Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Evaluasi Kualitas Website Pemerintah Daerah Dengan Menggunakan Webqual (Studi Kasus Pada Kabupaten Ogan Ilir) Irawan, Candra
Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Major of Information Systems Faculty of Computer Science Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality evaluation of the local government is the basic concept of this paper. Webqual is one of website quality measurement methods based on user preceptions. According to the data analysis we have correlation koefisien number, R Square, is 0,998. This shows that three dimensionals Webqual are contributing 99,8% for the website quality level and the rest, 0,02%, is contributed by another factors. From the regresion equation shows that the independen variables from the usability dimension is giving significant influence to the website quality by coeficient 1,102, information quality dimension by 1,050 and interaction quality dimension by 1,041. According to questioner results, we would like to give recommendations such as changing website appearence become more attractive, adding more accurate, clear, detail, and up date informations so that people can get faster information from another local goverment.Index Term — Regresi, Website, Webqual
PROBLEMATIKA PENERAPAN PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA DI INDONESIA Irawan, Candra
ADHAPER: Jurnal Hukum Acara Perdata Vol 1, No 2 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Departemen Hukum Perdata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36913/jhaper.v1i2.11

Abstract

Kehadiran Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia (PERMA RI) Nomor 1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan seharusnya mampu mempercepat penyelesaian sengketa perdata melalui mediasi (perdamaian) tanpa harus berlanjut pada penyelesaian melalui mekanisme peradilan perdata. Faktanya, proses mediasi seringkali gagal mendamaikan para pihak. Hal tersebut terjadi karena: 1) ketidakcakapan mediator (umumnya mediator berasal dari hakim yang belum bersertifikat); 2) mediasi dianggap memperpanjang waktu penyelesaian perkara di Pengadilan; 3) tidak adanya insentif bagi hakim mediator yang menyebabkan rendahnya komitmen mediator untuk berupaya mendamaikan para pihak; 4) keraguan para pihak terhadap eksekusi hasil kesepakatan mediasi; 5) rendahnya pengawasan dan pembinaan terhadap mediator; dan 6) budaya hukum bermediasi rendah (hakim, advokat dan para pihak). Hal tersebut perlu segera diatasi agar para pihak yang bersengketa lebih memilih mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa dari pada harus berjibaku dalam proses peradilan yang melelahkan, lama, mahal dan memposisikan salah satu pihak sebagai pemenang (the winner) dan pecundang (the losser). Apalagi eksistensi hukum mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 30Tahun 1999, dan mediasi lebih sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.Kata kunci: mediasi, pengadilan, sengketa perdata
PENDAFTARAN INDIKASI GEOGRAFIS SEBAGAI INSTRUMEN PERLINDUNGAN HUKUM DAN PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK DAERAH DI INDONESIA Irawan, Candra
Proceeding SENDI_U 2017: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.392 KB)

Abstract

Indikasi geografis merupakan potensi ekonomi nasional Indonesia yang dapat menjadi produk andalan dalam kegiatan perdagangan domestik maupun internasional. Saat ini belum banyak indikasi geografis yang didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Padahal untuk mendapatkan perlindungan hukum, indikasi geografis harus terdaftar. Akibatnya pihak lain (asing/domestik) yang memanfaatkan secara ekonomi indikasi geografis tidak terdaftar untuk kepentingan individual, dan hal itu akan merugikan kepentingan masyarakat yang selama ini membuat dan memperdagangkan produk tersebut. Pemerintah pusat dan daerah harus segera mengupayakan pendaftaran indikasi geografis yang potensial secara ekonomi untuk dikomersialisasikan, melakukan perlindungan hukum, dan memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat pemiliknya. Apabila indikasi geografis telah terdaftar maka dapat dipertahankan terhadap pihak lain yang memanfaatkannya sebagai produk perdagangan, melalui gugatan ganti rugi dan penghentian kegiatan pemanfaatan, dan melaporkan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak lain tersebut kepada Kepolisian Republik Indonesia. Kata Kunci: indikasi geografis, hukum, daya saing.
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA RGB MENGGUNAKAN ALGORITMA ARNOLD’S CAT MAP Rachmawanto, Eko Hari; Irawan, Candra
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.261 KB)

