Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PHBS TERHADAP PENCEGAHAN SCABIES PADA ANAK JALANAN Hildegardis Moy; Swaidatul Masluhiya AF; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2062

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi sensititasi terhadap tungau sarcoptes scabie varien hominis. Salah satu cara pencegahan scabies dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS sehingga anak jalanan bisa berperilaku bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Kecamatan Sukun Kota Malang. Desain penelitian mengunakan pre- experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel penelitian sebanyak 30 anak jalanan dengan penentuan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Marginal Homogenity. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya (90,0%) responden berperilaku kurang dalam pencegahan scabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS dan sebagian besar (66,7%) responden responden berperilaku cukup dalam pencegahan scabies setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS. Hasil uji Marginal Homogenity didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan anak jalanan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah dan menyembuhkan scabies. Scabies is an infectious skin disease caused by sensitizing infestations of mites sarcoptes scabie varien hominis. One way to prevent scabies by providing health education about PHBS so that street children can behave clean and healthy. The purpose of this study was to determine the effect of health education on PHBS on the prevention of scabies in street children in Pasar Lama Gadang, Sukun District, Malang City. The research design used pre-experimental design with one group pre and post test design. The research sample consisted of 30 street children with the determination of using random sampling. Data collection techniques using instruments in the form of observation sheets. Data analysis method used is Marginal Homogenity test. The results of the study proved that almost all (90.0%) respondents behaved less in prevention of scabies before being given health education about PHBS and most (66.7%) respondents respondents behaved adequately in the prevention of scabies after being given health education about PHBS. Marginal Homogenity test results obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DIRI DENGAN DERAJAT LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KENDALSARI Martha Yasinta Lali; Supriyadi Supriyadi; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2038

Abstract

Kurangnya Motivasi Diri pada penderita Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat memicu komplikasi. Komplikasi yang sering ditemukan pada penderita diabetes melitus ialah luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan besar sampel 40 responden. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data motivasi diri dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan data derajat luka dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden memiliki motivasi diri yang rendah ≤ 30 (75%) dan sebagian besar responden mengalami derajat luka diabetik pada bagian kaki dengan kategori penurunan sensasi derajat 3 (50%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,036). Dengan demikian sangat penting bagi penderita DM untuk memotivasi diri dalam mengontrol derajat luka dengan baik. Lack of Self Motivation in patients with type 2 diabetes mellitus (DM) can trigger complications. A complication that is often found in people with diabetes mellitus is diabetic foot injury. This study aims to determine the relationship between self motivation and the degree of injury in patients with type 2 diabetes. The study design uses cross sectional. The population used was all people with DM in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City with a sample size of 40 respondents. Samples were taken by simple random sampling technique. Data on self-motivation were collected using a questionnaire sheet and data on the degree of injury were collected using an observation sheet. Data were analyzed usingtest Chi square with α = 0.05. The results showed that almost all respondents had low self-motivation ≤ 30 (75%) and the majority of respondents experienced a degree of diabetic injury in the legs with a category of sensation reduction in degree 3 (50%). Statistical test results found that there is a significant relationship with self motivation degree of injury in patients with type 2 diabetes mellitus in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p=0,036). Thus it is very important for people with DM to motivate themselves in controlling the degree of injury well. Keywords: degree of injury; self-motivation; diabetes mellitus
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI KOPI DENGAN TINGKAT STRES PADA DEWASA MUDA IKATAN KELUARGA BESAR (IKB) NEKMESE DI KOTA MALANG Merdiant G.M. Liunima; Ani Sutriningsih; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.89 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.691

