Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS PENGALAMAN PENGGUNA PADA WEBSITE PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Dimas Irawan Ihya'ulumuddin; Puri Sulistiyawati
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7 No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/jst.v7i1.9150

Abstract

Website merupakan media yang kini banyak digunakan untuk mendapatkan informasi melalui jaringan internet. Sebagai program studi dibidang seni dan desain, DKV Udinus (Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro) menggunakan website sebagai media pendukung untuk menyampaikan informasi kepada mahasiswa mengenai profil jurusan, kurikulum, portofolio karya, kegiatan mahasiswa seperti pameran, sampai dengan alumni. Namun, selama ini belum pernah dilakukan evaluasi sehingga tidak dapat dilakukan pengukuran apakah website DKV sudah memenuhi aspek usability bagi pengguna. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dilakukan evaluasi website DKV Udinus  untuk mengukur kemudahan pengguna. Adapun proses evaluasi dalam penelitian ini menggunakan usability testing. Tahapan penelitian diawali dengan penyebaran kuesioner kepada mahasiswa dan dosen DKV Udinus sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan penilaian dari 5 variable yang diujikan, diperoleh kesimpulan bahwa aspek learnbility dan memorability pada website DKV Udinus memiliki penilaian yang cukup bagus. Namun penilaian 3 aspek lainnya masih rendah, sehingga masih diperlukan perbaikan berkaitan dengan aspek efficiency, error dan satisfaction untuk mempermudah penggunaan dalam mengakses informasi pada website DKV Udinus.
Analisis Semiotika Makna Pesan pada Iklan Axis Versi "Iritologi - Menatap Masa Depan" Puri Sulistiyawati
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 2, No 01 (2016): February 2016
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v2i01.1066

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis makna pesan dalam iklan Axis versi "Iritologi - Menatap masa depan" di televisi dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Dari analisis yang telah dilakukan berdasarkan makna denotasi, konotasi dan mitos dalam iklan Axis versi "iritologi - Menatap masa depan", dapat diketahui bahwa iklan Axis memiliki konsep yang sangat sederhana, dengan mengusung tema tentang kebiasaan remaja dalam memanfaatkan media sosial. Dari visual iklan yang ditampilkan menguatkan pesan bahwa produk Axis ini menyasar remaja sebagai target audience, remaja atau pelajar adalah konsumen yang mendambakan produk dengan kalitas baik namun dengan harga yang terjangkau. Meski menyasar remaja, namun dalam target marketnya Axis tetap menyasar semua kalangan. Setting tempat atau latar pada iklan yang ditampilkan pun sebagai representasi bahwa Axis dapat dijangkau oleh semua kalangan ekonomi khususnya masyarakat menengah kebawah. Makna Mitos dalam iklan Axis ini tersirat pada scene tertentu. Secara umum iklan ini menyampaikan bahwa selfie dan media sosial sebagai bagian dari kehidupan masyaraka khususnya generasi muda, sebagai sarana untuk berinteraksi dan menunjukan eksistensinya kepada komunitas. Melalui foto yang diunggah pada media sosial, khalayak merepresentasikan perasaan maupun kegiatan yang sedang di lakukannya. Sehingga hal tersebut memicu kebutuhan akan jaringan komunikasi yang lancar dan ekonomis. Kata Kunci: iklan, axis, semiotika, mitos   AbstractThe purpose of this research was to determine and analyze the meaning of message in Axis advertisement version “Iritologi – Menatap masa depan” on television using Roland Barthes semiotic approach. Analysis has been done based on the meaning of denotation, connotation and myth in Axis advertisement version “Iritologi – Menatap masa depan”, it can be seen that Axis advertisement has a simple concept, with a theme of the habits of teenagers  use a social media. From visual ads displayed reinforce the message that this Axis products is targeting the youth as target audience, teenagers or students are consumers who crave products with good quality but at an affordable price. Although targeting teenagers, but in Axis target market remains targeting all circles. The Setting or background on the ads are displayed also as a representation that  Axis can be reached all circles of society, especially the lower middle class. The myth meaning in Axis adv is implied a specific scene. Generally these ads is convey that selfie and social media as part of people's lives, especially the younger generation wich use it to interact and shows their existence to community. Through the uploaded photos on social media, the audience represents feelings and activities that are doing. So, It’s triggers the requirements for fluent and economic network communication.  Keywords: advertisement, Axis, myth, semiotic
Perancangan Media Pembelajaran Berbasis Audio Visual untuk Mata Kuliah Tipografi pada Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Dian Nuswantoro Puri Sulistiyawati; Dwi Puji Prabowo; Dimas Irawan Ihya' Ulumuddin
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 3, No 01 (2017): February 2017
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v3i01.1335