Abstract

Kriptografi merupakan proses untuk mengamankan data dari penyadapan atau dari para hacking. Nama lain dari mengamankan data dalam ilmu computer yaitu enkripsi. Citra merupakan gambaran atau imitasi suatu objek. Proses Enkripsi Citra memiliki berbagai macam algoritma salah satunya algoritma Arnold’s Cat Map (ACM). Algoritma ACM merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk mengenkripsi citra RGB. Proses enkripsi citra dengan menggunakan algoritma Arnold’s Cat Map pada prinsip mengubah pola pixel yang ada pada citra, menjadi pola lain sesuai dengan kunci dan iterasi yang sudah dimasukkan. Pada proses enkripsi diperlukan tingkat keakurasian untuk menunjukkan kerataan citra setelah di proses, hasil entropy berkisar 6.9262 - 7.9272 Dan memiliki range untuk mengukur kemiripan gambar sebelum dienkripsi dan citra setelah didekripsi (PSNR) dan hasil PSNR memiliki range 32.587 - 108.079
IMPLEMENTASI ALGORITMA AUTOKEY CIPHER DAN AES-128 PADA ENKRIPSI FILE Irawan, Candra; Setiadi, De Rosal Ignatius Moses
Proceeding SENDI_U 2019: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.532 KB)

