Dadang Sugiana
Departemen Ilmu Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Sugiana, Dadang; Setiaman, Agus; Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.647 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6044

Abstract

Tingkat kebutuhan informasi akan meningkat jika informasi memberikan sesuatu yang bermanfaat pada sipencarinya, seperti menyelesaikan masalah atau memecahkan persoalan, memberikan ide-ide baru untuk sebuah program baru, kebutuhan pada pengetahuan, atau melakukan pengawasan pada sesuatu yang sedang berjalan. Kemampuan penyeleggara pemerintahan menyiapkan sediaan informasi dengan berbagai infrastruktur dan konten yang memadai, disertai dengan sikap keterbukaan dan mekanisme serta prosedur yang memadai, akan memudahkan masyarakat memberikan konstribusi atau partisipasi secara positif. Masyarakat tidak akan mudah terpancing isu atau informasi yang simpang siur seandainya mereka mudah mandapatkan iformasi yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bhawa sebagian besar masyarakat Kota Bandung kurang atau belkum memahmai keterbukaan informasi publik, bahkan sebagian besar warga Kota belum atau kurang mehami bentuk informasi yang digunakan oleh Pemkot sebagai upaya implementasi keterbukaan informasi publik. Sebagian warga Kota tahu bahwa setiap ada pekerjaaan pembangunan sarana publik tersedia pengumuman tentang batas waktu pengerjaaan, biaya, dan sebagainya tapi mereka tidak tahu bhawa hal itu sebagai bagian dari kebijakan keterbukaan informasi publik dari pemegang kenbijakan publik kepada warganya. Masih kurangnya sosialiasasi tentang keterbukaan informasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung merupakan salah satu dampak dari kurangnya pemahaman warga Kota terhadap berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota dalam implementasi keterbukaan publik.
Strategi Customer Relationship Management (CRM) PT Angkasa Pura II (Persero) Wildyaksanjani, Janiar Puspa; Sugiana, Dadang
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 6, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.059 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v6i1.8754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM), mengetahui strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) dan untuk mengetahui persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi alasan PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan strategi Customer Relationship Management (CRM) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra usaha sehingga tercipta hubungan jangka panjang yang lebih baik serta mendorong loyalitas dari mitra usaha kepada PT Angkasa Pura II (Persero). Strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung adalah dengan memberikan pelayanan prima kepada mitra usaha dan yang membedakan Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung dengan bandara lain di Indonesia adalah adanya program inovasi seperti lucky draw dan piagam penghargaan. Persepsi mitra usaha pada strategi Customer Relationship Management (CRM) yang dilakukan PT Angkasa Pura II (Persero) di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung cukup beragam mulai dari persepsi yang bersifat positif ataupun negatif. Namun secara garis besar persepsi pelanggan lebih kepada masukan atau kritikan agar PT Angkasa Pura II (Persero) meningkatkan kualitas pelayanannya di Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENGEMBANGAN KAPASITAS INOVASI DAN DAYA SAING DAERAH (Studi Kasus Pemanfaatan Web Portal Inovasi KUKM dalam Pengembangan Kapasitas Inovasi dan Daya Saing Daerah oleh Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikma Gemiharto, Ilham; Sugiana, Dadang
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.18 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan daya saing dan kapasitas inovatif diperlukan agenda strategis yang dilaksanakan dengan komitmen yang tinggi. Agenda strategis disusun berdasarkan landasan sistem inovasi daerah, termasuk perkuatan kelembagaan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Pengembangan Web Portal Inovasi KUKM merupakan salah satu upaya untuk menciptakan pasar berbasis web dan mendorong pelaksanaan metode pengembangan kapasitas inovasi dan daya saing daerah secara terbuka. Komunitas Pengrajin Bordir di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu komunitas KUKM yang memanfaatkan Web Portal Inovasi UMKM untuk mengembangkan kapasitas dan daya saing mereka. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, sehingga mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) serta teknik analisis data deskriptif, dengan informan penelitian adalah anggota komunitas pengrajin bordir di Tasikmalaya, fasilitator KUKM, administrator Web Portal KUKM dan para pejabat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemanfaatan teknologi informasi dalam pengembangan inovasi dan daya saing daerah, memiliki peran signifikan dalam mendorong peningkatan kapasitas inovatif para pelaku KUKM. Penelitian ini merekomendasikan untuk merancang suatu model pemanfaatan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di daerah lain di Indonesia. Kata Kunci :Teknologi Informasi, Kapasitas Inovatif, Daya Saing Daerah, Pengrajin Bordir, Kabupaten Tasikmalaya.
POLA JARINGAN KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT PERDESAAN DI DESA SUKARESIK KECAMATAN SIDAMULIH, KABUPATEN PANGANDARAN Sugiana, Dadang; Anwar, Rully Khairul; Budiono, Agung
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.296 KB)

