Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG KESIAPSIAGAAN BENCANA MENGHADAPI TANAH LONGSOR DI KABUPATEN CIAMIS Siti Rohimah; Irwan Malik Ibrahim; Anna Samiatulmilaah
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 3, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v3i1.6582

Abstract

Longsor merupakan masalah yang sering terjadi di desa Panawangan. Kondisi geografi desa yang terjal, kondisi geologi tidak stabil, curah hujan yang tinggi memicu resiko terjadinya bencana, salah satunya bencana tanah longsor. Tingkat resiko bencana selain ditentukan oleh potensi bencana juga ditentukan oleh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tujuan dalam penelitian ini untuk Mengetahui Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Tanah Longsor di Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Tahun 2019. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan alat koesioner untuk mendapatkan data dari responden. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Proposive Sampling dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 96 responden. Hasil penelitian menunjukan 74 orang (77,1%) responden memiliki pengetahuan yang baik, 15 orang (15,6%) responden memiliki pengetahuan yang cukup, dan tujuh orang (7,3%) responden memiliki pengetahuan yang kurang. Saran dalam penelitian ini perlu adanya pelatihan kesiapsiagaan bencana tanah longsor untuk masyarakat Desa Panawangan Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis.Landslides are a common problem in Panawangan village. The geographical condition of the village is steep, geological conditions are unstable, high rainfall triggers the risk of disasters, one of which is landslides. The level of disaster risk is not only determined by the potential for disasters but also by preparedness in dealing with disasters. The purpose of this study was to determine the description of community knowledge on landslide disaster preparedness in Panawangan Village, Panawangan District, Ciamis Regency in 2019. The design of this study used a descriptiveapproach cross-sectional using a questionnaire tool to obtain data from respondents. The data collection technique used thetechnique Proposive Sampling with a total sample of 96 respondents. empirically ResultsN showed 74 (77.1%) of respondents have good knowledge, 15 people (15.6%) of respondents have sufficient knowledge, and seven (7.3%) of respondents have less knowledge. Suggestions in this research the need for landslide disaster preparedness training for the people of Panawangan Village, Panawangan District, Ciamis Regency.
Inisiasi Pos Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular (POSBINDU PTM) di SMA Negeri 2 Ciamis Siti Rohimah; Undang Ruhimat; Yoga Ginanjar; Rivana Ariyadi; Tika Sastraprawira
KOLABORASI JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 2 No 6 (2022): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.527 KB) | DOI: 10.56359/kolaborasi.v2i6.152

Abstract

Introduction: Evaluation of the Posbindu PTM program has been provided by the government, and various agencies have conducted several studies, literature review evaluation of Posbindu PTM provides an overview of input, process and output evaluations, output indicators show that the average coverage of Posbindu PTM visits is still low, the conclusion is that from each indicator the evaluation still found problems in its implementation. Objective: The purpose of this community service activity is screening, education and initiation of non-communicable disease control programs through POSBINDU PTM activities in the workplace.. Method: The implementation method used in this community service activity is an assessment using the interview method, physical examination and examination of supporting non-communicable disease risk factors. The activities are carried out in 3 stages: preparation, implementation, education and initiation. Result: Most of the participants had risky behavior, namely 91% did not eat enough vegetables and fruit, 89% lacked physical activity and risk factors for non-communicable diseases that had occurred were 78% bad body mass index, and 81% had bad cholesterol levels. Conclusion: there are still many risk factors for infectious diseases that have not been detected, especially in people who are still working, the initiation of PTM in the workplace is important to implement.
Profil Faktor Risiko Kejadian Stroke Berdasarkan Carta Score di Kabupaten Ciamis Siti Rohimah; Tika Sastraprawira; Undang Ruhimat
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 5, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v5i1.9907

Abstract

Tingkat kecacatan fisik dan mental pada pasien pasca stroke bisa mempengaruhi kualitas hidup pasien. Dampak penurunan fungsional ini menyebabkan penderita stroke kehilangan produktivitasnya dan harus mengeluarkan biaya yang besar untuk perawatan rehabilitasi. Tujuan Penelitian untuk melakukan identifikasi faktor risiko stroke, perilaku berisiko PTM dan risiko kejadian stroke pada komunitas di Kabupaten Ciamis. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 257 masyarakat yang berada di Kabupaten Ciamis. Instrument yang digunakan adalah kuisioner dan alat ukur tekanan darah, timbangan, pengukur tinggi badan dan stik test pengukur glukosa darah dan kolesterol, risiko kejadian stroke diukur dengan Carta Score. Hasil Penelitian bahwa sebagian besar responden berusia 26 smapai 56 tahun, jenis kelamin 67,7% perempuan, 84.4% merokok, 88,3% makan sayur dan buah kurang dari 5porsi, 55.3% meiliki aktivitas cukup, 53.3% tidak mengalami gangguan tidur dan makan, 42,4 % memiliki IMT buruk, 65% lingkar perut katagori buruk, 45.5% tekanan darah katori buruk, 82.5% GDS katagori baik, 76,7% kadar kolesterol katagori buruk, dan 64,6% memiliki risiko kejadian stroke pada 10 tahun yang akan datah kurang dari 10%. Dapat disimpulan bahwa lebih dari setengahnya masyarakat kabupaten Ciamis memiliki faktor risiko kurang makan sayur dan buah, kadar kolesterol yang buruk, dan lingkar perut yang buruk. Yang dapat meningkatkan risiko kejadian stroke dimasa yang akan datang. Saran: hasil identifkasi berdasarkan wilayah dapat dijadikan sasaran program prioritas dalam mengendalikan faktor risiko stroke.