Abstract

Kriptografi merupakan suatu bidang studi populer saat ini yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keaslian serta keamanan data dari pihak yang tidak berhak untuk mengakses data tersebut. Dalam era digital ini, berbagi informasi seperti file digital meningkat secara signifikan. Untuk melindungi data file dibangunlah aplikasi VertoCrypt berbasis desktop yang dapat mengenkripsi berbagai file teks, gambar, musik, maupun video dengan memanfatkan algoritma Autokey cipher digabung dengan Advanced Encryption Standard (AES-128), kemudian untuk menambah tingkat keamanan, kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi file memanfaatkan fungsi hash SHA-512. Dengan dimanfaatkannya algoritma-algoritma tersebut, algoritma tidak akan mudah dipecahkan oleh kriptanalis. File yang sudah terenkripsi akan membuat pihak ketiga tidak dapat langsung membaca file karena bit-bit file sudah teracak, dengan demikian data yang tersimpan di dunia maya baik itu komputer pribadi, cloud, atau data yang dibagikan melalui suatu aplikasi akan terlindungi. Dengan metode yang diusulkan didapatkan bahwa waktu eksekusi metode yang digabungkan memakan waktu lebih lama dari implementasi salah satu metode saja. Hasilnya akan memperlama kriptanalis dalam meretas file yang telah terenkripsi. Kata Kunci: Kriptografi, Autokey Cipher, AES, SHA, Enkripsi File, Dekripsi File
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PETANI CABAI DESA TEGALAGUNG KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN Irawan, Candra
Swara Bhumi Vol 5, No 5 (2018): Volume 5 Nomer 5 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Chili agriculture is a business that changes into agricultural commodities especially land cultivation, chili seeds planting, the process of chili plant treatment, and its marketing. Tegalagung produced 1 tons of chili per 1 hectares. But it was less amount of production compared with other areas in Tuban with 14 tons per 1 hectares land. Because of this less chili production, farmers had to think alot to fulfill their family needs in this limited economic condition. This study aimed to know chili farmers’ survival strategy limited economic condition. This study qualitative research. The data  were collected using observation, interviews and documentation.The subject of the research were chili farmers in Tegalagung Village, while object was chili farmers’ survival strategy survival to fulfill their family needs in this limited economic condition. Chili farmer’ Survival strategy was by taking care and fertilizing plants in regular, optimizing water of a river, planting chili plant  assisted by their families; a wife and child. chili farmers’ Survival strategy fulfill their family needs in this limited economic condition was by making a side job such as food stall at home assisted by member of family, second was by priopritizing family expenditure for a primary need than ohter need, the thirdis by optimazing social netwok such as borrowing money to a friend, relatives, bank and a pawnshop.   Keywords: survival strategy , farmers chili , agriculture chili , economy family Abstrak Pertanian cabai merupakan usaha yang bergerak di bidang pertanian komoditas cabai, utamanya mencakup usaha pengolahan tanah,  penanaman benih cabai, proses perawatan tanaman cabai, dan pemasaran hasil produksi pertanian cabai. Desa Tegalagung sendiri merupakan desa dengan perolehan hasil produksi cabai sebanyak 1 ton per 1 hektare lahan pertanian. Hasil ini terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Kabupaten Tuban dengan kisaran angka 14 ton per 1 hertare lahan. Hasil produksi pertanian cabai yang seperti ini secara tidak langsung memaksa petani cabai untuk memutar otak guna untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan kondisi perekonomian yang terbatas. Penelitian ini berutjuan untuk mengetahui strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh petani cabai dalam menghadapi kondisi perekonomian keluarga yang terbatas. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Subyek dalam penelitian ini adalah petani cabai Desa Tegalagung, sedangkan obyek dalam penelitian ini adalah strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh keluarga petani cabai dalam menghadapi kondisi perekonomian keluarga yang terbatas. Strategi bertahan hidup yang digunakan petani cabai dalam bertahan pada pertanian cabai adalah dengan cara perawatan dan pemupukan tanaman secara teratur, pengoptimalan sumberdaya air sungai, mengerjakan lahan pertanian cabai secara sendiri dan dibantu anggota keluarga istri dan anak. Strategi bertahan hidup yang dilakukan petani cabai untuk mencukupi kebutuhan keluarga adalah dengan cara melakukan pekerjaan sampingan dan dibantu oleh peran anggota keluarga istri dengan usaha membuka warung di depan rumah, kedua adalah melakukan penghematan dengan cara mendahulukan kebutuhan pangan dan menekan setiap pengeluaran kebutuhan keluarga lainnya, yang ketiga adalah dengan memanfaatkan jaringan sosial dengan cara meminjam uang kepada teman, kerabat, bank dan pegadaian. Kata Kunci : strategi bertahan hidup, petani cabai, pertanian cabai, perekonomian keluarga
ATURAN ALIH TEKNOLOGI DARI PERUSAHAAN SWASTA ASING KEPADA PERUSAHAAN NASIONAL PADA KEGIATAN PENANAMAN MODAL UNTUK PERCEPATAN PENGUASAAN TEKNOLOGI MAJU DI INDONESIA Irawan, Candra
Proceeding SENDI_U 2016: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa depan diharapkan Indonesia memiliki peraturan alih teknologi dari Perusahaan Swasta Asing kepadaPerusahaan Dalam Negeri, agar dalam waktu tidak terlalu lama mampu mengejar ketertinggalan teknologi darinegara maju, seperti yang sudah dilakukan Cina. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modaltidak mengatur alih teknologi, kecuali pada Pasal 10 Ayat (4), perusahaan penanaman modal yang mempekerjakantenaga kerja asing diwajibkan menyelenggarakan pelatihan dan melakukan alih teknologi kepada tenaga kerjaIndonesia sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ketentuan Pasal 10 Ayat (4) hanya berlakusecara perorangan terkait ketenagakerjaan, bukan secara institusional mewajibkan perusahaan penanaman modalasing mengalihkan teknologinya kepada perusahaan lokal sebagai mitra usahanya. Atas dasar ketentuan tersebut,tidak salah jika perusahaan swasta asing (PSA) tidak membuka informasi teknologinya secara tuntas dan engganmengalihkannya kepada perusahaan dalam negeri (PDM), karena memang tidak ada kewajiban yang diatur undangundang.Hal ini tidak adil, jika dibandingkan dengan banyaknya pemberian fasilitas kepada PSA, sepertipenguarangan pajak penghasilan neto, pembebasan atau keringanan bea masuk atas impor barang modal dan bahanbaku, pembebasan atau penangguhan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang modal, penyusutan yangdipercepat dan keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (Pasal 18 Ayat (4) Undang-Undang Penanaman Modal(UUPM). Sementara kewajiban perusahaan penanaman modal (PPM) adalah menerapkan prinsip tata kelolaperusahaan yang baik, melaksanakan tanggung jawab sosial, menyampaikan laporan kegiatan penanaman modal,menghormati tradisi budaya masyarakat dan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku (Pasal 15UUPM). Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah adanya keterlibatan Negara/Pemerintah dalam mengatur alihteknologi dari Perusahaan Swasta Asing (PSA) kepada Perusahaan Dalam Negeri (PDM) melalui instrumen hukum(dapat berbentuk Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden, atau KeputusanMenteri). Hanya instrumen hukum yang memiliki daya paksa, sehingga alih teknologi dapat berjalan sesuai dengankepentingan nasional, meskipun pengaturannya tidak boleh bertentangan dengan perjanjian internasional sepertiWTO, Paris Convention, Bern Convention dan WIPO.Kata Kunci: Aturan Hukum, Alih Teknologi, Perusahaan Asing, Perusahaan Nasional
KOMBINASI ALGORITMA KRIPTOGARAFI AES DAN DES UNTUK ENKRIPSI FILE DOKUMEN PROPOSAL Irawan, Candra; Winarno, Agus
Proceeding SENDI_U 2020: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DES (Data Encryption Standard) dan AES (Advanced Encryption Standard) keduanya adalah cipherblok simetris. AES diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan DES. Karena DES memiliki ukuran kunci yanglebih kecil yang membuatnya kurang aman untuk mengatasi DES tiga kali ini diperkenalkan tetapi ternyatalebih lambat. Perbedaan mendasar antara DES dan AES adalah bahwa dalam blok DES plaintext dibagimenjadi dua bagian sebelum algoritma utama dimulai sedangkan, di AES seluruh blok diproses untukmendapatkan ciphertext. Dalam makalah ini, telah dibuat sebuah aplikasi kriptosistem dan telah dilakukan ujicoba terhadap file dengan beberapa ukuran berbeda. Hasil implementasi dengan filer berisi karakter-karakteracak dengan ukuran file masing-masing 1 MB, 204 KB dan 159 KB. File dokumen yang melaui proses enkripsidan dekripsi akan mengalami perubahan besar file sebesar 0.05%, dikarenakan mengalami penambahan bitmelalui proses enkripsi yang cukup panjang. Dari pengujian Avalanche Effect kombinasi algoritma aes dan desdapat dikatakan aman dengan persentase 46.38%.
KEAMANAN DATA MENGGUNAKAN GABUNGAN KRIPTOGRAFI AES DAN RSA Irawan, Candra; Rachmawanto, Eko Hari
Proceeding SENDI_U 2021: SEMINAR NASIONAL MULTI DISIPLIN ILMU DAN CALL FOR PAPERS
Publisher : Proceeding SENDI_U