Abstract

Abstrak Tipografi merupakan salah satu mata kuliah pada bidang desain komunikasi visual yang mengutamakan aspek visual. Namun berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa media pembelajaran yang selama ini digunakan kurang efektif karena kurangnya pemanfaatan teknologi informasi, sehingga mahasiswa kurang maksimal dalam memahami materi kuliah yang disampaikan oleh pengajar. Perkembangan teknologi informasi saat ini banyak memberikan dampak positif bagi kemajuan bidang pendidikan diantaranya dapat digunakan untuk mendukung media dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah merancang media pembelajaran untuk mata kuliah tipografi dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu media audio visual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan pendekatan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Dengan diciptakannya media pembelajaran audio visual ini diharapkan proses pembelajaran mata kuliah Tipografi dapat lebih efektif dan materi kuliah lebih mudah dipahami oleh mahasiswa.  Kata Kunci : audio visual, media pembelajaran, tipografi AbstractTypography is one of the subjects in the field of visual communication design that prioritizes the visual aspect. However, based on the observation note that the media has been used less effective because the lack of use information technology, so students can't understand the course material that explained by lecturers. Today, the development of information technology is being positive impact for the advancement of education which can be used to support the media in the learning process. The purpose of this research is to design learning media for the course of typography by utilizing information technology, called audio-visual media.  The method that used in this research is Research and Development with ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). With the creation of audio-visual learning media is expected Typography learning courses can be more effective and the course material more easily understood by students. Keyword : audio visual, instructional media, typography
Implementasi Nirmana pada Fotografi Portraiture 3D Anaglyph Daniar Wikan Setyanto; Puri Sulistiyawati; Erisa Adyati Rahmasari
ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia Vol 4, No 02 (2018): August 2018
Publisher : Dian Nuswantoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/andharupa.v4i02.1790

Abstract

AbstrakImplementasi teknologi 3D saat ini lebih banyak digunakan di dunia perfilman dan animasi, padahal teknologi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan dalam fotografi, khususnya fotografi 3D. Sampai saat ini masih sedikit fotografer yang mendalami dan tertarik untuk melakukan eksperimen. Fotografi 3D menyimpan potensi untuk dikembangkan karena implementasi 3D dapat membuat media foto tersebut menjadi sangat unik. Fotografi sendiri merupakan salah satu dari bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS), oleh karena itu ilmu fotografi seharusnya bergerak dinamis mengikuti perkembangan teknologi. Melalui penelitian yang mengarah pada eksperimental fotografi dan citra 3D diharapkan dapat memberikan kontribusi kebaharuan dalam fotografi. Karya fotografi juga memerlukan sentuhan dari nirmana karena nirmana merupakan ilmu yang mempelajari unsur-unsur tata rupa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan karya-karya fotografi portraiture nirmana dengan teknologi 3D anaglyph. Dengan menggunakan metodologi eksperimental, penelitian ini mengeksplorasi teknik penciptaan fotografi 3D anaglyph. Luaran karya fotografi 3D tersebut menjadi bukti bahwa sisi estetis nirmana dan teknologi fotografi 3D anaglyph merupakan  ilmu yang saling berhubungan dan implementatif satu sama lain secara khusus dengan ilmu fotografi. Kata kunci : 3D anaglyph, fotografi, nirmana, portraiture AbstractThe implementation of 3D technology recently is more applicated in film and animation, whereas that technology has big potential to develop in photography, especially the 3D photography genre. Until now, only a few photographers have focused on this genre and are interested in conducting further experiments. 3D photography still has the potential to be developed because 3D applications can produce unique photos. Photography is one of the science and technology fields, therefore photography should move dynamically in line with technological developments. Through research that leads to experimental photography and 3D imagery is expected to contribute novelty in photography. Photographic work also requires nirmana touch because nirmana learns the elements of fine arts. The purpose of this research is to produce portraiture photography works of nirmana with anaglyph 3D technology.  By using the experimental methodology, this study explores 3D anaglyph photography creation techniques. The output of 3D photography is evidence that nirmana aesthetic and 3D photography technology are interrelated and implementative especially with the science of photography. Keywords : 3D anaglyph, photography, nirmana, portraiture
IMPLEMENTASI KOMPUTER GRAFIS PADA PERANCANGAN MOTIF BATIK PAPUA Puri Sulistiyawati; Dimas Irawan Ihya’ Ulumuddin; Alif Putra Azhari
TANRA: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 7, No 2 (2020): Mei - Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v7i2.14517