Abstract

Menurut data World Health Organisation (WHO) diperkirakan sekitar 450 juta penduduk dunia mengalami gangguan kesehatan akibat stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsumsi kopi dengan tingkat stres pada dewasa muda Ikatan Keluarga Besar (IKB) Nekmese di kota Malang. Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota IKB Nekmese di Kota Malang yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 81 orang dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 45 orang. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi kopi sebagian besar dikategorikan konsumsi sedang yaitu sebanyak 24 orang (53,33%) dengan tingkat stres sebagian besar dikategorikan stres sedang yaitu sebanyak 38 orang (84,44%), selanjutnya data dianalisa menggunakan uji spearman rank dan didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,004 ≤ α 0,05, artinya ada hubungan antara konsumsi kopi dengan tingkat stres pada dewasa muda Ikatan Keluarga Besar (IKB) Nekmese di Kota Malang. Diharapkan kepada dewasa muda IKB Nekmese di Malang untuk mengkonsumsi kopi dengan beberapa varian rasa, misalnya kopi jahe yang selain memberikan kesegaran juga dapat menghangatkan tubuh, dan dapat mengurangi frekuensi konsumsi kopi. Konsumsi kopi yang baik dengan dosis moderat 300 mg kafein, yaitu sekitar 1-2 gelas per hari.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI FRONT EFFLEURAGE TERHADAP DERAJAT DISMENORHEA PRIMER PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KARANGPLOSO MALANG Nur Khotimah; Pertiwi Perwiraningtyas; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1993

Abstract

Fase remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan masa pubertas.Tanda pubertas pada remaja adalah menstruasi, dan masalah ginekologi yang sering muncul pada saat menstruasi adalah dismenorhea. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi front effleurage terhadap derajat dismenorhea primer pada remaja di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang. Penelitian ini menggunakan pre eksperimental design dengan pendekatan one grup pre post test design. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri yang ada di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang yang berjumlah 50 orang pada tahun 2018. Sampel pada penelitian ini sebanyak 33 remaja.Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini yang memenuhi kriteria inklusi : Remaja putri berumur 12-21 tahun, mengalami dismenorhea primer, remaja yang tidak melakukan pereda nyeri baik farmakologi dan nonfarmakologi serta remaja yang jarak siklus menstruasi 21-35 hari. Instrumen yang digunakan adalah SOP teknik relaksasi front effleurage dan Numeric Rating Scale. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan hasil nilai signifikasi = 0,000 < α (0,05) artinya ada pengaruh teknik relaksasi front effleurage terhadap derajat dismenorhea primer pada remaja di Pondok Pesantren Al Hidayah Karangploso Malang. Direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya agar melakukan penelitian tentang teknik ini dengan kombinasi teknik lainnya untuk menurunkan derajat dismenorhea secara signifikan. The juvenile phase is a transition period characterized by puberty. One sign of puberty is menstruation, and gynecological problems that often occur during menstruation are dysmenorhea. The purpose of this study was to determine the effect of front effleurage relaxation techniques on the degree of primary dysmenorrhea in adolescents at Al Hidayah Islamic Boarding School in Karangploso Malang. This study used pre experimental design with one group pre post test design approach. The population of this study were all young women at Al Hidayah Karangploso Islamic Boarding School, amounting to 50 people in 2018. The sample in this study were 33 teenagers. Samples were taken by purposive sampling technique that met the inclusion criteria: Young women aged 12-21 years, experiencing primary dysmenorrhea, adolescents who did not do pain relief both pharmacology and nonpharmacology and adolescents who have a menstrual cycle distance of 21-35 days. The instruments used are the SLE of the effleurage front relaxation technique and the Numeric Rating Scale. Data were analyzed using Wilcoxon test with a significance p value = 0.000
KORELASI BIMBINGAN IBU DALAM MENYIKAT GIGI DENGAN RIWAYAT SAKIT GIGI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) Marta Ina Kaka; Tanto Hariyanto; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.205 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1487

