p-Index From 2017 - 2022
9.432
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ekonomi & Bisnis PNJ (JEKBIS PNJ) ProBank: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis International Journal of Integrated Health Sciences Majalah Kedokteran Bandung Allemania CAUCHY Althea Medical Journal Jurnal Penelitian Tanaman Industri PUSTAKALOKA JMMR (Jurnal Medicoeticolegal dan Manajemen Rumah Sakit) Jurnal IPTEK JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA LIBRARIA JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) EKSPANSI Jurnal Keperawatan BSI Jurnal Keperawatan Jurnal Matematika Sains dan Teknologi INOVASI Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Preventif Journal Mahakim: Journal of Islamic Family Law Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah LITERASI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Jurnal Informatika Majalah Anestesia dan Critical Care JTT (Jurnal Teknologi Terapan) Ekombis Sains: Jurnal Ekonomi, Keuangan, dan Bisnis Jemasi Jurnal Ekonomi Manajemen dan Akuntansi At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam International Journal for Educational and Vocational Studies Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG) Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Maps (Manajemen Perbankan Syariah) Jurnal Teknologi Dan Sistem Informasi Bisnis Indonesian Journal of Islamic Economics Research Jurnal Accounting Information System (AIMS) Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Sisfotek Global Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Equity in Education Journal (EEJ) Teknomatika (Jurnal Teknologi dan Informatika) Community Empowerment Masker Medika Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) Global Health Science (GHS) THE ROLE OF SHARIA FINANCIAL INSTITUTION TO EMPOWERING SMEs
Claim Missing Document
Check
Articles

Response of Long-Term Memory to Molecular Changes of BDNF in Hippocampus in Various Intensities of Physical Activity Lubis, Leonardo; Setiawan, Setiawan
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : International Journal of Integrated Health Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.072 KB)

Abstract

Objective: To analyze the physiological response of long-term memory (LTM) to the molecular changes of brain-derived neurotrophic factor (BDNF) in the hippocampus by the treatment of various intensities of physical activity. Methods: Subjects were 7–8 week old male Wistar rats weighed between 201–250 grams. This study was an experimental study with pre-(day-1) and post-(day-14) design. Molecular changes reflected by the changes in the expression of mRNA and protein of BDNF in the hippocampus. Treatment of physical activity on the subjects was running on the Animal Treadmill by grouping of the physical activity: light intensity at a speed of 10 m/min, moderate intensity at a speed of 20 m/min and heavy intensity at a speed of 30 m/min. The treatment’s duration was 30 minutes.Then, analysis of data on pre (day-1) and post (day-14) which were: LTM response based on travel time swimming test, the expression of mRNA (Ct) and protein (%) of BDNF in hippocampus based on RT-PCR and immunohistochemistry. Results: The results showed that moderate intensity group caused the better physiological and molecular responses than the other groups, as follows: travel time (0.6260 vs 0.7270 vs 0.9400 vs. 1.4000 seconds (p<0.05)), mRNA BDNF expression (17.2320 vs 18.8800 vs 19.7540 vs 20.7750 Ct (p<0.05)), and hippocampal BDNF protein expression. Conclusions: The study conclude that the moderate intensity is the best physical activity to improve LTM as showed by the BDNF mRNA expression as well as BDNF protein in hippocampus. Keywords: Intensity, long-term memory, brain-derived neurotrophic factor, hippocampus DOI: 10.15850/ijihs.v4n2.839
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN SEKTOR KONSTRUKSI PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA Apriyanthi, Rezky; Purbayati, Radia; Setiawan, Setiawan
ProBank Vol 5, No 1 (2020): April
Publisher : STIE AUB Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36587/probank.v5i1.565

Abstract

AbstrakSaat ini Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang aktif menjalankan kemajuan sektor ekonomi, salah satunya adalah sektor konstruksi. Pengembangan sektor konstruksi memiliki peran dalam pembangunan infrastruktur untuk penyediaan sarana dan prasarana yang memfasilitasi masyarakat. Dalam pengembangan sektor konstruksi ini perbankan syariah ikut terlibat sebagai penyalur modal dalam bentuk pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang kemungkinan dapat berpengaruh terhadap penentuan besarnya pembiayaan yang diberikan pada Bank Syariah terhadap Sektor Konstruksi yang meliputi Nilai Tukar Mata Uang (KURS), Non Performing Financing (NPF), dan Dana Pihak Ketiga. Populasi yang digunakan adalah Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah di Indonesia pada periode 2013-2017. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa Laporan Keuangan Tahunan Bank Umum Syariah periode 2013-2017 yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel NPF, Kurs, dan DPK berpengaruh terhadap Pembiayaan Sektor Konstruksi. Temuan penilitian ini memberikan kontribusi untuk Bank Umum Syariah (BUS) dari aspek keuangan yaitu tentang prioritas pengalokasian dana pembiayaan yang diberikan. Kata Kunci: Nilai Tukar Mata Uang, Non Performing Financing (NPF), Dana Pihak Ketiga (DPK).
Basic Training of Student’s Outdoor Club Increases Muscle Mass after Five Weeks of Exercise in Males Salsabila, Novie; Chaidir, M. Rizal; Setiawan, Setiawan
Althea Medical Journal Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Althea Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.465 KB)

