This Author published in this journals
All Journal AGRISE
Dwi Retno Andriani
Department of Agricultural Socio-Economics, Agriculture Faculty, Brawijaya University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Keunggulan Komparatif Dan Kompetitif Usahatani Apel Di Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Dwi Retno Andriani; Nuhfil Hanani
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.327 KB)

Abstract

Hasil penelitian mengemukakan bahwa Keunggulan komparatif usahatani apel di Kecamatan Poncokusumo lebih besar daripada keunggulan kompetitifnya yaitu dengan nilai Koefisien Biaya Sumberdaya Domestik harga sosialnya adalah 0,236 dan Koefisien Biaya Sumberdaya Domestik harga aktualnya sebesar 0,793. Keunggulan kompetitif yang rendah menyebabkan komoditas apel lokal sulit menembus pasar ekspor serta menimbulkan banyaknya apel impor di  pasar domestik, sehingga menyebabkan turunnya harga apel yang berakibat menurunnya pendapatan dan keuntungan produsen apel lokal. Divergensi kebijakan pemerintah yang terjadi pada input, output maupun input-ouput masih merugikan petani apel. Pada input, divergensi mengakibatkan petani harus membayar harga input tradabel lebih mahal dari yang seharusnya dengan indikator positifnya nilai transfer input (Rp 6.621.395) dan Nominal Coefficient on Input lebih dari satu (1,08). Divergensi dan kebijaksanaan pada output menyebabkan petani  menerima harga yang lebih rendah dari yang seharusnya dengan indikator negatifnya output transfer (- Rp 413.691.246) dan  Nominal Coefficient on Output kurang dari satu (0,38). Hal ini berimplikasi pada harga domestik menjadi lebih rendah dari harga impor atau ekspor dan tidak adanya proteksi pada sistem usahatani apel di Kecamatan Poncokusumo. Dampak divergensi dan kebijaksanaan pada input-output secara keseluruhan merugikan  petani karena  usahatani ini belum menguntungkan karena masih memerlukan  proteksi, petani menerima keuntungan lebih rendah dari yang seharusnya dengan indikator negtifnya transfer output, Effective Protection Coefficient kurang dari satu (0,28), dan Subsidy Ratio to Producer kurang dari 1(-0,62) Perubahan nilai rupiah terhadap dollar, harga output, harga input tradabel, harga input domestik dan tingkat bunga berpengaruh terhadap tingkat keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif usahatani apel. Tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif akan meningkat jika terjadi terdepresiasinya nilai tukar rupiah terhadap US $, kenaikan harga ouput, penurunan harga input tradabel dan domestik, dan penurunan tingkat bunga. Sedangkan  turunnya tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif diakibatkan oleh terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap US $, penurunan harga output, kenaikan harga input, dan kenaikan tingkat bunga
ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI EMPING MELINJO SKALA RUMAH TANGGA DI DESA WATES KECAMATAN WATES KABUPATEN BLITAR Dwi Retno Andriani; Fransiska Dwi L.
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 15, No 1 (2015)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.789 KB)

Abstract

Emping melinjo di Desa Wates Kecamatan Wates Kabupaten Blitar merupakan industri kecil skala rumah tangga.Industri ini tergolong Agroindustri skala rumah tangga dan merupakan sentra industri emping melinjo sejak tahun 1970 an dan sampai sekarang masih bertahan. Kemunculannya dilatarbelakangi potensi wilayah yang banyak ditumbuhi pohon melinjo di daerah tersebut. Kendala dalam pengembangannya sering berkaitan dengan bahan baku yang bersifat musiman, modal terbatas, belum ada teknologi produksi, jangkauan pemasaran, tingkat pengetahuan tentang kualitas produk rendahm. Sehingga sasaran penelitian ini untuk mengetahui keuntungan, kelayakan usaha, dan kondisi lingkungan internal eksternal serta strategi pengembangan agroindustri emping melinjo. Keuntungan usaha dapat diketahui dengan menganalisis biaya dan penerimaan untuk mendukung analisis kelayakan usaha berdasarkan R/C ratio dan  Break Event Point.  Untuk analisis kondisi lingkungan internal eksternal menggunakan Matriks ALI, Matriks ALE, Matriks IE, Grand Strategy Matriks, matrik SWOT dan QSPM. Strategi yang dirumuskan adalah peningkatan kualitas, kuantitas, kontinuitas produk di pasar, peningkatan penjualan dan diversifikasi produk  dan dukungan pemerintah serta membentuk kelompok pengusaha dalam hal penyuluhan, modal, teknologi tepat guna, dan promosi.
Analisis Produksi Dan Pendapatan Kopi Robusta Kualitas Ekspor (Studi Kasus Di Pt Perkebunan Nusantara Xii (Persero) Kebun Ngrangkah Pawon, Kabupaten Kediri) Dwi Retno Andriani; Heru Santoso
Agricultural Socio-Economics Journal Vol 12, No 3 (2012)
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.962 KB)

Abstract

PTPN XII (Persero) merupakan perusahaan perkebunan milik pemerintah yang memproduksi kopi robusta untuk diekspor. Salah satu kebun yang menghasilkan kopi robusta dengan kualitas terbaik adalah Kebun Ngrangkah Pawon. Kebun ini telah lama menyuplai kopi robusta, namun produksinya semakin turun sehingga perlu dilakukan analisis produksi. Penurunan produksi akan berakibat penurunan jumlah yang diekspor ke pasar sehingga pendapatan juga turun. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menganalisis trend produksi kopi robusta kualitas ekspor, (2) Menganalisis faktor yang mempengaruhi produksi kopi robusta kualitas ekspor, (3) Menganalisis pendapatan kopi robusta di Kebun Ngrangkah Pawon. Hasil analisis menunjukkan bahwa produksi dan trend produksi kopi robusta yang semakin turun karena pengaruh perubahan lahan. Faktor yang mempengaruhi kualitas produksi adalah pemanenan, pengupasan, pencucian, dan pengeringan, sedangkan yang berpengaruh signifikan terhadap kuantitas produksi diantaranya lahan, bahan baku inferior, dan pupuk KCl. Penurunan produksi kopi robusta mengakibatkan pendapatan juga ikut turun. Kata kunci : produksi, pendapatan, kopi robusta