Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH

Pengaruh Kolaborasi Rantai Pasok Terhadap Kinerja Keuangan Melalui Kinerja Logistik, Kinerja Operasional Dan Kepuasan Pelanggan (Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Ritel Yang Beroperasi Di Indonesia) Adhitya Suwanda; Dadang Surjasa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 3 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v3i1.2474

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kolaborasi rantai pasok terhadap kinerja logistik, kolaborasi rantai pasok terhadap kepuasan pelanggan, kolaborasi rantai pasok terhadap kinerja operasional, pengaruh kinerja logistik terhadap kepuasan pelanggan, kinerja operasional pada kepuasan pelanggan dan terakhir pengaruh kepuasan pelanggan terhadap kinerja keuangan pada perusahaan ritel di Indonesia.Penelitian ini bertujuan untuk meneliti secara lebih luas mengenai kolaborasi rantai pasok ke pengambil keputusan dari perusahaan ritel di Indonesia yang secara rutin bekerja sama dengan pemasok dalam menyediakan barang atau jasa kepada pelanggan. Penelitian ini secara empiris memeriksa tiga bentuk: perilaku, lingkungan dan teknologi pada kolaborasi rantai pasok.Penelitian ini merupakan studi kausal untuk mempelajari hubungan antar variabel terkait. Metode survei digunakan untuk mengumpulkan data dari karyawan perusahaan ritel. Sebanyak 133 responden berpartisipasi dalam survei online. Teknik analisis model persamaan struktural digunakan dalam menganalisis reliabilitas dan validitas data dalam model pengukuran dan menguji hubungan kausal antara konstruksi dalam model struktural.Temuan menunjukkan bahwa, kolaborasi rantai pasok mempengaruhi kinerja logistik dan kinerja operasional secara langsung. Selain itu, kinerja logistik dan kinerja operasional juga mempengaruhi kepuasan pelanggan secara langsung. Adapun, kolaborasi supply chain tidak memiliki pengaruh terhadap kepuasan pelanggan secara langsung, dan yang terakhir, kepuasan pelanggan memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan.Keterbatasan penelitian/implikasi dalam penelitian ini hanya diuji pada sudut pandang perusahaan ritel. Untuk mempelajari kolaborasi rantai pasok secara menyeluruh, penelitian selanjutnya harus memeriksa dari sudut pandang produsen dan juga pemasok.
PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT MODERN MULTI KEMASINDO Dimas Adhi Wiguna; Dadang Surjasa
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 5 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v5i1.6424

Abstract

PT. Modern Multi Kemasindo merupakan perusahaan industri yang bergerak di bidang pembuatan corrugated carton box. Permasalahan yang dihadapi oleh PT. Modern Multi Kemasindo adalah tingkat produksi yang belum mencapai target yang diakibatkan oleh kinerja karyawan yang kurang mendukungnya. PT. Modern Multi Kemasindo selama ini belum memiliki system pengukuran kinerja yang dapat membantu terutama mengatasi masalah kinerja karyawan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengukuran kinerja yang dapat memberikan pemahaman antara manajemen perusahaan dengan karyawan. Perancangan system pengukuran kinerja menggunakan metode Human Resource Scorecard yang dimulai dari penurunan strategi menggunakan Balanced Scorecard ke dalam HR Scorecard dengan 4 perspektif yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Hal tersebut dapat dilihat dari tujuan strategis yang dihasilkan seperti meningkatkan produktivitas karyawan, meningkatkan motivasi karyawan, meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan citra perusahaan dengan pelayanan yang baik terhadap pelanggan. Hasil dari tujuan strategis kemudian dilakukan pembobotan dengan menggunakan skala likert. Hasilnya diperoleh dengan nilai 3,59. Dalam skala likert nilai tersebut termasuk kategori antara 3 dan 4 yaitu “baik”. Hasil terendah terdapat pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, dikarenakan kurangnya program pelatihan terhadap karyawan.