Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Identifikasi Warna pada Robot Soccer dengan Color Filtering, k-NN dan Naive Bayes Amri, Syaiful; Suyono, Hadi; Setyawati, Onny
Jurnal EECCIS Vol 8, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.463 KB)

Abstract

Tingkat akurasi dan waktu komputasi untuk mengidentifikasi warna objek merupakan dua permasalahan yang penting dalam mendesain vision robot Soccer. Untuk mengetahui permasalahan tersebut, maka pada penelitian ini digunakan beberapa metode klasifikasi diantaranya Color Filtering (CF), Naive Bayes (NB) dan kNearest Neighbor (k-NN) untuk melakukan segmentasi citra berdasarkan warna yang kemudian dilanjutkan deteksi objek, mencari titik pusat koordinat dan pengukuran jarak objek dengan aksi scaning dan tracking. Hasil dari penelitian ini didapatkan rata-rata error estimasi jarak yang terkecil dengan rentang pengukuran 10 cm sampai dengan 360 cm adalah pada metode klasifikasi Naive Bayes dengan rata-rata error 3,6%. Sedangkan waktu komputasi tercepat yang dibutuhkan untuk identifikasi warna objek adalah pada metode Color Filtering dengan waktu 0,097 detik. Dilihat dari estimasi error jarak dan waktu komputasi, metode k-NN berada diantara kedua metode lainnya yaitu rata-rata error estimasi jarak 7,19% dan dengan waktu komputasi 0,27 detik.Kata Kunci—Robot Soccer, Klasifikasi Naive Bayes, kNearest Neighbor (k-NN), Color Filtering.
Perbaikan Missing value Menggunakan Pendekatan Korelasi Pada Metode K-Nearest Neighbor Irawan, Novta Dany'el; Wijono, Wijono; Setyawati, Onny
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.855 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.286

Abstract

Missing value sering terjadi dalam metode klasifikasi dikarenakan informasi tentang obyek tidak diberikan, sulit dicari atau memang informasi tersebut tidak ada. Hal ini menyebabkan menurunnya keakuratan dan kualitas data pada saat data diolah. Pendekatan korelasi dilakukan karena peneliti harus mengetahui tentang ada tidaknya dan kuat lemahnya hubungan variable yang terkait dalam suatu objek atau subjek yang diteliti. Metode klasifikasi yang digunakan yaitu metode K-NN, karena metode ini termasuk metode klasifikasi yang memiliki konsistensi yang kuat. Metode ini mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama berdasarkan nilai K atau tertangga terdekat. Pendekatan korelasi dapat dilakukan untuk mengatasi missing value, terbukti dengan meningkatnya hasil klasifikasi dan hilangnya data yang belum terklasifikasi. Kuisioner berfungsi sebagai alat ukur, kuisioner berisi beberapa pertanyaan yang diberikan kepada responden, dari hasil kuisioner dilakukan analisa data untuk mengetahui tingkat korelasi data cadangan. Setelah mendapatkan tingkat korelasi data cadangan, maka data cadangan tersebut digunakan sebagai pengganti data yang terdapat missing value. Sebelum dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA sejumlah 88 siswa, jurusan IPS 126 siswa, jurusan bahasa 271 siswa, dan belum terklasifikasi/false 15 siswa. Setelah dilakukan penggantian data yang terdapat missing value, hasil klasifikasi dari 500 data adalah jurusan IPA berjumlah 102 siswa, jurusan IPS berjumlah 316 siswa, bahasa berjumlah 82 siswa, dan tidak ada data yang belum terklasifikasi. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan nilai k = 3, 5, 7, 9, dan 11. Dapat diketahui nilai k = 5 memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan dengan nilai k yang lain yaitu 97%, jadi dalam penelitian ini nilai k yang dipakai pada metode K-NN adalah 5
Optimasi Penataan Base Tranceiver Station GSM dan Penempatan Perangkat Berbasis 3G di Kota Malang Menggunakan Algoritma Genetika Budiman, Djul Fikry; Pramono, Sholeh Hadi; Setyawati, Onny
Jurnal Arus Elektro Indonesia Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Jurnal Arus Elektro Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan Base Transceiver Station (BTS) dengan kapasitas trafik dan perencanaan sel yang tepat merupakan salah satu kebutuhan yang harus tersedia bagi penyedia jasa layanan komunikasi bergerak seluler.peningkatan jumlah BTS di kota Malang dan peningkatan kapasitas yang terus dilakukan terkendala oleh tata ruang kota serta perkembangan jumlah penduduk yang menjadikan beberapa BTS berada pada lokasi pemukiman padat. Penataan BTS merupakan sebuah solusi optimasi yang memungkinkan dalam peningkatan kapasitas tanpa mengurangi kapasitas trafik.Peningkatan kualitas sinyal berhubungan erat dengan nilai propagasi sinyal yang menjamin nilai pathloss dalam cakupan BTS, tidak menghalangi sinyal yang diterima oleh pengguna jaringan seluler. Dari hasil optimasi sinyal pathloss menggunakan algoritma genetika yang dibandingkan dengan nilai pathloss hasil drive test, untuk jarak yang sama didapat penurunan nilai pada masing-masing wilayah. Blimbing dari 193.45 dB menjadi 94.33 dB, Klojen dari 152.14 dB menjadi 97.56 dB, dan Kedungkandang dari 143 dB menjadi 108.2 dB. Frekuensi BTS 39746, dari 936 Mhz (2G) berubah menjadi sekitar 1800 Mhz (3G). Hal yang sama juga untuk  BTS 39744, dari frekuensi 937,6 Mhz (2G), berubah menjadi 1900 Mhz (3G).
Reduced Overshoot of The Electroforming Jewellery Process Using PID Utomo, Arie Cahyo; Siwindarto, Ponco; Setyawati, Onny
Kinetik: Game Technology, Information System, Computer Network, Computing, Electronics, and Control Vol. 5, No. 3, August 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kinetik.v5i3.1059

