Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Efektivitas Filter Quasi-Gaussian DCT untuk Memperbaiki Kualitas Citra Ekokardiografi Riyadi, Slamet
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2014: Prosiding SNIMED 2014
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra ekokardiografi semakin populer dalam dunia kedokteran meskipun citra yang diperoleh mengandung banyak derau sehingga terlihat kurang jelas.Untuk memperbaikinya, berbagai metode telah dikembangkan, salah satunya adalah filter Quasi-Gaussian DCT. Artikel ini bertujuan untuk menguji efektivitas filter tersebut dalam memperbaiki kualitas citra ultra-sound. Pengujian dilakukan dengan mengevaluasi kemampuan filter dalam mengurangi derau menggunakan parameter mean square error (MSE),equivalent number look (ENL) dan speckle suppression index (SSI), mempertahankan informasi citra menggunakan parameter normalized mean (NM), structural content (SC) dan image detail preserving index (IDPC),dan meningkat-kan kualitas citra secara umum menggunakan parameter peak signal to noise ratio (PSNR) dan contrast to noise ratio (CNS). Sebagai pembanding, kemampuan filter lain, yaitu filter mean, median, Frost dan Gaussian juga dievaluasi dalam artikel ini. Secara keseluruhan, berdasarkan parameter-parameter yang dievaluasi, filter Quasi-Gaussian DCT menghasilkan kemampuan
Diving Skill’s Coaching Upaya Pemberdayaan Para Relawan Search and Rescue di Surakarta Lelono, Sarjoko; Sabarini, Sri Santoso; Riyadi, Slamet
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.163 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v15i2.29508

Abstract

Usaha untuk memberdayakan masyarakat agar mereka lebih kreatif dan produktif untuk meningkatkan taraf hidup gencar digaungkan oleh pemerintah. Pemberdayaan masyarakat merupakan proses pembangunan dengan inisiatif dari masyarakat untuk memulai kegiatan dalam upaya memperbaiki situasi dan kondisi yang dihadapi. Relawan adalah sebuah aktivitas yang dilakukan secara mandiri oleh personal maupun kelompok yang didasari atas kemauan sendiri untuk membantu   sesama yang membutuhkan pada saat keadaan darurat atau bencana. Di luar kegiatan Search and Rescue (SAR), relawan tidak memiliki aktivitas lain yang produktif, untuk meningkatkan kesejahteraannya. Diving Skill’s Coaching adalah salah satu upaya untuk memberdayakan para relawan dengan membekali mereka keterampilan menyelam.  Keterampilan tersebut dapat mendukung profesionalismenya sebagai relawan SAR, sekaligus mereka dapat memanfaatkannya dalam berbagai aktivitas lain yang bersifat produktif seperti sebagai life guard, pemandu wisata baik wisata pantai, sungai atau waduk, dan pekerjaan yang lain yang menuntut skillls tersebut. Diving Skill Coaching efforts to empower search and rescue volunteers in surakarta Abstract                                                               Efforts to empower the community to be more creative and productive to improve the standard of living of the people are intensively carried out by the government. Community Empowerment is a development process with the initiative of the community to start activities in an effort to improve the situations and conditions encountered. Volunteers are activities that are carried out independently by individuals or groups based on their own desire to help others who are in need during emergencies or disasters. Outside Search and Rescue (SAR) activities, volunteers do not have other productive activities, to improve their welfare. Diving Skills Training is one of the efforts to empower volunteers by providing their diving skills. These skills can support their professionalism as SAR volunteers, while they can utilize them in various other productive activities such as life guards, tour guides, beach, river or reservoir tours, and other occupations that demand these skills.
ANALISA PENGARUH SUDUT KELUAR SUDU TERHADAP PUTARAN TURBIN PELTON Riyadi, Slamet; ., Mustaqim; Farid, Ahmad
ENGINEERING Vol 7, No 2 (2013): Oktober
Publisher : ENGINEERING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.63 KB)

