Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU PERKEMBANGAN EMOSI POSITIF DAN PERILAKU SOSIAL ANAK Amita Diananda
JECIES: Journal of Early Childhood Islamic Education Study Vol 1, No 2 (2020): edisi-SEPTEMBER
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33853/jecies.v1i2.89

Abstract

The family is the smallest unit in society, consisting of father, mother and child. The closest environment for children to interact is family. The role of parents in the family is very important. Parents are central and the main source of the formation of values held by children. Parents have a big responsibility in helping the quality of their children achieve the development of emotional maturity and social behavior with strong character and clear orientation. Neglect or lack of parental attention in shaping children's emotions and social behavior will have a major effect on children's ability to control their emotions and adapt, even in giving positive colors, to their environment. Emotion and behavior are two components that exist in humans that cannot be separated from each other (intertwined) where emotions affect behavior, not the other way around. Someone who is able to control their emotions will be able to control their behavior. Controlled emotions will provide a healthy space for the mind to think clearly and structurally. Conversely, a person who cannot control his emotions will not be able to control his behavior because the space for a healthy mind and a clear mind is closed. Therefore, in educating children to have good, positive and constructive behavior, what parents must first build is to build and form strong character in children by prioritizing the power of emotional control.
PERANAN ORANG TUA DALAM MEMBANTU PERKEMBANGAN EMOSI POSITIF DAN PERILAKU SOSIAL ANAK Amita Diananda
JECIES: Journal of Early Childhood Islamic Education Study Vol 1, No 2 (2020): edisi-SEPTEMBER
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.573 KB) | DOI: 10.33853/jecies.v1i2.89

Abstract

The family is the smallest unit in society, consisting of father, mother and child. The closest environment for children to interact is family. The role of parents in the family is very important. Parents are central and the main source of the formation of values held by children. Parents have a big responsibility in helping the quality of their children achieve the development of emotional maturity and social behavior with strong character and clear orientation. Neglect or lack of parental attention in shaping children's emotions and social behavior will have a major effect on children's ability to control their emotions and adapt, even in giving positive colors, to their environment. Emotion and behavior are two components that exist in humans that cannot be separated from each other (intertwined) where emotions affect behavior, not the other way around. Someone who is able to control their emotions will be able to control their behavior. Controlled emotions will provide a healthy space for the mind to think clearly and structurally. Conversely, a person who cannot control his emotions will not be able to control his behavior because the space for a healthy mind and a clear mind is closed. Therefore, in educating children to have good, positive and constructive behavior, what parents must first build is to build and form strong character in children by prioritizing the power of emotional control.
URGENSI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBENTUKAN KONSEP DIRI ANAK Amita Diananda
ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1, No 2 (2018): edisi JULI
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (549.825 KB) | DOI: 10.33853/istighna.v1i2.1

Abstract

Pendidkan karakter yang ditanamkan sejak dini kepada anak bertujuan agar anak kelak sampai dewasa menjadi manusia yang bermartabat yaitu manusia yang mempunyai hati nurani, cerdas dalam bersikap dan bertuturkata. Tanggung jawab pendidikan karakter adalah orang yang terdekat dengan anak yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan kepada anak meliputi : religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokrasi, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Pendidikan karakter pada setiap fase usia perkembangan anak berbeda-beda penanganannya, dari anak usia dini, anak-anak dan remaja, karena setiap fase mempunyai kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Berkaitan dengan konsep diri anak, akan terbentuk dari perlakuan yang anak dapatkan terhadap dirinya baik itu dari lingkungan keluarga yang berkaitan pola asuh, budaya sekolah dan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis moral yang sedang terjadi di negara kita.
PSIKOLOGI REMAJA DAN PERMASALAHANNYA Amita Diananda
ISTIGHNA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 1, No 1 (2018): edisi JANUARI
Publisher : stit-islamic-village

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.819 KB) | DOI: 10.33853/istighna.v1i1.20

Abstract

Rentang usia remaja adalah 10 tahun sampai 21 tahun menurut beberapa ahli. Fase remaja adalah fase peralihan dari fase anak-anak menuju masa dewasa. Karakteristik yang bisa dilihat adalah adanya banyak perubahan  yang terjadi baik itu perubahan fisik maupun psikis. Perubahan fisik yang dapat dilihat adalah perubahan pada karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang untuk anak perempuan sedangkan anak laki-laki tumbuhnya kumis, jenggot serta perubahan suara yang semakin dalam. Perubahan mentalpun mengalami perkembangan. Pada fase ini pencapaian identitas diri sangat menonjol, pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis. Periode ini disebut fase pubertas (puberty) yaitu suatu periode dimana kematangan kerangka atau fisik tubuh seperti proporsi tubuh, berat dan tinggi badan mengalami perubahan serta kematanagan fungsi seksual yang terjadi secara pesat terutama pada awal masa remaja. Kebutuhan lain dari remaja adalah teman sebaya, dimana teman sebaya adalah sangat penting bagi remaja untuk mengenal dunia diluar keluarga. Namun dalam interaksinya, remaja sering mengalami tekanan untuk mengikuti teman sebaya atau yang disebut konformitas (conformity) yang sangat kuat. Konformitas ada yang positif dan negatif. Konformitas muncul ketika individu meniru sikap, atau tingkah laku orang lain dikarenakan ada tekanan nyata maupun yang tidak nyata. Perilaku remaja yang menyimpang seperti berbuat onar, mencuri dan lain lain perlu mendapat perhatian khusus bagi orangtua, guru dan pemerhati pendidikan.  Pertentangan  dan pemberontakan adalah bagian alamiah dari kebutuhan para remaja untuk menjadi dewasa yang mandiri dan peka secara emosional