Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

SIMULASI NUMERIK DISTRIBUSI POLUSI UDARA DALAM RUANGAN Bowo Yuli Prasetyo; Arda Rahardja Lukitobudi; Ade Suryatman Margana
Jurnal Teknologi Terapan Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v8i1.377

Abstract

The kitchen is a vital area that provides energy sources through food processing for residences. However, the cooking process can also produce pollutants that are harmful to the body. This study aims to investigate the concentration and distribution of contaminants (CO and CO2) generated from the kitchen to all rooms in the house. In addition, Air temperature and velocity are investigated to observe their relationship with the distribution of pollutants. The investigation procedure utilizes a numerical simulation of a dwelling with two different ventilation cases. The simulation results show no significant difference in air velocity between the two cases. While the addition of natural ventilation in the kitchen area can reduce CO and CO2 concentrations throughout the room by 25.8% and 24.9%, respectively. On the other hand, the indoor air temperature can also be reduced by 4.9% with the same treatment. In conclusion, the addition of a window in the kitchen area has a significant impact on reducing temperature and pollutant concentrations all over the room.
Uji Eksperimental Sistem Kompresi Uap Mini Water Chiller Untuk Kabin Penyimpanan Pendinginan Produk dengan Metode Ice Bank Ade Suryatman Margana; Arda Rahardja Lukitobudi
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.215 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2027

Abstract

Kebutuhan manusia akan Alat Pendingin semakin meningkat setiap tahunnya, baik digunakan sebagai pengkondisi kenyamanan termal maupun tempat penyimpanan produk. Alat pendingin ini merupakan kontributor tunggal terbesar untuk penggunaan energi listrik terutama pada siang hari musim panas. Sehingga diperlukan solusi untuk dapat menghemat energi dan biaya dalam penggunaannya. Solusinya adalah Alat Pendingin dengan metode Ice Bank merupakan sistem yang efektif dalam penghematan penggunaan daya energi listrik dan konsumsi daya energi listrik, dimana dalam metode Ice Bank terdapat penyimpanan media pendingin sekunder berupa air didalam thermal storage yang telah dikondisikan sampai 0oC, yang nantinya akan digunakan untuk pendinginan terutama pada waktu beban puncak. Dari hasil perhitungan dan analisis pada sistem Alat Pendingin metode Ice Bank didapat nilai COPactual rata-rata sebesar 3.32 sedangkan COPcarnot rata-rata sebesar 5.94, sehingga nilai efisiensi yang didapat dari sistem refrigerasi metode Ice Bank adalah sebesar 55.96%. Untuk perbedaan biaya dilakukan perhitungan daya konsumsi energi ketika proses charging dan proses discharging. Konsumsi daya energi total selama 4 jam proses charging adalah 1,601 kWh dengan tarif sebesar Rp. 1615,46 Sedangkan untuk proses discharging selama 4 jam adalah 0,0096 kWh dengan tarif Rp. 8,55. Dari hasil perhitungan Alat pendingin ini dapat menghemat energy listrik sebesar 1600 kWh.
Analisis Perbandingan Kinerja Mesin Pendingin (Chiller, Cooling Tower, dan Air Handling Unit) Sebelum dan Sesudah Maintenance di Transmart Buah Batu Risma Safytri; Ade Suryatman Margana; A.P Edi Sukamto
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.536 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2031

