Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PENGRAJIN ROTAN DI KOTA PEKANBARU Petir Papilo
MENARA RIAU Vol 13, No 1 (2014): Januari - Juni 2014
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.727 KB) | DOI: 10.24014/menara.v13i1.839

Abstract

Industri kerajinan rotan merupakan salah satu jenis usaha yang bersifat home industry yang telah lama berkembang di Kota Pekanbaru. Semenjak krisis ekonomi tahun 2009, semakin lama jumlah kelompok masyarkat yang masih bertahan menjalankan usaha kerajinan rotan di Kota Pekanbaru semakin lama semakin berkurang. Oleh karenanya perlu perhatian berbagai pihak terkait dalam upaya menyelematkan salah satu jenis industri yang menjadi penopang perekonomian sebagian masyakat yang ada di Kota Pekanbaru ini. Dalam kajian ini, melalui pendekatan SWOT Anaysis telah diketahui bahwa dari 6 faktor internal yang teridentifkasi telah diketahui bahwa, nilai skor total untuk faktor kekuatan (S) adalah sebesar 0,71 dan faktor kelemahan (W) adalah sebesar 2,10. Hal ini menjelaskan bahwa secara internal masyarakat pengrajin rotan memiliki lebih banyak kelemahan dengan nilai akhir sebesar -1,39. Sementara itu, pada faktor eksternal, dari 6 faktor yang diperhatikan dapat diketahui bahwa , nilai faktor peluang (O) yang ada dimasyarakat pengrajin rotan masih cukup tinggi yakni sebesar 2,64 sedangkan nilai faktor ancaman (T) yang mungkin terjadi adalah sebesar 1.13. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat peluang masih cukup besar bagi pengembangan usaha kerajinan rotan di Pekanbaru dengan nilai total skor sebesar 1.51. Oleh karenanya, berdasarkan kondisi yang ada, perlu diterapkan strategi pengembangan yang mampu memperkecil kelemahan dan sekaligus meningkatkan kemampuan dalam meraih peluang-peluang yang ada
PENILAIAN POTENSI BIOMASSA SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI KELISTRIKAN Petir Papilo; Kunaifi Kunaifi; Erliza Hambali; Nurmiati Nurmiati; Rizfi Fariz Pari
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 9, No 2 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber daya listrik merupakan salah satu solusi yang dapat dikembangkandalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi dan mewujudkan ketahanan energi nasional. Untuk itu sebagai langkah awal bagi menguji kelayakan pengembangan biomassa sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, diperlukan analisis tentang potensi sumber daya, terutama dari beberapa komoditas unggulan, baik dari sisa hasil pertanian maupun perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat potensi biomassa berdasarkan ketersediaan pasokan sumber daya yang tidak termanfaatkan yang dapat diperoleh dari sisa hasil pertanian. Beberapa sisa hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi target penilaian antara lain adalah jerami dan sekam padi sawah, jerami dan sekam padi ladang, batang dan tongkol jagung, batang ubi kayu, serta serat, cangkang, tandan kosong, kernel dan limbah cair yang terdapat di perkebunan kelapa sawit. Hasil analisis dengan pendekatan statistik, menunjukkan bahwa total energi teoritis biomassa yang dapat dihasilkan adalah sebesar 77.466.754,8 Gj/Tahun. Secara teoritis berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 21.518.542,8 MWh/Tahun.Kata Kunci: Biomassa, Potensi Teoritis, Rasio Elektrifikasi
MODEL KEBIJAKAN PENGELOLAAN AGROINDUSTRI BIOENERGI DALAM PERSPEKTIF KELESTARIAN LINGKUNGAN (SOFT SYSTEM METHODOLOGY SEBAGAI SUATU PENDEKATAN) Petir Papilo; M Syamsul Maarif
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 9, No 1 (2015): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya alam yang terbatas dan diperparah pula oleh peningkatan permintaan akan sumber daya energi, memunculkan dampak lebih lanjut pada aspek lingkungan. Sebagai langkah antisipasi, perlu disusun suatu model kebijakan pengelolaan agroindustri bioenergi yang memperhatikan aspek lingkungan. Tujuan utama kajian ini adalah untuk memperoleh gambaran permasalahan atas situasi yang terjadi dalam praktek pengelolaan agroindustri bioenergi serta dampaknya terhadap lingkungan. Beberapa aktor penting diantaranya adalah para petani penggarap lahan, dan konsumen akhir sebagai penerima manfaat produk bioenergi, agroindustri pangan, agroindustri bioenergi dan lembaga swadaya masyarakat sebagai aktor utama yang memliki kepentingan yang berbeda satu sama lainnya. Pemerintah sebagai lembaga pembuat regulasi dan kebijakan, merupakan aktor kunci yang berperan dalam melaksanakan pengendalian dan pengawasan. Pada kajian ini telah dibangun suatu model konseptual yang menggambarkan hubungan aktivitas antar komponen yang berkait dengan menggunakan pendekatan soft system methodology (SSM). Melalui penerapan langkah-langkah SSM telah disusun rencana tindakan yang akan dilakukan berkait dengan pengelolaan agroindustri bioenergi dalam perspektif kelestarian lingkungan.Kata Kunci: CATWOE, Model Konseptual , Soft System Methodology 
ANALISIS DAN PENENTUAN STRATEGI PERBAIKAN NILAI TAMBAH PADA RANTAI PASOK KELAPA SAWIT (STUDI KASUS PROVINSI RIAU) Petir Papilo; Diki Prasetiyo; Misra Hartati; Ekie Gilang Permata; Afdhol Rinaldi
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24961/j.tek.ind.pert.2020.30.1.13

