Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

MEMAKNAI KEMARAHAN ALLAH DARI SUDUT PANDANG TEOLOGI PENTAKOSTA DI ERA POST MODERN Kosma Manurung
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v2i2.162

Abstract

This article intends to give meaning to God's anger in the light of Pentecostal theology. The methodology used is text analysis and literature review. There are four examples of God's anger that were studied, namely God's anger towards Adam and Eve, God's anger towards the Israelites, the anger of the Lord Jesus towards the disciples, and the anger of the Lord Jesus towards the merchants in the Temple. The research results show that Allah is never angry for no apparent reason, and there is an impact of every anger of Allah. The causes of God's anger are disobedience, replacing God with other gods, injustice, and trading services. The impact of God's anger is separation from God, loss of the divine community, bringing God's judgment, and death.
STRATEGI ORANG TUA KRISTEN DALAM MEMBANGUN DISIPLIN ANAK Kosma Manurung
VISIO DEI: JURNAL TEOLOGI KRISTEN Vol 3 No 1 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI STAR'S LUB LUWUK BANGGAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35909/visiodei.v3i1.177

Abstract

This study intends to examine the strategies of parents in fostering child discipline in Christian families. The Bible places the primary responsibility for educating children with the parents. Children need the discipline to shape their character. In addition, discipline is also essential for children concerning social life, and discipline is the foundation that children need to achieve their future. The method used is descriptive and literature review. The results show that parents play a role in building their children's discipline. They have to develop communication using the love language of their children by making themselves role models that can be emulated by their children, providing space for children to grow and explore themselves, and through action firm in love.
Telaah Peran Orang Tua Dalam Membangun Ekosistem Sukacita Keluarga Pada Masa Kenormalan Baru Dari Sudut Pandang Teologi Pentakosta Kosma Manurung
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (April 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.471 KB) | DOI: 10.52879/didasko.v1i1.5

Abstract

The purpose of this article's research is to examine the role of Christian parents in building the sacred ecosystem in the family during the new normal from the perspective of Pentecostal theology. The method used is descriptive and literature review. This article discusses how the Bible views joy, the importance of joy to believers in particular in the new normal, and the role of parents in building a joyful ecosystem in the Christian family. Through the research results of this article, there are six practical ways that parents can apply in building an ecosystem of joy in the family of believers, namely through behavior that does not like anger, avoiding fighting with partners, building a culture of joking, living by the moral standards that the Bible teaches, develop love language communication, and be role models.Maksud dari penelitian artikel ini ingin menelaah peran orang tua Kristen dalam membangun ekosistem sucakita di keluarga pada masa kenormalan baru dari sudut pandang teologi Pentakosta. Metode yang digunakan adalan deskriptif dan kajian literatur. Artikel ini membahas bagaimana pandangan Alkitab tentang sukacita, arti penting sukacita bagi orang percaya secara khusus dimasa kenormalan baru, dan peran orang tua dalam membangun ekosistem sukacita di keluarga Kristen. Lewat hasil penelitian artikel ini ada enam cara praktis yang orang tua bisa terapkan dalam membangun ekosistem sukacita di keluarga orang percaya yaitu melalui perilaku yang tidak suka marah-marah, menghindari bertengkar dengan pasangan, membangun budaya senda gurau, hidup dalam standar moral yang Alkitab ajarkan, mengembangkan komunikasi bahasa cinta, dan jadi teladan.
Memaknai Ajaran Alkitab Tentang Keadilan Allah Dari Sudut Pandang Teologi Pentakosta Kosma Manurung
Danum Pambelum: Jurnal Teologi dan Musik Gereja Vol 1 No 1 (2021): DPJTMG: Mei
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.296 KB) | DOI: 10.54170/dp.v1i1.37