Abstract

Perawatan pada mesin pendingin dan pengondisian udara di pusat perbelanjaan/mall sangat dibutuhkan guna mempertahankan kinerja dan memastikan mesin tersebut dalam kondisi yang baik sehingga mampu melaksanakan proses yang telah direncanakan. Dalam usaha untuk dapat menggunakan fasilitas kegunaan mesin tersebut secara kontinu, maka staff gedung Transmart Buah Batu melakukan kegiatan preventive maintenance yang meliputi pengecekan dan perbaikan apabila terjadi kerusakan serta penyesuaian atau pergantian komponen pada mesin tersebut Untuk menganalisia bagaimana kinerja mesin maka dilakukan pengambilan data yakni pada saat sebelum dan sesudah proses maintenance dimana setelah itu kemudian dilakukan perhitungan terhadap datadata tersebut untuk mengetahui besar nila kinerja chiller, kapasitas pendinginan cooling tower dan kapasitas pendinginan AHU. Berdasarkan hasil perhitungan data sebelum dan sesudah maintenance didapatkan hasil naiknya nilai COP chiller setelah kegiatan maintenance, yakni dari besar COP sebelum maintenance ialah sebesar 5,59 COP dan untuk setelah maintenance ialah 7,1. Hal tersebut juga diiringi dengan penurunan konsumsi energi chiller dimana konsumsi energi chiller sebelum maintenance ialah sebesar 0,63kW dan untuk setelah maintenance sebesar 0,55kW. Sementara untuk nilai kapasitas cooling tower baik sisi udara dan sisi airmengalami kenaikan setelah maintenance sebesar 271,26kW dari nilai awal sebesar 1239,45kW menjadi 1510kW pada sisi air, dan sebesar 13,22kW dari nilai awal sebelum maintenance sebesar 13,22kW menjadi 37,47kW pada sisi udara. Dan untuk besar kapasitas pendinginan AHU mengalami penurunan di tiap lantai nyayakni untuk nilai kapasitas pendinginan AHU sebelum maintenance lantai ground, L1, L2 dan L3 berturut-turut ialah 10,39kW, 21,7kW, 21,7kW, 21,7kW. Sementara nilai kapasitas pendinginan AHU setelah maintenance 2,09kW, 6,47kW, 6,47kW.
Analisis Audit Energi Sistem Tata Udara Pada Chiller, Cooling Tower, dan Air Handling Unit di Gedung Transmart Buah Batu Yulianti Andini; Ade Suryatman Margana; Apip Badarudin
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 11 No 1 (2020): Prosiding 11th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.911 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v11i1.2033

Abstract

Sistem tata udara pada gedung pusat perbelanjaan atau mall merupakan konsumen energi terbesar. Sedangkan sesuai dengan peraturan pemerintah no 70 tahun 2009 tentang konservasi energi mewajibkan penggunaan energi dilakukan secara hemat dan efisien. Oleh karena itu, dilakukan analisa audit energi sistem tata udara untuk mengetahui besarnya konsumsi energi pada bangunan gedung dan mengetahui peluang penghematannya. Pada penelitian di gedung Transmart Buah Batu ini, sistem tata udara yang diaudit adalah 1 unit water cooled chiller, 1 unit cooling tower, dan 4 Air Handling Unit (AHU). Audit energi ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem tata udara pada gedung ini masih memiliki standar dan kenyamanan yang layak berdasarkan kapasitas katalog mesin yang dirancang dan standar yang berlaku di Indonesia sesuai dengan SNI 03-6390-2011 tentang konservasi energi sistem tata udara pada bangunan dan Gedung. Chiller yang diaudit memiliki nilai COP 5,62 dan sudah sesuai standar SNI, sedangkan untuk konsumsi energi memiliki nilai sebesar 0,63 KW/TR yang tidak sesuai standar. Cooling tower yang diaudit memiliki energi terpakai berdasarkan kapasitas pendinginannya sebesar 94,7 %. Salah satu AHU memiliki presentase energi terpakai sebesar 73% sedangkan AHU lain sebesar 22%. Kenyamanan termal pada setiap lantai dapat dikatakan nyaman namun udara sedikit kering karena setiap lantai memiliki nilai terukur sekitar 27 °C - 28 °C dan RH 55 - 60%.
Analisis Manajemen Perawatan Menggunakan Perhitungan Distribusi Weibull Pada Air Cooled Chiller FMC 20 Ade Suryatman Margana; Muhammad Fahmi Suhendar
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 12 (2021): Prosiding 12th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS)
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.195 KB)

Abstract

Analisis Manajemen Perawatan Menggunakan Perhitungan Distribusi Weibull Pada Air Cooled Chiller FMC 20
Analisis Keterlambatan Proyek Jatibarang Menggunakan Metode Fault Tree Analysis (FTA) di PT Pertamina EP Aset 3 Setya Intan Fitria Arifin; Ade Suryatman Margana; Sri Murniati
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 13 No 01 (2022): Vol 13 (2022): Prosiding 13th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.625 KB) | DOI: 10.35313/irwns.v13i01.4164

