Jasni Jasni
Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan Jl. Gunung Batu No. 5 Bogor, Telp./Fax. (0251) 8633378, 8633413

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SIFAT ANATOMI, SIFAT FISIS DAN MEKANIS PADA KAYU KEMENYAN TOBA (Styrax sumatrana) DAN KEMENYAN BULU (Styrax paralleloneurus) Pasaribu, Gunawan; Jasni, Jasni; Damayanti, Ratih; Wibowo, Santiyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013):
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.456 KB)

Abstract

Kemenyan (Styraxsp.) merupakan pohon penghasil getah bernilai ekonomis cukup tinggi yang khas propinsi Sumatera Utara. Pohon yang sudah tua (kurang produktif) ditebang oleh masyarakat dan kayunya umumnya digunakan sebagai kayu bakar saja. Tulisan ini menyajikan tentang perbedaan karakteristik dua jenis kemenyan yaitu kemenyan toba (Styrax sumatrana) dan kemenyan bulu (Styrax paralleloneurus) dari segi anatomi, dan fisik mekanik dalam rangka pemanfaatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu kemenyan toba (Styrax sumatrana) dan kemenyan bulu (Styrax paralleloneurus, memiliki sifat struktur anatomi yang khas, mempunyai kualitas serat sebagai bahan baku pulp karena termasuk kualitas I. Berdasarkan berat jenis kedua kayu ini tergolong kayu dengan berat sedang, sedangkan penyusutan sedang dan berat. Kedua jenis kayu ini sesuai untuk konstruksi ringan, mebel dan barang kerajinan.
DAYA TAHAN 16 JENIS ROTAN TERHADAP BUBUK ROTAN (Dinoderus minutus Fabr.) Roliadi, Han; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2823.192 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.115-127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 16 jenis rotan terhadap serangan bubuk rotan kering (Dinoderus minutus Fabr.) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter di bawah 12 mm. Pengujian berlangsung dalam botol plastik yang di dalamnya terdapat 10 ekor bubuk rotan kering dewasa sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase kumbang bubuk yang hidup, kemudian melalui bantuan pentelaahan statistik 16 jenis rotan tersebut diklasifikasikan menurut kelas ketahanannya. Di samping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif terhadap derajat serangan kumbang bubuk terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 jenis rotan yang diteliti, 5 jenis (31,25%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya 11 jenis (68,75%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan.
KOMPONEN KIMIA DAN KETAHANAN EMPAT JENIS ROTAN Jasni, Jasni; Winarni, Ina
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2275.879 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.1.1-9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen kimia dan ketahanan empat jenis rotan terhadap serangan bubuk kering sebagai dasar pemanfaatan untuk pembuatan mebel dan peralatan rumah tangga. Jenis rotan yang diteliti yaitu wira (Daemonorops fissa (Miq.) Bl., dahanan (Korthalsia flagellaris Miq.), ahas (Korthalsia angustifolia Bl.) dan kertas (Calamus unifarius H. Wendl.), Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Penentuan komponen kimia menggunakan standar TAPPI dan ASTM, sedangkan ketahanan terhadap bubuk Dinoderus minutus Fabr digunakan contoh uji berupa rotan berukuran panjang 2 cm. Hasil penelitian menunjukkan kadar selulosa rotan wira (48,00%), dahanan (53,03%), ahas (46,49%) dan kertas (44,50%). Kadar lignin rotan wira (28,28%), ahas (22,90%), dahanan (25,46%), dan kertas (27,10%). Pengujian terhadap serangga/bubuk rotan, dahanan dan wira termasuk kelas ketahanan II sedangkan rotan ahas dan kertas termasuk kelas ketahanan III. Keempat jenis rotan tersebut, ternyata sesuai sebagai bahan baku untuk perakitan mebelair dan bahan aksesori guna menciptakan nilai tambah produk.
SIFAT BALOK KOMPOSIT KOMBINASI BAMBU DAN KAYU Abdurachman, Abdurachman; Hadjib, Nurwati; Jasni, Jasni; Balfas, Jamal
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KETAHANAN 20 JENIS KAYU TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (Coptotermes curvignathus Holmgren) dan RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus Light) Jasni, Jasni; Rulliaty, Sri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAYA TAHAN 25 JENIS ROTAN TERHADAP RAYAP TANAH Roliadi, Han; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2364.93 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.1.55-65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 25 jenis rotan terhadap serangan serangga rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter tergantung jenis rotannya. Pengujian berlangsung dalam jampot yang didalamnya terdapat 200 ekor rayap tanah kasta pekerja yang sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase rayap yang yang hidup, yang kemudian melalui bantuan penelaahan statistik dipakai sebagai dasar penggolongan 25 jenis rotan tersebut menurut kelas ketahanannya. Disamping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif derajat serangan rayap terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada 25 jenis rotan yang diteliti, 7 jenis (28%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya yaitu 18 jenis (72%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan. Walaupun diamati secara subjektif, ternyata derajat serangan rayap berkorelasi positif dengan penurunan berat rotan (R = + 0,618**) dan jumlah rayap hidup (R = + 0,697**).
PENGGOLONGAN PERFORMANS 25 JENIS ROTAN INDONESIA BERDASARKAN KERAPATAN, KEKAKUAN, DAN KEKUATAN Abdurachman, Abdurachman; Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.4.273-282