Abstract

   Background:  Aerobic and anaerobic exercises, may lead to increase muscle mass. The aim of this study was to determine the change in muscle mass during basic training of students’ outdoor club.Methods: This was an observational analytic study to college students who joined basic training of students’ outdoor club for 19 weeks. Subjects consisted of 17 male and 15 female students, measured  five times consecutively by using Body Fat/Hydration monitor scale, with Bioelectrical Impedance Analysis principle. Data collection was performed five times,  from February to July 2012 in Bandung. Statistical analysis was processed using Analysis of Variance (ANOVA).Results: The result in males showed the mean 43.35±3.15 on the initial measurement. The muscle mass further increased significantly after five, ten, fifteen, and nineteen weeks of exercise (43.73±3.18 (p<0.05); 44.07±2.97 (p<0.05); 44.08±2.84 (p<0.05); 44.72±2.78 (p<0.05); all data vs 43.35±3.15) respectively. In females, there was increased of muscle mass although not all were statistically significant. The baseline was 37.77±2.00 with increased muscle mass after five, ten, fifteen, and nineteen weeks of exercise (37.78±2.06 (p>0.05); 38.08±1.67 (p>0.05) ; 38.23±1.52 (p>0.05) ; 38.61±1.52 (p<0.05) vs 37.77±2.00) respectively.Conclusion: Basic training of student’s outdoor club increases muscle mass significantly after five weeks of exercise in males, but not in femalesKeywords: Basic training, Bioelectrical Impedance Analysis, hypertrophy, muscle mass, students outdoor clubDOI: 10.15850/amj.v2n1.445 
PEMUPUKAN NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM PADA TANAMAN AKAR WANGI ROSMAN, ROSIHAN; TRISILAWATI, OCTIVIA; SETIAWAN, SETIAWAN
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDosis pupuk N, P, dan K optimal untuk akar wangi belum diketahuidan penggunaannya  masih beragam. Penelitian bertujuan untukmendapatkan komposisi dosis pupuk N, P, dan K optimal yang dapatmeningkatkan produktivitas akar wangi. Penelitian dilakukan di DesaSukakarya, Garut dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2010menggunakan rancangan Acak Kelompok, dengan 3 ulangan. Perlakuanmeliputi 9 kombinasi pupuk N, P, dan K: (1). Kontrol; (2) 100 kg SP-36 +75 kg KCl; (3) 100 kg ZA + 75 kg KCl; (4) 100 kg ZA + 50 kg SP-36 + 75kg KCl; (5) 100 kg ZA + 100 kg SP-36 + 75 kg KCl; (6) 100 kg ZA + 100kg SP-36 + 150 kg KCl; (7) 100 kg ZA + 100 kg SP-36; (8) 200 kg ZA +100 kg SP-36 + 75 kg KCl; (9) 200 kg ZA + 100 kg SP-36 + 150 kg KCl.Panen dilakukan pada 12, 14, dan 16 bulan setelah tanam (BST). Hasilmenunjukkan bahwa pemupukan dosis 100 kg ZA + 75 kg KClmenghasilkan minyak 52,59 dan 67,78 kg/ha (12 dan 14 BST) dan 200 kgZA + 100 kg SP-36 + 75 kg KCl menghasilkan 67,76 kg /ha (16 BST),dengan kadar vetiverol lebih dari 50%.Kata kunci: Vetiveria zizanioides, pemupukan, vetiverol, produksi, mutuminyakABSTRACTThe optimum dosage of N, P, and K fertilizer has not been knownyet and it usage was still varied. The research aim is to obtain an optimalcomposition of N, P, and K fertilizer that could increase productivity ofvetiver crop. The researsch has been conducted in Sukakarya Village,Garut, from January 2009 to December 2010. The research was arrangedin randomized block design, with 3 replications and N, P, and K fertilizercombination treatments i.e.: (1) Control; (2) 100 kg SP-36 + 75 kg KCl;(3) 100 kg ZA + 75 kg KCl; (4) 100 kg ZA + 50 kg SP-36 + 75 kg KCl;(5) 100 kg ZA + 100 kg SP-36 + 75 kg KCl; (6) 100 kg ZA + 100 kg SP-36 + 150 kg KCl; (7) 100 kg ZA + 100 kg SP-36; (8) 200 kg ZA + 100 kgSP-36 + 75 kg KCl; (9) 200 kg ZA + 100 kg SP-36 + 150 kg KCl.Harvesting was done at 12, 14 and 16 months after planting (MAP). Theresult showed that the dose of 100 kg ZA + 75 kg KCl produced vetiver oil52,59 and 67,78 kg/ha (12 and 14 MAP). Meanwhile the dose of 200 kgZA + 100 kg SP-36 + 75 kg KCl produced 67,76 kg/ha (16 MAP),respectively. vetiverol content were more than 50%.Key words: Vetiveria zizanioides, fertilizing, vetiverol, production, oilquality