Abstract

Keterlambatan proyek yang tidak ditangani dengan segera dapat berpengaruh terhadap kualitas kinerja suatu perusahaan. Untuk itu, perlu diketahui penyebab-penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlambatan proyek berdasarkan perhitungan nilai tingkat kegagalan (failure) dan risiko-risiko yang terjadi. Metode FTA digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi perisitiwa kegagalan, menentukan penyebab peristiwa kegagalan, mengklasifikasikan AND/OR, dan membuat diagram fault tree pada keterlambatan proyek Jatibarang. Berdasarkan hasil analisis diagram fault tree, diketahui bahwa proyek Jatibarang telah mengalami keterlambatan selama tiga bulan, ini disebabkan oleh tiga belas kejadian dasar (sebelas kejadian dasar disebabkan oleh faktor kontraktor dan dua kejadian dasar disebabkan oleh faktor owner) dan nilai reliabilitas pada proyek Jatibarang ini sebesar 0,59. Hal tersebut berarti proyek dalam keadaan hampir tidak bekerja tetapi masih terselamatkan.
UJI PERFORMANSI EVAPORATIVE COOLING SYSTEM PADA KUMBUNG JAMUR MERANG DENGAN VARIASI TEKANANNYA Ahmad Maulana Kartika; Sunanto Sunanto; Ade Suryatman Margana
Jurnal Teknologi Terapan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan
Publisher : P3M Politeknik Negeri Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31884/jtt.v8i2.367

Abstract

The mushroom cultivation process carried out by farmers is usually in a kumbung measuring 7 meters long, 5 meters wide, and about 3 meters high. According to farmers' confessions, during the dry season or when the weather is sunny (daytime conditions) the temperatur inside the kumbung is relatively high and can reach temperatures of up to 40 oC. These conditions are clearly not in accordance with the optimum conditions of mushroom growth, where the optimum temperature of the mushroom growth ranges from 30 oC - 35 oC. For this reason, it is necessary to apply an air conditioning system in the mushroom room so that its growth can be optimally as expected. The method used to cool the mushroom room is to use high-pressure spray cooling, where the cooling method of the spray cooling is to utilize the evaporative cooling principle of pressurized water spray with the help of a compressor. The water spray pressure in this test will be varied at 5 psi, 10 psi, and 15 psi. From the experiments that have been carried out, the results of the test at a pressure of 5 psi have the highest efficiency, which is about 19,2%, while at a pressure of 10 and 15 psi it has an efficiency of about 34,2 % and 38,7%, respectively. The average room temperature for a pressure of 5 psi is about 34.8 oC, while for a pressure of 10 and 15 psi each has an average room temperature of about 33.7 oC and 33,4 oC. Furthermore, the cost operational for the 5 , 10 , and 15 psi tests have values of about Rp 18.860,- Rp 29.741,- and Rp 40.662,- montly.
Sistem Monitoring Kecepatan Aliran Udara Dan Suhu Pada Laminar Air Flow Cabinet Menggunakan Hmi Berbasis Mikrokontroller Mulki Fauzi Amrulloh; Hari Purnama; Ade Suryatman Margana
SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan) Vol 3 (2021)
Publisher : SEMNASTERA (Seminar Nasional Teknologi dan Riset Terapan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.94 KB)

