Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI DI KAWASAN HUTAN RAKYAT DUSUN MURPAYUNG DESA SIGAR PENJALIN KABUPATEN LOMBOK UTARA I Wayan Sumantra; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3631

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) dan Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) vegetasi di kawasan Hutan Rakyat pada Kelompok Tani Hutan Beriuk Patuh Dusun Murpayung Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, dengan pengambilan data menggunakan metode Garis berpetak yang merupakan modifikasi dari petak ganda atau cara jalur. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk tingkat pohon dengan jumlah vegetasi yang ditemukan sebanyak 58 jenis, INP tertinggi berturut-turut adalah Kelapa 49,18%, Mente 30,78%, Ulam 20,65%,Udu/Kalimuru 19,13%, dan Gmelina 16,14%. Pada tingkat tiang terdapat 45 jenis dengan INP tertinggi Gmelina 114,15%, Mente 38,00%, Ulam 17,40%,Pinang 12,63%, dan Mahoni 11,18%. Untuk tingkat pancang ditemukan 41 jenis dengan INP tertinggi adalah Gmelina 72,0%, Mahoni 24,3%, Ulam 17,3%, Mangga Hutan 13,8%, dan Mente 8,7%. Dan untuk tingkat semai ditemukan 40 jenis dengan INP tertinggi berturut-turut adalah Ulam 47,8%, Gmelina 21,2%, Mangga Hutan 18,0%, Putat 11,7%, dan Kumbi 10,6%. Sedangkan untuk nilai Indeks Keanekaragaman Jenis (H’) untuk tingkat pohon adalah 3,16 yang berarti tinggi yang menunjukkan bahwa ekosistem di kawasan Hutan Rakyat tersebut adalah baik. Untuk tingkat tiang H’ adalah 2,275, tingkat pancang H’ 2,094, dan tingkat semai H’ 2,692, yang berarti bahwa keanekaragaman jenis pada masing-masing tingkat tersebut adalah sedang.
POTENSI STRUKTUR DAN KEANEKARAGAMAN JENIS VEGETASI PADA OBYEK WISATA ALAM AIR TERJUN BENANG KELAMBU DAN BENANG STOKEL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG RINJANI DUSUN PEMOTOH DESA AIK BERIK SEPAGE KECAMATAN BATU KLIANG UTARA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Raden Roro Narwastu Dwi Rita; Yulia Ratnaningsih
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 2 No. 4 (2016): Desember 2016
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Rinjani protected forest area in the hamlet village of Aik Berik Pemotoh Sepage, Batu Kliang North Central Lombok regency are potential natural attractions that water falls benang kelambu and benang Stokel. Of forest areas in the villages Aik Berik has springs that most flows to Central Lombok and West Lombok, two waterfalls has beauty and the beauty and rich flora and fauna. Both these waterfalls make the village Aik Berik as a natural tourist destinations, this waterfall as there are only two in the world, namely in yarn nets and in Japan. The purpose of this study was to determine the potential of the type - the type of vegetation (names of types of vegetation, Values Important Type and index of species diversity in the area of nature Waterfall benang kelambu and Waterfall benangStokel. Types of data collected are primary and secondary data, vegetation data collection used for the analysis of vegetation and species diversity index line method terraced and species diversity index Krebs (1985), for inventory of wildlife using line transect and observation areas along the waterfall. From the analysis conducted vegetation index highest important value for the rate is dadap tree (Erythrina variegate) 57.3%, Lembokek (Ficus septic) 24.78%, Sonokeling (Dalbergia latifolia) 19.31% and Goak (Ficus fistula) 19 07%. To level the pole highest importance value index is Terep (Arthocarpus elasticus) 98.37%, Kepundung (Baccavre racemosa) 59.26%, Brother Bong-bong Lempinyu 17.36% and 15.28%. To saplings highest importance value index is Banana (Musa parasidiaca) 61.22%, Rotan (Daemonorops sp) 31.73%, 17.54% and brother Bongbong Coffee (Caffea sp) 15.18%. And for seedling highest importance value index is Kepundung (Baccavre racemosa) 39.65%, Rotan (Daemonorops sp) 38.92%, 32.47 Lempinyu and Coffee (Caffea sp) 23.53%. Value, biodiversity at the level of the tree (H) 2.902 can be categorized as high, .sedangkan for poles H '2, saplings H' 1,783 and for seedling H '1,895 species diversity is moderate.
ANALISIS POTENSI KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI TAMAN WISATA ALAM SURANADI Marjuardi Zaen; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i1.3633