Abstract

Batik Papua mempunyai potensi sebagai industri kreatif yang dapat mendukung sektor pariwisata daerah. Hadirnya batik papua dapat menjadi alternative souvenir yang menarik bagi wisatawan. Agar dapat memberikan variasi motif kepada wisatawan dalam memilih dan mengkoleksi motif batik papua perlu adanya inovasi dalam pengembangan motif batik. Melihat perkembangan batik modern saat ini, batik papua harus dapat berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi agar dapat meningkatkan industri batik di papua. oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan motif batik batik berbasis digital dengan komputer grafis. Metode yang digunakan dalam proses digitalisasi motif batik adalah dengan pendekatan penciptaan seni yang terdiri dari  tahap eksplorasi, perancangan, dan perwujudan karya. Melalui pemanfaatan teknologi digital berbasis komputer grafis dalam pengembangan motif batik papua ini diharapkan dapat menjadi inovasi desain dan efisiensi dalam mengeksplorasi keunggulan, keunikan serta gagasan untuk pengembangan motif  batik dan dapat meningkatkan industri batik papua.
ANALISIS KOMPONEN VISUAL DASAR SINEMATOGRAFI DALAM FILM LIVE ACTION “GREEN BOOK” Puri Sulistiyawati
Desain Komunikasi Visual, Manajemen Desain dan Periklanan (Demandia) Vol 4 No 2 (2019): Vol 04, No 02 (September 2019) demandia - Jurnal Desain Komunikasi Visual, Manaje
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/demandia.v4i2.2188

Abstract

Sinematografi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang cara menangkap dan menggabungkan gambar menjadi rangkaian gambar yang bercerita. Film adalah produk sinematografi yang memiliki karakteristik terdiri dari beberapa gambar yang digabungkan. Gambar biasanya terdapat komponen yang mampu menunjukkan arti dari gambar tersebut. Salah satu komponennya yaitu visual. Komponen visual ini dapat ditemukan pada setiap gambar, baik itu gambar bergerak maupun gambar tidak bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen visual dasar pada film Green Book berdasarkan teori Bruce Block dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Komponen visual dasar yang dianalisis meliputi space, line, shape, tone, color, movement, dan rhythm. Film Green Book dipilih karena menjadi film terbaik yang mendapatkan banyak penghargaan salah satunya Best Pictures pada Academy Award 2019. Film Green Book memiliki genre drama komedi-biografi yang menceritakan tentang persahabatan antara Tony Lip dan Don Shirley yang pada dasarnya memiliki sifat yang berbeda. Sesuai dengan teori yang diungkapkan Bruce Block bahwa komponen visual sangat berpengaruh dalam mengkomunikasikan suasana hati dan emosi.
DESAIN ORNAMEN NUSANTARA: KONSEP LANDSCAPE DALAM RELIEF MASJID MANTINGAN Agus Setiawan; Puri Sulistiyawati
PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT No 2 (2017): Seni, Teknologi, dan Masyarakat #2
Publisher : LP2MP3M, INSTITUT SENI INDONESIA SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusantara’s unique and unique culture has a characteristic position. An interesting thing in the form of visual communication is seeing from the frame of the visual culture that is the concept of landscape in the embodiment of the Mantingan Mosque relief. The reality of the visual culture that occurred in Java walisongo uses the visual culture as the medium of da’wah. Culture in the form of relief with the form of cosmological diagrams with eight distinct angles of sunlight as a form of Surya Majapahit and landscape or landscape with terms with symbols. Landscape in the form of stellar motifs combined bring visual communication symbols. This study aims to: 1) Describe the form of relief that contains the concept of landscape 2) Knowing the concept of landscape in the relief of Mantingan mosque. The method used in this research is a qualitative method, so this research produces descriptive data related to archipelago culture form. The results showed that the Mantingan mosque relief depicts the concept of landscape embodied with stellar motifs in the form of lotus motifs, Meru, stir animals and buildings. Motif stir animals and buildings as the main motif that is considered important surrounded by complex and beautiful motifs of plants.
PERANCANGAN ULANG CORPORATE IDENTITY ANGKRINGAN 88 SEMARANG Abdan Akbar Syakuro; Puri Sulistiyawati
CITRAKARA Vol 2, No 2 (2020): September 2020
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.955 KB)

Abstract

Angkringan 88 adalah cafe yang menyediakan tempat untukberkumpul, berbincang dan bernostalgia bagi konsumennya,namun Corporate Identity Angkringan 88 belum dirancangdengan baik oleh pengelola Angkringan 88 sehingga logoAngkringan 88 belum dapat menampilkan visual citra didalamlogo dan logo Angkringan 88 masih menyerupai brand lain.Perancangan ini menggunakan teknik pengumpulan data kualitatifdengan mencari data primer berupa wawancara dan observasi,sedangkan data sekunder meliputi media sosial dan studi pustaka.Metode analisis menggunakan analisis prinsip logo, S.W.O.T(Strength, Weakness, Opportunity, Threat) dan brainstormingsebagai alat penetapan strategi kreatif. Konsep perancangan inimenggunakan teknik visual vektor dengan desain utama berupalogo. Media yang dipakai menggunakan Graphic StandardManual dan media pendukung. Dengan adanya Perancanganulang Corporate Identity yang baru ini diharapkan dapatmemperjelas identitas Angkringan 88 bergerak sebagai café yangmenyediakan tempat berkumpul, berbincang dan bernostalgia.
PERANCANGAN VISUAL BRANDING LATANSA COLLECTION Maqdasi Shofurotul; Sulistiyawati Puri
CITRAKARA Vol 2, No 01 (2020): April 2020
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.731 KB)

