Hilmi Mizani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERENCANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER PADA MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM DI SMAN 7 KOTA BANJARMASIN Mizani, Hilmi
Tarbiyah Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Tarbiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to know the character basedinstructional planning on the subject of Islamic Education in SMAN 7 Banjarmasin. This research is a field research with qualitative approach and used descriptive method. The data in this research are collected through interview, documentary, and observation. The study found out that the Islamic educationteacher at the SMAN 7 Banjarmasin prepares the instructional planningwhich consists of annual program, semester program, syllabus, and lesson plan. The characters that must be taught have been stated explicitlyin both syllabus and lesson plan for class XI and class XII, but not in in class X. The characters which will betaughtatthe SMAN 7 Banjarmasin and are in both the syllabus and the lesson plan are: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, independent, democratic, curiousity, the spirit of nationalism, patriotism, respect for achievement, friendship, love peace, love reading, environmental care, social care, and responsibility.Keyword : Instruction, planned, and character
PERANAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MENAMKAN NILAI ANTI KORUPSI PADA SISWA SMA DI KOTA BANJARMASIN Mizani, Hilmi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i2.3049

Abstract

Fenomena korupsi yang terjadi di Indonesia sudah menjadi penyakit yang kronis dan sulit disembuhkan. Walaupun begitu banyak usaha yang dilakukan pemerintah hasilnya belum begitu maksimal. Salah satu lembaga yang cukup signifikan dalam rangka membentuk watak dan kepribadian adalah lembaga pendidikan. Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Murid yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Bahkan lebih dari itu, diharapkan dapat turut aktif memeranginya. Masalahnya adalah apakah penanaman nilai-nilai anti korupsi sudah dilakukan di sekolah, khususnya oleh guru Pendidikan Agama Islam. Untuk itulah melalui penelitian ini diharapkan dapat mengungkap peran Guru Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada siswanya.
PERANAN GURU AGAMA ISLAM DALAM MENAMKAN NILAI ANTI KORUPSI PADA SISWA SMA DI KOTA BANJARMASIN Mizani, Hilmi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 7, No 2 (2009)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v7i2.3049

Abstract

Fenomena korupsi yang terjadi di Indonesia sudah menjadi penyakit yang kronis dan sulit disembuhkan. Walaupun begitu banyak usaha yang dilakukan pemerintah hasilnya belum begitu maksimal. Salah satu lembaga yang cukup signifikan dalam rangka membentuk watak dan kepribadian adalah lembaga pendidikan. Institusi pendidikan diyakini sebagai tempat terbaik untuk menyebarkan dan menanamkan nilai-nilai anti korupsi. Murid yang akan menjadi tulang punggung bangsa di masa mendatang sejak dini harus diajar dan dididik untuk membenci serta menjauhi praktek korupsi. Bahkan lebih dari itu, diharapkan dapat turut aktif memeranginya. Masalahnya adalah apakah penanaman nilai-nilai anti korupsi sudah dilakukan di sekolah, khususnya oleh guru Pendidikan Agama Islam. Untuk itulah melalui penelitian ini diharapkan dapat mengungkap peran Guru Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada siswanya.
PENDIDIKAN MADRASAH (Kebijakan dan Sistem Madrasah di Indonesia) Mizani, Hilmi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Juli - Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.599 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v3i2.1856

Abstract

Keberadaan madrasah di Indonesia dilatar belakangi oleh respon pendidikan Islam terhadap sistem persekolahan yang diterapkan pemerintahan Hindia Belanda dalam rangka politik etisnya dan merupakan bagian dari gerakan pembaharuan Islam di Indonesia. Madrasah di Indonesia sudah ada di awal abad ke 20 ditandai dengan berdirinya Madrasah Adabiyah di Padang, yang didirikan Syekh Abdullah Akhmad tahun 1909. Sejak itu bermunculanlah madrasah yang didirikan tokoh-tokoh Islam dan Organisiasi Islam. Madrasah mengalami masa pasang surut terutama dalam hal pengakuan pemerintah.Pada masa penjajahan Belanda, Madrasah mendapat tekanan, sedangkan pada masa pemerintahan penjajahan Jepang, madrasah mendapat bantuan dana.Setelah Indonesia merdeka, walaupun madrasah merupakan sistem pendidikan yang sudah berjalan dimasyarakat tapi belum menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional. Madrasah baru mendapatkan status disamakan setingkat dengan sekolah umum diawali dengan terbitnya SKB tiga menteri tanggal 24 Maret 1979. Pengakuan madrasah sebagai bagian dari sistem pendidikan nasionaldengan dikeluarkannya UU. Sisdiknas No. 2 tahun 1989. Kata Kunci:  Madrasah, Dinamika, Pengakuan Formal