Dyah Palupiningtyas
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPARI) Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT LOKAL DI KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Dyah Palupiningtyas; Nina Mistriani; Tuwuh Adhistyo Wijoyo
Jurnal Manajemen STIE Muhammadiyah Palopo Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.965 KB) | DOI: 10.35906/jm001.v6i1.496

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pengamatan lingkungan internal dan eksternal yang diharapkan dapat memberikan efek terhadap kegiatan ekonomi di masyarakat lokal. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan model deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi dan pengamatan. Teknik analisis data menggunakan beberapa prosedur pengurangan data, tampilan data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pariwisata dalam kegiatan ekonomi dapat bermanfaat bagi masyarakat tentunya dengan adanya SDM Pariwisata pada lingkungan internal pariwisata melalui pokdarwis. Sedangkan lingkungan eksternal mulai dari adanya gagasan yang berawal dari pemerintah.Kata kunci: Lingkungan Internal, Lingkungan Eksternal, Pariwisata, dan Ekonomi.AbstractThis study aims to analyze the internal and external environment observations that are expected to affect economic activity in local communities. This research was conducted with a qualitative approach with a descriptive model. Data collection techniques carried out through documentation and observation. The data then analyzed using several data reduction procedures, data displays, and conclusions. The results showed that tourism success in economic activities could benefit the community, of course, with the existence of Tourism HR in the internal environment of tourism through Pokdarwis. In contrast, the external environment starts with ideas originating from the government.Keywords: Internal Environmental, External Environmental, Tourism, and Economy.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENERAPAN CHSE BAGI PENGELOLA HOMESTAY Dyah Palupiningtyas; Heru Yulianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v5i2.4087

Abstract

Abstrak: Masa era new normal yang diterapkan selama pandemi covid 19 menuntut adanya penerapan protocol kesehatan di semua sector termasuk sector pariwisata. Homestay di desa wisata sebagai bagian dari sector pariwisata pun tidak luput dari penerapan protocol kesehatan yaitu penerapan Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE). Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman CHSE kepada pengelola-pengelola homestay di Desa Wisata Mandiraja, kecamatan Moga Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Metode pelaksanaan pengabdian diawali dengan survey awal dilanjukan dengan kegiatan Fokus Grup diskusi kemudian pelatihan terkait pengelolaan pengembangan dan penerapan CHSE dan diakhiri dengan monitoring langsung ke homestay-homestay yang telah diberi pelatihan. Hasil akhir dari kegiatan ini diperoleh bahwa 90% pengelola homestay yang tadinya kurang memahami adanya CHSE menjadi paham dan 100% menyatakan perlu adanya penerapan CHSE pada masa era new normal selama pandemi Covid 19 demi kenyamanan dan keselamatan wisatawan yang dating ke desanya. Abstract:  The period of the new normal era which was implemented during the Covid 19 pandemic requires the application of health protocols in all sectors including the tourism sector. Homestay in tourist villages as part of the tourism sector must also implement a health protocol, namely the application of Cleanliness, Healthy, Safety and Environment (CHSE). The purpose of this community service activity is to provide an understanding of the CHSE to homestay managers in Mandiraja Tourism Village, Moga sub-district, Pemalang Regency, Central Java. The method of implementing the service begins with an initial survey followed by Focus Group discussion activities then training related to the management of the development and implementation of the CHSE and ends with direct monitoring to the homestays that have been given training. The final result of this activity was that most of the homestay managers who previously did not understand the CHSE became aware and 100% stated that there was a need to implement CHSE during the new normal era during the Covid 19 pandemic for the comfort and safety of tourists who came to their villages.
PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PARIWISATA BAGI MASYARAKAT Dyah Palupiningtyas; Nina Mistriani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2341

Abstract

Abstrak: Pelatihan kewirausahaan berbasis pariwisata merupakan pengabdian masyarakat yang sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat yang berada disekitar daya tarik wisata. Namun, dalam pelaksanaannya dibutuhkan antusias masyarakat berinovasi dalam membuat produk yang diminati wisatawan, sehinggadapat membuka peluang usaha baru yang bermanfaat untuk dikembangkan didesanya.   Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskripsi, dimana peneliti mendiskripsikan pengabdian dengan wawancara potensi daya tarik, kemudian dilakukan FGD (Focus Group Discussion) kepada masyarakat tentang pentingnya Kewiruasahaan. Tujuan kewirausahaan ini merupakan proses melakukan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang berguna dalam memberikan nilai lebih. Desa Jamalsari memiliki daya tarik yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan yaitu Waduk  Barang Bukit Cinta Jati. Tetapi dibutuhkan ada inovasi untuk orang-orang yang akan mengembangkan daya tarik ini dengan konsep ramah lingkungan, dan orang-orang yang menjual kreativitas inovasi produk lokal untuk menarik dipromosikan di sekitar waduk Bukit Cinta Jatibarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan perspektif dan meningkatkan motivasi masyarakat di bidang kewirausahaan, produk yang tersedia di masyarakat dapat dikemas dengan baik dan tentunya akan menarik bantuan pemerintah / mitra untuk bekerja sama.Abstract: Entrepreneurial training based on tourism is a simple community devotion and can be done by people who are around the tourist attraction. However, in its implementation it takes enthusiasm of the community innovating in making the products that tourists demand, so that open new business opportunities that are beneficial to be developed in the village. Methods of research conducted using the method of description, where researchers describe the devotion with interviews potential attraction, then conducted FGD (Focus Group Discussion) to the public about the importance of entrepreneurship. This entrepreneurial goal is the process of doing something new or creative and different (innovative) that is useful in delivering more value. Jamalsari Village has a very interesting attraction for tourists to visit namely Bukit Cinta Jati Reservoir goods. But it takes innovation for people who will develop this attraction with eco-friendly concepts, and those who sell creativity of local product innovations to withdraw are promoted around Bukit Cinta Jatibarang Reservoir. This Activity aims to create perspectives and improve community motivation in the field of entrepreneurship, the products available in the community can be packed well and will certainly attract government/partner assistance to cooperate.