Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

IDENTIFIKASI NILAI KALOR BIOCHAR DARI TONGKOL JAGUNG DAN SEKAM PADI PADA PROSES PIROLISIS Iskandar, Taufik
Jurnal Teknik Kimia Vol 7, No 1 (2012): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v7i1.450

Abstract

Process pirolisis can alter yielded by biomassa waste at various agriculture waste and agroindustri become valuable product sell highly, easy to in operation, friendly of high environmental security standard and environment. This research aim to to identify optimal kalor value of biochar to different temperature influence at pyrolisis process with perception. Variable pyrolisis temperature are (400, 450, 500, 550, 600) 0C, and biomassa waste types (rise husk and cob). Pursuant to result of research which have been done/conducted hence optimal Value kalor of biochar rise husk at temperature 500 0C equal to 7111 cal/ gr, cob is at temperature 500 0C kalor value 3705 cal/gr. So that can be concluded that difference assess kalor at biochar product very is base on of bait type/pirolisis temperature and materials. Thereby cob biochar can be recommended upon which burn alternative pyrolisis process at temperature 500 0C because will yield biochar with high kalor value and also rate irrigate and low dusty rate. Key words: biochar, biomassa, Caloric value,  pyrolysis process
Pra Rancang Bangun Gas Hidrogen Menggunakan Sistem PSA dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Kapasitas 596 Ton/Tahun menggunakan Alat Utama Reaktor Iskandar, Taufik; Anggraini, S.P. Abrina; Asmadi, Aswandi
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.77 KB)

