Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Suhu Kalsinasi Terhadap Karakteristik Komposit MgO-SiO2 Berbasis Silika Sekam Padi Vinindia Kusuma; Simon Sembiring; Kamisah D Pandiangan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i1.1252

Abstract

Komposit MgO-SiO2 disintesis dari larutan MgNO3 dan silika sekam padi. Pada penelitian ini digunakan metode sol-gel pada proses pencampuran MgNO3 dengan sol silika sekam padi dengan komposisi magnesium oksida dan silika 1:1, 1:2 dan 1:3 serta suhu kalsinasi 700oC, 800oC, 900oC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi dan suhu kalsinasi terhadap uji aktivitas, struktur dan mikrostruktur komposit MgO-SiO2. Berdasarkan hasil uji aktivitas yang meliputi konversi sampel dengan perbandingan 1:1 dan suhu kalsinasi 800oC memiliki nilai tertinggi yaitu 90,7% dan viskositas terendah yaitu 11,7672 mm2/s disebabkan karena perubahan fasa dari MgO dan SiO2 dari amorf menjadi kristal. Berdasarkan hasil SEM pada suhu kalsinasi 700oC komposit MgO-SiO2 permukaan masih rata belum terlihat kristal. Sedangkan pada suhu kalsinasi 800oC kristla MgO sudah terbentuk dan menutupi permukaan silika ketika suhu kalsinasi 900oC silika tidak semua permukaan silika tertutupi MgO dan terdapat retakan. Hasil EDS memperlihatkan senyawa oksigen, potasium, sulfur, karbon, silikon dan magnesium.
Coal Ash Characteristic from Bukit Asam as Raw Material for Ceramics Production Pulung Karo-Karo; Simon Sembiring
Jurnal ILMU DASAR Vol 9 No 2 (2008)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1323.743 KB)

Abstract

This study was carried out to characterize coal ash obtained from Bukit Asam, Tarahan Lampung, after the samples were sintered at various temperatures ranging from 900C - 1300C. The characteristics of the investigated samples included density, porosity, hardness, structure and microstructure. The results indicated that porosity decreased with increasing sintering temperature, while density and hardness increased with increasing temperature. The x-ray diffraction (XRD) study revealed that the main crystalline phase was silicon dioxide (SiO2), with the minor constituents of CaSiO2, MgSiO3, FeSiO4 and Ca12Al14O33. SEM investigations clearly demonstrated the presence of a fine crystallised phase dispersed in the microstructure.
Pengaruh Penambahan Periclase (0,10,15)% Terhadap Karakteristik Struktur dan Kekerasan Cordierite Anggita Maharani; Simon Sembiring; Bambang Joko Suroto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.1363

Abstract

Synthesis and characterization of cordierite-based rice husk silica has been conducted byMgO 0, 10, and 15wt%.Preparation of cordierite usesilica rice husk, MgO,and Al2O3. Silica were extracted byalkalis method using1,5% NaOH solution and 10% HNO3. The samples were sintered at temperature of 1250°C. The characteristics of structure were analysed by X-Ray Diffraction (XRD) coupled with Rietveld analysis and microhardness tester. XRD result showed the presences are cordierite, spinel, and forsterite. The increasing MgO of sample has made cordierite to be dissapeared, and the mass fraction spinel decreased while forsterite was increasing. The result of measurement showed that the addition of MgO on cordierite reduced hardness as well as increased porosity.
Pengaruh Suhu Sintering Terhadap Struktur Mikro Na2O Dari Na2CO3 Hasil Pembakaran Tempurung Kelapa Pandapotan Tambunan; Simon Sembiring; Wasinton Simanjuntak
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1293