Abstract

Latansa Collection merupakan salah satu brand busana muslimah yang berupa abaya arab bordir yang berada di kota Kudus Jawa Tengah. Banyak perusahaan konfeksi yang bermuculan dengan menjual barang yang lebih inovatif dengan promosi yang cukup gencar yang membuat perusahaan yang berdiri terlebih dahulu belum memliki konsep brand kehilangan pasaranya karena persaingan didunia konfeksi sangat ketat sekali. Sedangkan logo latansa collection yang sekarang ini digunakan kurang dikelola dengan baik. Maka usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut butuh adanya perancangan visual brand Latansa Collection. Dengan membuat visual branding, dapat membantu Latansa Collection untuk membangun karakter yang kuat dari brand itu sendiri dimata masyarakat luas. Dalam perancangan ini menggunakan metode kualitatif, data didapatkan menggunakan metode studi pustaka, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode SWOT yang kemudian kesimpulan analisis SWOT maka terpilihlah strategi dalam upaya untuk membangun citra brand. Latansa sebagai brand abaya arab bordir yang eklusif, berkualitas, elegan, dan simple, maka dilakukan sebuah perancangan logo untuk Latansa Collection dari bentuk,warna, serta konsep yang dapat membentuk citra yang ingin dibangun. Kemudian diterapkan dalam berbagai media seperti stationary, seragam,label, tag price, merchandise, dan katalog digital
Perancangan Motif Batik Papua Dengan Karakter Burung Kasuari Dan Mambruk Alif Putra Azhari; Puri Sulistiyawati
CITRAKARA Vol 1, No 01 (2019): April 2019
Publisher : CITRAKARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.439 KB)

Abstract

AbstrakBatik merupakan salah satu budaya Indonesia yang terkenal akan keindahannya. Hal yang membuat indah yaitu motif yang ada pada batik. Setiap daerah mempunyai motif dengan ciri khas masing-masing, salah satunya Papua. Daerah yang berada di Indonesia timur ini mempunyai keunikan tersendiri pada batiknya karena objek yang dijadikan pada motif batik Papua berasal dari budaya dan keanekaragaman yang ada di sekitar Papua. Salah satu objek motifnya yaitu fauna contohnya burung Cendrawasih, buaya dan cicak. Dari motif yang sudah ada hanya burung Cendrawasih yang merupakan khas Papua, sehingga batik Papua belum mempunyai motif yang berkarakter khas Papua. Padahal masih banyak fauna khas Papua lainnya seperti burung Kasuari dan Mambruk. Oleh karena itu diperlukan perancangan motif batik berkarakter khas Papua agar batik Papua mempunyai motif khas Papua. Dalam perancangan ini, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode kualitatif, dimana data-data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi literatur. Kemudian analisis yang digunakan yaitu 5W+1H. Dari analisis tersebut menghasilkan bahwa diperlukan perancangan motif batik Papua baru dengan objek motif yang khas Papua yaitu burung Kasuari dan Mambruk serta sekaligus dalam upaya melestarikan hewan tersebut karena termasuk hewan yang dilindungi.Kata kunci: Batik Papua, Kasuari, Mambruk, Motif AbstractBatik is one of the Indonesian cultures which is famous for its beauty. Something that makes it beautiful is the motif that is in batik. Each region has its characteristic motif, one of which is Papua. The Region in eastern Indonesia has its uniqueness on batik because the objects used in Papuan batik motifs come from the culture and diversity that surrounds Papua. One object of the motif is fauna, for example, the birds of paradise, crocodiles, and lizards. From the existing motifs, the only bird of paradise is a typical Papua, so that Papuan batik does not have a motif that has a distinctive Papuan character. Though there are still many other typical Papuan fauna, namely Cassowary and Mambruk birds. Therefore it is necessary to design batik motifs with distinctive Papuan characteristics so that Papuan batik has a distinctive character trait. In this design, data collection methods used are qualitative methods, where data is obtained through observation, interviews and literature studies. Then the analysis used is 5W+1H. From the analysis, it was produced that the design of a new Papuan batik motif was needed with the typical Papuan motif objects, namely Cassowary and Mambruk birds and at the same time to preserve these animals because they included protected animals.Keywords: Cassowary, Mambruk, Motif, Papuan Batik