Abstract

Turbin Pelton merupakan salah satu jenis turbin air yang cocok untuk daerah yang mempunyai tinggi jatuh (head) yang tinggi. Berdasarkan debit air dan head yang tinggi pada sumber mata air inilah maka di buat sebuah turbin air jenis pelton dimana untuk memperoleh putaran dan daya yang maksimal, maka perlu dibuat perencanaan turbin pelton dengan variasi sudut keluar sudu β2 yang berbeda. Pengujian awal dilakukan dengan menggunakan dua nosel dengan variasi sudut keluar sudu β2 10o, 20o , 30o , 40o dan 50o dengan ketinggian air jatuh (head) 16 meter. Pada pengujian ini debit air yang masuk dan keluar nosel konstan dengan kemiringan jatuhan air 85o. Untuk proses pengambilan data dilakukan untuk setiap variasi sudut keluar sudu β1 sebanyak tiga kali dengan variasi sudut masuk sudu β2 10o, 20o , 30o , 40o , dan 50o . Dari hasil pengujian dan analisa perhitungan pada sudut keluar sudu β2 10o, 20o , 30o , 40o , 50o diperoleh putaran 555 rpm , 526 rpm , 479 rpm , 427 rpm , 357 rpm dan daya 192 Watt, 178 Watt, 155 Watt, 130 Watt, 100 Watt. Dengan demikian semakin besar sudut keluar sudu β2 yang digunakan maka semakin kecil putaran dan daya yang akan diperoleh Kata kunci : Turbin Air Pelton, Sudut Keluar Sudu, Putaran Turbin.
ANALISIS PEMEKARAN WILAYAH DAN POTENSI KONFLIK DI KABUPATEN DONGGALA Riyadi, Slamet
Academica Vol 1, No 2 (2009)
Publisher : Academica

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.556 KB)

Abstract

Pemekaran wilayah di lokasi penelitian sangat direspon olehmasyarakat. Terbukti dari 100 responden yang di wawancara dikedua lokasi penelitian rata-rata 66% memberi persetujuan akanterjadinya pemekaran wilayah didaerahnya, dengan alasan bahwapemahaman mereka dilandasi pemekaran wilayah membawa anginperubahan baik pada tingkat kesejahteraan maupun kemudahandalam mengakses layanan publik. Namun ada juga (34%) yang tidaksetuju, dengan alasan bahwa pemekaran wilayah sebenarnya bukanuntuk kepentingan masyarakat kecil namun untuk para elit politikmaupun elit birokrat .Konflik pada daerah pemekaran pada lokasi penelitian disebabkan,tidak puasnya masyarakat dan elit-elit politik tertentu pada pascapemekaran. Menurut hasil penelitian seperti tidak meratanya kursikekuasaan, pemerataan pada akses-akses potensial serta masih sulitmengakses layanan publik seperti yang dijanjikan pada PRApemekaran (kampanye pemekaran wilayah).Dari hasil penelitian, ditemui fakta bahwa konflik yang terjadi didaerah penelitian lebih dominan issunya tapal batas (batas wilayah).Hal ini didasari bahwa adanya keragu-raguan pemerintah dalammenentukan tapal batas (54%), apalagi wilayah yang disengketakanseperti di Kecamatan Sindue (desa Lero) mengandung emas dantelah ada penambangan rasional. Desa tersebut belum jelas bataswilayah karena masih dilingkari oleh kepentingan penentu kebijakan(birokrat lokal).
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIOLOGI MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERJANGKA BERWAWASAN SETS (SCIENCE ENVIRONMENT TECHNOLOGY AND SOCIETY PADA KELAS IX A SMP NEGERI 2 JATIPURNO TAHUN 2009 Riyadi, Slamet
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11285.903 KB)

