p-Index From 2017 - 2022
5.275
P-Index
This Author published in this journals
All Journal PROSIDING SEMINAR NASIONAL ELTS Jurnal Biologi Udayana Indonesian Journal of Dialectics Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal S2 Pendidikan Sains Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Jurnal Civicus MUDARRISA Indonesian Journal of Islamic Education Studies Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Share : Social Work Journal Paediatrica Indonesiana JISPO (Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen INKUIRI : Jurnal Pendidikan IPA Konstruktivisme: Jurnal Pendidikan & Pembelajaran MEDIA BINA ILMIAH Indonesian Journal of Statistics and Its Applications Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Lex Librum: Jurnal Ilmu Hukum Pustabiblia: Journal of Library and Information Science JABE (Journal of Applied Business and Economic) Jurnal Biolearning Sospol : Jurnal Sosial Politik Public Health Perspective Journal Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Media Laboran Jurnal Pendidikan Raudhatul Athfal (JAPRA) Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat JANACITTA Journal of Primary and Children's Education Jurnal Accounting Information System (AIMS) Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram Jurnal Radiologi Dentomaksilofasial Indonesia (JRDI) Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Jurnal Kependudukan Indonesia (Indonesian Journal of Population) Voice Justisia : Jurnal Hukum dan Keadilan Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN MINAT IBU DALAM PEMAKAIAN KONTRASEPSI IUD DI BERGAS Sulastri, Sri; Nirmasar, Chichik
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.251 KB)

Abstract

Cakupan pemakaian kontrasepsi di wilayah Kabupaten Semarang dari 166.634 peserta KB aktifnya 34,76% yang menggunakan kontrasepsi jangka panjang, dengan rincian KB IUD (11,97%), KB MOP (1,08%), KB MOW (4,83%), KB implant (16,88%). Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi khususnya IUD di Kabupaten Semarang masih rendah. Rendahnya cakupan penggunaan kontrasepsi IUD dikarenakan kurangnya dukungan suami yang diberikan kepada istri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan suami dengan minat ibu dalam pemakaian kontrasepsi IUD di Bergas.Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan rancangan cross sectional. Populasinya adalah ibu nifas di Bergas. Pemilihan sampel dilakukan dengan Accidental Sampling sejumlah 89 responden. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat menggunakan distibusi frekuensi untuk menggambarkan setiap variabel dan analisis bivariat menggunakan uji Chi–Square. Hasil penelitian responden yang mendapat dukungan sedikit lebih tinggi dari yang tidak memberi dukungan sebesar 50,6% dan sebagian besar responden memiliki minat rendah 76,4%. Hasil uji statistik dengan uji Chi–Square didapatkan nilai p sebesar (0,006)<α(0.05). Berdasarkan hasil uji statistik bahwa ada hubungan bermakna antara dukungan suami dengan minat ibu dalam pemakaian kontrasepsi IUD di Bergas .Tenaga kesehatan disarankan untuk selalu melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kontrasepsi jangka panjang khususnya IUD, sehingga masyarakat termotivasi untuk menggunakan IUD.Kata Kunci : Dukungan suami, minat pemakaian kontrasepsi IUD
Community Practice Melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) di Kota Bandung Dikayuana, Didin; Sulastri, Sri; Fedryansyah, Muhammad
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.435 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.24776

Abstract

Community practice merupakan pendekatan partisipatif yang melibatkan  komunitas untuk terlibat dalam pembangunan di wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan proses kolaboratif pembangunan di wilayah melalui Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pembahasan secara deskriptif. Informan terdiri dari 20 yang meliputi aparat pemerintahan kecamatan, pemerintahan kelurahan, ketua RW, karang taruna, kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian masalah dan pembangunan di wilayahnya. Dampak lainnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan, memicu gotong royong antara anggota komunitas, pelestarian lingkungan dan nilai budaya, serta secara politik masyarakat terlibat dalam pembangunan di wilayah urban.
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (STUDI KASUS DI KOTA CIMAHI) Fadlurrohim, Ishak; Nulhaqim, Soni Akhmad; Sulastri, Sri
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.079 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.20326