Abstract

Palm oil has become a leading commodity for improving the economy in Indonesia. At present, many people depend their lives on the plantation and oil palm agro-industry sectors through the establishment of supply chain links. In the palm oil supply chain, there are business actors from upstream to downstream. However, nowaday, every actor has different added values ​​for each level. This study aimed to measure the level of added value at each level of the palm oil supply chain and at the same time determine the strategy of added value improvement in the future. Based on calculations made by the Hayami method, added values at the level of independent smallholders, traders, and factories were 18.6%, 20%, and 28%, respectively. While the profits obtained by farmers, traders, and factories were Rp 4,125,900, Rp 56,400,000, and Rp 4,127,324,500, respectively. Then, by using the Non-numerical Multi Expert Multi Criteria Decision Making Method, recommended strategies have been obtained, among others through improving GAP, and development of cooperation and partnerships. Keywords: added value, palm oil, supply chain, strategy
Integrasi Metode IPMS dan SMART System Dalam Pengukuran Kinerja Perguruan Tingi Petir Papilo
Jurnal Teknik Industri Vol. 13 No. 2 (2012): Agustus
Publisher : Department Industrial Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/JTIUMM.Vol13.No2.186-193

Abstract

This study aimed to determine the level of achievement of the organization, performance in education, especially within the scope of a faculty. By using this IPMS method, it has been established over 32 objective strategy to be achieved that were summarized into 9 (nine) aspects are perspectives that exist on the SMART System Model. From the analysis of the priorities that had been made, there are five main factors that became the focus of attention and a critical indicator of success in achieving the vision and mission set by the “X” Faculty.From the measurements that had been performed Faculty performance index values were 3.72 level. Referod to a standard level of achievement, it could be concluded that the achievement of the Faculty “X”, was still far from the expected target, at the 8 to 9 level.
Analisa Pengambilan Keputusan Pemilihan Bahan Dalam Pembuatan Kemeja Menggunakan Metode TOPSIS Afdhol Rinaldi; Nia Rahmadani; Petir Papilo; Silvia Silvia; Muhammad Rizki
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 18, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v18i2.12862

Abstract

Perusahaan “X” merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang tesktil. Salah satu produk yang dihasilkan yaitu kemeja. Pembuatan kemeja ini terdapat 3 jenis bahan yang berbeda. Bahan tersebut yaitu American Drill, Taipan dan Semi Wool. Permasalahan yang ada yaitu untuk mengetahui bahan kemeja terbaik dari ketiga bahan kemeja yang ditawarkan oleh Perusahaan “X” untuk pelanggan. Wawancara dilakukan kepada 10 pelanggan potensial untuk mendapatkan preferensi yang diinginkan oleh pelanggan dan menghasilkan 10 kriteria. Kemudian untuk mengetahui alternatif bahan terbaik untuk pembuatan kemeja dilakukan perhitungan menggunakan Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solutian) sedangkan untuk mengetahui bobot kriteria menggunakan Metode Entropy. Setelah melakukan perhitungan bobot kriteria menggunakan Metode Entropy dan Metode TOPSIS untuk mengetahu rangking dari ketiga bahan kemeja di Perusahaan “X” ini didapatkan hasil bahwa American Drill rangking 1, Taipan rangking 2 dan Semi Woll rangking 3.
Analisa Strategi Pemasaran Dengan Metode BCG (Boston Consulting Group) dan Swot Ekie Gilang Permata; Muhammad Rizki; Petir Papilo; Silvia Silvia; azzahra mahabbah zain
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 17, No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v17i2.12329

Abstract

Lillah Hijab adalah sebuah industri rumahan yang memproduksi berbagai produk fashion seperti produk hijab. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis strategi pemasaran Lillah Hijab dengan menggunakan metode BCG Matrix dan Analisis SWOT. Hasil dari penelitian ini menggunakan matriks BCG dengan menghitung tingkat pertumbuhan pasar bahwa Lillah Hijab terletak pada posisi Question Mark sebesar 14,2 % dan pada perhitungan pangsa pasar relatif bahwa posisi Lillah hijab menghadapi pangsa pasar yang rendah dan terjadi kondisi pertumbuhan yang tinggi dengan nilai sebesar 0,85. Hasil dari analisis SWOT terdapat beberapa bagian yaitu Faktor Internal, Faktor Eksternal, Matrik IE, dan strategi pemasaran yang efektif dalam meningkatkan penjualan Lillah Hijab. Strategi Perusahaan yang Efektif dalam Meningkatkan Penjualan Lillah Hijab adalah dengan Strategi S-O (Strengths-Opportunitties) melakukan kerjasama yang baik kepada karyawan dan distributor, melakukan potongan harga disetiap hari spesial, mempertahankan dan meningkatkan kualitas pada produk. Strategi S-T (Strengths-Opportunitties) menetapkan harga sesuai dengan perubahan harga bahan baku, tetap memperhatikan kebutuhan pelanggan tanpa merugikan perusahaan, dan menambah beberapa jenis produk yang baru dengan memperhatikan kualitas agar dapat bersaing dengan produk yang tidak sejenis maupun yang sejenis. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) menambah modal dengan melakukan kerjasama investor atau melakukan peminjaman kepada bank, melakukan kerjasama dengan agen-agen gunanya untuk memperluas area pemasaran, membuka toko sendiri di perkotaan, serta memperluas pangsa pasar dengan mengikuti strategi penjualan online, yang dan melakukan pengembangan produk agar menarik pelanggan. Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) mengumpulkan informasi dalam pengembangan dan pemasaran produk dan melakukan kerjasama yang baik dengan penyedia bahan baku dan investor agar dapat meningkatkan kapasitas produksi.