PENGARUH CEKAMAN KURANG AIR TERHADAP BEBERAPA KARAKTER FISIOLOGIS TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth) SETIAWAN, SETIAWAN; TOHARI, TOHARI; SHIDDIEQ, DJA’FAR
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKNilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan salah satu tanamanpenghasil minyak atsiri yang dikenal dengan minyak nilam (patchouli oil).Salah satu kendala dalam pengembangan tanaman nilam adalah pekaterhadap kekurangan air. Perubahan iklim cenderung menyebabkan lebihsering terjadi kekeringan di sejumlah wilayah termasuk Indonesia sehinggadalam pengembangan tanaman nilam diperlukan varietas toleran terhadapcekaman kurang air. Terdapat tiga varietas unggul nilam (Tapaktuan,Sidikalang, dan Lhokseumawe) dengan produksi minyak (290-375 kg/ha)dengan kadar patchouli alkohol 32–33%. Penelitian bertujuan untukmengevaluasi respon fisiologis 4 varietas/aksesi tanaman nilam terhadapcekaman kurang air. Penelitian dilaksanakan di rumah kaca di Bogor padatahun 2012. Penelitian menggunakan RAK faktorial dengan tiga ulangan.Faktor  pertama  4  varietas/aksesi  nilam  (V)  yaitu  Sidikalang,Lhokseumawe, Tapaktuan, dan Bio-4. Faktor kedua empat intervalpenyiraman (W) yaitu 1, 3, 6, dan 9 hari sekali. Evaluasi pengaruhcekaman kurang air dilakukan terhadap beberapa karakter fisiologitanaman nilam. Pengamatan dilakukan antara lain terhadap peubah kadarlengas tanah, konduktivitas stomata (Gs), laju transpirasi (Tr), kandunganair nisbi (KAN), potensial air daun (PAD) dan kandungan prolin daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar lengas tanah,konduktivitas stomata, laju transpirasi, dan KAN pada semua varietas,sedangkan PAD dan kadar prolin meningkat seiring dengan semakinlamanya interval penyiraman. Kadar prolin tertinggi pada interval 9 harisekali pada varietas Sidikalang. Tidak terdapat perbedaan responvarietas/aksesi nilam yang diuji.Kata kunci: Pogostemon cablin Benth, cekaman kurang air, karakterfisiologis.ABSTRACTPatchouli (Pogostemon cablin Benth) is one of plant that producespatchouli oil call patchouli oil. However, patchouli is susceptible todrought. The effect of global warming which changes rainfall patterncaused droughts in several regions including Indonesia. Therefore, it isimportant to find patchouli variety which is relatively tolerant to drought.Tapaktuan, Sidikalang, dan Lhokseumawe are three varieties of patchouliwhich produce high essential oil (290-375 kg/ha) with high patchoulialcohol content (32–33%). The objective of this research was to evaluatethe physiological responses of four varieties/clone of patchouli to drought.The experiment was conducted at greenhouse at Cimanggu, Bogor fromFebruary to July 2012. The research was designed in randomized factorialblock design (RBD) with three replications. The first factor was fourvarieties/clone of patchouli (V) Sidikalang, Lhokseumawe, Tapaktuan, andBio-4. The second factor was four watering intervals (W) every 1, 3, 6and 9 days of watering. Parameters evaluated were physiologicalcharacteristics, soil moisture content, stomatal conductance, transpirationrate (Tr), leaf water potential, relative water content, and proline content ofleaf. The results showed that soil moisture content, stomatal conductivity,transpiration rate and relative water content decreased, while leaf waterpotential and proline levels increased along with the increase of wateringintervals. The highest proline level was at interval of nine days wateringtreatment on Sidikalang varieties. However, all varieties/clone have notdifferent responses to water deficit.Key words: Pogostemon  cablin  Benth,water  deficit,  physiologicalcharacteristics
IDENTIFIKASI KARAKTER MORFO-FISIOLOGI PENENTU PRODUKTIVITAS JAMBU METE (Anacardium occidentale) DARWATI, IRENG; S.M., ROSITA; SETIAWAN, SETIAWAN; NURHAYATI, HERA