Abstract

ABSTRAK Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di bumi tetapi di banyak senyawa gas H2 itu jarang tersedia di alam. Pemanfaatan hidrogen terbesar adalah untuk produksi amonia sebagai bahan baku pupuk urea. Ini juga digunakan untuk mengurangi logam dalam industri baja. Limbah tempurung kelapa sawit sangat potensial untuk dikembangkan menjadi bahan baku hidrogen mengingat pasokannya melimpah. Diharapkan bahwa dengan pra-desain gas hidrogen dapat memenuhi kebutuhan Hidrogen, khususnya di Indonesia. Pembentukan pabrik pemurnian gas hidrogen direncanakan akan didirikan pada tahun 2018 di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Kapasitas produksi direncanakan menjadi 596 ton / tahun dengan waktu operasi 6 jam / produksi dan 300 hari / tahun. Proses yang digunakan adalah PSA (Pressure Swing Adsorption) adalah salah satu teknologi yang digunakan untuk memisahkan beberapa jenis karakteristik molekuler dan afinitas material absorben. Berdasarkan analisis ekonomi, total modal investasi dan total biaya produksi adalah Rp.13.499.673.630,76 dan Rp. . 23.850,447,109,26. Nilai penjualan produk sebesar Rp. 15.496.000.000 per tahun, dengan laba sebelum dan sesudah pajak adalah Rp. 6,199,222,490,74 per tahun dan Rp. 5,579,300,241,67 per tahun. Hasil analisis kelayakan diperoleh ROIAT (%): 47,53%, POT (Tahun): 22 Bulan, BEP (%): 35%, IRR (%): 36,80% Maka dapat disimpulkan bahwa Pre Build Hydrogen Gas dari Shell Oil Palm dengan kapasitas 596 ton / tahun Kata-kata kunci : Energ; Hidrogen; Reaktor; PSA ABSTRACT Hydrogen is the most overflow element on earth but in many H2 gas compounds it is rarely available in nature. The largest utilization of hydrogen is for the production of ammonia as a raw material for urea fertilizer. It is also used to reduce metal in steel industry. Palm oil shell waste is very potential to be developed into raw materials of hydrogen given its abundant supply. It is expected that with the pre-design of hydrogen gas can meet the need for Hydrogen, especially in Indonesia.The establishment of a hydrogen gas purification plant is planned to be established in 2018 in Sanggau District, West Kalimantan. Production capacity is planned to be 596 ton / year with operating time of 6 hours / production and 300 days / year. The process used is PSA (Pressure Swing Adsorption) is one technology used to separate several types of molecular characteristics and affinity of absorbent material.Based on the economic analysis, total investment capital and total production cost is Rp.13.499.673.630,76 and Rp. 23,850,447,109,26. Product sales value of Rp. 15.496.000.000 per year, with profit before and after tax is Rp. 6,199,222,490.74 per year and Rp. 5,579,300,241,67 per year. Result of feasibility analysis obtained ROIat (%): 47,53%, POT (Year): 22 Month, BEP (%): 35%, IRR (%): 36,80% Then it can be concluded that Pre Build Hydrogen Gas from Shell Oil Palm with a capacity of 596 tons / year worthy to be established. Keywords : Energy; Hydrogen; Reactor; PSA
PENGKAYAAN BIOCHAR TONGKOL JAGUNG, SEKAM PADI DAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM DENGAN PENAMBAHAN AMONIUM NITRAT (NH4NO3) Lovihan, Falentina; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk biochar adalah pupuk yang berasal dari limbah biomassa (tongkol jagung dan sekam padi) atau limbah peternakan (pupuk kandang kotoran ayam) yang berbentuk padat dan diperkaya dengan penambahan unsur nitrogen yang bermanffat untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta memperkaya unsur hara didalamnya. Peran penting pupuk biochar lainnya adalah untuk menyuburkan tanaman, menigkatkan hasil produksi serta menberikan klororfil pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah kadar nitrogen yang hilang saat proses penguapan dalam alat reaktor pirolisis. Proses pirolisis pada penelitian ini menggunakan proses slow pirolisis dengan suhu 5000C selama 4 jam di dalam alat rektor. Unsur nitrogen yang hilang perlu diatmbahkan amonium nitrat untuk memperkaya unsur nitrogen pada biochar. Hasil dari analisa penelitian ini menggunakan metode Kjeldahl. Metode Kjeldahl merupakan metode yang dugunakan untuk menentukan kadar nitrogen pada makanan atau non makanan. Data terbaik pada penelitian ini terdapat pada bahan pupuk kandang kotoran ayam dengan konsentrasi amonium nitrat 25% selama 3 hari yaitu sebanyak 3,62%. Kata kunci : pupuk biochar; proses pirolisis; amonium nitrart; dan metode Kjeldahl. ABSTRACT Biochar Fertilizer is a fertilizer derived from biomass waste (corncob and rice husk) or livestock waste (chicken manure) which is solid and enriched with the addition of nitrogen elements that are useful to improve the physical, chemical and biological properties of the soil and enrich the nutrients in it. Another important role of biochar fertilizers is to fertilize crops, increase production yields and provide chlorophyll in plants. The purpose of this study was to add the nitrogen lost during the evaporation process in the pyrolysis reactor device. The pyrolysis process in this study used the selection of slow pyrolysis process with temperature of 5000C for 4 hours in the reactor. The missing nitrogen element needs to be added nitric acid to enrich the nitrogen element in biochar. Result of analysis from this research use Kjeldhal method. The Kjeldhal method is the method used to determine the nitrogen content in food or non-food. The best data in this research is found in chicken manure manure material with a concentration of 25% nitric acid for 3 days ie 3.62% N.
PRA RANCANG BANGUN PABRIK PUPUK BIOCHAR DARI CANGKANG KEMIRI DENGAN KAPASITAS 6.450,9320 TON/TAHUN MENGGUNAKAN ALAT UTAMA ROTARY KILN Ayu, Agnes Diah; Iskandar, Taufik
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biochar fertilizer is a porous black charcoal produced by pyrolysis process with a relative temperature below 700 oC enriched with nitrogen (N). The benefits of biochar fertilizer are as a natural fertilizer (organic fertilizer) which is good for improving the condition of contaminated soil due to excessive use of chemical fertilizers and pesticides. Pecan shell waste has the potential to be used as a raw material in making biochar fertilizer by adding chicken manure which serves as a substitute for nitrogen elements that are lost in the candlenut biochar which is reduced or disappears during the pyrolysis process. The design of biochar fertilizer is planned to be established in 2021 in Dairi Regency, North Sumatra. Production capacity is planned to be 6,450.9320 tons / year with 9 hours / production, 300 days / year and in one day there are 2 processes. The process used is slow pyrolysis (slow pyrolysis) is one of the technologies used to convert hazelnut shell waste into charcoal (biochar). Based on economic analysis, the total investment in production is Rp. 15,924,053,007.45. Product sales value of Rp. 38,705,591,883 per year, with profit before and after tax is Rp. 9,978,936885 per year and Rp. 8,981,043,197 per year. The results of the feasibility analysis obtained ROI at (%): 64.86%, POT (Year): 1.4 Years, BEP (%): 32.333%, IRR (%): 20.296% So it can be concluded that the Pre-Design of Biochar Fertilizer with capacity of 6,450.9320 tons/year is worthy of being established.
PRA RANCANG BANGUN PABRIK PUPUK BIOCHAR DARI CANGKANG KEMIRI DENGAN KAPASITAS 6.450,9320 TON/TAHUN MENGGUNAKAN ALAT UTAMA SPRAY CHAMBER Iskandar, Taufik; Rahayu, Yeni Ulfi
eUREKA : Jurnal Penelitian Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI 2019
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biochar fertilizer is a porous black charcoal produced by pyrolysis process with a relative temperature below 700 oC enriched with nitrogen (N). The benefits of biochar fertilizer are as a natural fertilizer (organic fertilizer) which is good for improving the condition of contaminated soil due to excessive use of chemical fertilizers and pesticides. Pecan shell waste has the potential to be used as a raw material in making biochar fertilizer by adding chicken manure which serves as a substitute for nitrogen elements that are lost in the candlenut biochar which is reduced or disappears during the pyrolysis process. The design of biochar fertilizer is planned to be established in 2021 in Dairi Regency, North Sumatra. Production capacity is planned to be 6,450.9320 tons / year with 9 hours / production, 300 days / year and in one day there are 2 processes. The process used is slow pyrolysis (slow pyrolysis) is one of the technologies used to convert hazelnut shell waste into charcoal (biochar). Based on economic analysis, the total investment in production is Rp. 15,924,053,007.45. Product sales value of Rp. 38,705,591,883 per year, with profit before and after tax is Rp. 9,978,936885 per year and Rp. 8,981,043,197 per year. The results of the feasibility analysis obtained ROI at (%): 64.86%, POT (Year): 1.4 Years, BEP (%): 32.333%, IRR (%): 20.296% So it can be concluded that the Pre-Design of Biochar Fertilizer with capacity of 6,450.9320 tons/year is worthy of being established.
EFEKTIVITAS BENTUK GEOMETRI DAN BERAT BRIKET BIOARANG DARI BAMBU TERHADAP KUALITAS PENYALAAN DAN LAJU PEMBAKARAN Iskandar, Taufik; Suryanti, Fenni
Jurnal Teknik Kimia Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v10i1.613