Abstract

Kesehatan yang perlu dijaga selain kesehatan tubuh, juga kesehatan gigi. Kesehatan gigi dapat mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan gigi anak secara permanen. Oleh karena itu, ibu sangat berperan dalam memberikan arahan, pendidikan dan menyediakan fasilitas kepada anak agar nanti bisa menjaga kebersihan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi bimbingan ibu dalam menyikat gigi dengan riwayat sakit gigi pada anak usia prasekolah (3-6 tahun). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan desain deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu berjumlah 50 orang dan anak usia prasekolah (3-6 tahun). Sampel pada penelitian ini adalah ibu dari anak usia prasekolah sebanyak 34 orang yang memenuhi kriteria inklusi, menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah bimbingan ibu dalam menyikat gigi dan variabel dependen pada penelitian ini adalah riwayat sakit gigi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Data dianalisis menggunakan uji kolerasi Spearman rank dengan taraf signifikansi (α) = 0,05. Hasil analisis statistik membuktikan (p-value) 0,000< 0,05 dengan nilai korelasi Spearman rank sebesar 0,717, artinya ada korelasi yang kuat antara bimbingan ibu dalam menyikat gigi dengan riwayat sakit gigi anak usia prasekolah. Disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pengetahuan terhadap cara merawat gigi anak yang benar dengan cara melihat di video atau di media social lainnya, sehingga anak dapat membersihkan gigi dengan benar karena hal ini sangat berhubungan dengan kesehatan gigi anak. ABSTRACT Health that needs to be taken care of besides body health, as well as dental health. Dental and oral health greatly affect the development and growth of the teeth of children permanently. Therefore, the role of mother is needed in guiding, giving attention, giving understanding, reminding and providing facilities to the child so that children can maintain dental hygiene and mouth.The purpose of this research is to know correlation of mother guidance in toothbrushing with history of toothache in preschool child (3-6 years). This research design using descriptive correlative research design with cross sectional approach. The population in this study were 50 mothers and preschoolers (3-6 years). The sample in this study were 34 mothers of preschool children who met the inclusion criteria, using a purposive sampling technique. The independent variable in this study was the guidance of mothers in brushing teeth and the dependent variable in this study was a history of toothache. The instrument used in this study was a questionnaire. Data were analyzed using Spearman rank correlation test with a significance level (α) = 0.05. The results of the statistical analysis prove (p-value) 0.000
HUBUNGAN TINGKAT STRESS TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN (LEUKORRHEA) PADA REMAJA PUTRI Melliana Sabtheka; Swaidatul Masluhiya AF; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.933

Abstract

Stress merupakan suatu fenomena universal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan tidak dapat di hindari serta akan di alami oleh setiap orang. Salah satu dampak dari stress dapat menyebabkan keputihan. Keputihan adalah semua pengeluaran cairan dari alat genetalia yang bukan darah tetapi merupakan manifestasi klinik berbagai infeksi, keganasan atau tumor jinak organ reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stress terhadap kejadian keputihan pada remaja putri di MA Nurul Ulum Sukun Malang. Desain penelitian mengunakan desain analitik dengan pendekatan retroprektif. Populasi dalam penelitian sebanyak 146 remaja putri dengan pengambilan sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 remaja putri usia 15-17 tahun yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dimana sampel penelitian disesuaikan dengan kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebayak 40,0% remaja putri mengalami tingkat stress sedang dan sebanyak 60,0% remaja putri mengalami kejadian keputihan normal. Hasil uji spearman rank dinyatakan ada hubungan yang signifikan antara tingkat stress terhadap kejadian keputihan pada remaja putri di MA Nurul Malang dengan p-value (0,004) < (0,050). Berdasarkan hasil penelitian diharapkan remaja putri dapat menghindari stress yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan keputihan yang bisa menganggu kenyamanan dalam melakukan aktivitasnya. ABSTRACT Stress is a universal phenomenon that occurs in everyday life and can not be avoided and will be experienced by everyone. The effects of stress can lead to vaginal discharge. Vaginal discharge is all fluid from genetalia tools that are not blood but is a clinical manifestation of various infections, malignancies or benign tumors of reproductive organs. The purpose of this study to determine the relationship of stress level to the occurrence of whiteness in young women in MA Nurul Ulum Sukun Malang. The research design uses analytic design with sub control approach. The samples in this study were 30 teenage girls aged 15-17 years who were taken using purposive sampling technique where the sample of research was adjusted to certain criteria and adjusted to the needs of research. Data collection techniques used are questionnaires. Method analisi data is used is spearman rank by using SPSS. The results showed that as much (40.0%) of teenage girls experienced moderate stress level and as many as 60.0% of adolescent girls experienced normal whiteness. Spearman rank test stated there is a significant correlation between stress level to the occurrence of whiteness in adolescent girls in MA Nurul Ulum Sukun Malang with p value (0.004)
PENGARUH TERAPI SUPPORTIF GROUP TERHADAP KEMAMPUAN MENGHARDIK PADA PASIEN HALUSINASI PENDENGARAN Evania Rambu Tatu Wadang; Sirli Mardianna Trishinta; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1940