853-8212
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKProduktivitas jambu mete di Indonesia masih rendah karenabudidayanya yang masih sederhana dan belum menggunakan bahantanaman unggul. Hasil tanaman ditentukan oleh beberapa karakter morfo-fisiologi seperti luas dan tebal daun, jumlah stomata, laju fotosintesis,kandungan klorofil, relative water content (RWC), dan potential osmotikdaun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfo-fisiologiyang menentukan hasil jambu mete. Penelitian dilaksanakan di KebunPercobaan Cikampek dan Laboratorium, Balittro, Bogor, Jawa Barat, padabulan Januari-Desember 2012. Bahan tanaman yang digunakan adalah duavarietas jambu mete produksi tinggi (B02 dan GG1) dan tiga varietasproduksi rendah (Laode Gani, Laode Kase, dan Laura). Tanamandibedakan dalam tiga kelompok umur (5, 8, dan 17 tahun). Parameter yangdiamati karakter morfologi seperti ketebalan daun (μm), luas daun (cm 2 ),produksi gelondong (kg/tanaman), berat kering daun (g/daun), anatomi(jumlah stomata), dan parameter fisiologi meliputi kandungan klorofil(a+b) (%), laju fotosintesis (μmol CO 2  m -2 s -1 ), karbohidrat daun (%),potensial air daun (bar), dan Relative Water Content (RWC) (%). Untukmengetahui parameter morfo-fisiologi yang berpengaruh nyata terhadapproduksi dilakukan uji komponen penentu hasil, yaitu peubah morfo-fisiologi terhadap produksi gelondong mete. Hasil penelitian menunjukkanpeubah klorofil tanaman jambu mete berpengaruh nyata antar aksesi. Hasilanalisis antar peubah morfo-fisiologi dan komponen hasil menunjukkanhanya peubah klorofil yang berkorelasi positif terhadap hasil gelondongaksesi jambu mete yang berproduktivitas tinggi. Fungsi hasil digambarkandalam formula ln hasil gelondong = 2,01 + 11,0 ln klorofil , sedangkan pada aksesiyang produktivitasnya rendah peubah klorofil tidak berpengaruh nyata.Fungsi ini mengindikasikan apabila kandungan klorofil meningkat 1%maka produksi gelondong akan meningkat 11%.Kata kunci: Anacardium occidentale, karakter morfo-fisiologi, produksiABSTRACTCashew productivity in Indonesia is still low, due to impropercultivation technique and the use of unimproved varieties. Crop yield isdetermined by several morpho-physiological characters such as leaf area,leaf thickness, the number of stomata, the rate of photosynthesis,chlorophyll content, relative water content (RWC), and leaf osmoticpotential. This study aimed to obtain morpho-physiological charactersaffecting cashew production. The research was conducted in the CikampekExperimental Station and in the Laboratory, ISMECRI, Bogor, West Java,from January to December 2012. The plant material used were twoselected high-yielding varieties (B02 and GG1) and three low-yieldingvarieties (Laode Gani, Laode Kase, and Laura). The plants were dividedinto three age groups (5, 8, and 17 years). Parameters measured weremorphological characteristics such as leaf thickness (µm), leaf area (cm 2 ),leaf dry weight (g/leaf), and nut yield (kg/tree), as well as anatomicalcharacteristic such as the number of stomata, and physiological parametersconsisted of chlorophyll content (a+b) (%), photosynthetic rate (µmol CO2m -2 s -1 ), leaf carbohydrate content (%), leaf water potential (bar) andrelative water content (RWC) (%). Data were analysed using componenttest to find morpho-physiological characteristics which was affecting nutyield. The result showed chlorophyll content was significantly affected nutyield among varieties as shown in the following function: ln nut yield = 2.01 +11.0 ln chlorophyll . The result indicated that when the chlorophyll contentincreased 1% the nut yield would increase 11%.Keywords: Anacardium occidentale, morpho-physiological characteris-tic, production
MANAJEMEN PEMBELAJARAN PRAKARYA DAN KEWIRAUSAHAAN Noviearty, Laura; Berliani, Teti; Setiawan, Setiawan
Equity In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.49 KB)

