Syahida Djasang
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMERIKSAAN Mycobacterium tuberculosis PADA KELUARGA SERUMAH PENDERITA TUBERCULOSIS PARU DENGAN METODE IMMUNOCHROMATOGRAPHIC TUBERCULOSIS (ICT TB) Mursalim Mursalim; Syahida Djasang; sitti hadijah; Muhammad Nasir
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i1.2096

Abstract

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi TB paru berdasarkan diagnosis dokter ada lima provinsi dengan TB paru tertinggi adalah Banten (0,8%), Jawa Barat (0,6%), Sumatera Selatan (0,5%), Kalimantan Utara (0,5%), Bengkulu (0,4%),Kalimantan Barat (0,4%),Sulawesi Selatan (0,4%) Pada umumnya metode diagnostic penyakit TB dilakukan secara konvensional seperti pemeriksaan mikroskopik, kultur dan serologi. Namun, metode tersebut mempunyai banyak kelemahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah penderita TB paru pada kontak serumah penderita tuberculosis dengan menggunakan tes immunocromatografi TB. Penelotian ini berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Mamajang, Puskesmas Minasa Upa, Puskesmas Batua, dan Puskesmas Jongaya MakassarJenis penelitian ini adalah observasi laboratorik dengan jumlah sampel 100 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi dari penelitian ini. Hasil ini menunjukkan bahwa ada 8 orang kasus baru ditemukan pada kontak serumah.Simpulan dari penelitian ini ditemukan penderita baru pada masyarakat dan disarankan agar penelitian ini tetap dilanjutkan dan direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya serta tindak lanjut untuk pengabdian masyarakat.
KORELASI HASIL BAKTERIAL PADA URIN RUTIN DENGAN KULTUR URIN TERHADAP PASIEN DIAGNOSA INFEKSI SALURAN KEMIH Andi Ani Sulistiani; Artati Artati; Syahida Djasang; Mursalim Mursalim
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 12, No 2 (2021): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v12i2.2461

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah keadaan klinis akibat berkembang biaknya mikroorganisme yang menyebabkan inflamasi pada saluran kemih dan menimbulkan bakteriuria (>100.000 CFU/ml). Prosedur standar pembuktian ISK adalah pemeriksaan Urin rutin dan kultur urin. Pemeriksaan bakteri merupakan salah satu parameter yang diperiksakan di Urin rutin, yang dilakukan dengan pemutaran dengan kecepatan yang ditentukan kemudian diambil endapan lalu diperiksa di bawah mikroskop dengan pembesaran obkjektif 40x. Penelitian bertujuan mengetahui korelasi bakteri pada urin rutin dengan kultur urin (gold standar) pada pasien diagnosa ISK. Metode penelitian bersifat independen untuk menemukan ada tidaknya hubungan hasil bakterial di urin dengan kultur urin terhadap pasien curiga ISK, hasil penelitian dianalisis menggunakan uji korelasi Kendall’s. Dari penelitian yang dilakukan di Klinik Labroratorium Prodia didapatkan hasil korelasi yang signifikan kuat dan searah, dengan tingkat kesalahan 1% (hasil sig 0,000<0,001) antara keduanya.Kata Kunci : ISK, Kultur urin, Urin, Urin rutin
KADAR HEMOGLOBIN PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENGKONSUMSI OBAT ANTI TUBERKULOSIS Mursalim Achmad; Syahida Djasang; Nuradi Nuradi; St Hadijah
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i1.2765

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis dapat menyebabkan kelainan salah satunya adalah anemia. Anemia ditandai dengan menurunnya kadar hemoglobin. Hemoglobin merupakan zat protein yang ditemukan dalam sel darah merah yang memberi warna merah pada darah. Penurunan kadar hemoglobin pada penderita tuberkulosis dapat terjadi akibat status nutrisi yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada penderita tuberculosis paru.yang mengkonsumsi obat anti tuberculosis. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu purposive sampling yang dilakukan di Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BBKPM) Makassar pada bulan Maret-April 2021. Jenis penelitian ini menggunakan desain deskriptif, data hasil penelitian dianalisa secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel kemudian dinarasikan. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin terhadap 24 sampel darah EDTA pada penderita Tuberkulosis paru diperiksa dengan menggunakan metode Kolorimetrik non cynanide SLS. Dari hasil penelitian yang diperoleh dari 24 sampel menunjukkan sebanyak 13 pasien (54%) kadar hemoglobin dibawah nilai normal dan 11 pasien (46%) kadar hemoglobin normal. Dan untuk peneliti selanjutnya hendaknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan menggunakan jumlah pasien Tuberculosis paru lebih banyak Kata Kunci: Kadar Hemoglobin, Penderita Tuberculosis
ANALISA GLUKOSA DARAH DAN KOLESTEROL PADA AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK DI PUSKESMAS PITUMPANUAKABUPATEN WAJO Widarti Widarti; Ayu Gusti; Mursalim Mursalim; Rahman Rahman; Syahida Djasang
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pakassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mak.v13i2.3009

Abstract

Kontrasepsisuntik adalah salah satu metode pencegahan kehamilan yang membantu mencegah sel telur menempel di dinding rahim. Penggungaan kontrasepsi suntik merupakan salah satu faktor meningkatnya kadar glukosa darah dan mempengaruhi metabolisme lemak khususnya lipoprotein, pengaruh yang terjadi karena adanya hormon estrogen dan progesterone yang terkandung dalam kontrasepsi suntik tersebut, dan faktor lainnya yaitu pola makan tidak teratur, kurang aktivitas, dan umur. Penelitian bertujuanuntuk menganalisa hasil pemeriksaan kadar glukosa darah dan kadar kolesterol pada akseptor kontrasepsi suntik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif berupa obrservasi laboratorik. Populasi penelitian ini adalah akseptor kontrasepsi suntik sebanyak 50 responden ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data secara deskriptif, kemudian diolah dengan menggunakan uji korelasi, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan selanjutnya dibahas dalam bentuk narasi. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pitumpanua Kabupaten Wajo dan pemeriksaan sampel dilakukan di RSUD SIWA. Darihasil penelitian sebanyak 50 sampel, berdasarkan uji korelasi pearson diperoleh nilai signifikan (0,003)<(0,05). Pada pemeriksaan glukosa darah didapatkan kadar gula darah menurun sebanyak 3 sampel (6%), kadar gula darah normal sebanyak 22 sampel (44%), kadar gula darah meningkat sebanyak 25 sampel (50%), dan pada pemeriksaan kolesterol didapatkan kadar kolesterol normal sebanyak 41 sampel (82%), serta kadar kolesterol resiko sedang sebanyak 5 sampel (10%), dan kadar kolesterol risiko tinggi sebanyak 4 sampel (8%). Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan glukosa darah dan kolesterol pada akseptor kontrasepsi suntik.