Abstract

ABSTRAK Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah terjadi pergeseran struktur program dan pendekatan pembelajaran dari bentuk konvensional ke bentuk yang adatif,  keatif, inovatif,efektif, menyenangkan dan bermakna. Untuk mencapai sasaran tersebut pembelajaran IPA khususnya biologi tidak mungkin hanya dipandang sebagai sosok pengetahuan verbal abstrak sehingga siswa hanya diarahkan sebagai kolektor temuan ahli biologi. Untuk itu pengalaman empiris sebagai subyek belajar sangat diperlukan sehingga pemaharnan siswa harus mereka bangun sendiri dengan situasi dan strategi yang didesain oleh guru sebagai fasilitator. Rumusan rnasalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah : apakah pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS (Science Environment Tehnology and Society) dapat meningkatkan prestasi belajar biologi kelas IX A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009? Tujuan penelitiaan tindakan kelas ini adalah (1) meningkatkan prestasi belajar biologi kelas IX A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009, (2) menyajikan proses pembelajaran yang adaptif, inovatif, kreatif efektif menyenangkan dan bermakna, (3) melaksanakan pendidikan kecakapan hidup (life skill education) dan pendidikan berbasis masyarakat. Cara pemecahan masalah yang di tawarkan dalam proses pembelajaran ini adalah : (1) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS, (2) Sedangkan langkah-langkah kegiatan dalam pelaksanaan PTK ini direncanakan empat siklus meliputi : (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi, (d) refleksi. Dari seluruh rangkaian kegiatan menunjukan bahwa pendekatan pembelajaran berjangka berwawasan SETS dapat : (1) rneningkatkan prestasi belajar biologi kelas X A SMP Negeri 2 Jatipurno Tahun 2009, (2) rnenyajikan proses pembelajaran yang dinamis, kreatif, inovatif,  efektif, menyenangkan dan bermakna, (3) rnelaksanakan pendidikan kecapan hidup (life skill education) dan pendidikan berbasis masyarakat. Kata kunci : Prestasi Belajar, Pembelajaran Berjangka berwawasan SETS.
PENGARUH KOMPENSASI FINANSIAL DAN NON FINANSIAL TERHADAP KOMITMEN KARYAWAN PADA PERUSAHAAN SWASTA DI JAWA TIMUR Riyadi, Slamet
DiE: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Manajemen Vol 6 No 2 (2010)
Publisher : Program Doktor Ilmu Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/die.v6i2.125

Abstract

The study  empirically  of  the  research  to  examined  the  effect  of :  1. Financial compensation  toward commmitment, 2.  Non_financial compensation  toward commmitment, and 3. Financial compensation  and Non_financial compensation  toward commmitment. The Population this research come from 86 employeee’s privat company at East Java Regency, there are from services and trading sector, production sector, and construction sector. The respondent to analysis 71 employees or response rate 83%. The statistical data analysis used here is the Statistical Package for the Social Science (SPSS) Version 15.0.  The result indicated that out of the 3 (three) hypotheses proposed, All of them hypotheses can be significantly accepted. 1. The financial compensation  was found to have a significant effect on commmitmen at a = 5% and determination coefficient (R2) =  85,6%, 2. Significantly the non financial compensation  affected commmitment at a = 5% and determination coefficient (R2) =  94,1%, 3. And the finally the financial compensation  and non financial compensation  can be significant effect on commmitment at a = 5% and determination coefficient (R2) =  94,1%. Keywords :   Financial Compensation, Non_Financial Compensation, and  Commmitment
The Relationship between Andropause and Anxiety in males in Jebres Subdistrict, Surakarta Putriana, Raja Amelia; Iryawan, Andri; Riyadi, Slamet
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 1, No 2 (2012): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.111 KB)

Abstract

Background: Andropause is a changes that occurs due to males because of  reduction of testosterone levels. These changes is not only in the physical aspect, but also the psychological aspect. This study aims to determine the relationship between andropause with anxiety in males.Method: This research is a analytical observational research with the approach of cross sectional.  The sample was taken using purposive random sampling after being selected based on the inclusion and exclusion criteria of research and the sample could not be selected when the result of L-MMPI ≥ 10. The subject filled in (1) curriculum vitae form and informed consent, (2) L-MMPI questionnaire to find out the respondent’s truthfulness in filling in questionnaire, (3) ADAM questionnaire as an early screening andropause and  (4) T-MAS questionnaire to find out the anxiety score. 60 subject of  research were obtained as the data and analyzed using with Chi Square and Coefisien Contingency (C).Result: The data analysis, with α = 0,05, shows p = 0,06 which means p > 0,05 and C = 0,324 or 32,4%.Conclusion: This study revealed that there is no significant correlation between andropause and anxiety in males (p > 0,05).Keywords: Andopause, Anxiety
Hubungan Antara Andropause Dengan Insomnia Pada Pria Di Kecamatan Jebres Surakarta Putri, Wiharesi; Iryawan, Andri; Riyadi, Slamet
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 1, No 2 (2012): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.111 KB)

