Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL PENGELOLAAN EKONOMI UMAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA RELIGIUS Yunaningsih, Ani; Widaningsih, R. Aida; Septiawan, Fajar Eryanto
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Khusus)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.716

Abstract

Pengelolaan masjid secara efektif dan efisien diharapkan dapat membawa manfaat bagi kesejahteraan para jamaahnya dan masyarakat di sekitar masjid tersebut. Hal ini dapat dilakukan sebagai salah satu upaya mempersiapkan diri menjadikan masjid sebagai salah satu wisata religi. Menelaah dari fenomena maka dilakukan kajian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui pengelolaan ekonomi umat dalam pengembangan pariwisata religius. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis deskriptif hasil pelatihan dan penyulusan kepada Manajemen Masjid di Kelurahan Balonggede, Kota Bandung. Hasil kajian diketahui beberapa hal diantaranya, mitra memiliki dokumen rencana usaha dan meningkatkan pengetahuan mitra tentang berwirausaha. Hal ini dapat dilakukan dengan Manajemen Masjid yang dikolaborasikan dengan potensi usaha yang bermanfaat untuk rakyat. Temuan penelitian ini bermanfaat sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata religius.  
Upaya Meningkatkan Kualitas Layanan Publik Melalui Digitalisasi Ani Yunaningsih; Diani Indah; Fajar Eryanto Septiawan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 3 No 1 (2021): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v3i1.4336

Abstract

Pelayanan publik digital di era revolusi industry 4.0 merupakan suatu keniscayaan. Konsep layanan publik digital mengarah kepada prinsip efektis dan efisien. Efektif memiliki arti melaksanakan sesuatu yang tepat sedangkan efisien memiliki makna melaksanakan sesuatu dengan tepat. Pelayan publik digital diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siapa saja yang membutuhkan akses. Pelayanan publik digital ditandai dengan penggunaan media selain kertas atau yang sering disebut dengan paperless. Terknologi mempunyai peran penting agar peayanan publik digital dapat berjalan sebagaimana mestinya. Sekarang ini hampir semua orang bisa menjalankan atau mengoperasikan sebuah gawai, artinya kemudahan dapat dimiiki oleh setiap orang karena dapat mengakses informasi secara mudah melalui gawai yang dimiliki. Penelitian dilakukan secara deskriptif dan wawancara kepada pihak terkait untuk menemukan informasi terkait digitalisasi layanan publik. Hasil penelitian ditemukan bahwa teknologi dan informasi yang berkembang saat ini seperti artificial intelligent, mobile otonom, dan internet memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia khususnya dalam hal cara berfikir dan cara bersikap. Layanan publik saat ini dituntut untuk bisa mengimbangi permintaan pengguna dalam hal ini warga. Semakin pahamnya pengguna terhadap teknologi berdampak pada keinginan pengguna unutuk mendapatkan layanan yang praktis, ekonomis, cepat dan tepat. Layanan pubik digital merupakan salah satu solusi untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut.
Model Pengelolaan Ekonomi Umat Dalam Pengembangan Pariwisata Religius Ani Yunaningsih; R. Aida Widaningsih; Fajar Eryanto Septiawan
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Spesial Seminar Nasional Pariwisata)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v2i2.716

Abstract

Pengelolaan masjid secara efektif dan efisien diharapkan dapat membawa manfaat bagi kesejahteraan para jamaahnya dan masyarakat di sekitar masjid tersebut. Hal ini dapat dilakukan sebagai salah satu upaya mempersiapkan diri menjadikan masjid sebagai salah satu wisata religi. Menelaah dari fenomena maka dilakukan kajian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat melalui pengelolaan ekonomi umat dalam pengembangan pariwisata religius. Penelitian dilakukan secara kualitatif melalui analisis deskriptif hasil pelatihan dan penyulusan kepada Manajemen Masjid di Kelurahan Balonggede, Kota Bandung. Hasil kajian diketahui beberapa hal diantaranya, mitra memiliki dokumen rencana usaha dan meningkatkan pengetahuan mitra tentang berwirausaha. Hal ini dapat dilakukan dengan Manajemen Masjid yang dikolaborasikan dengan potensi usaha yang bermanfaat untuk rakyat. Temuan penelitian ini bermanfaat sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan pariwisata religius.
Layanan Air Bersih Melalui Sistem Distribusi Dalam Meningkatkan Layanan Masyarakat Fajar Eryanto Septiawan; Enang Narlan Soetiman
Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 3 No 1 (2021): Jurnal ALTASIA (Februari)
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/altasia.v3i1.4337

Abstract

Air merupakan bagian penting dan tidak dapat terlepaskan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Air memiliki arti penting bagi kesehatan manusia. Kesehatan masnusia dipengaruhi oleh asupan air yang diminum dan digunakan dalam kesehariannya. Menelaah fenomena masalah maka penelitian ini mengkaji layanan air bersih melalui sistem distribusi dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat. Penelitian dilakukan melalui wawacara dan tinjauan lapangan pada Desa di Kota Bandung, tepatnya di Kelurahan Pasirluyu. Hasil penelitian ditemukan bahwa dengan tidak adanya toilet dirumah warga tersebut, warga melakukan kegiatan mandi, cuci kakus di sungai, sehingga tinja mencemari air dan diperparah dengan pencemaran dari limbah B3 yang biasanya diproduksi oleh pabrik-pabrik yang tidak bertanggung jawab mengolah limbah. Negara mengalami kerugian 56 triliun atau 2,3% dari PDB akibat buruknya kualitas air minum dan sanitasi perumahan. Kualitas buruk tersebut dikarenakan dua hal penting yaitu rendahnya kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap ekosistem lingkungan dan alokasi anggaran yang rendah dari pemerintah baik pusat maupun daerah. Rendahnya tingkat pelayanan air memiliki dampak langsung terhadap kualitas kesehatan masyarakat yang serta merta menjadi buruk pula. Kualitas kesehatan yang buruk antara lain disebabkan oleh meminum air yang tidak murni dan layak minum sehingga akan berbahaya bagi tubuh dikarenakan tubuh akan melakukan filter sendiri terhadap zat-zat berbahaya yang terdapat dalam air dan dikonsumsi pada masyarakat pada umumnya. Setidaknya hasil penelian ini berdampak pada kebijakan pemerintah daerah dalam menilai layanan masyarakat, serta mendukung upaya perkembangan desa seperti desa wisata
IMPLIKASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI PADA PENGELUARAN KONSUMSI RUMAH TANGGA MISKIN.: Studi Kasus di Kecamatan Bojongloa Kaler Kota Bandung. Fajar Eryanto Septiawan; Silvia Maulidina
Jurnal Riset Ilmu Ekonomi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Riset Ilmu Ekonomi (JRIE) Edisi April 2021
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jrie.v1i1.7

Abstract

This study aims to reveal the extent to which the program has been successful, especially if it is related to the consumption costs of the poor which will be described through the relationship between non-cash food assistance and food and non-food consumption expenditures. The research was carried out with a quantitative descriptive method, where the data related to none other than the results of a case study survey in the District of Bojongloa Kaler. The number of respondents in this study amounted to 100 who were determined by cluster random sampling technique. Furthermore, the data were analyzed using normality test and canonical correlation. The results of data processing illustrate that there is a correlation between non-cash food assistance and food and non-food consumption expenditures, in which there is a relationship between non-cash food assistance and food consumption expenditure. Moreover, the strong correlation between the dependent and other independent variables can be reflected in the variable rice consumption expenditure and the amount of rice per capita.