Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Media buku bergambar dalam mengenalkan sapaan kekerabatan Bahasa Minang pada remaja Nagari Duo Koto Aida Sumardi; Ahmad Fadly
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 3, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.168 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mulai pudarnya penggunaan sapaan kekerabatan bahasa Minang di kalangan remaja. Remaja nagari duo koto cendrung menggunakan sapaan keekerabatan berbahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat pada penggunaan kata sapaan kekerabatan di lingkungan keluarga. Dengan membuat buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang ini diharapkan remaja sebagai generasi penerus suku Minangkabau memahami pentingnya bahasa Minang terus dipertahankan dan dikembangkan. Tujuan penelitan ini adalah untuk (1) Membuat media buku bergambar dalam mengenalkan  sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja (2) Mengetahui respon remaja terhadap buku bergambar sapaan kekerabatan bahasa Minang sebagai sarana untuk munumbuhkan rasa cinta dan bangga remaja terhadap bahasa Minang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian pengembangan R & D yang mengacu pada model yang dikembangkan oleh Borg and Gall untuk menghasilkan produk tertentu. Produk baru yang dihasilkan dalam pengembangan ini adalah buku bergambar budaya dan adat pakaian Minangkabau dalam mengenalkan sapaan kekerabatan bahasa Minang pada remaja. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data analisis kebutuhan untuk menemukan permasalahan yang akan diteliti. Angket digunakan untuk memperoleh baik tidaknya pembuatan media ini untuk bahan bacaan remaja. Hasil penelitian ini adalah produk yang dibuat berupa buku bergambar dengan warna dan gamabar yang menarik perhatian remaja. Selain itu, gambar yang ditampilkan juga berhubungan dengan adat dan budaya Minang. Selain itu, berdasarkan validasi ahli materi 86.66 %, ahli media 80.95%, dan respon remaja 82.75% buku bergambar sangat baik digunakan untuk bahan bacaan remaja Nagari Duo Koto dalam memahami sapaan kekerabatan bahasa Minang.DOI: 10.17977/um022v3i22018p103
EVALUATIVE LANGUAGE IN THE DISCOURSE OF CEBONG VS KAMPRET (‘TADPOLE VS MICROBATS’) ON TWITTER Ahmad Fadly
BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 1 (2020): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 19 Nomor 1 Januari 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.191.01

Abstract

As an interactive social media, Twitter gives significat role in creating social systems. Evaluative language was intensively used on the social media. The Cebong vs Kampret issue coloured on Twitter and polarized people. By using data Tweet and Reply from Twitter during 2019 this researcher investigates evaluative language. This research results that Twitter community were very emotionally force and defense on the Cebong vs Kampret issue, depicted from many evaluative languages classified into subsystem attitude. Subsystem graduation was also intensively used in accordance to that issue. It means that Twitter community emphasized on semantic scale in evaluating things and person.
Peningkatan Menulis Teks Deskripsi dengan Menggunakan Film pada Kelas 7.10 SMP Negeri 3 Kota Tangerang Selatan Ahmad Fadly
Sasando Vol 3 No 1 (2020): April 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/sasando.v3i1.111

Abstract

This research was proposed to increase the ability of descriptive text writing on grade 7 through film media. Film Jembatan Pensil directed by Hasto Broto was implemented in this classroom action research. Though two cycles, this research could increase the ability of descriptive text writing on grade 7 students in SMP Negeri 3 Kota Tangerang Selatan. On the first cycle, the average score obtained is 68.04, while on the second one was obtained 82. It is concluded that film media could increase the ability of descriptive text effectively.
INTERFERENSI FONOLOGIS BAHASA SOMALI KE DALAM BAHASA INDONESIA DAN IMPLIKASINYA BAGI PEMELAJARAN BIPA Ahmad Fadly
Pena Literasi Vol 5, No 1 (2022): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.5.1.1-8

Abstract

Pemelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing berperan menginternasionalkan bahasa Indonesia. Pemelajar perlu menguasai seluruh keterampilan berbahasa. Keterampilan berbicara tidak hanya menuntut penguasaan kosakata, tetapi juga kemampuan dalam pelafalan atau artikulasi. Sistem fonologi bahasa ibu tidak jarang berpengaruh pada pelafalan bunyi-bunyi bahasa Indonesia. Pemelajar asal Somalia terkendala dalam melafalkan beberapa bunyi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini diawali dengan observasi terhadap pemelajaran BIPA di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selanjutnya, peneliti mengidentifikasi dan menganalisis realisasi bunyi oleh pemelajar asal Somalia. penelitian ini menghasilkan interferensi fonologis beberapa bunyi konsonan, seperti bunyi hambat alveolar[t] menjadi afrikatif palatal [c], bunyi sengau alveolar [n] menjadi bunyi sengau bilabial [m].
PENGEMBANGAN BUKU DIGITAL BIPA BERBASIS NILAI MODERASI ISLAM Lutfi Syauki Faznur; Ahmad Fadly; Fadhia Alfiana Nufus
Pena Literasi Vol 4, No 2 (2021): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.4.2.92-98