Abstract

The electroforming jewellery is the electrodeposition process of coating metal on an insulator object to make a jewellery product. The problems are burnt and uneven results in their products, it happened because electrical currents while the process increased. So, too many metal particles attached to object. The problems of electroforming process can fix with a control system, where controller must makes constant electrical currents while the process. In this paper, the problems was changed to the equation by the polynomial regression method as a plant.  Secondly the characteristic of current sensor was  found by the linier regression method as a feedback system. The system used buck converter as the actuator, where it was written to the equation by the state space method. The controller was chosen by comparison 4 types controller, they are a conventional controller, proportional controller, proportional – integral (PI) controller, and proportional – integral – derivative (PID) controller. Xcos Scilab used to simulated the system and got the system with a proportional – integral – derivative controller is the best controller. The system with a proportional – integral – derivative controller have a Rise time 1.3687 Seconds and Overshoot 2.5420%. The result of research will be base to makes hardware system where it will help the advancement of the creative economy industry in Malang City.
Adakah isu dan perlukah solusi gender in leadership? Setyawati, Onny
Jurnal Pemerintahan dan Kebijakan (JPK) Vol 2, No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jpk.v2i3.12666

Abstract

Gender study tidak sekedar memberi nilai tambah pengetahuan pada keilmuan (rekayasa atau sains) tertentu, akan tetapi juga merupakan entitas karena kurikulum pada perguruan tinggi dibangun menurut nilai budaya dan social, bukan hanya berdasarkan metode dan proses belajar/mengajar. Pengamatan pada studi kasus berikut fokus pada pengajar di jurusan Teknik Elektro. Terdapat kurang dari 20% dosen wanita di jurusan tersebut, namun sekitar 90% dari mereka memiliki posisi strategis pengambil keputusan. Oleh karena itu saat ini dapat dinyatakan bahwa isu gender bukanlah hal yang kritis. meskipun demikian lokakarya atau pelatihan terkait gender study tetap diperlukan, agar fenomena di bidang rekayasa ini tetap berkesinambungan.