Abstract

Udara bersih merupakan udara yang bebas dari kontaminasi material atau substansi yang tidak baik. Dalam suatu ruang bersih udara bersih menjadi hal yang sangat vital. Laminar air flow (LAF) yang dilengkapi UV memiliki fungsi untuk mesterilkan dan meminimalisir dari mikroba atau kontaminasi yang terbawa oleh aliran udara dengan mengalirkan udara secara kontinyu pada ruangan ke dalam kabinet LAF dengan melalui dua kali penyaringan, yaitu pre-filter dan HEPA filter (High Efficiency Particular Air). Laju kecepatan aliran udara pada kabinet berjalan dengan kecepatan kontsan meskipun filter sudah kotor. Dan nilai-nilai parameter masih jarang ditampilkan pada kabinet. Tujuan dari penelitian ini akan merancang pengnedalian kecepatan laju aliran udara kemudian dibuat sistem monitoring dengan kecepatan konstan pada 0,4 m/s menggunakan metode PID dan berbasis HMI ketika adanya gangguan atau filter sudah mengalami pengurangan fungsi kerja agar parameter dapat dijaga pada kondisi yang diinginkan demi mengoptimalkan fungsi kabinet. Dengan hasil pembacaan parameter suhu dan kecepatan aliran udara akan ditampilkan pada HMI dengan kecepatan konstan 0.41 m/s.
Analisis Manajemen Perawatan Menggunakan Perhitungan Distribusi Weibull Dan Metode Fmea Pada Ac Package Di Gerbong PT. KCI Juanda Ivana Amelia Tamba; Ade Suryatman Margana; Bowo Yuli Prasetyo
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 14 No 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5392

Abstract

KCI sebagai anak perusahaan dari PT.KAI yang beroperasi sejak 15 September 2008 memiliki AC package untuk pengkondisian udara dalam setiap gerbongnya. Seiring berjalannya waktu AC package dapat mengalami kerusakan yang di sebabkan dari faktor umur mesin hingga faktor-faktor lainnya. Data kerusakan pada 6 rangkaian gerbong AC package yang dihimpun pada September 2013-2014 dari PT. CIKAMI selaku kontraktor perbaikan AC package tersebut. Manajemen perawatan dibutuhkan untuk menciptakan sistem yang bekerja dengan ideal dan semestinya untuk menentukan perawatan mesin AC package sudah baik. Faktor-faktor kerusakan yang terjadi pada AC package perlu diketahui terlebih dahulu seperti kebocoran pada kompresor, terdapat uap air pada filter dryer dll. Kemudian data tersebut diolah dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis). FMEA perlu diklasifikan dengan penilaian resiko yang terdiri dari severity, occurrence dan detection ke dalam skala prioritas yang telah ditentukan yaitu RPN (Risk Priority Number). Selanjutnya, memilih kerusakan komponen terparah yaitu kompresor didapati keandalan dengan nilai tertinggi 0,87, failureability sebesar 0,16 dan tingkat ketersediaan mencapai 0,99. AC package tersebut mendapatkan distribusi weibull yang berparameter Time to Failure (TTF) dan Time to Repair (TTR). Hasil yang diharapkan dapat melihat gambaran tentang trend kerusakan dari data historis, serta memberikan saran perawatan preventive maintenance untuk mencegah waktu downtime yang lebih lama yaitu perbaikan dibawah 52 hari pada AC package.
Uji Performansi Sistem Heat Recovery Untuk Pemanas Air Dengan Variasi Tekanan Kerja Meylinda Nurhazizah; Bowo Yuli Prasetyo; Ade Suryatman Margana
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol 14 No 1 (2023): Vol 14 (2023): Prosiding 14th Industrial Research Workshop and National Seminar
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v14i1.5428

Abstract

Heat Recovery merupakan suatu sistem yang cara kerjanya berbanding terbalik dengan sistem refrigerasi dikarenakan energi yang dimanfaatkan ialah energi panas yang terbuang. Di dalam sistem refrigerasi, terdapat beberapa komponen inti salah satunya adalah ekspansi. alat ekspansi berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran dan mengatur aliran refrigeran menuju evaporator. Alat ekspansi yang biasa digunakan dalam sistem refrigerasi salah satunya ialah pipa kapiler. Pada penelitian ini refrigeran yang digunakan adalah R22. Topik penelitian ini merupakan uji performansi berdasarkan variasi panjang pipa kapiler. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai performansi dari sistem heat recovery yaitu daya input, kapasitas pemanasan, Performance Factor (PF). Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin panjang pipa yang digunakan maka akan semakin baik kinerja sistem. Pada sistem ini nilai performansi yang paling bagus ada pada variasi 2 (panjang pipa 2.4m) dengan nilai PF 5.47 dan nilai kapasitas pemanasan 1.56 kW dengan waktu pemanasan selama 750 detik serta nilai daya input sebesar 0.509 kW.