Abstract

Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Manajemen Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 2 Palangka Raya, pada aspek: a) perencanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan, b) pelaksanaan pembelajaran prakarya dan kewirausahaan, serta c) penilaian pembelajaran prakarya dan kewirausahaan. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakasek kurikulum, guru mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan serta tiga orang peserta didik yang mengikuti pembelajaran prakarya dan kewirausahaan. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran prakarya dan kewirausahaan yang ada di SMA Negeri 2 Palangka Raya sudah terlaksana dengan baik yang dibuktikan dengan adanya perencanaan pembelajaran yang sistematis serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku; pelaksanaan pembelajaran telah dilakukan dengan metode-metode pembelajaran yang variatif dimana lebih menekankan pada proses menemukan serta memecahkan masalah yang artinya peserta didik dituntut untuk lebih kreatif dan mampu berinovasi dalam menghasilkan jenis-jenis prakarya dan keterampilan; serta penilaian pembelajaran yang menggunakan penilaian otentik sesuai standar kompetensi lulusan, sikap, pengetahuan dan keterampilan. Abstract: This study aims to describe the Management of Craft and Entrepreneurship Learning at Public Senior High School 2 Palangka Raya, in the following aspects: a) planning for craft and entrepreneurship learning, b) implementing hand-crafted learning and entrepreneurship, and c) assessment of craft and entrepreneurship learning. The research method used is a qualitative approach with a case study design. Sources of data in this study were the principal, curriculum vice principal, craft and entrepreneurship subject teachers as well as three students who took craft and entrepreneurship learning. The results of this study indicate that the management of craft learning and entrepreneurship in Public Senior High School 2 Palangka Raya has been carried out well, as evidenced by the existence of systematic learning planning and in accordance with applicable regulations; the implementation of learning has been carried out with varied learning methods which emphasize the process of finding and solving problems, which means that students are required to be more creative and able to innovate in producing types of crafts and skills; and learning assessment using authentic assessment according to the competency standards of graduates, attitudes, knowledge and skill. References: Humaeroh, A. (2017). Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Bandung). Diunduh pada tanggal 5 Agustus 2019, dari http://digilib.uinsgd.ac.id/3686/. Arsyad. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Chatib, M. (2012). Gurunya Manusia. Bandung: PT. Mizan Pustaka. Fattah, N. (2008). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosadakarya Offset. Ilham, M. (2019). Pengertian Penilaian menurut Para Ahli dan Kesimpulannya. Diakses pada tanggal 8 Agustus 2019, dari https://materibelajar.co.id/pengertian-penilaian-menurut-para-ahli/. Kasmir. (2013). Kewirausahaan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada. Margono, S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineke Cipta. Moleong, L. J. (2012). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pamungkas, C., &amp; Sutrisno, B. (2014). Pelaksanaan Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dengan Kurikulum 2013 Pada Kelas X Di SMA Negeri 1 Teras. Skripsi tidak dipublikasikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta: Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntasi. Diterima dari https://eprints.uny.ac.id/16070/. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Peraturan Menteri Pendidikan Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta. Sudjana, N. (2005). Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Ukas, M. (1999). Manajemen Konsep Prinsip dan Aplikasi. Bandung: Agini Bandung. Wahyuni, R., &amp; Berliani, T. (2018). Pelaksanaan Kompetensi Pedagogik Guru di Sekolah Dasar, Jurnal Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan. 27(2), 108-115. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um009v27i22018p108. Widoyoko. (2013). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Zaky. (2018). Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli dan Secara Umum. Diakses tanggal 2 Agustus 2019 , dari https://www.zonareferensi.com/pengertian- pendidikan/.  
KEPEMIMPINAN INSTRUKSIONAL KEPALA SEKOLAH Sunardi, Sunardi; Nugroho, Piter Joko; Setiawan, Setiawan
Equity In Education Journal Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Equity In Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.318 KB)