Abstract

Bambu adalah tanaman yang mengandung bahan organik tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai energy alternatif dengan cara pembriketan bioarang bambu hasil proses pyrolisis. Pada penelitian sebelumnya telah dilakukan kajian terhadap penentuan ukuran partikel dan kuat tekan pada proses pembuatan briket bioarang dari bambu untuk mendapatkan nilai kalor dan waktu nyala yang optimal. Sehubungan dengan itu, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji lebih jauh tentang efektivitas bentuk geometri dan berat, pengaruhnya terhadap kualitas penyalaan dan laju pembakaran dari suatu bricket bioarang bambu. Variable yang dipilih adalah bentuk geometri Segi Tiga, Segi Empat, Silinder, dan berat bricket; 100gr, 200gr, 300gr, 400gr dan 500gr. Hasil dari perlakuan penelitian ini adalah Kualitas Penyalaan dipengaruhi oleh proses karbonisasi dan kandungan lignin pada bambu dan Laju Pembakaran dipengaruhi oleh teknologi pembriketannya. Simpulan dari penelitian ini adalah Biomassa Bambu dapat direkomendasi sebagai bahan bakar alternatif menjadi briket melalui proses Pyrolisis. Efektivitas bentuk Geometri yang berpengaruh terhadap Kualitas Penyalaan dan Laju Pembakaran adalah bentuk Segi Empat sedang berat Briket berbanding lurus dengan waktu
IDENTIFIKASI NILAI KALOR DAN WAKTU NYALA HASIL KOMBINASI UKURAN PARTIKEL DAN KUAT TEKAN PADA BIO-BRIKET DARI BAMBU Iskandar, Taufik; Poerwanto, Hesti
Jurnal Teknik Kimia Vol 9, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v9i2.518