Abstract

Pemelajar BIPA memerlukan buku digital yang memudahkan mereka dalam memahami bahasa Indonesia. Peneliti ini tertarik mengembangkan buku digital yang sekaligus mencakup nilai moderasi Islam. Nilai itu diintegrasikan dengan buku agar pemelajar dapat menggunakannya sehingga kompetensi pengetahuan dan sikap diperoleh sekaligus. Dengan menggunakan penelitian pengembngan (RnD) dan menggunakan prosedur ADDIE, peneliti ini mengembangkan produk berupa buku digital. Respons mahasiswa asing dan kelayakan buku digital sangat baik.
PENGEMBANGAN KAMUS PEMELAJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING TINGKAT DASAR DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA Ahmad Fadly
Pena Literasi Vol 1, No 2 (2018): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.1.2.74-80

Abstract

Pengenalan kosakata dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)Tingkat Dasar seringkali menghadapi kendala meski upaya itu penting sebagai landasan pengajaran pada tingkat selanjutnya. Kendala itu, yang juga dihadapi oleh di lembaga BIPA Universitas Muhammadiyah Jakarta, terutama berkaitan dengan ketiadaan kamus khusus pemelajar BIPA. Untuk itu, pengembangan kamus pemelajar BIPA merupakan suatu keniscayaan. Dengan pengumpulan korpus dan pendefinisian yang tepat, pengembangan kamus itu memudahkan pemelajar BIPA, khususnya tingkat dasar, untuk berkomunikasi dalam kebutuhan sintas. Selain itu, uji validasi oleh ahli dan uji coba oleh pengguna semakin menyempurnakan kamus tersebut. Pengembangan kamus itu diharapkan bermanfaat, baik bagi pemelajar BIPA maupun pengajar BIPA dalam mengenalkan kosakata yang sarat dengan kekayaan budaya Indonesia. Kata kunci: kamus pemelajar, BIPA, Tingkat Dasar
PELATIHAN PEMANFAATAN POWTOON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI GURU DI KOTA SUKABUMI Wika Soviana Devi; Ahmad Fadly; Ratna Dewi Kartikasari
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.22 KB) | DOI: 10.46576/rjpkm.v1i2.599

Abstract

Kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran merupakan persoalan klasik yang dihadapi oleh guru. Demikian pula oleh guru bidang studi bahasa Indonesia (GBSBI) di Kota Sukabumi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melatih GBSBI pada jenjang SLTP dan SLTA di Kota Sukabumi dalam memanfaatkan media pembelajaran Powtoon. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode pemaparan, interaksi, drilling, dan penugasan. Respons positif diberikan oleh peserta dalam pelatihan ini. Pemaparan dilakukan dengan menayangkan salindia (PowerPoint) sekaligus menjelaskan Powtoon, mulai dari yang bersifat ontologis hingga epistemologis. Pada tahap interaksi, GBSBI sebagai peserta diberi kesempatan untuk menanyakan penggunaan media Powtoon secara teknis. Dari interaksi itu, tim instruktur sekaligus menggali permasalahan yang akan dihadapi di sekolah apabila media Powtoon digunakan. Berdasarkan interaksi itu pula terungkap bahwa sebagian peserta belum familiar dengan media pembelajaran berbasis daring (online). Oleh sebab itu, pada tahap selanjutnya, yaitu drilling, tim instruktur berbagi tugas dalam mendampingi para peserta dalam mengerjakan latihan pemanfaatan Powtoon sebagai media pembelajaran bidang studi bahasa Indonesia. Dengan pembagian tugas itu, kendala yang dihadapi oleh para peserta dapat diselesaikan. Diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia, terutama dari kalangan GBSBI di Kota Sukabumi
KETERLIBATAN PENULIS MELALUI ASPEK KEBAHASAAN PADA BUKU TEKS PELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013 Ahmad Fadly
Pena Literasi Vol 3, No 1 (2020): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.3.1.10-19