Abstract

Abstract: This qualitative research with case study design aims to describe the Instructional Leadership of School Principals at SMPN 2 Palangka Raya, seen from: (1) Efforts made by principals in improving the quality of learning in aspects of teachers and students, (2) Stakeholder support for the efforts of principals schools in improving the quality of learning, and (3) Supporting factors and obstacles in the implementation of instructional leadership. Data collection is done by in-depth interviews, participant observation, and study documentation. Determination of data sources is done by using purposive sampling technique. Data analysis was performed using the interactive patterns of Miles and Huberman (1994). Checking the validity of the data is done by using a degree of credibility through both source and method triangulation techniques. The results showed that: (1) Efforts made by school principals in improving the quality of learning in the aspects of teachers were carried out by conducting workshops to improve the quality of learning, support teachers to take part in MGMP activities, routine academic supervision to teachers; while in the aspect of students is done through the implementation of additional learning hours and private tutoring activities, (2) Stakeholder support for the efforts of school principals in improving the quality of learning through synergic collaboration with the Central Kalimantan Province LPMP, BSNP, School Supervisors and School Committees, and (3) Supporting factors in implementing instructional leadership include: the availability of facilities to support the learning process, optimal performance of teaching staff (teacher), and support from parents of students; Constraint factors include ineffective management of learning facilities and infrastructure. Keywords: Instructional Leadership, Principals, SMPN 2 Palangka Raya Abstrak: Penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah di SMPN 2 Palangka Raya, dilihat dari: (1) Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada aspek guru dan siswa, (2) Dukungan stakeholder terhadap upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, dan (3) Faktor pendukung dan kendala dalam implementasi kepemimpinan instruksional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Penetapan sumber data dilakukan dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pola interaktif Miles dan Huberman (1994). Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan menggunakan derajat kepercayaan (credibility) melalui teknik triangulasi baik sumber maupun metode. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada aspek guru dilakukan dengan melaksanakan workshop peningkatan kualitas pembelajaran, support guru untuk mengikuti kegiatan MGMP, supervisi akademik rutin kepada para guru; sedangkan pada aspek siswa dilakukan melalui pelaksanaan jam pelajaran tambahan dan kegiatan les privat, (2) Dukungan stakeholder terhadap upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kerjasama sinergis dengan pihak LPMP Provinsi Kalimantan Tengah, BSNP, Pengawas sekolah dan Komite sekolah, dan (3) Faktor pendukung dalam mengimplementasi kepemimpinan instruksional meliputi: tersedianya sarana para sarana penunjang proses pembelajaran, kinerja tenaga pendidik (guru) yang optimal, dan dukungan orang tua murid; Faktor kendala meliputi belum efektifnya pengelolaan sarana dan prasarana pembelajaran. Kata Kunci: Kepemimpinan Instruksional, Kepala Sekolah, SMPN 2 Palangka Raya   References: Sujak, A. (2009). Kepemimpinan dan Manajer (Eksistensinya dalam Perilaku Organisasi). Jakarta: Rajawali Pers. Fathoni, A. (2006). Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: PT Rineka Cipta. Fitri, A. Z. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai dan Etika di Sekolah. Jogjakarta: Ar-Ruz Media. Basrowi., &amp; Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta. Bush, R. (2003). Measuring Quality of Life Among Those with Type 2 in Primary Care. (online), diunduh pada tanggal 20 Juli 2018, dari http://www.uq.edu.au/helath-/helathycomm/docs/Qol.pdf. Cotton, K. (2003). Principals and Student Achievement. Virginia USA, ASCD. Diunduh pada tanggal 22 Juli 2018 dari:http://aktual asiddau.blogspot.com/2010/09/tugas-pokok-dan-fungsi-kepala-sekolah.html Daryanto. (2013). Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media. Mulyasa, E. (2001). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hallinger, P. (2003). Leadership for 21st Century Schools: From Instructional Leadership to Leadership for Learning. The Hong Kong Institute of Education, Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2018, dari http://www.proquest.umi.com. Hermino, A. (2014). Kepemimpinan Pendidikan di Era Globalisasi. Jakarta: Pustaka Pelajar. Juni. D. W. (2012). Kepemimpinan Instruksional Kepala Madrasah dan Inovatif Guru terhadap Produktivitas Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah Se-Kecamatan Manis Renggo Klaten. Jurnal Ilmu Pendidikan. Diunduh pada tanggal 29 Oktober 2018, dari http://repo.iaintulungagung.ac.id/50/7/.pdf Jalal, F. (2009). Reformasi Pendidikan Dalam Konteks Otonomi Daerah, Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Kompri. (2015). Manajemen Sekolah Orientasi Kemandirian Kepala Sekolah. Pustaka Pelajar. Lunenburg, C., &amp; Irby,  J. (2006). The Principalship; Vision toaction. Wadsworth: Cengangelearning. Diunduh pada tanggal 22 Oktober 2018, dari: http://lib.unnes.ac.id/21893/1/1401411127-s.pdf. Makawimbang, H. (2012). Kepemimpinan yang Bermutu. Bandung: Alfabeta Arifin, M. (2012). Etika &amp; Profesi Kependidikan. Yogyakarta: Ar-Ruz Media. Margono, S. (2009). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Miarso, Y. (2007). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana. Miles, M., &amp; Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press. Moleong. L. J. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya. Moos, J., &amp; Day, O. C. (2011).How School PrincipalsSustain Over Time, International Perspective. UK. Springer. Diunduh pada tanggal 29 Oktober 2018, dari http://repo.iain-tulungagung.ac.id/50/7/.pdf. Mulyasa, E. (2011). Manajemen Berbasis Sekolah, Konsep, strategi dan Implementasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Nurdin, S. (2002). Guru dan Implementasi Kurikulum. Jakarta: Ciputat Pers. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah. Rahmah, S. (2016). Mengenal Sekolah Unggulan.Diunduh pada tanggal 22 April 2019 darihttp://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Inspiratif-Pendidikan/article/viewFile/3222/3065. Sediono, dkk., (2003). Paket Pelatihan Awal: Untuk Sekolah dan Masyarakat. Jakarta:  NZAID. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R &amp; D. Bandung: Alfabeta. Sulistyorini. (2009). Evaluasi Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Yogyakarta: TERAS. Soutworth,G. (2002). InstructionalLeadershipin Schools:Reflectionand Empirical Evidence. Diunduh pada tanggal 10 Nopember 2018, dari: https://core.ac.uk/download/pdf/82042012.pdf. Suharsaputra, U. (2016). Kepemimpinan Inovasi Pendidikan. Bandung: Refika Aditama. Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Triatna, C. (2015). Perilaku Organisasi.  Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Usman, H., &amp; Raharjo, N. E. 2013. Strategi Kepemimpinan Pembelajaran Menyongsong Implementasi Kurikulum 2013. Jurnal Cakrawala Pendidikan. Diunduh pada tanggal 21 Oktober 2018, dari: https://journal.uny.ac.id/index.php/cp. Wahjosumidjo. (1999).Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
PERSEPSI PERAWAT DAN MANAJER TENTANG MODEL PENUGASAN KEPERAWATAN Adelia, Gita; Setiawan, Setiawan; Simamora, Roymond H
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 9 No 3 (2019): Juli
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.503 KB) | DOI: 10.32583/pskm.9.3.2019.295-300