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya program pemerintah yang harus disampaikan kepada masyarakat. Namun tidak sedikit yang gagal dalam mensosialisasikan kebijakan tersebut. Kesalahan dalam memilih saluran komunikasi atau tidak paham dengan adanya hubungan interpersonal di antara warga masyarakat, atau juga salah dalam mengenali struktur sosial budaya dan sistem yang berlaku di suatu daerah/desa. Sehingga masyarakat salah menerjemahkan, memaknai, atau memahami pesan/informasi. Akibat selanjutnya, terjadi kesalahan pada taraf pelaksanaan, yang berarti juga kegagalan dari program pembangunan, kegagalan dari difusi inovasi, dan kegagalan dari implemetasi kebijakan secara keseluruhan. Untuk mengetahui hal itu digunakanlah metode analisis jaringan yang berusaha untuk mengetahui struktur komunikasi dan pola komunikasi yang berlaku di masyarakat, dalam hal ini di Desa Sukaresik dengan menelusuri isu program KIS, KIP dan KSKP. Data dikumpulkan dengan membuat kuesioner yang memuat tiga kelompok pertanyaan yaitu: 1) Kelompok identitas, 2) Kelompok pertanyaan pokok; 3) kelompok pertanyaan sosiometrik yang disebarkan ke seluruh responden yang berjumlah 282 KK yang dilakukan dengan cara sensus. Hasil penelitian menunjukkan pola komunikasi masyarakat pedesaan yang relatif stabil bahkan cenderung lebih merupakan budaya yang butuh waktu lama untuk mengubahnya dimana anggota masyarakat desa masih memilih hubungan interpersonal dalam kegiatan komunikasinya. Bagi masyarakat desa media masih lebih dominan digunakan semata-mata untuk mendapatkan hiburan. Kata Kunci: Komunikasi Social, Masyarakat Perdesaan, Pola Jaringan.
COMMUNICATION MODEL IN SOCIALIZING OF URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” INNOVATION PROGRAM IN BANDUNG CITY (MODEL KOMUNIKASI DALAM MEMASYARAKATKAN PROGRAM INOVASI URBAN FARMING “KAMPUNG BERKEBUN” DI KOTA BANDUNG PROPINSI JAWA BARAT) R, Henny Sri Mulyani; Suryana, Asep; Sugiana, Dadang
EDUTECH Vol 15, No 3 (2016): ESENSI PEMBELAJARAN MASA KINI
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v15i3.4133

Abstract

 An innovation promoted by the government of the city of Bandung in 2014 that urban gardening activities by utilizing their yards, vacant land, alley, dak  and the other, better known as Urban Farming. This activity was intended for residents of the city of Bandung with the hope of meeting the food needs of the household and supporting urban green open space. The purpose of this study was to determine the model of communication used by the Department of Agriculture and Food Security in the dissemination of innovation Urban Farming "Kampung Berkebun" in Bandung. This was accomplished through qualitative description methods of data collection and analysis using some observations, personal interviews and textual analysis. The results showed that the program of promoting Urban Farming "Kampung Berkebun" consists of two activities, namely the first event, to be disseminated to the subdistrict and village heads as the city of Bandung which is held at the Department of Agriculture and Food Security in Bandung, and the second activity is to provide training to the residents in the village location. Bandung has 34 districts and 151 villages. Training was conducted at each site include a village with a maximum of 50 people of the village residents. Deployment of innovative communication model Urban Farming "Kampung Berkebun" in the form of a model that is both mechanistic and interactional namely communication model David K Berlo (1960) and Schramm communication model (1954). Sebuah inovasi  dimasyarakatkan oleh pemerintahan Kota Bandung mulai tahun 2014 yaitu kegiatan berkebun diperkotaan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, lahan tidur, gang, dak  dan yang lainnya   lebih dikenal dengan sebutan  Urban Farming. Kegiatan ini diperuntukan bagi   warga Kota Bandung dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan pangan dalam skala rumah tangga dan menunjang ruang terbuka hijau perkotaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model komunikasi yang digunakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan   dalam memasyarakatkan inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun” di Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif  dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa   program memasyarakatkan  Urban Farming “Kampung Berkebun”  terdiri dari  dua kegiatan, yakni kegiatan pertama, dilakukan sosialisasi terhadap para camat dan lurah se Kota Bandung yang dilaksanakan di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung  dan kegiatan kedua adalah memberikan pelatihan teradap warga di lokasi  kelurahan. Kota Bandung memiliki 34 kecamatan dan 151 kelurahan. Pelatihan dilaksanakan disetiap lokasi kelurahan dengan menyertakan  maksimal  50 orang warga kelurahan tersebut. Model komunikasi  penyebaran inovasi Urban Farming “Kampung Berkebun”  berupa model yang bersifat mekanistis dan interaksional yaitu model komunikasi  David K Berlo (1960) dan model komunikasi Schramm (1954).
Pendekatan Triple Helix dalam Membentuk City Branding Setiawati, Sri Dewi; Suryana, Asep; Sugiana, Dadang; Priyatna, Centurion Chandratama
Jurnal Pariwisata Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal ALTASIA (Edisi Khusus) - Acceptance
Publisher : Program Studi Pariwisata - Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.293 KB)

Abstract

City branding saat ini banyak digunakan sebagai strategi pemasaran pariwisata. Di Indonesia city branding masih hanya berbertuk jargon dari pemerintah saja. City branding bukan sebuah jargon, tetapi city branding adalah bagaimana menggali potensi daerah untuk membentuk positioning yang akan mudah diingat oleh para wisatawan. Untuk semakin memperkuat positioning tersebut, perlu peran aktif dari berbagai pihak dalam melakukan strategi branding dalam wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menjelaskan sebuah konsep city branding dengan menggunakan pendekatan triple helix antara pemerintah, UKM dan pihak komunitas yang didalamnya banyak terdapat akademisi. Hasil dalam penelitian ini menjelaskan dalam membangun city branding penting membangun hubungan antara ketiga pilar pemerintah, UKM dan komunitas. Hal ini dikarenakan dalam membangun city branding, bukan hanya memberikan tagline atau jargon pada suatu wilayah. Tetapi perlu bukti fisik yang muncul, dapat dilihat dan dirasakan oleh para wisatawan. Peran aktif dari para pelaku UKM yang dibantu oleh komunitas kreatif dalam melahirkan produk-produk kreatif, menjadi peran penting dalam memberikan bukti fisik dari sebuah city branding. Peran pemerintah tentu menjadi yang utama, sebagai pemilik regulasi yang mendukung peran dari para UKM dan komunitas.