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada KPM (keluarga penerima manfaat) setiap bulannya melalui mekanisme uang elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau disebut E-warong yang bekerjasama dengan Bank Penyalur. Kekuatan bantuan sosial pangan non tunai ini adalah penerima manfaat secara efisien dan efektif mampu mengoptimalkan bantuan yang diberikan berdasarkan tingkat kebutuhannya sehingga secara tidak langsung dapat menggairahkan kehidupan ekonomi yang bersangkutan, terjadinya proses internalisasi keuangan inklusif kepada fakir miskin melalui revitalisasi peran lembaga perbangkan, terhindarnya sejumlah kasus inefisien dan inektivitas sebagaimana penyaluran bantuan sosial pangan sebelumnya dan memerlukan manajemen yang baru. Pelaksanaan program BPNT (mencakup : registrasi, penggantian data, kontak informasi dan pengaduan) yang terdiri dari Kordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kabupaten/ Kota, Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten/ Kota, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping PKH dan Asisten pendamping PKH untuk daerah sulit. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Weinbach (1994) dalam Kettner (2002), mengatakan bahwa, manajemen dapat dianggap sebagai fungsi spesifik yang dilakukan oleh orang-orang dalam lingkungan kerja yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menggambarkan tentang implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (studi kasus di Kota Cimahi). Informan ditentukan berdasarkan purposive sampling (Informan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti), teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (indeph interview, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Artikel ini menunjukkan Penyaluran bantuan sosial non tunai dengan menggunakan sistem perbankan dapat mendukung perilaku produktif penerima bantuan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program bagi kemudahan mengontrol, memantau dan mengurangi penyimpangan. Inilah yang menjadi sistem manajemen baru.
Identifikasi Penyakit Yang Disebabkan Oleh Jamur Dan Intensitas Serangannya Pada Tanaman Cabai (Capsicum annum l.) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau Sulastri, Sri; Ali, Muhammad; Puspita, Fifi
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian Vol 1, No 1 (2014): Wisuda Februari Tahun 2014
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili production in Riau can not meet the needs of the community, because production is still low. One cause of low production of chili in Riau is the infection of disease. The disease is often found in pepper plant caused by the fungus Colletotrichum sp, Cercospora sp . Symptoms and the intensity of the disease are different. So it is necessary to identify the symptoms, causes of disease, the description and the level of disease to be able to control the disease. Identification was carried out at the experimental farm unit in Faculty of Agriculture University of Riau. This study aims to identify the symptoms, causes of disease, the description and the level of disease. The study was conducted using a survey method. Determination of the location of chili crop land is by purposive sampling. Sampling was conducted by a diagonal method with a random sampling of 5 points. The result showed that the disease on pepper plants in the experimental farm unit of the faculty of agriculture University of Riau is cercospora leaf spot disease caused by Cercospora sp (40%), fruit roots and Spot anthracnose twigs caused by Colletotrichum sp (25% and 22,5%).  Keyword: Chili, identification of disease and intensity of disease.  
Kajian Manajemen Pemasaran Kentang (Solanum tuberosum L.) Palgunadi, Palgunadi; Sulastri, Sri; Handayawati, Hani Sri
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 14, No 1 (2011)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.781 KB)