Abstract

Model penugasan keperawatan digambarkan sebagai pendekatan terstruktur untuk mengatur pemberian&nbsp; asuhan keperawatan kepada pasien guna memudahkan perawat dalam memprioritaskan asuhan keperawatan yang akan diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi perawat dan manajer tentang model penugasan keperawatan di ruang rawat inap rumah sakit Universitas Sumatera Utara. Desain penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah sampel yang digunakan yaitu sebanyak 12 partisipan yang diambil melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian diperoleh tiga kategori tematik, yaitu: model penugasan keperawatan yang digunakan di ruang rawat inap, keuntungan dari model penugasan keperawatan yang digunakan, kerugian dari model penugasan keperawatan yang digunakan. Diperlukan penguatan model keperawatan tim di ruang inap rumah sakit Universitas Sumatera Utara. &nbsp; Kata kunci: persepsi perawat dan manager, model penugasan keperawatan &nbsp; NURSE PERCEPTION AND MANAGER ABOUT NURSING ASSIGNMENT MODELS &nbsp; ABSTRACT The nursing assignment model is described as a structured approach to regulating the provision of nursing care to patients to facilitate nurses in prioritizing nursing care to be provided. This study aims to explore the perceptions of nurses and managers about the nursing assignment model in the inpatient ward of the University of North Sumatra. The design of this study is qualitative research with a phenomenological approach. The number of samples used is as many as 12 participants taken through purposive sampling technique. The results of the study obtained three thematic categories, namely: the nursing assignment model used in the inpatient room, the advantages of the nursing assignment model used, the disadvantages of the nursing assignment model used. Strengthening the nursing model of the team is needed in the hospital in North Sumatra. &nbsp; Keywords: perceptions of nurses and managers, nursing assignment models &nbsp;
EFEKTIVITAS MINYAK CENGKEH DAN PULPERYL® DALAM MENGHAMBAT AKUMULASI BAKTERI Streptococcus mutans SECARA IN VITRO Poernomo, Hendri; Ma'ruf, Mochammad Taha; Setiawan, Setiawan; Wati, PA Nindya Winda
Interdental: Jurnal Kedokteran Gigi Vol 14 No 2 (2018): Interdental Jurnal Kedokteran Gigi (IJKG)
Publisher : Faculty of Dentistry, Mahasaraswati Denpasar University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46862/interdental.v14i2.372