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kriptografi menggunakan algoritma Advamce Encryption Standard (AES) maupun Rivest Shamir Adleman (RSA) secara individual sudah sering digunakan baik dalam proses pengamanan pesan berupa teks maupun citra digital. Pada penelitian ini akan digunakan gabungan AES dan RSA. Tujuan gabungan ini adalah meningkatkan nilai Avalanche Effect pada hasil implementasi serta untuk menganalisa waktu kebutuhan untuk proses enkripsi dan dekripsi. Pada penelitian ini, digunakan sejumlah data teks, audio dan video dengan jumlah byte antara 100 smapai 4000 bytes. Telah dilakukan perbandingan hasil perhitungan Avalanche effect (AE) pada AES, modified AES dan AES-RSA melalui 15 kali percobaan. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa AES-RSA menghasilkan AE paling tinggi yaitu 44,74%.
Optimasi Promosi Produk Menggunakan Media Sosial pada UMKM Binaan PKKP Kabupaten Blora Irawan, Candra; Rachmawanto, Eko Hari; Susanto, Ajib; Sari, Christy Atika
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4, No 3 (2021): September 2021
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v4i3.186

Abstract

Saat ini produk UMKM yang dihasilkan oleh kelompok usaha atau industry rumah tangga belum dikenal oleh calon pembeli atau pelanggan yang ada di luar daerahnya dikarenakan promosi yang dilakukan hanya dari cerita orang ke orang lain. Beberapa pelaku sudah menggunakan grup-grup di apalikasi chating, media sosial dan jejaring sosial akan tetapi hanya dilakukan tidak rutin dan belum menggunakan cara yang efektif dalam melakukan promosi dan penjualan. Kendala lain yang dihadapi adalah desain kemasan yang dibuat belum mencirikan produk yang dijual dan belum memberikan informasi yang detail tentang produknya sehingga mengurangi daya tarik pembeli. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan internet marketing dan design packaging untuk UMKM Binaan PKKP Kabupaten Blora sehingga dapat membuat desain kemasan dan melakukan pemasaran online melalui media sosial dan jejaring sosial.