Abstract

Human social identity requires him to continue to be connected with other humans in a harmonious social relationship. The Bible also places justice as a vital part of human social life. The biblical description reveals that God is a just person and there is never fraud in God. The aim of this research is to interpret the Bible's teachings about God's justice from the perspective of Pentecostal theology. This article contains an explanation of the importance of justice for humans, the Bible's narrative about God's justice, and the way Pentecostals interpret God's justice. The method used in this research is descriptive and literature review. Based on the results of the discussion, it was concluded that in the view of the Pentecostals, God's justice speaks of God's character. The justice of Allah is also interpreted by the Pentecostals as God's Rule that God wants to be obeyed. In addition, God's justice also means the defense of Allah and the demands that God wants every believer to do in social life so that they can be maximized as witnesses of God and become salt and light for the community where God has placed. Identitas sosial manusia menuntutnya untuk terus terkoneksi dengan manusia lainnya dalam sebuah hubungan sosial yang harmonis. Alkitab pun meletakkan keadilan sebagai bagian vital dalam kehidupan sosial manusia. Deskripsi Alkitab mengungkapkan bahwa Allah adalah pribadi yang adil dan tidak ada kecurangan dalam diri Allah. Tujuan penelitin ini bermaksud memaknai ajaran Alkitab tentang keadilan Allah dari sudut pandang teologi Pentakosta. Artikel ini berisi tentang penjelasan pentingnya keadilan bagi manusia, narasi Alkiab tentang keadilan Allah, dan cara kaum Pentakosta memaknai keadilan Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif dan kajian literatur. Berdasarkan hasil pembahasan ditarik kesimpulan bahwa dalam pandangan kaum Pentkosta keadilan Allah berbicara karakter Allah. Keadilan Allah juga dimaknai kaum Pentaksota sebagai Aturan Allah yang Allah ingin untuk dipatuhi. Selain itu, keadilan Allah juga dimaknai pembelaan Allah dan tuntutan yang Allah ingin setiap orang percaya lakukan dalam kehidupan bermasyarakat agar bisa maksimal sebagai saksi Tuhan dan menjadi garam serta terang bagi komunitas dimana Tuhan tempatkan.
Mencermati Hakikat Uang dalam Perspektif Pentakosta-Karismatik Kosma Manurung
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.528

Abstract

Abstract. This study was to explore the meaning of money in the Charismatic Pentecostal perspective. The method used was descriptive analysis through literature study. Through this study it was concluded that the Charismatic Pentecostals see the money is not merely needed to meet the daily life needs, it’s also as means of service to God. Service to God itself is not limited only in the form of ecclesiastical ministry, but also includes every work to promote a good life in this world.Abstrak. Penelitian ini berusaha mencermati pemaknaan uang dalam prespektif Pentakosta Karismatik. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui kajian literatur. Berdasarkan kajian penelitian ini kaum Pentakosta Karismatik berpandangan bahwa uang selain dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, uang juga sebagai sarana pelayanan kepada Tuhan. Pelayanan kepada Tuhan itu sendiri tidak dibatasi hanya dalam bentuk pelayanan gerejawi, tetapi mencakup juga setiap karya untuk mewujudkan kehidupan yang baik di dunia ini.
AKTUALISASI PEMAKNAAN NARASI ALLAH SEBAGAI GEMBALA BAGI ORANG PERCAYA MASA KINI DARI TITIK TOLAK TEOLOGI PENTAKOSTA Kosma Manurung
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 2, No 1 (2021): SOLA GRATIA
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v2i1.137