Abstract

Tujuan dari penelitian untuk mengetahui indeks kaenekaragaman jenis burung,  mengetahui keapadatan burung dan mengetahui kelimpahan burung di kawasan Wisata Alam Suranadi. Metode penelitian adalah metode transek jalur dan pengamatan cepat, metode ini menggunakan panjang dan lebar jalur yang di sesuaikan dengan kondisi topografi dan kerapatan tegakan.Hasil penelitian menunjukkan indeks keanekaragaman jenis burung di kawasan Wisata Alam Suranadi adalah 2, dengan kriteria 1< H’ < 3yang artinya sedang. Kepadatan burung 0,0573 (individu/m²) dan Kelimpahan Burung di Kawasan Wisata Alam Suranadi adalah jenis burung Walet Linchi (Collocalia linchi) memiliki total indeks kelimpahan tertinggi 34,9%, Cabai Lombok (Dicaeum maugei) 17,4%, Layang-layang batu (Hirundo tahiticia) 11,3%, Bondol jawa (Lhoncura leucogastroides) 7,9%, Gelatik batu kelabu (Parus major) 4,5%, Madu sriganti (Nectarinia jugularis) 4,2%, Isap madu topi Australia (Lichmera indistinct) 4,0%, Bentet kelabu (Lanius schach) 2,6%, Raja udang biru (Alcedo coerulescens) 1,7%, Kacamata laut (Zosterops Chloris) 1,6%, Burung gereja erasia (Passer montanus) 1,6%, Isap madu topi sisik (Lichmera lombokia) 1,6 %, Cici padi (Cisticola juncidis) 1,5%, Bondol hijau (Erytrura gouldiae) 1,5%, Raja udang punggung merah (Ceyx rufidorsa) 1,2%, Gemak loreng (Turnix suscitator) 0,5%, Celapuk rinjani (Otus jolandae) 0,4%, Kacamata gunung (Pleci Montanus) 0,4%, Delimukan zamrud (Chalcophaps) 0,3%, Bubut alang-alang (Centropus bengalensis) 0,2%, Kancilan bakau (Pachycephala grisola) 0,2%, Gagak hutan (Corvus enca) 0,2% dan yang terendah Elang Bondol (Haliastur Indus) 0.1%.
Pemberdayaan Kelompok Karang Taruna Desa Kekait Pucang dalam Optimalisasi Investasi Gaharu dari Jenis Gyrinops Versteegii I Gde Adi Suryawan Wangiyana; Raden Roro Narwastu Dwi Rita; Yulia Ratnaningsih; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2: November 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v5i2.463