Abstract

Kayu Aro di Kabupaten Kerinci mempunyai kondisi agroklimat yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kentang. Rendahnya produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci diduga ada hubungannya dengan faktor produksi dan gangguan hama penyakit, faktor penerapan strategi pemasaran yaitu strategi produksi, strategi harga dan strategi distribusi/pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara manajemen pemasaran dengan harga yang diterima petani.  Penentuan lokasi penelitian dan contoh pedagang dilakukan secara sengaja (purposive), mencakup beberapa pedagang yang terlibat dalam pemasaran kentang, yang mendistribusikan produk ke luar daerah yang bukan bersifat musiman tetapi kontinyu. Pedagang antar kota sebanyak 30 orang yang terpencar di Kecamatan Kayu Aro, jumlah responden pedagang sebanyak 15 orang atau 50% dari jumlah sampel frame pedagang. Analisis data menggunakan model Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang yang menerapkan manajemen pemasaran yang sangat baik berjumlah dua orang, manajemen pemasarannya baik sebanyak enam orang, dan tidak ada pedagang yang manajemen pemasarannya kurang-baik dan tidak-baik. Harga jual kentang rata – rata pada pedagang dengan manajemen pemasaran yang sangat-baik sebesar Rp. 1.753,906; pada pedangang dengan manajemen pemasaran yang baik sebesar Rp. 1.480,417; dan pada pedagang dengan manajemen pemasaran yang cukup-baik sebesar Rp. 1.341,295. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan. Semakin baik tingkat manajemen pemasaran yang diterapkan pedagang kentang, ternyata harga jual kentang yang diterima pedagang semakin tinggi. Kata kunci: Pemasaran, pedagang, kentang
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN PSIKOLOGI DENGAN TINGKAT PENERIMAAN USAHATANI PADI Yasmiati, Yasmiati; Kusumawardani, Niniek Dyah; Sulastri, Sri
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol 13, No 4 (2010)
Publisher : Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.825 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor umur, pendidikan dan pengalaman kerja (faktor sosial), luas lahan garapan, jumlah anggota keluarga (faktor ekonomi), motivasi kerja (faktor psikologi) dengan tingkat penerimaan usahatani padi. Penentuan lokasi peneltiian dilakukan secara purposive dan penentuan sampel secara simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan datanya dianalisis dengan uji Chi Kuadrat untuk mengetahui hubungan antar variabel, dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat penerimaan usahatani padi per tahun sebesar Rp. 7.725.677,42. Rata-rata umur petani 44,62 tahun dengan kategori tua 58,06 persen dan muda 41,94 persen; pendidikan formal petani 9,48 tahun; jumlah anggota keluarga 3,74 orang; luas lahan garapan 0,71 hektar; pengalaman kerja banyak 25,81 % responden dan pengalaman kerja sedikit 74,19% responden; motivasi kerjanya tinggi 32,26% responden dan motivasi kerjanya rendah 67,74 % responden. Luas lahan garapan, pengalaman kerja dan motivasi kerja berhubungan erat dengan penerimaan usahatani padi, sedangkan umur, pendidikan formal dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap penerimaan usahatani padi. Kata kunci: Faktor sosial ekonomi, psikologi, penerimaan usahatani
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI JAGUNG (Zea mays L) Mahdiah, Mahdiah; Sulastri, Sri; Handayawati, Hani Sri
WACANA, Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 13, No 4 (2010)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.126 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis produksi, penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani jagung; dan menganalisis pengaruh faktor produksi benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produktivitas jagung. Penelitian dilakukan di Desa Munjung, Kecamatan Batu Mandi, Kalimantan Selatan. Penentuan petani sebagai sampel dilakukan secara Stratified Random Sampling berdasarkan strata luas lahan. Langkah awal dilakukan pendataan populasi  petani tanaman jagung yang berjumlah 174 petani dengan luas kepemilikan lahan yang berbeda. Berdasarkan data primer diketahui rata-rata luas lahan petani berkisar 0,524 hektar.  Kemudian   luasan   kepemilikan   lahan dikelompokkan menjadi dua strata  yaitu: strata I  ‹ 0,524 ha, strata II ≥ 0,524 ha. Pengambilan sampel pada masing-masing strata diambil secara proporsional, untuk strata I : 19 petani dan strata II : 8 petani. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi jagung sebesar 3.899 kg/ha biji kering, dengan harga Rp. 1.050/kg.  Penerimaan usahatani sebesar Rp. 4.093.950,oo/ha; dengan rata-rata besar biaya produksi Rp. 1.989.000,oo/ha.  Dengan demikian diperoleh rata-rata pendapatan usahatani jagung sebesar Rp. 2.104.950,oo/ha.  Faktor produksi benih SP36 berpengaruh nyata terhadap produksi jagung, sedangkan pupuk, pestisida dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jagung. Kata kunci: Faktor Produksi, Usahatani
PERBANDINGAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM RIIL DAN LABORATORIUM VIRTUAL DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL DAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Sulastri, Sri; Maridi, Maridi; Prayitno, Baskoro Adi
Jurnal Inkuiri Vol 4, No 3 (2015): Jurnal Inkuiri
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.496 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar siswa pada pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) menggunakan media laboratorium riil dan laboratorium virtual ditinjau dari kemampuan awal dan interaksi sosial siswa. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Karanganyar Semester 2 tahun pelajaran 2013/2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2x2. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Karanganyar. Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling terdiri dari dua kelas. Kelas eksperimen I diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium riil terdiri dari 28 siswa dan kelas eksperimen II diberi perlakuan menggunakan model Group Investigation(GI) laboratorium virtual terdiri dari 29 siswa.Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar aspek kognitif. Uji coba instrumen tes kognitif meliputi validitas isi, tingkat kesukaran, daya beda, dan reliabilitas. Uji prasyarat meliputi uji normalitas dan homogenitas, dengan α = 0,05 disimpulkan bahwa sampel berasal dari populasi yang terdistribusi normal dan mempunyai variansi yang homogen. Teknik non tes untuk data interaksi sosial dan lembar observasi untuk aspek afektif dan aspek psikomotor. Uji hipotesis penelitian menggunakan anava tiga jalan dengan uji lanjut scheffe menggunakan bantuan software SPSS 18. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut; (1) Ada pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (2) Ada pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar afektif siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa; (3) Ada pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif dan psikomotor siswa, tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif siswa; (4) Ada interaksi antara model belajar dengan kemampuan awal terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; (5) Ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif dan psikomotor siswa, tetapi tidak ada interaksi antara model belajar dengan interaksi sosial terhadap prestasi belajar afektif siswa; (6) Tidak ada interaksi antara kemampuan awal dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa; dan (7) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran, kemampuan awal, dan interaksi sosial terhadap prestasi belajar kognitif, afektif, dan psikomotor siswa.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Tunarungu Sulastri, Sri; Jati, Roko Patria
MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam Vol 8, No 1 (2016): MUDARRISA
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.056 KB)