Abstract

According to Psalm 23, to King David, God was the shepherd. In the New Testament, the Lord Jesus Himself stated that He was the good shepherd. Another story that the Bible writes about is how God shepherded the Israelites out of Egypt to the Promised Land for forty years. This research article aims to elaborate on the Pentecostal theological view of the meaning of God as a shepherd. The methodology used in this research is text analysis and literature review. Based on the research results of this article, God as a shepherd is interpreted as God’s leadership in the life of the believer, where God leads the believer to enter into His perfect plan. God as shepherd also means that there is God’s real protection and care for believers. God shepherds believers because it is motivated by His love for believers who will not bear to let believers walk alone. Menurut Mazmur 23, bagi raja Daud, Tuhan itu adalah gembalanya. Di Perjanjian Baru Tuhan Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia adalah gembala yang baik. Cerita lainnya yang Alkitab tulis adalah bagaimana selama empat puluh tahun Allah menggembalakan bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Perjanjian. Penelitian artikel ini bertujuan menjabarkan pandangan teologi Pentakosta memaknai Allah sebagai gembala. Adapun metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis teks dan kajian literatur. Berdasarkan hasil penelitian artikel ini Allah sebagai gembala dimaknai berupa pimpinan Allah dalam kehidupan orang percaya dimana Allah memimpin orang percaya untuk masuk dalam rencana-Nya yang sempurna. Allah sebagai gembala juga berarti ada perlindungan dan pemeliharaan Allah yang nyata bagi orang percaya. Allah menggembalakan orang percaya karena didorong oleh cinta kasih-Nya pada orang percaya yang tidak akan tega membiarkan orang percaya berjalan sendiri. 
Mencermati Arti Penting Penggunaan Bahasa Cinta Anak dalam Keluarga Kristen di Era 5.0 Kosma Manurung
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 2, No 1 (2021): Pendidikan Kristen dan Kepemimpinan
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v2i1.53

Abstract

Children love languages is the language of expression and acceptance of the child. Through this love language, children express themselves and also measure the acceptance they get from the people around them. Every child has their own love language when communicating and parents are expected to understand their children's love language. The purpose of the research in this article is to understand the importance of using the language of love for children in Christian families. This research uses a descriptive method and literature review. The five languages of child love discussed in this article are physical touch, words of affirmation, quality time, acts of service, and gifts. Based on the results of this study, children's love language is important to be understood by parents because it is a medium for children's communication. By understanding the language of love for children, parents are expected to be able to prevent various crimes so that family harmony is maintained. Besides, understanding the children's love language will be able to increase the child's potential and become a family that other families can follow.AbstrakBahasa cinta anak adalah bahasa ekspresi dan penerimaan anak. Melalui bahasa cinta ini anak-anak mengekspresikan dirinya sekaligus juga mengukur penerimaan yang dia dapat dari orang-orang disekitarnya. Setiap anak memiliki bahasa cintanya sendiri ketika berkomunikasi dan para orang tua diharapkan memahami bahasa cinta anak mereka. Adapun tujuan dari penelitian artikel ini adalah ingin memaknai arti penting penggunaan bahasa cinta anak dalam keluarga Kristen. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi dan kajian literatur. Kelima bahasa cinta anak yang dibahas dalam artikel ini adalah sentuhan fisik, kata-kata peneguhan, waktu berkualitas, tindakan melayani dan hadiah. Berdasarkan hasil penelitian ini bahasa cinta anak penting untuk dipahami oleh para orang tua karena itu adalah media berkomunikasi anak. Dengan memahami bahasa cinta anak para orang tua diharapkan bisa mencegah berbagai kejahatan sehingga keharmonisan keluarga terjaga. Selain itu pemahaman bahasa cinta anak akan bisa meningkatkan potensi diri anak, dan menjadi keluarga yang bisa diteladani oleh keluarga lainnya.
Menelisik Kontribusi Ayah dalam Mengajarkan Kemandirian pada Anak Kosma Manurung
EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Vol 3, No 1 (2022): Christian Education and Leadership - June 2022
Publisher : Sekolah Agama Kristen Terpadu Pesat Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47530/edulead.v3i1.95