Abstract

Buku teks pelajaran (buku TP) berpengaruh pada pengetahuan, pemahaman, dan cara pandang peserta didik. Buku teks pelajaran Sejarah menentukan pemahaman peserta didik mengenai identitas bangsa di masa lalu sehingga dapat menjadi dasar tindakannya di masa depan. Keterlibatan penulis buku TP Sejarah tercermin melalui aspek kebahasaannya. Keterlibatan itu menunjukkan sikap penulis terhadap pengetahuan yang disajikannya melalui buku tersebut. Dengan menganalisis tiga buku TP Sejarah Kelas 10, Kelas 11, dan Kelas 12 menggunakan subsistem keterlibatan (engagement), terungkap bahwa heteroglossia hadir dalam buku TP Sejarah Kelas 10, 11, dan 12, tetapi memiliki karakteristik tersendiri. Pada buku TP Sejarah Kelas 10, penulis menggunakan heteroglossia dengan mengutip informasi faktual-objektif untuk mendukung argumennya, sedangkan pada buku TP Sejarah Kelas 11 penulis menggunakan heteroglossia dengan mengutip pendapat yang bersifat subjektif untuk mendukung argumennya. Sementara itu, pada buku TP Sejarah Kelas 12 penulis menggunakan heteroglossia untuk membentuk wacana pada buku tersebut. Pronomina kita secara intensif digunakan dan tidak digunakan pronomina kami atau saya pada ketiga buku tersebut. Artinya, penulis berstrategi untuk mengurangi tanggung jawabnya terhadap teks yang ditulisnya. Temuan lain ialah bahwa tamengan (hedges) lebih jarang ditemukan dibandingkan dengan boosters dan penggunaan pronomina inklusif kita hadir dengan frekuensi tinggi pada ketiga buku tersebut. Ini berarti bahwa dalam menjelaskan sejarah, penulis cenderung mengevaluasinya dengan meningkatkan derajat kualitas (uptoning).Kata kunci: keterlibatan; sistem appraisal; analisis wacana; buku teks pelajaran
Pemelajaran Kosakata Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing: Adaptasi Pesantren Shifa Fauziyah Renhoat; Itah Faitah; Nina Yunita; Ahmad Fadly
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 2 No. 1 (2020): JURNAL GENRE (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v2i1.1974

Abstract

This study aims to provide an alternative offer of vocabulary learning models adapted from learning models in pesantren. Observations made during June 2019 and interviews with informants who have woven pesantren education and intruspection methods were applied in this study. In the pesantren environment, especially modern pesantren, vocabulary learning is done in a practical way. Speaking skills in the current context are focused on modern pesantren. In the pesantren tradition, especially traditional pesantren, vocabulary learning takes precedence over the strengthening of scientific terms, especially those contained in classical texts (kitab kuning). In the combination learning model, which is generally applied in semipesantren, the vocabulary learning is carried out on two lines: the classical and practical paths. This study offers the concept of learning on the basis of vocabulary mapping based on the needs and relationships between learners and BIPA teachers.
Ideologi Penerjemahan Kata Budaya dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Jepang Anggiarini Arianto; Ahmad Fadly
Jurnal Bahasa Jepang Taiyou Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Taiyou
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.627 KB) | DOI: 10.22236/taiyou.v1i2.6434

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ideologi penerjemahan istilah budaya dalam terjemahan novel Anak Semua Bangsa (selanjutnya disebut ASB) karya Pramoedya Ananta Toer oleh Noriak iOshikawa. Novel ASB berlatar multikultural meski secara dominan dilatari budaya Jawa. Penerjemahan teks dengan latar budaya yang kuat memaksa penerjemah pada posisi yang dilematis sebab ideologi penerjemahannya tercermin pada terjemahannya. Ideologi penerjemahan di dikotomikan pada dua kutub yang berbeda. Ideologi yang berorientasi pada bahasa sasaran (disebutpelokalan) dan ideologi yang berorientasi pada bahasa sumber (disebut pengasingan). Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis isi. Data dalam penelitian ini bersumber dari novel ASB dan terjemahannya 全ての民族の子. Peneliti ini berupaya mengungkap ideologi yang tercermin dari terjemahan novel ASB. Melalui metode dan teknik penerjemahan istilah budaya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang, peneliti ini mengidentifikasi ideologi penerjemahannya. Untuk mengungkap ideologi penerjemahan, peneliti ini menggunakan teori yang ditawarkan oleh Newmark baik pada tataran mikro maupun tataran makro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 115 data kata budaya, prosedur yang paling sering digunakan oleh penerjemah adalah padanan fungsional dan padanan budaya. Metode yang digunakan oleh penerjemah adalah setia, semantis, adaptasi, komunikatif, dan bebas. Pada penelitian ini, ideologi pelokalan lebih dominan daripada pengasingan.Penelitian ini diharapkan menjadi sebagai sumber informasi dan referensi bagi pengajaran penerjemahan, terutama penerjemahan istilah budaya dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jepang.