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tentang pengelolaan budidaya gaharu sebagai investasi prospektif bagi anggota Kelompok Karang Taruna di Desa Kekait Puncang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan dua tahap, yaitu tahap teori dan tahap praktek. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa anggota kelompok Karang Taruna Kekait Puncang telah memahami diversifikasi produk dari skema investasi gaharu dan metode pemanfaatan produk-produk tersebut dari berbagai organ gaharu. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa anggota Kelompok Karang Taruna Kekait Puncang telah memahami produk investasi gaharu dan juga telah memulai investasi gaharu dengan pengelolaan pembibitan gaharu yang baik. Uraian detail terkait hasil kegiatan disajikan dalam badan artikel ini.Empowerment of Karang Taruna Group of Kekait Pucang Village on Optimization of Agarwood Investment from Gyrinops Versteegii SpeciesAbstractThis community service aims to provide training on the management of agarwood cultivation as a prospective investment for members of the Karang Taruna Group in Kekait Puncang Village. This community service uses two stages, namely the theory stage and the practical stage. The results of this activity indicate that the members of the Karang Taruna Kekait Puncang group have understood the product diversification of the agarwood investment scheme and the methods of using these products from various gaharu organs. Based on the results of the activity, it can be concluded that the members of the Puncang Kekait Youth Organization have understood the investment product of agarwood and have also started agarwood investment with good management of agarwood nurseries. Detailed descriptions related to the results of the activities are presented in the body of this article.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN OBAT DI ZONA KHUSUS TAMAN NASIONAL GUNUNG TAMBORA KABUPATEN DOMPU Ardiansyah Ardiansyah; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i2.3661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat, manfaat dan cara penggunaan tumbuhan obat, serta untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemanfaatan tumbuhan obat pada masyarakat zona khusus TNGT dusun tompo desa tolokalo kecamatan kempo. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan koleksi langsung di lokasi. Pengetahuan tentang tumbuhan berkhasiat obat berdasar pada pengalaman dan keterampilan yang secara turun temurun telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad. Hasil wawancara yang dilakukan secara mendalam terhadap warga Dusun Tompo, diperoleh informasi bahwa tingkat pengetahuan warga akan manfaat tumbuhan obat relatif sama dan merata. Sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan akan manfaat tumbuhan obat telah menjadi budaya yang mengakar dalam kehidupan warga Dusun Tompo. Budaya ini tentunya menjadi suatu kekuatan kearifan lokal yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik.
STUDI PERILAKU INDIVIDU JANTAN ALFA MONYET EKOR PANJANG (Macaca Fascicularis) DI TWA GUNUNG PENGSONG KABUPATEN LOMBOK BARAT Ferry Jawadi; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v2i1.3651

Abstract

Monyet ekor panjang merupakan salah satu jenis perimata yang dapat berdiri duduk, berjalan tegak, dan menggunakan tangannya untuk untuk berbagai keperluan. Mereka menggunakan jari-jari tangan untuk menggenggam, menggelantung, mengambil sesuatu, memasukan makanan ke dalam mulut, mengusap, menggaruk, dan melempar sesuatu (Arief, 2011). Pengetahuan tentang Monyet ekor panjang ini sangat penting sebab spesies ini memiliki nilai ekonomi dalam bidang biomedis, namun ia memiliki dampak negatif karna sering menjadi hama dan membahayakan dalam perilaku hariannya. Sebagai upaya berkontribusi pada penelitian perilaku harian monyet ekor panjang di Taman Wisata Alam Gunung Pengsong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana, perilaku harian pada monyet ekor panjang (Macaca Fascicularis) yang ada di Gunung Pengsong. Metode penelitian yang digunakan adalah Focal Animal Sampling Metode ini lebih berguna untuk mendeteksi perbedaan perilaku antara individu dalam kelompok sosial atau dalam menggambarkan pola interaksi sosial yang terjadi. Hasil penelitian perilaku harian individu jantan alfa monyet ekor panjang (M. Fascicularis) di TWA Gunung Pengsong. Teramati makan (feeding), istirahat (resting), bergerak pindah (moving), sosial (social)yang meliputi (bermain, mencari kutu, agonistik (berkelahi), dan Kawin). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku harian dari individu jantan alfa monyet ekor panjang di TWA Gunung Pengsong. Teramati aktivitas paling sering dilakukan adalah perilaku sosial (social) meliputi perilaku (bermain, mencari kutu, agonistik (berkelahi), kawin) sebanyak 37,93%, untuk perilaku bergerak pindah (moving) sebanyak 27,59%, dan perilaku makan (feeding) sebanyak 22,41% perilaku yang agak jarang yakni perilaku istirahat (resting) dilakukan sebanyak 12,07% dari waktu aktif dan total aktivitas hariannya.
IDENTIFIKASI JENIS VEGETASI DAN POLA AGROFORESTRY DI HUTAN RAKYAT DESA JURIT BARU KECAMATAN PRINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Sintiya Putri Ikhwan; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v1i2.3641

