Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERBAIKAN LINGKUNGAN KAMPUNG KOTA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA MALANG Ibnu Sasongko; Annisaa Hamidah Imaduddina; Widiyanto Hari Subagyo Widodo
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3237

Abstract

Perkampungan di Kota Malang, sangat beragam, diantaranya banyak yang kumuh, rawan banjir, tetapi sebagian juga inovatif dalam memperbaiki lingkungannya. Beberapa kampung berhasil mengatasi kekumuhan dengan mengembangkan sanitasi terpadu, mengembangkan sistem resapan dalam mengatasi banjir, atau memperbaiki permukiman dengan mnyediakan fasilitas tertentu. Salah satu yang menarik adalah berbagai upaya perbaikan lingkungan ini ternyata terdapat adanya kesamaan yakni melalu perbaikan lingkungan permukiman ternyata mendorong peran social masyarakat dan juga mendorong tumbuhnya ekonomi termasuk pariwisata. Melalui kajian sejarah perkembangan, upaya yang dilakukan, yang selanjutnya mengkaji pihak-pihak yang berpartisipasi dan motivasi perbaikan lingkungan dengan menggunakan sistem skala dan model geographically weighted regression, maka dapat ditentukan tingkat keberlanjutan pembangunan kampung kota. Melalui kajian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat sistem atau rangkaian kegiatan yang saling sinergi dan saling mendorong antara penanganan fisik lingkungan dengan aspek social ekonomi masyarakat dalam mendorong perwujudan keberlanjutnan pembangunan dalam konteks permukiman perkotaan.
Konsep Penanganan Sanitasi Permukiman Kumuh di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Hasan Hasan; Ibnu Sasongko; Titik Poerwati
TATALOKA Vol 22, No 1 (2020): Volume 22 No. 1, February 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.22.1.83-93

Abstract

Sanitasi merupakan salah satu kriteria permasalahan permukiman kumuh di Kota Malang yang meliputi masalah persampahan, air limbah, dan drainase. Masalah tersebut tersebar di 5 Kecamatan di Kota Malang salah satunya adalah Kecamatan Lowokwaru. Berbagai penanganan telah dilakukan baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk mengatasi masalah sanitasi di Kecamatan Lowokwaru diantaranya adalah penanganan sanitasi di RW 3 & RW 6 Kelurahan Dinoyo, RW 5 dan RW 7 Kelurahan Tlogomas, dan RW 9 Kelurahan Jatimulyo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penanganan sanitasi di lokasi tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Metode analisa data yang digunakan adalah metode statistik deskriptif, metode skoring, dan metode klaster. Berdasarkan hasil analisa, ketersediaan prasarana sanitasi di lokasi penelitian masih kurang untuk prasarana persampahan yakni tempat sampah, sedangkan untuk prasarana limbah dan drainase sudah mencukupi. Untuk tingkat permasalahan, hanya RW 3 Kelurahan Dinoyo dan RW 7 Kelurahan Tlogomas yang berada pada level tinggi (baik), sedangkan RW 5 Kelurahan Tlogomas dan RW 9 Kelurahan Jatimulyo berada pada level rendah (buruk). Untuk konsep penanganan, terdapat 3 macam konsep yang diterapkan di lokasi penelitian yaitu percontohan, partisipatori, dan bantuan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ketersediaan prasarana persampahan di lokasi penelitian masih kurang dan tidak adanya hubungan antara konsep penanganan sanitasi yang telah diterapkan dengan tingkat permasalahan sanitasi. Sanitation is one of the criteria of slum settlement problems in Malang City, covering the problem of solid waste, waste water, and drainage. The problem is spread in 5 sub-districts in Malang City, one of which is Lowokwaru Sub-district. Various handling has been done both from the government and society to solve sanitation problems in Lowokwaru Sub-district, including sanitation handling in RW 3 & RW 6 Dinoyo, RW 5 and RW 7 Tlogomas, and RW 9 Jatimulyo. Therefore, this study aims to find out the concept of sanitation handling in these locations. Data collection methods used in this study are observation, interviews, and questionnaires. Data analysis methods used are descriptive statistical methods, scoring methods, and cluster methods. Based on the results of the analysis, the availability of sanitation infrastructure at the research site is still lacking for solid waste infrastructure, namely the trash, while for waste and drainage infrastructure is sufficient. For the level of problem, only RW 3 Dinoyo and RW 7 Tlogomas are at a high level (good), while RW 5 Tlogomas and RW 9 Jatimulyo are at a low level. For the concept of handling, there are 3 types of concepts that are applied in the research location are pilot, participatory, and assistance. The conclusion in this study is the availability of solid waste infrastructure in the research location is still lacking and there is no relationship between the concept of sanitation handling that has been applied to the level of sanitation problems. Keywords : availability, consept of handling, level of problem, sanitation
KONSEP PENGEMBANGAN DAN PENENTUAN JALUR WISATA DI KECAMATAN LAWANG Ida Soewarni; Arief Setiyawan; Ibnu Sasongko; Mohammad Fadly; Ahmad Reji Islahul Walidi; Ellza Oktaviano Griyaldin
Sustainable, Planning and Culture (SPACE) : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 3 No 2 (2021): Pengembangan Wilayah dan Pariwisata
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/space.v3i2.2426

Abstract

Tourism is an important source of income for a country. Malang Regency has the potential as a tourist destination on a regional and even international scale, one area that has great potential is Lawang District. The high potential for the attractiveness of tourist objects in the Lawang sub-district should be optimized and preserved. Due to the many types of tourism, it is necessary to classify/cluster the types of tourism, clustering is one step that aims to divide tourist destinations (DTW) into multiple areas of development. The development of tourism potential in Lawang District can also be done by connecting the tourist areas to become a tourist route for Lawang District, which is important in increasing the tourism development of Lawang District. Data collection methods in this study are observation, interviews, questionnaires, and documentation. Sampling was carried out using the quota sampling method. The data analysis methods are qualitative descriptive, cluster analysis, and accessibility. Qualitative descriptive methods describe the potential, problems, and distribution of tourist objects, which will serve as a direction for developing and clustering concepts, as well as accessibility methods for grouping tourist objects and determining tourist routes. From the analysis, there are spatial and non-spatial development concepts that are the direction of tourism development in Lawang District, also the formation of 7 travel routes, 4 routes based on clusters, and 3 alternative routes with trips by combining between clusters.
Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana Di Gunung Kelud Kabupaten Blitar Annisaa Hamidah Imaduddinah; Widiyanto Hari Subagyo Widodo; Ida Soewarni; Ibnu Sasongko
Jurnal Plano Buana Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Plano Buana (Edisi April 2021)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jpb.v1i2.2678

Abstract

Gunung Api Kelud merupakan salah satu gunung aktif yang berada di Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2014 terjadi erupsi Gunung Kelud yang menyebabkan 7 jiwa meninggal dan puluhan ribu jiwa harus mengungsi. Upaya meminimalisir risiko bencana dapat dilakukan dengan dilakukannya penentuan jalur evakuasi bencana Gunung Kelud. Dalam mengoptimalkan hasil kajian, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam mengambil keputusan dan merumuskan tindakan prioritas pengurangan risiko bencana. Penentuan jalur evakuasi dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode analytic hierarchy process. Berdasarkan hasil kajian ini, dihasilkan bahwa Desa Maliran di Kecamatan Ponggok, Desa Semen dan Desa Soso di Kecamatan Gandungsari merupakan tempat evakuasi sementara terpanjang di Kabupaten Blitar. Adapun hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perencanaan kawasan Kabupaten Blitar yang berbasis pengurangan risiko bencana.