Abstract

Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden adalah Kepala Sekolah, guru PAI, dan guru kelas. Data dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan catatan lapangan kemudian data ditranskip menjadi data yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam siswa tunarungu di SMPLB Wantu Wirawan Salatiga berpedoman pada kurikulum KTSP SMP dengan modifikasi guru. Materi yang disampaikan ditekankan pada materi akhlak dan fiqih dengan bobot materi lebih ringan dengan menggunakan metode ceramah, tanya jawab, latihan demonstrasi, menggunakan bahasa yang sederhana, suara yang keras, pelan, jelas, menghadap ke siswa agar melihat gerak bibir guru, dan menggunakan alat peraga. Hasil pembelajaran PAI menunjukkan bahwa siswa tunarungu sudah menjalankan ritual keagamaan dalam keseharian dan berperilaku seperti tuntunan agama, yaitu siswa tunarungu sangat sopan, ramah dan terbiasa melakukan wudhu dan sholat wajib. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Islam diantaranya kurangnya jumlah guru PAI, kurangnya pemanfaatan media, kurang disiplinnya siswa. Guru SMPLB-B dalam mengajar menggunakan pendekatan individual, pembiasaan, latihan, dan pengulangan. Anak tunarungu sulit mengartikan konsep abstrak dan kurangnya kemampuan bahasa untuk berkomunikasi sehingga guru melatih dalam meningkatkan bahasa dengan menggunakan bahasa isyarat, menulis, berbicara dan pengejaannya, maupun campuran diantara keseluruhannya. It is a qualitative descriptive research approach. Data collected through interviews, observation, and documentation. The respondents are the Principal, Islamic religious (PAI) teachers, and classroom teachers. Data were collected by interviews, documentation and field notes. The results showed that the learning of Islamic Education of deaf students in SMPLB Wantu Wirawan, Salatiga based on the curriculum based competence (KTSP) with modification. Materials are presented by emphasis on material of morals and jurisprudence by lighter weight using lectures, discussion, and exercise demonstrations. SLMP-LB uses a simple language and its delivery should be with aloud, slowly, clearly, and face to face, so that students can see the teachers lips move. Learning media employs more props. The learning results show that deaf students are already do a religious ritual in everyday life and behave like religious guidance, such as they act politely, friendly and used to perform ablution and prayer. Constraints experienced by the Islamic religious education teachers include lack of teachers of PAI, the lack of ability of teachers to use the media, lack of discipline students. SMPLB-B teachers are more patient, loving, and the individualized teaching approach, habituation, exercise, model, and repetition. Children with hearing impairment is difficult to interpret the abstract concept and the lack of language skills to communicate so that teachers train in enhancing language using sign language, writing practice, speaking practice, train justification speech, or a mixture of sign language, writing, speech and utterance justification.
PELAYANAN LANJUT USIA TERLANTAR DALAM PANTI Sulastri, Sri; Humaedi, Sahadi
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14225