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan disekitar Hutan Rakyat Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan, yaitu pada bulan April sampai bulan Mei tahun 2018. Penempatan jalur dilakukan dengan streep sampling with random start, dimana untuk menentukan jalur pertama ditentukan secara acak sedangkan jalur berikutnya dilakukan secara sistematik dengan jarak antar jalur 50 m. Jalur yang dibuat petak dengan ukuran 20 x 20 m. Jumlah pemilik kawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru sekitar 315 orang, dengan luas keseluruhan Hutan Rakyak Desa Jurit baru yaitu 274.01 ha, untuk sampling plot 10% sehingga diperoleh 32 orang pemilik Hutan Rakyat, sehingga jumlah plot yang digunakan adalah sebanyak 32 plot. Dikawasan Hutan Rakyat Desa Jurit Baru terdapat 27 jenis vegetasi dan 15 jenis tumbuhan bawah. Sebagian besar yang dimanfaatkan bagian kayunya yaitu sebagai kayu bakar. Indeks nilai penting untuk tingkat pohon terbanyak adalah Kelapa (Cocos Nucifera) 63.66. Untuk Indeks nilai penting tingkat tiang terbanyak adalah Jati putih (Gmelina arborea) 58.93. Untuk indeks nilai penting tingkat pancang terbanyak adalah pisang (Musa paradisiae) 41.01. Sedangkan untuk tingkat semai indeks nilai penting terbanyak adalah Mahoni (Swietenia Macrophylla) 72.74 dan Tumbuhan bawah yang memiliki jumlah individu terbanyak adalah Nanas (Ananas comosus) 979 buah. Pada hutan rakyat Desa Jurit Baru Kecamatan Pringgasela pola tanam agroforestry yang diterapkan oleh masyarakat sekitar sebagian besarnya menggunakan pola agroforestry pembatas dengan jumlah 13 lahan, pola agroforestry campuran jumlahnya 13 lahan dan yang menggunakan pola agroforestry baris 6 lahan. Dari total lahan yang di amati berjumlah 32 lahan
IDENTIFIKASI JENIS ANGGREK (Orcidaceae) DI KEBUN RAYA LEMOR DESA SUELA KECAMATAN SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Moh. Januar Rinaldi; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i1.3685

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui jenis-jenis anggrek endemik lombok dan yang bukan endemik yang terdapat di blok koleksi taman anggrek kebun raya lemor Desa suela Kecamatan suela. Kabupaten Lombok  Timur.2, Untuk Mengetahui jenis Anggrek berdasarkan Habitatnya yang ada di kebun raya lemor 3.  Mengetahui jenis-jenis tumbuhan yang menjadi penopang setiap jenis anggrek yang terdapat di blok koleksi taman anggrek kebun raya lemor.Desa suela Kecamatan suela.KabupatenLombok Timur. . Metodologi Penelitian Penelitian yang dilakukan yakni penelitian dengan pendekatan kualitatif dan bersifat deskriptif, Terdapat 2 jenis Anggrek yang merupakan endemik Lombok yaitu vanda lombokensis dan Dendrobium rinjaniense. Sedangkan yang teridentifikasi hanya vanda lombokensis.ciri khas bunga anggrek endemik lombok ini terdapat pada warna dasar kelopak bunga, yakni putih dan kuning serta totolnya yang khas dengan warna cokelat dan merah..dan terdapat pula anggrek bukan endemik Lombok yang teridentifikasi sebanyak 58 jenis. Jenis Anggrek berdasarkan Habitatnya di temukan yaitu epipit, terrestrial jumlah jenis epipit sendiri sebanyak 38 jenis dan jumlah terrestrial 22 jenis. Dan di temukan ada 6 penopang untuk anngrek yaitu Mangga,jambu batu,rambutan,jabon ,kamboja,jeruk.
STUDI KOMPOSISI JENIS TANAMAN DAN SISTEM PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI AREAL HUTAN RAKYAT DUSUN PRABA, DESA BATU MEKAR, KECAMATAM LINGSAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Maria Ulfa Hamrat; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 4, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v4i2.4857

