity is intended so that our community service team does not directly face to face and meet with many people in an effort we are to prevent the crowd and in an effort to prevent the spread of the covid virus 19
PENGGUNAAN MEDIA PAPAN PUZZLE DALAM MENGENAL ANGKA Seventina Nurul Hidayah; Nilatul Izah; Iroma Maulida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v10i2.1470

Abstract

Mengenal angka salah satu mata ajar wajib untuk anak prasekolah. Orang tua perlu memberikan  media ajar sesuai kebutuhan. Tetapi di era sekarang sering ditemui orang tua yang membelikan gawai. Padahal anak pada fase perkembangan dan belajar yang terbaik adalah dengan benda nyata. Salah satu APE dalam mengenalkan angka berbentuk papan puzzle menarik ini dapat mengenalkan simbol angka kepada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi objektif kemampuan mengenal angka, mengetahui langkah-langkah penerapan media papan puzzle.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom ActionResearch). Subyek penelitian adalah siswa pecandu gawai di Homeschooling ABCD kota Tegal. Desain penelitian melalui tahapan menyusun perencanaan (plan),pelaksanaan dan pengamatan (act and observe) dan refleksi (reflect). Hasil penelitian didapatkan bahwa anak tertarik belajar mengenal angka dengan APE papan puzzle dan meningkat kemampuan pengenalan angkanya, diharapkan sekolah menambah media interaktif yang lebih menarik  sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kecerdasan anak.