Abstract

Gangguan jiwa merupakan gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya perilaku dan persepsi salah satunya seperti halusinasi pendengaran. Terapi supportif group merupakan terapi yang diberikan kepada pasien halusinasi pendengaran secara berkelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi supportif group terhadap kemampuan menghardik pada pasien halusinasi pendengaran di Puskesmas Bantur Malang. Desain penelitian mengunakan desain quasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 pasien halusinasi pendengaran dengan penentuan sampel penelitian menggunakan accidental sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 30 pasien yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu 15 kelompok perlakuan dan 15 kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi kemampuan menghardik. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji wilcoxon dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kemampuan menghardik sebelum diberikan terapi supportif group hampir seluruhnya (86,7%) responden dari kelompok perlakuan dan hampir seluruhnya (80,0%) responden dari kelompok kontrol mengalami kemampuan menghardik kurang pada pasien halusinasi pendengaran, sedangkan kemampuan menghardik sesudah diberikan terapi supportif group hampir seluruhnya (80,0%) responden dari kelompok perlakuan mengalami kemampuan menghardik cukup dan sebagian besar (73,3%) responden dari kelompok kontrol mengalami kemampuan menghardik kurang pada pasien halusinasi pendengaran. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value= (0,003)
PENGARUH PENYULUHAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEMAMPUAN REMAJA PUTRI SEBAGAI SKRINING KANKER PAYUDARA DI SMK NEGERI 1 PUJON MALANG JAWA TIMUR Christy Natalia Daka; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1199

Abstract

Kanker payudara salah satu prevalensi kanker tertinggi di Indonesia, sebanyak 50 kasus per 100.000 penduduk wanita. Data dari Dinkes Jawa Timur (2014) prevalensi kanker payudara di Malang 5,56% atau diperkirakan sekitar 48 orang per 100.000 penduduk wanita yang mengalami kanker payudara. Tingginya prevalensi kanker payudara di Malang disebabkan karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mencegah kanker payudara. Pencegahan kanker payudara dapat dimulai dengan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI). Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri sebagai skrining kanker payudara di SMKN 1 Pujon. Desain penelitian ini adalah desain pre-eksperimental. Teknik sampling pada penelitian ini total sampling dengan sampel berjumlah 68 Remaja Putri kelas X di SMKN 1 Pujon. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisoner dan lembar observasi. Data diuji menggunakan uji korelasi dua sampel Wilcoxon. Hasil penelitian sebelum dilakukan penyuluhan SADARI pengetahuan remaja putri berada pada kategori baik sebanyak 51 orang (75%), dan kemampuan remaja putri melaksanakan SADARI berada pada kategori tidak baik, sebanyak 64 orang (94%), setelah dilakukan penyuluhan SADARI pengetahuan remaja putri berada pada kategori sangat baik sebanyak 61 orang (90%) dan kemampuan remaja putri melaksanakan SADARI seluruhnya berada pada kategori baik sebanyak 68 orang (100%). Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh penyuluhan SADARI terhadap pengetahuan dan kemampuan remaja putri dengan nilai signifikan 0,00
PENURUNAN SENSASI KAKI KANAN AKIBAT DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) Serfasius Malo Muda; Swaidatul Masluhiya AF; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2054

