Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Serat Acitya

Pengaruh Subtitusi Lemak Susu Dengan Berbagai Minyak Nabati Terhadap Total Bahan Padat , Tekstur Dan Waktu Pelelehan Ali Umar Dhani
Serat Acitya Vol 6, No 2 (2017): Optimalisasi Pangan demi Kemakmuran
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.932 KB)

Abstract

Susu merupakan bahan makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Salah satuprodukolahansusu yang digemariolehmasyarakatadalah es krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi lemak susu dengan berbagai minyak nabati terhadap kandungan total bahan padat, tekstur, dan waktu pelelehanes krimHasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah substitusi lemak susu dengan minyak nabati (2%) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai tekstur dan waktu pelelehan es krim. Tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) pada total bahan padat es krim. Manfaatdaripenelitian ini dapatmenambah informasi tentang pengaruh substitusi lemak susu dengan berbagai minyak nabati terhadap kandungan total bahan padat, tekstur dan waktu pelelehan es krim.Kata Kunci : Total Bahan Padat, Tekstur, Waktu Pelelehan, es krim, Minyak Nabati AbstractMilk is a necessary food for growth and development of the body. One of the most popular dairy products is ice cream. This study aims to determine the effect of substitution of milk fat with various vegetable oils on the total content of solid materials, texture, and time of melting ice cream. The results obtained in this study are substitution of milk fat with vegetable oil (2%) significantly (P <0.05 ) to texture value and time of melting of ice cream. But no significant effect (P> 0.05) on total solid ice cream. The benefits of this study can add information about the effect of substitution of milk fat with various vegetable oils to the total content of solids, textures and time of melting ice cream.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Program Sarjana Membangun Desa (SMD) Pada Agribisnis Peternakan Kambing Di Jawa Tengah Ali Umar Dhani; Dyah Ilminingtyas
Serat Acitya Vol 6, No 2 (2017): Optimalisasi Pangan demi Kemakmuran
Publisher : FEB UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.516 KB)

Abstract

Permintaan Pangan hewani di Jawa Tengah terutama daging kambing dari tahun ke tahun terus meningkat. Data menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir (2006-2010) pemotongan kambing berkisar 3,35 juta ekor. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan daging kambing terus mengalami pertumbuhan ( BPS Jawa Tengah, 2011). Pangan hewani merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat (Pedoman Pelaksanaan SMD, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program Sarjana Membangun Desa (SMD) pada agribisnis peternakan kambing di Jawa Tengah dan merumuskan rekomendasi atau gambaran yang bisa dilakukan agar faktor-faktor keberhasilan program SMD pada agribisnis peternakan kambing di Jawa Tengah berjalan lebih baik. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dan penentuan sampel dengan sampling jenuh. Sampel penelitian ini adalah kelompok tani penerima program SMD yang berjumlah 26 kelompok terbagi dalam 16 Kab/Kota dan kelompok ternak kambing di setiap lokasi SMD se Jawa Tengah. Berdasarkan analisis keragaman menggunakan Uji F menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelompo (X2) dan kompetensi (X3) terhadap keberhasilan program SMD (Y), sedangkan faktor Teknis (X1) tidak berpengaruh nyata negatif terhadap keberhasilan program SMD (Y). Zooteknis SMD (X4)  dan Zooteknis peternak (X5) berpengaruh nyata positif terhadap keberhasilan program SMD (Y). Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam program SMD agribisnis peternakan kambing di Jawa Tengah meliputi: 1) menyediakan lahan pakan, 2) melakukan transfer teknologi pakan, 3) mengadakan jejaring sesama penerima SMD, 4) melakukan pelatihan kelompok atau diikutkan dalam kegiatan pelatihan, 5) memanfaatkan modal, 6) meningkatkan kualitas dan kuantitas ternakagar bisa menangkap permintaan, 7) secara aktif menangkap peluang pasar dalam upaya meningkatkan pendapatan kelompok.Kata Kunci : SMD, kambing, keberhasilan, agribisnis AbstractDemand for animal food in Central Java, especially goat meat from year to year continues to increase. The data shows that over the past five years (2006-2010) goat cuts ranged from 3.35 million heads. This indicates that demand for goat meat continues to grow (Central Java BPS, 2011). Animal food is one of the basic human needs that must be fulfilled in order to improve the nutrition of the community (Guidelines of SMD Implementation, 2010). The purpose of this study is to analyze the factors that influence the success of the Village Development Program (SMD) in goat agribusiness in Central Java and formulate recommendations or descriptions that can be done so that the success factors of the SMD program in goat farming agribusiness in Central Java running better. The research was conducted by survey method, and sampling with saturated sampling. The sample of this research is farmer group of SMD program beneficiaries, amounting to 26 groups divided into 16 districts / cities and groups of goats in every SMD location in Central Java. Based on the analysis of diversity using F Test indicates that there is a significant relationship between the group (X2) and competence (X3) on the success of the SMD (Y) program, while the technical factor (X1) has no significant negative effect on the success of the SMD (Y) program. Zooteknis SMD (X4) and Zooteknis breeders (X5) have a positive effect on the success of SMD (Y) program. Recommendations that can be made in the agribusiness goat livestock SMD program in Central Java include: 1) providing feeding ground, 2) transferring feed technology, 3) networking fellow SMD recipients, 4) conduct group training or be included in training activities, 5) utilize capital, 6) improve the quality and quantity of livestock to capture demand, 7) actively seize market opportunities in an effort to increase group revenue.