Abstract

Rotan merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu, dan di Indonesia berperan penting sebab memasok 80% kebutuhan bahan baku rotan dunia.  Rotan banyak dimanfaatkan antara lain untuk tali, anyaman, tikar, keranjang, perabot rumah tangga, barang kerajinan, dan produk meubelar.  Pemanfaatan rotan menjadi produk berguna ditentukan diantaranya oleh kerapatan, dan kekuatan (MOR) dan kekakuan (MOE), di mana semakin tinggi nilai ketiga sifat tersebut, maka semakin baik pula kualitas rotan tersebut.  Di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, terdapat 2 dari 8 genera rotan yang bernilai ekonomi tinggi, yaitu Calamus dan Daemonorops. Sebagai kaitannya, telah dilakukan pencermatan 25 jenis rotan Indonesia dan kelasifikasinya berdasarkan kerapatan, MOR, dan MOE.  Dua puluh lima jenis tersebut didominasi oleh Calamus spp. dan Daemonorops spp. Penelaahan secara menyeluruh berdasarkan kerapatan, MOR, dan MOE, sebanyak  16%  dari 25 jenis rotan dapat dikelompokkan sebagai kelas I (sangat baik); 36% sebagai kelas II (baik); 32% sebagai kelas III (sedang); dan 16% sebagai kelas IV (rendah).  Penelahan berdasarkan keseluruhan sifat (Kerapatan, MOR, MOE) mengindikasikan 4 jenis rotan yang paling berprospek untuk dimanfaatkan (mulai dari urutan tertinggi) yaitu Korthlsia rigida Bl, Calamus inops Becc.ex Heyne, dan Calamus koordesianus Becc dan Korthalsia echinometra Becc; sedangkan yang paling tidak berprospek adalah Korthalsia zeppelii Burret, Plectocomiopsis geminiflora(Griff) Becc, dan Calamus ornatus Blume dan Daemonorops malanocaetes BL.
KETAHANAN 30 JENIS KAYU INDONESIA TERHADAP SERANGAN BUBUK KAYU KERING Heterbostrichus aequalias Wat Jasni, Jasni
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2015.33.3.225-235

Abstract

Tiga puluh jenis kayu dari berbagai daerah di Indonesia  di uji ketahanannya terhadap kumbang bubuk kayu. Masing-masing jenis kayu dibuat contoh uji dengan ukuran  7,5 cm x 5 cm x 2,5 cm. Semua jenis kayu diuji  terhadap larva bubuk kayu Heterbostrichus aequalias Wat selama 6 minggu pengujian. Parameter yang diamati meliputi persentase penurunan berat kayu dan persentase jumlah kumbang bubuk yang  hidup serta derajat serangan secara subyektif. Pengelompokkan ketahanan jenis kayu dilakukan  berdasarkan penurunan berat, jumlah kumbang bubuk yang hidup dan derajat serangan. Penelaahan berdasarkan penurunan berat,  menunjukkan sebanyak 9 jenis kayu (29,99%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,97%) termasuk kelas II, 8 jenis (26,67 %) termasuk kelas III, 6 jenis (19,99%) termasuk kelas IV dan 4 jenis (13,33%) termasuk kelas V. Berdasarkan jumlah bubuk yang hidup, sebanyak 5 jenis (16,67%) termasuk kelas I, 3 jenis (9,99%) termasuk kelas II, 12 jenis (39,99 %) termasuk kelas III, 8 jenis (28,67%) termasuk kelas IV dan 3 jenis (6,67%) termasuk kelas V. Berdasarkan derajat serangan 5 jenis (16,67%) kerusakan berat, 16 jenis (53,33%) kerusakan sedang dan 9 jenis  (30%) kerusakan ringan.
THE RESISTANCE OF WOOD PLASTIC COMPOSITE TO THE DRY-WOOD TERMITE Cryptotermes cynocephalus Light. AND THE SUBTERRANEAN TERMITE Coptotermes curvignathus Holmgren INFESTATION Jasni, Jasni; Hadjib, Nurwati; Barly, Barly; Hadi, Yusuf Sudo; Afidudin, Y.
Indonesian Journal of Forestry Research Vol 1, No 1 (2004): Journal of Forestry Research
Publisher : Secretariat of Forestry Research and Development Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/ijfr.2004.1.1.50-59