Abstract

Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi. Komplikasi yang sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus ialah Diabetic peripheral neuropati (DPN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah puasa (GDP) dengan Diabetic peripheral neuropati (DPN) pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dari penelitian ini sebesar 67 responden penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data kadar GDP dikumpulkan menggunakan data rekam medik dan data DPN dikumpulkan menggunakan monofilamen. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test dengan nilai P-value =0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruh responden (80,7%) memiliki kadar GDP tidak terkendali ≥126 mg/dL dan sebagian besar responden (61,4%) mengalami DPN pada kaki kanan dengan kategori penurunan sensasi dan sebagian besar responden (63,2%) tidak mengalami DPN pada kaki kiri (normal). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan kadar GDP dengan DPN pada kaki kanan penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,000; OR= 28,3) dan ada hubungan yang signifikan kadar GDP dengan DPN pada kaki kiri penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,041; OR=7,7). Penurunan sensasi lebih besar terjadi pada kaki kanan. Blood glucose levels can trigger complications. A complication that is often found in people with diabetes mellitus is Diabetic peripheral neuropathy (DPN). This study aims to determine the relationship of fasting blood sugar (GDP) with diabetes peripheral neuropathy (DPN) in people with DM. This study uses aresearch design cross sectional. The population of this study was 67 respondents with DM in Kendalsari Public Health Center, Lowokwaru District, Malang City with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by simple random sampling technique. Data on GDP levels were collected using medical record data and DPN data were collected using monofilament. Data were analyzed using the Fisher Exact Test with a P-value = 0.05. The results showed that almost all respondents (80.7%) had uncontrolled GDP levels ≥126 mg / dL and most respondents (61.4%) experienced DPN in the right foot with a category of sensation reduction and most respondents (63.2 %) did not experience DPN in the left foot (normal). Statistical test results found that there is a significant relationship between GDP levels with DPN on the right leg of DM sufferers at Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p = 0,000; OR = 28.3) and there is a significant relationship between GDP levels and DPN on DM patient's left leg in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p = 0.041; OR = 7.7). A greater decrease in sensation occurs in the right foot. Keywords: Diabetic peripheral neuropathy (DPN); Fasting blood glucose level (GDP); Diabetes mellitus (DM); Monofilament;Sensation
PENGARUH PEMBERIAN ASI NON EKSKLUSIF TERHADAP INSIDEN DIARE PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS DINOYO MALANG Cahyo Nugroho; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1994

Abstract

ASI non eksklusif merupakan tindakan ibu memberikan makanan pendamping ASI kepada bayi sebelum bayi berumur 6 bulan, hal tersebut akan beresiko menimbulkan gangguan pencernaan pada bayi seperti insiden diare karena lambung dan usus belum sepenuhnya matang untuk mencerna laktosa dan tepung yang terkandung dalam Makanan Pendamping ASI. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ASI non eksklusif terhadap insiden diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Dinoyo Malang. Desain penelitian mengunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 32 ibu dari bayi usia 0-6 bulan dengan penentuan menggunakan purposive sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah bayi usia 0-6 bulan yang di bawa ibunya ke puskesmas dinoyo malang, ibu yang tinggal di wilayah puskesmas dinoyo malang dan ibu yang menyetujui bayinya untuk menjadi responden sampai akhir penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan keseluruhan (100%) ibu memberikan ASI non eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan dan sebagian besar (84,4%) bayi usia 0-6 bulan mengalami insiden diare. Hasil uji spearman rank didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pemberian ASI non eksklusif terhadap insiden diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Dinoyo Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan ibu memberikan ASI kepada bayi setiap 2-3 jam sekali sampai usia 6 bulan untuk mencegah terjadinya diare. Non-exclusive breastfeeding is a mother's act of providing complementary feeding to infants before the 6-month-old infant, which may lead to digestive disorders in infants such as diarrhea incidents because the stomach and intestines are not fully ripe to digest lactose and flour contained in the complementary food ASI. The purpose of this study to determine the effect of non-exclusive breastfeeding to incidents of diarrhea in infants aged 0-6 months in Puskesmas Dinoyo Malang. The research design use correlation with cross sectional approach. The sample of the study were 32 mothers from infants aged 0-6 months with determination using purposive sampling. The inclusion criteria in this study were infants aged 0-6 months who were taken by their mother to the dinoyo malang healthy center, mothers who lived in the area of the dinoyo malang health center and the mother who agreed to her baby to be a respondent until the end of the study. Techniques of collecting data using the instrument in the form of questionnaires. Data analysis method that is used is spearman rank test by using SPSS. The results of the study showed that (100%) of mothers gave non exclusive breastfeeding in infants aged 0-6 months and most (84.4%) infants aged 0-6 months experienced diarrhea incidence. Spearman rank test results obtained p value = (0.000)