Abstract

Background: Andropause represents the symptoms and signs due to the lower rate of testosteron that happened slowly along with increasing the age. One of the symptoms is vasomotor disorder, that is called hot flashes. The presence of hot flashes can be result to insomnia in males with andropause. Number of  andropause’s prevalence which tend to high in some area in Indonesia can indicate the amount of adult men that suffer from insomnia. This research aim to prove that there is a correlation between andropause and insomnia, especially at Subdistrict Jebres Surakarta. Method: This analytic qualitative observational study uses cross-sectional method was held in Subdistrict Jebres Surakarta. Subjects in this study are males with inclusion and exclusion criterias. Sixty males (above 40 years old) were chosen to participate in this study by purposive random sampling (30 males with andropause and 30 males without andropause). Data were collected through self-administered questionnaire. Collected data were analyzed using Chi Square (X2) test and Contingency Coefficient (C) test. Result: The data analysis, with α = 0.05, shows p = 0.003 which means p < 0.05 and C = 0.36 or 36 %. Conclusion: There is a correlation between andropause and insomnia in males at Subdistrict Jebres Surakarta (p < 0.05, C = 0.36), where the number of insomnia’s prevalence is bigger at andropause’s group. Keywords: andropause, insomnia, hot flashes 
Stres Psikis Tidak Berkaitan dengan Timbulnya Sindrom Premenstruasi Winoto, Cherryl Martha Christina Anggreani; Riyadi, Slamet; Iryawan, Andri
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 2, No 3 (2013): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.115 KB)

Abstract

Background:High school students have a potential risk of stress that caused by the demands of their school life. Stressors increased when they were in grade XII in which they would do national exam. Stress condition have a negative impact on their health, one of which will cause occurenceof premenstrual syndrome. The aim of this research was to investigate the relationship between psychological stress before doing national exam and premenstrual syndrome. Methods:The research design of this study was analytical descriptive with cross sectional approach. The subjects were female students in grade XII who took a special course for preparing National Exam at Surakarta. Data was collectedby used purposive random sampling technique. There were 60 female students to fill the questionnaires, 30 students as stress group and the other were control group. Collected data was annalizedwithFisher’s Exact formula.   Results:In stress group, there were 28 students with premenstrual syndrome and 2 students without premenstrual syndrome. In control group, there were 26 students with premenstrual syndrome and 4 students without premenstrual syndrome. Result of the statistical test provided there was no relationship between stress and premenstrual syndrome (p = 0.671).Among the samples, there were 49 students with anxiety and the statistical test suggested there was relationship between anxiety and premenstrual syndrome (p = 0.008) Conclusions:This result provided there was no relationship between psychological stress before doing national exam and premenstrual syndrome for senior high school female students at special course in Surakarta. For further research, it is recommended to classified stress as mild, moderate, severe and extremely severe. Keywords:psychological stress; national exam; premenstrual syndrome. 
Hubungan Antara Stres Psikis Menjelang UAN dan SNMPTN dengan Kejadian Fluor Albus pada Siswi SMA Peserta Bimbingan Belajar Fransisca, Jeanne; Indrayanto, Yoseph; Riyadi, Slamet
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 2, No 3 (2013): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.115 KB)

Abstract

Background: The incidence number of psychological stress before UAN and SNMPTN in XII grade of high school students is quite high. This is so adverse because psychological stress itself could affect students’ health. For example, psychological stress could be a cause of whitish or fluor albus in female students. If this is ignored, it would be dangerous. For those reasons, this research was done to reveal the relation between psychological stress before UAN and SNMPTN to fluor albus incidence in female high school study course participants. Methods: The method of this research was analytical observation with cross sectional approach. The subject was female high school students grade XII and participants of study course in Surakarta. Author used purposive sampling as sampling technique and to gather the data author usedLie-Minnesota Multiphasic Personality Inventory (L-MMPI) questionnaires, anxiety facing UAN and SNMPTN questionnaires, DASS42 questionnaires, and fluor albus incidence questionnaires. Data were collected from 60 samples and was analyzed by Chi Square (X2) test and Coefficient Continquency (CC. Results: From this research, author obtained X2 score value(5,406) is bigger than X2 tablevalue (3,841) with signification rate (α) = 0,05 and independence degree (df) = 1. As for the p value obtained (0,02) is smaller than the significance level which is already defined previously (0,05). Those were shown that H0 was rejected. Data analysis was continue to Coefisien Continquency (CC) test which then obtained the value of CC = 0,287. It means that the relation is weak. Conclusion: There was a weak relation statistically between psychological stress before national examination (UAN) and national university entrance examination (SNMPTN) to fluor albus incidence in female high school study course participants. Keywords: Psychological Stress, UAN, SNMPTN, Fluor Albus