Abstract

Jumlah penduduk lanjut usia (60 tahun keatas) akan terus meningkat. Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia berhubungan positif dengan Ageing index dan sebaliknya berhubungan negatif dengan Potential Support Ratio. Jika pendapatan penduduk yang bekerja sebagai pendukung penduduk lansia tidak menunjukkan peningkatan berarti, maka jumlah penduduk lansia terlantar akan terus meningkat. Jumlah penduduk lansia wanita cenderung lebih banyak dan lebih rentan daripada pria karena tingkat partisipasi angkatan kerjanya rendah, lebih banyak yang berstatus lajang dan tinggal sendiri, dan berpendidikan rendah. Kebijakan perlindungan lansia saat ini lebih mengedepankan pelaksanaan kesejahteraan sosial dengan kelompok sasaran prioritas yaitu penduduk lansia terlantar. Kegiatan pelayanan lebih ditujukan untuk perlindungan dan rehabilitasi sosial, diantaranya melalui panti reguler. Dalam RPJMD 2015-2019 dikembangkan kebijakan Perawatan Jangka Panjang (Long-Term Care) yang dilaksanakan oleh 3 komponen utama yaitu pemerintah, masyarakat, dan rumah tangga. Pemerintah bertugas untuk menyediakan sistem asuransi LTC dan layanan berbasis institusi melalui panti; masyarakat menyediakan layanan berbasis komunitas, dan rumah tangga melaksanakan layanan berbasis rumah tangga. Tulisan ini ditujukan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi penduduk lanjut usia dan pelayanan lanjut usia terlantar dalam panti. Dari hasil penelusuran beberapa literatur terkait diperoleh informasi bahwa Kelompok sasaran pelayanan sosial dalam panti, termasuk yang dikelola oleh pemerintah masih memilih lansia yang mampu mandiri dan memiliki keluarga, padahal mereka dapat dilayani melalui model layanan home care dan community care. Pelayanan dalam panti seyogyanya memilih lansia yang sudah tidak memiliki kemandirian yang tidak dapat ditangani oleh model pelayanan lain. Untuk itu, diperlukan pengembangan mekanisme penjangkauan lansia tersebut, proses pelayanan yang relevan, penyediaan sumberdaya manusia dan sarana pelayanan yang memadai.
Co-Authors A. H. Sutanto, A. H. Abdullah, Uhud Achmad W, R Willya Adrian Gunawan, Adrian Alamsyah, Rifan Aldy Rialdy Atmadja, Aldy Rialdy Arliani, Pradini Nur’amalia Ashadi Sasongko Atan Baas Sinuhaji, Atan Baas BASAR, GIGIN G. KAMIL BASAR, GIGIN G. KAMIL Baskoro Adi Prayitno Budi M. Taftazani Budiman Tampubolon Chairul Yoel, Chairul Chichik Nirmasar, Chichik Chika Nur Pebriani, Chika Nur Danny Dwi Septianto, Danny Dwi Dessy Hasanah Siti Asiah, Dessy Hasanah Siti Devi Ayu Rizki, Devi Ayu Dikayuana, Didin Dwi Kusuma Purnamasari, Dwi Kusuma Erwan Erwan, Erwan Eva Nuriyah Hidayat, Eva Nuriyah Fadlurrohim, Ishak Fifi Puspita Gigin Ginanjar Kamil Basar, Gigin Ginanjar Kamil Hadi, Sulvana Hananto, Dwi Ampera Hani Sri Handayawati Harahap, Chairul Adillah Harahap, Sari Leyli Hartoyo Hartoyo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty I Made Sudana Johnwan Usman, Johnwan Kodaruddin, Wina Nurdini Krisrupianti, Lupi Kurnia Sholihah, Kurnia Lusi Epsilawati M. Iqbal Made Sriasih, Made Mahdiah Mahdiah Maridi Maridi Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti S., Meilanny Budiarti MUHAMMAD ALI Muhammad Fedryansyah, Muhammad Muhammad Ferdryansyah, Muhammad Naim, Muh Rizman Nandang Mulyana, Nandang Ngurah Intan Wiratmini NI LUH SURIANI Niniek Dyah Kusumawardani Noersida Raid, Noersida Nur Hidayat NURHAQIM, SONI AKHMAD NURHAQIM, SONI AKHMAD Palgunadi Palgunadi Pardi Pardi, Pardi Pradini Nur’amalia Arliani, Pradini Nur’amalia Purwanto, Moch RAMADHANI, WIDYA SUCI RAMADHANI, WIDYA SUCI Rendy H Pratama, Rendy H Ria Noerianingsih Firman, Ria Noerianingsih Rindang Ekawati Roko Patria Jati, Roko Patria Rudi Saprudin Darwis, Rudi Saprudin Sahadi Humaedi Sari, Diah Puspita Sigit Widiyarto, Sigit Soni Akhmad Nulhaqim Sopyan, Taupik Sri Andayani, I Gusti Ayu Sumiati Sumiati Suryani . Sutresna, Yoyon Syamsuhaidi, Syamsuhaidi Triana, Annisya Usman, Lismayani Utami Dyah Syafitri Widya Hary Cahyati Yasmiati Yasmiati