Abstract

Dusun Praba merupakan hutan yang dikelola secara mandiri oleh petani dimulai dari pengadaan bibit hingga panen. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui persentase komposisi jenis tanaman dan sistem pengelolaan dari hutan rakyat tersebut. Metode pengambilan sampel adalah dengan metode intensitas sampling yang  menetukan besarnya sampel sebanyak 10% dari luas lahan hutan rakyat, dengan luas lahan sebesar 21,2 ha yang kemudian dibuat plot sebanyak 53 plot, dengan ukuran plot 20 m x 20 m dan jarak antar plot sepanjang 50 m, kemudian dengan pemberian kuesioner kepada responden berupa petani pemilik lahan sebanyak 24 orang.Berdasarkan hasil penelitian  komposisi jenis tanaman dan sistem pengelolaan agroforestri hutan rakya Dusun Praba.  Persentase (%) komposisi jenis tanaman pada hutan rakyatditemukan ada sebanyak 38 jenis tanaman didalamnya. Tanaman kehutanan 10 jenis dengan nilai (2,75%), yang mendominasi adalah jenis Mahoni (Swietenia macrophylla) (1,29%), tanaman pertanian 7 jenis dengan nilai (70,6%), yang mendominasi adalah jenis Keladi (Caladium)(45,7%), tanaman MPTS 21 jenis dengan nilai (26,6%) yang mendominasi adalah jenis Manggis (Garciniamangostana L.) (4,49%).  Pengelolaan hutan rakyat Dusun Praba menggunakan sistem pengelolaan agrofrestri dengan 2 sistem yaitu sistem agrosilvikultur dan agrosilvopastur.
IDENTIFIKASI BENTUK STRUKTUR DAN PERAN HUTAN KOTA SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR. Ilwan Ilwan; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 3, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v3i2.3696

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui identifikasin bentuk struktur ruang terbuka hiju kota hutan kota selong. 2, Untu megetahui peran hutan kota Selong bagi masyarakat kota Selong. Metodologi Penelitian : Penelitian yang dilakukan yakni penelitian dengan pendekatan  kualitatif dan bersifat deskriptif, Tehnik pengumpulan data : Untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk dan struktur hutan kota melalui surve lapangan. Untuk data peranan hutan kota diperoleh dengan penyebaran kuisoner kepada masyarakat sekitar kawasan, yang dipilih secara eksidentil pengunjung yang ada pada saat penelitian dilakukan, Teknik analisis data : Kuisoner terkait fungsi hutan kota yaitu: aspek ekologis, aspek lansekap dan aspek estetika, ditabulasikan dalam bentuk table sekor. Penentuan katagori penilaian dipergunakan berdasarkan skala likrets Klasifikasi penilaian ada 5 tingkat nilai 1 (sangat tidak baik), 2 (tidak baik), 3 (cukup baik), 4 (baik), 5 (sangat baik). Penentuan klas nilai ini dengan menentukan range nilai rata-rata. Range nilai rata-rata = selisih nilai rata-rata tertinggi dengan nilai rata-rata terendah, sebagai dasar penentuan klasifikasi penelitian, Kesimpulan : 1. Bentuk dan struktur hutan kota selong dari keduanya  Taman Rinjani dan Taman tugu yaitu memiliki bentuk bergerombol atau  menumpuk, yaitu hutan kota dengan komunitas vegetasinya terkonsentrasi pada suatu areal dengan jumlah vegetasinya minimal 100 pohon dengan jarak tanam rapat yang tidak beraturan dengan struktur tumbuhan kecil, sedang dan besar, 2. Hasil dari responden yang berada di Taman Rinjani Kota Selong dengan hasil persentase tertinggi dari : aspek ekologis yaitu Baik 39%,  aspek lanskap yaitu Baik 35%, dan aspek estetik yaitu Baik 44% Sedangkan di Taman Tugu Kota Selong aspek ekologi yaitu Cukup Baik 46%, aspek lanskap yaitu Baik 42% dan aspek estetika yaitu Baik 45%.