Abstract

Pemanfaatan biomassa bambu sebagai bahan bakar pengganti minyak dan gas diperlukan teknologi pembriketan. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dimensi bio-briket hasil kombinasi ukuran partikel dan kuat tekan terhadap nilai kalor dan lama waktu nyala. Variable yang ditentukan adalah ukuran partikel: 20 mesh, 25 mesh, 30 mesh, 35 mesh dan 40 mesh, dan dengan kuat tekan: 4 kg, 5 kg dan 6 kg. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Nilai kalor tertinggi didapat pada ukuran partikel 35 mesh dan kuat tekan 6 kg yaitu sebesar 7624.00 kkal/gr sedang lama waktu nyala terlama terjadi pada ukuran partikel 40 mesh dan kuat tekan 6 kg yaitu selama 67,64 menit. Titik optimal berada pada ukuran partikel 34,93 mesh dan kuat tekan 4,57 kg dimana diperoleh nilai kalor sebesar 7098,14 kkal/gr dengan lama waktu nyala sebesar 63.2723 menit. Dan kesimpulan yang didapat ternyata bahwa Ukuran Partikel dan Kuat Tekan, tidak berpengaruh terhadap Nilai Kalor tetapi berpengaruh terhadap lama waktu nyala.
KARAKTERISTIK BIOCHAR BERDASARKAN JENIS BIOMASSA DAN PARAMETER PROSES PYROLISIS Iskandar, Taufik; Rofiatin, Umi
Jurnal Teknik Kimia Vol 12, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v12i1.843

Abstract

Penggunaan biochar sudah semakin meluas baik sebagai bahan bakar alternatif, industri pertanian, industri kimia maupun farmasi. Dan sampai saat ini sifat fungsional biochar belum teridentifikasi berkaitan dengan biomasa yang digunakan sebagai bahan bakunya. Padahal kandungan senyawa kimia selulosa (C6H10O5)n, hemiselulosa (C5H8O4)n dan lignin [(C9H10O3)(CH3O)]n dalam biomasa berbeda komposisinya. Perbedaan ini tentu akan mempengaruhi produk biochar yang dihasilkan. Sehingga perlu diperhatikan karakteristik biochar sesuai fungsi dan sifat-sifat peruntukannya agar efektivitas produk menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi dan spesifikasi biochar menggunakan teknologi Pyrolisis dengan variabel ; jenis biomasa (tempurung kelapa, bambu, tongkol jagung, sekam padi dan jerami padi), temperatur proses (300 0C, 400 0C, 500 0C, 600 0C, 700 0C) dan waktu proses (30 menit, 45 menit, 60 menit). Produk biochar yang dihasilkan akan di analisa proximate dan uji nilai kalor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zat reaktif dalam biomasa sangat menentukan sifat fungsional dan karakter biochar. Sedang kandungan kimia lainnya seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin berpengaruh pada nilai kalor biochar. DOI : https://doi.org/10.33005/tekkim.v12i1.843
Pengkayaan Biochar Tongkol Jagung, Sekam Padi dan Pupuk Kandang Kotoran Ayam dengan Penambahan Asam Nitrat (HNo3) Proborini, Wahyu Diah; Iskandar, Taufik; Martika, Martika; Hidayati, Lailata
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.485 KB)

Abstract

ABSTRAK Pupuk biochar adalah pupuk yang berasal dari limbah biomassa (tongkol jagung dan sekam padi) atau limbah peternakan (pupuk kandang kotoran ayam) yang berbentuk padat dan diperkaya dengan penambahan unsur nitrogen yang bermanfaat untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah serta memperkaya unsur hara di dalamnya. Peran penting pupuk biochar lainnya adalah untuk menyuburkan tanaman, meningkatkan hasil produksi serta memberikan klorofil pada tanaman. Tujuan dari penelitian ini untuk menambah kadar nitrogen yang hilang saat proses penguapan dalam alat reaktor pirolisis. Proses pirolisis pada penelitian ini menggunakan seleksi proses slow pirolisis dengan suhu 5000C selama 4 jam di dalam alat reaktor. Unsur nitrogen yang hilang perlu ditambahkan asam nitrat untuk memperkaya unsur nitrogen pada biochar. Hasil analisa dari penelitian ini menggunakan metode Kjeldhal. Metode Kjeldhal merupakan metode yang digunakan untuk menentukan kadar nitrogen pada makanan atau non makanan. Data terbaik pada penelitian ini terdapat pada bahan pupuk kandang kotoran ayam dengan konsentrasi asam nitrat 25% selama 3 hari yaitu sebanyak 3,36% N. Kata kunci : pupuk biochar; proses pirolisis; asam nitrat; dan metode Kjeldahl. ABSTRACT Biochar Fertilizer is a fertilizer derived from biomass waste (corncob and rice husk) or livestock waste (chicken manure) which is solid and enriched with the addition of nitrogen elements that are useful to improve the physical, chemical and biological properties of the soil and enrich the nutrients in it. Another important role of biochar fertilizers is to fertilize crops, increase production yields and provide chlorophyll in plants. The purpose of this study was to add the nitrogen lost during the evaporation process in the pyrolysis reactor device. The pyrolysis process in this study used the selection of slow pyrolysis process with temperature of 5000C for 4 hours in the reactor. The missing nitrogen element needs to be added nitric acid to enrich the nitrogen element in biochar. Result of analysis from this research use Kjeldhal method. The Kjeldhal method is the method used to determine the nitrogen content in food or non-food. The best data in this research is found in chicken manure manure material with a concentration of 25% nitric acid for 3 days ie 3.36% N. Keywords : biochar fertilizer; pyrolysis process; nitric acid; and kjeldahl method.
Pra Rancang Bangun Pupuk Biochar dari Sekam Padi dengan Kapasitas 1.100 Ton/Tahun dengan Menggunakan Alat Utama Oven Martika, Martika; Iskandar, Taufik; Anggraini, SP. Abrina
eUREKA : Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.265 KB)