Abstract

Independence is very important for a child because independence fosters a sense of responsibility for children, independence bears joy, is closely related to children's emotional social intelligence, and independence contributes well to their future success. Judging from the position, closeness, and authority they have, fathers are considered the most appropriate in teaching this independence. Therefore, the active involvement of fathers is needed and expected. The research of this article is intended to explore the role that fathers can give in order to maximally teach independence to their children. By choosing a qualitative method with a description approach and support from a literature review, it is hoped that it can provide a maximum picture and be able to be accountable academically regarding independence in the biblical picture, the urgency of independence for children both now and in their future, as well as the contribution of fathers in teaching independence. It is concluded that fathers can contribute maximally in teaching independence to children when making it a habit for children, positioning themselves as companions in the learning process, being carried out with sensitivity and being a role model in terms of independence. AbstrakKemandirian sangat penting bagi seorang anak karena kemandirian menumbuhkan rasa tanggung jawab anak, kemandirian berbuah kegembiraan, terkait erat dengan kecerdasan sosial emosional anak, serta kemandirian bersumbangsih baik pada kesuksesannya di masa depan nanti. Menilik posisi, kedekatan,dan otoritas yang dimilikinya, para ayah dirasa paling tepat dalam mengajarkan kemandirian ini. Maka dari itu keterlibatan aktif para ayah sangat dibutuhkan dan diharapkan. Penelitian artikel ini dimaksudkan ingin menelisik peran yang para ayah bisa berikan agar maksimal mengajarkan kemandirian pada anak. Dengan memilih metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi dan sokongan dari kajian literatur diharapkan bisa memberikan gambaran yang maksimal serta mampu dipertanggung jawabkan secara akademik terkait kemandirian dalam gambaran Alkitab, urgensi kemandirian bagi anak baik itu di masa kini ataupun di masa depan mereka, juga kontribusi ayah dalam mengajarkan kemandirian. Disimpulkan bahwa para ayah dapat berkontribusi maksimal dalam mengajarkan kemandirian pada anak ketika menjadikannya sebagai pembiasaan bagi anak, memposisikan dirinya sebagai pendamping dalam proses belajar, dilakukan dengan kepekaan dan menjadi role model dalam hal kemandirian.
ALKITAB DAN HUBUNGAN PERTEMANAN KAJIAN TEOLOGI PENTAKOSTA MEMAKNAI HUBUNGAN PERTEMANAN DALAM ALKITAB Manurung, Kosma
VOX DEI: Jurnal Teologi dan Pastoral  Vol. 2 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.687 KB) | DOI: 10.46408/vxd.v2i1.35

Abstract

This article intends to interpret the relationship of friendship in the Bible in the study of Pentecostal theology. The method used in this article research is text analysis and literature review. This article discusses three examples of friendship relationships, namely the friendship of David and Jonathan, Daniel and his three friends, and Paul and Silas. Based on the results of this article's research, friendship is built on commitment, self-sacrifice, and flock loyalty. The purpose of God designing friendship relationships is as a divine community through which believers get strength and confirmation so that they have an impact on the Kingdom of God.
Taurat dan Nubuat Palsu: Kajian Sudut Pandang Taurat Terhadap Nubuat Palsu Kosma Manurung
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 2, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v2i2.31

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to present the Torah's view of false prophecy. The methodology used in this article uses text analysis and literature review. This article describes how false prophecy occurred in the Torah, the source of false prophecy, the entrance of false prophecy, and its consequences to mankind. Based on the results of this study in the Torah's view, false prophecies originated by the devil as the father of all liars who entered through the human desire and then resulted in the destruction of the relationship between God and man resulting in prolonged sin and suffering for humanity.Abstrak: Adapun tujuan penelitian artikel ini adalah ingin memaparkan sudut pandang Taurat terhadap nubuat palsu. Metodologi yang digunakan dalam artikel ini menggunakan analisis teks dan kajian literatur. Artikel ini menggambarkan bagaimana nubuat palsu dalam Taurat, sumber nubuat palsu, jalan masuk nubuat palsu, dan akibatnya bagi manusia. Berdasarkan hasil penelitian ini dalam pandangan Taurat, nubuat palsu berasal dari iblis sebagai bapak segala pendusta yang masuk melalui keinginan daging manusia yang kemudian mengakibatkan hancurannya hubungan antara Allah dan manusia sehingga mengakibatkan dosa dan penderitaan yang berkepanjangan bagi manusia.