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur mikro sampel Na2O dari Na2CO3 hasil pembakaran tempurung kelapa melalui proses sintering. Endapan Na2CO3 dihasilkan melalui hasil reaksi gas CO2 hasil pembakaran tempurung kelapa dengan larutan NaOH. Rendemen Na2CO3 disintering pada suhu 800oC, 825oC, dan 850oC, kemudian dikarakterisasi menggunakan (Scanning Electron Microscopy) SEM untuk melihat struktur mikro sampel. Hasil analisis SEM menunjukkan struktur mikro dengan perbesaran 5000x pada suhu sintering 800oC berbeda dengan struktur mikro pada suhu 850oC. Pada perbesaran ini belum terlihat secara jelas butir-butir yang menandakan kehadiran Na2O. Sehingga dilakukan perbesaran 8000x dan 10000x. Hasil sintering 800oC terdapat retakan, dan bentuk kristal batangan, batas butir tidak tersebar merata. Sedangkan, hasil sintering 850oC terlihat butir yang menandakan Na2O lebih homogen dan tersebar merata pada semua permukaan sampel.
Preparasi Alumina Dengan Metode Elektrokimia Sebagai Bahan Baku Pembuatan Zeolit Sintetik dan Karakterisasinya Dengan Transmission Electron Microscopy (TEM) Putri Hanifah Liani; Simon Sembiring; Wasinton Simanjuntak
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1267

Abstract

Pada penelitian ini, dilakukan preparasi alumina menggunakan metode elektrokimia dengan bahan baku batang alumunium dan aquades yang diasamkan hingga pH = 5, dengan HNO3 10% sebagai elektrolit. Proses elektrokimia dilakukan pada potensial 22 Volt selama 24 jam untuk mendapatkan alumina dalam jumlah yang cukup. Alumina selanjutnya disaring lalu dikeringkan dalam oven pada suhu 100 oC selama 6 jam. Alumina kering digerus hingga menjadi bubuk dan dikarakterisasi menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM) untuk mengetahui ukuran partikelnya. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa partikel alumina memiliki ukuran yang berbeda, dengan rentang dari 59 hingga 230 nm, dan ukuran rata-rata partikel sebesar 137 nm.
Karakteristik Termal (DTA/TGA) dan Konduktivitas Termal Cordierite (2MgO.2Al2O3.5SiO2) Berbasis Silika Sekam Padi Akibat Penambahan MgO (0, 10, 15%berat) Annisa Rizka Amalia; Simon Sembiring; Wasinton Simanjuntak
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.1360

Abstract

Synthesis and characterization of cordierite-based rice husk silica has been conducted by MgO 0, 10, and 15wt%. Preparation of cordierite used MgO, Al2O3, and silica rice husk. Silica was extracted by alkalis method using 1,5 NaOH solution and 10% HNO3. The samples were sintered at temperature of 1250°C. The characteristics of thermal were analysed by DTA/TGA and thermal conductivity were analysed by ASTM E1530, while physics characterization were anlysed by density and porosity. DTA/TGA result showed that the crystallization process of cordierite through spinel bonding. The thermal conductivity values obtained were between 2,9089-3,1647 (W/m.K). Based on the result, it can be concluded that the addition of MgO on cordierite increased thermal conductivity and porosity as well as reduced density.
Struktur Mikro dan Konduktivitas Listrik Keramik Cordierite dengan Penambahan Magnesium Oksida (0, 10, 15 wt %) Berbasis Silika Sekam Padi Ade Lia Tristiana; Simon Sembiring; Wasinton Simanjuntak
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.1352

Abstract

Research was conducted to determine the effect of magnesium oxide 0, 10, and 15wt% to the microstructure and electrical conductivity of cordierite. Cordierite was made by commercial MgO and alumina and silica from rice husk which is extracted by sol-gel method. Synthesis of cordierite was done with solid state reaction method and sintering at 1250ºC for 3 hours. Microstructure cordierite analyzed by SEM/EDS, while the electrical conductivity was analyzed using LCR meter, as well as physical test include its density, porosity and shrinkage. The results showed that the addition of MgO has reduced density, and shrinkage of cordierite and increase porosity. Microstructure cordierite with the addition of MgO indicated that sample with a lot of pores and their agglomeration. Conductivity values decreased with the addition of 10% MgO and increased at 15% MgO.
Pembuatan dan Karakterisasi Komposit Batako Ringan dengan Campuran Sekam Padi Sebagai Bahan Pengisi untuk Kontruksi Bangunan Redam Suara Aris Pratama; Pulung Karo Karo; Simon Sembiring
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i1.1257