Abstract

ABSTRAK Biochar adalah produk olahan pirolisis dengan suhu sekitar 300-500⁰C dalam kondisi tanpa oksigen atau oksigen yang terbatas. Manfaat biochar adalah sebagai pupuk alami sangat baik untuk memperbaiki kondisi tanah yang telah terkontaminasi karena penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan. Selain itu, penggunaan biochar juga dapat meningkatkan produksi tanaman. Limbah sekam padi berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku pupuk biochar mengingat ketersediaannya sangat melimpah. Sehingga dengan pengolahan limbah sekam padi menjadi pupuk biochar yang kaya akan nitrogen, diharapkan para petani atau masyarakat luas dapat mengubah pola pikir untuk bergerak menggunakan pupuk biochar ramah lingkungan. Pembentukan pabrik pupuk biochar direncanakan akan didirikan pada 2019 di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kapasitas produksi direncanakan menjadi 1.100 ton / tahun dengan waktu operasi 1 jam / produksi dan 300 hari / tahun. Proses yang memainkan peran penting adalah perendaman biochar dengan asam nitrat (HNO3) yang berfungsi untuk memperkaya kandungan nitrogen dalam biochar. Berdasarkan analisis ekonomi, total modal investasi dan total biaya produksi adalah Rp 7.278.552.268, - dan Rp 8.641.188.524, -. Nilai penjualan produk sebesar Rp 11.398.526.081, - per tahun, dengan laba sebelum dan sesudah pajak Rp 2.757.337.557, - per tahun dan Rp 2.481.603.802, - per tahun. Hasil analisis kelayakan diperoleh ROIat 39%, POT 26,56 bulan, BEP 49% dan IRR 36,8%. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pre Design Biochar Fertilizer dari Rice Husk dengan kapasitas 1100 ton / tahun layak untuk didirikan. Sistem proses yang digunakan di pabrik ini adalah batch-kontinyu. Kata kunci: Pupuk Biochar, Nitrogen, Oven, Asam Nitrat dan Batch-Continuous. ABSTRACT Biochar is a pyrolysis processed product with a temperature of about 300-5000C in a condition with no oxygen or limited oxygen. The benefits of biochar is as a natural fertilizer is very good to improve the condition of soil that has been contaminated due to the use of chemical fertilizers and excessive pesticides. In addition, the use of biochar can also improve crop production. Rice husk waste is potential to be developed as raw material for biochar fertilizer considering the availability is very abundant. So with the processing of rice husk waste into biochar fertilizer rich in nitrogen, it is expected the farmers or the wider community can change the mindset to move using environmentally friendly biochar fertilizer. The establishment of biochar fertilizer plant is planned to be established in 2019 in Sambas district, West Kalimantan. Production capacity is planned to be 1,100 tons / year with operating time of 1 hour / production and 300 days / year. The process that plays an important role is the immersion of biochar with nitric acid (HNO3) which serves to enrich the nitrogen content in biochar. Based on economic analysis, total investment capital and total production cost are Rp 7,278,552,268, - and Rp 8,641,188,524, -. The value of product sales amounted to Rp 11,398,526,081, - per year, with profit before and after tax Rp 2.757.337.557, - per year and Rp 2.481.603.802, - per year. Result of feasibility analysis obtained ROIat 39%, POT 26,56 month, BEP 49% and IRR 36,8%. So it can be concluded that the Pre Design Biochar Fertilizer from Rice Husk with a capacity of 1100 ton / year worthy to be established. The process system used in this plant is batch-continuous. Keywords : Biochar Fertilizer, Nitrogen, Oven, Nitric Acid and Batch-Continuous.