Abstract

One of the complications that can occur after tooth extraction is dry socket. Bacterial infection is one among the various causes of dry socket where Streptococcus mutans become one of the bacteria that have a role as a cause. Eugenol is the main active substancethat owned by clove oil with eugenol as antibacterial properties. The research pyupose was to determine the effectiveness of clove oil in inhibiting the accumulation of Streptococcus mutans bacteria in the dry socket. The research method used to see the inhibition of clove oil 5% also the negative control of ethanol to Streptococcus mutans bacteria in the form of clear zone using a vernier caliper. The research result shows that the clove oil 5% effective in inhibiting Streptococcus mutans, with the average inhibition zone of clove oil 5% was 15 mm. Statistical test result showed significant results (ANOVA test = 0.001 with ρ <0.05). The conclusion that can be obtained from this study was clove oil 5%may inhibit the accumulation of Streptococcus mutans bacteria in the dry socket.
Co-Authors Achmad Fauzi Yahya, Achmad Fauzi Adelia, Gita Agus Hermani Agustina, Rohana Aldo, Mochammad Alfira Mulya Astuti, Alfira Mulya Aly Diana Ambrosius Purba Aminuddin Aminuddin Anguda, Ricky Ansor, Sokhibul Apriyanthi, Rezky Arief, Khozin Arnando, Rasi Andante Arry Irawan, Arry Astar, Ismail Badiah, Atik Bagaskoro, Hafiz Ambyo Bahtiar Bahtiar Berliani, Teti Boimau, Adriana br Sebayang, Julintha Theresia Budiono, Arief Bustami Syam Caesaria, Vica Ayu Dahtiah, Neneng Danisworo, Dimas Sumitra Destia Khairunnisa, Destia Devi, Siti Dewi, Putu Sulistiawati Dewi, Rani Putri Kusuma Dja’far Shiddieq Dzar Faraby, Muhira Endang Sutedja Fajriah, Faikoh Kurratun Fiesty Utami, Fiesty Fitri Rokhmalia, Fitri Galuh, Nadya Raina Gerry Silaban Goenadi, Julia Windi Goenawan, Hanna Gurning, Yanty Hadiyatussalamah Pusfa Kencanasari, Hadiyatussalamah Pusfa Hakim, Zainul Halawa, Afeus Hardjito, Koekoeh Hasbi Assidiki Mauluddi, Hasbi Assidiki Hendarsyah Suryadinata, Hendarsyah Hendi Rohendi, Hendi Hendri Poernomo, Hendri Hendro Setiadi Hera Nurhayati Heru Santoso Wahito Nugroho, Heru Santoso Wahito Hijrah, Mega Aulia I Ketut Adnyana I Putu Suiraoka, I Putu Ibrahim, Ilyas Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Imas Rafiyah Ireng Darwati Irianti, Evi Irma Ruslina Defi Ishak Ishak Iwan Fuadi Kadar Ramadhan Kristianingsih, Kristianingsih Kusnandar Anggadiredja Leonardo Lubis Lesmana, Ronny Lisna Anisa Fitriana, Lisna Anisa M. Rizal Chaidir, M. Rizal M. Sjahid Akbar M. Z. M., Dindin Ma'ruf, Mochammad Taha Ma’ruf, Mochammad Taha Mamoh, Kamilus Marindani, Vani Meilani Meilani, Meilani Meilisna, Meilisna Melisari, Melisari Muhamad Umar Mai Mukti, Gatot Basuki Hari Nadya, Galuh Raina Namangdjabar, Odi L. Ngibad, Khoirul Novie Salsabila, Novie Noviearty, Laura Noya, Fransisca Nugroho Agus Haryono Nur Azizah Nur Oktavia Hidayati Nurdin, Ade Ali Octivia Trisilawati Oktarianty, Sherly Oktovianti, Asti Pertiwi Hidayati, R. Panca Pertiwi, Nada Aulia Piter Joko Nugroho, Piter Joko Ponpon S. Idjradinata Pradipta, Shalahuddin Galih Pratiwi, Leni Nur Prawido Utomo Prayitno, Franky Wibisono Purbayati, Radia Putra, Bayu Prayoga Deta putra, imam budi Putri, Intan Syahrani Rahmawaty, Ike Reiva Farah Dwiyana, Reiva Farah Rizafni, Arieny Rosdianto, Aziiz Mardanarian Rosihan Rosman ROSITA S.M., ROSITA Roymond H Simamora Ruhadi Ruhadi Rukiah Rukiah Rustandi, Adi Safii, Moh. Santi Puteri Rahayu Sari, Ernita Sartika, Ayu Selasa, Pius Sembilu, Nambi Senopati, Senopati Setiawan, Nanda Juliana Setyowati, Diharpi Herli Sheila Devi, Sheila Siagian, Tiodora Hadumaon Sillehu, Sahrir Sony Sunaryo Soraya, Siti Sri Suryoko Sri Utami Suhaeliyah, Suhaeliyah Sunardi Sunardi Sunarto Sunarto Sundari Sundari Suparji Suparji, Suparji Supratno, Haris Syafrinanda, Virginia Tantarto, Tamara Tarawan, Vita M. Taruna, Rizky Dwi Tertianto Prabowo Titin Sutini, Titin Tohari Tohari Tripuspitorini, Fifi Afiyanti Ufamy, Nazhifa Utomo, Moch. Trianto Wahyuni, Sri Eka Wati, PA Nindya Winda Yanatris, Yuli Antikawati Yuni Susanti Pratiwi, Yuni Susanti Yustina, Anita Zaini, Raihana Nurul Zega, Petra Diansari