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh sekam padi terhadap kuat tekan dan penyerapan redam suara pada batako sekam padi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode padatan. Sampel sebanyak 21 batako berbentuk silinder dengan diameter 5cm dan tinggi 4cm. Variasi Semen 10%, 20% dan 30% dengan persentase volume. Bahan pengisinya berupa pasir 80-10% dan sekam 10-80% dengan jumlah total 100%. Karakterisasi yang dilakukan berupa uji fisis yaitu densitas, porositas dan uji mekanis yaitu uji kuat tekan, uji redam. Hasil uji karakterisasi densitassebesar 1.13-1.77 gr/cm3. Densitas yang paling besar adalah sampel S30SP10 yaitu 1.77 gr/cm3. Nilai porositas antara 6.39-46.55%. Uji kuat tekan antara 0.43-12.84Mpa. Kuat tekan yang paling besar adalah sampel S30SP10 karena kandungan semen yang besar sehingga memperkuat beton ringan tersebut. Uji redam suara tertinggi pada sampel S30SP60 dengan penyerapan sebesar 0.44. Selanjutnya uji konduktivitas termal dilakukan pada sampel S10SP80, S30SP40, S30SP50 dengan data hasil yaitu 0.81, 0.89, 1.09 W/moK.
Pengaruh Penambahan Alumina (Al2O3) 0, 10, dan 15% (b/b) terhadap Karakteristik Kekerasan dan Struktur Cordierite (2MgO.2Al2O3.5SiO2) Berbasis Silika Sekam Padi Nur Faizah; Simon Sembiring; Rudy Situmeang
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1338

Abstract

Penelitian inidilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan aluminaterhadap karakteristik kekerasan, dan struktur cordierite.Silika diperoleh dari sekam padi melalui metode sol-gel, sedangkan alumina danmagnesium oksida berasal dari Sigma-Aldrich. Cordierite disintesis melalui metodepadatan dengan temperatur sintering 1200oC. Hasil pengukuran menunjukan bahwapenambahan alumina meningkatkannilai kekerasan, mengurangi densitas, dan meningkatkan porositas. Karakterisasi dengan X-Ray Diffraction (XRD)menunjukkan adanya struktur yang diperoleh, yaitu kristobalit, corundum, cordierite, spinel, dan periclase. Seiring meningkatnya komposisi alumina pada sampel, maka semakin meningkat pula nilai fraksi massa struktur corundum di dalam sampel.
Variasi Kadar CaCO3 terhadap Pembentukan Fasa Superkonduktor BSCCO-2223 Menggunakan Metode Pencampuran Basah Prastiana Tiara Pratiwi; Suprihatin Suprihatin; Simon Sembiring
JASIEK (Jurnal Aplikasi Sains, Informasi, Elektronika dan Komputer) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jasiek.v2i1.3633

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar CaCO3 terhadap pembentukan fasa superkonduktor BSCCO-2223 dengan menghitung tingkat kemurnian fasa yang terbentuk, melihat stuktur mikro dan efek Meissnernya. Variasi CaCO3 yang digunakan sebesar 1,95; 2,00; 2,05 dan 2,10 mol menggunakan metode pencampuran basah dengan suhu kalsinasi 800 °C selama 10 jam dan suhu sintering 865 °C selama 30 jam. Hasil XRD menunjukkan tingkat kemurnian fasa yang terbentuk meningkat seiring dengan bertambahnya kadar Ca dan optimum pada kadar Ca 2,05 mol dan menurun pada kadar Ca 2,10 mol. Fraksi volume tertinggi didapatkan sebesar 74,48 % pada sampel kadar Ca 2,05 mol. Sedangkan fraksi volume terendah sebesar 48,17 % pada sampel kadar Ca 1,95 mol. Sementara, derajat orientasi tertinggi 11,61 % pada kadar Ca 2,05 mol. Derajat orientasi terendah 6,63 % pada kadar Ca 1,95 mol. Hasil SEM semua sampel telah terorientasi serta memiliki ruang kosong antar lempengan (void) yang relatif sedikit. Hasil efek Meissner hanya pada sampel kadar Ca 2,05 mol yang mengalami efek Meissner lemah berupa penolakan medan magnet. Kata Kunci : Uperkonduktor BSSCO-2223, CaCo3, Fraksi Volume, Derajat Orientasi, Efek Missner