Abstract

Wood  plastic  composites   (WPC) were made  by impregnating  monomer   and  vinyl acetate monomer  with addition  of  terbutyl peroxide  catalyst. This laboratory  scale experiment  aimed at looking into  the durability of  WPC polymerized  at varying mixture  ratios between  styrene and vinyl acetate monomers,  compared  to the natural   durability of  the corresponding   wood  treated with impralit CKB.  In this  regard,  wood  samples were dried until 10 % moisture  content,   and then  they were put in the tank under  20 mm Hg vacuum was being released.   Styrene  monomer with vinyl acetate  addition was flown to the tank, and the wood  samples were immersed  in the monomer   for  24 hours.   Furthermore,   the wood  samples  were taken  out,  and  wrapped  with aluminum  foil, and then were   put in the oven for 24 hours at 60° C. The  wraps were opened, and the samples were  conditioned.   The  samples were tested  to dry wood  termite  (Cryptotermes cynocephalus Light.),  and the Subterranean  termite (Coptotermes curvignathus Holmgren.).  Investigated factors were (i) wood species consisting of sengon, pine, and rubber wood, and (ii) ratio of styrene to vinyl acetate. i.e.  90/10;  80/20;  70/30;  and 60/40.   For comparison,  each wood samples  treated with  Impralit  CKB  3% and untreated   (unpolymerized)    wood  samples  (a control)  were  also prepared.  The  results showed  that polymer  loadings  in the  sengon, pine and rubber  wood were 118 %, 72 % and  44%  respectively. Increasing  of  vinyl acetate  to styrene  tended  to decrease polymer loading,  the addition  of  10% gave 96% polymer  loading,  20% gave 108%,  30% gave 71 %, and 30% gave 38 % respectively.  It appeared that treatment  of styrene with low vinyl acetate additions  (60:40) had resulted  in consecutively  95.67%  and 97.75 % mortality  of  the dry wood termite  and sub subterranean   termite. This implied  that the treatment  might increase the wood resistance  to the wood destroying insect.
DAYA TAHAN 16 JENIS ROTAN TERHADAP BUBUK ROTAN Jasni, Jasni; Roliadi, Han
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2011.29.2.87-103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan 16 jenis rotan terhadap serangan bubuk rotan kering (Dinoderus minutus Fabr.) dengan menggunakan contoh uji berukuran panjang 2 cm dan diameter di bawah 12 mm. Pengujian berlangsung dalam botol plastik yang di dalamnya terdapat 10 ekor bubuk rotan kering dewasa sehat dan aktif. Parameter yang diuji adalah persentase penurunan berat rotan dan persentase kumbang bubuk yang hidup, kemudian melalui bantuan pentelaahan statistik 16 jenis rotan tersebut diklasifikasikan menurut kelas ketahanannya. Di samping itu dilakukan pula pengamatan secara subyektif terhadap derajat serangan kumbang bubuk terhadap rotan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 jenis rotan yang diteliti, 5 jenis (31,25%) termasuk kelas ketahanan tinggi (kelas I dan II), sisanya 11 jenis (68,75%) termasuk kelas ketahanan rendah (kelas III, IV dan V). Dalam penggunaan rotan dengan kelas ketahanan rendah diperlukan proses pengawetan.