p-Index From 2018 - 2023
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rang Teknik Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN EKSPERIMEN DEFLEKSI BATANG KANTILEVER BERPROFIL STRIP TERHADAP PERSAMAAN TEORITIS UNTUK BAHAN Fe DAN Al Nefli Yusuf; Hariadi Hariadi; Arief Septian Agung Tawar
Rang Teknik Journal Vol 3, No 1 (2020): Vol. 3 No. 1 Januari 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v3i1.1704

Abstract

Pemahaman psikomotorik dengan melihat kondisi nyata di laboratorium menjadikan pengalaman yang berkesan, serta membangkitkan minat untuk lebih mendalaminya. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan dan pengujian praktikum fenomena lendutan batang karena dibutuhkan oleh prodi Teknik Mesin, dalam kehidupan sehari-hari banyak bahan teknik yang dibuat dari bahan yang elastis. Pengujian dilakukan untuk batang kantilever berupa spesimen berprofil strip yang dijepit di satu ujung serta beri beban pada titik ujung lainnya secara bertahap. Linieritas kekakuan batang diperiksa dengan menempatkan beban pada penjang batang 200, 300, 400, dan 435 mm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besi SS400 lebih kaku dari Aluminium alloy 5052, sesuai dengan tabel elastisitas bahan. Dipihak lain kekakuan untuk besi linier sepanjang batang sedangkan Aluminium non linier.
PERANCANGAN ALAT BANTU MESIN BUBUT UNTUK MENAIKKAN GAYA CEKAM (STUDI KASUS UNTUK PRODUK POOLSCHIF, PART DARI MIKROSKOP ELEKTRON) Nefli Yusuf; Agus Kamil
Rang Teknik Journal Vol 2, No 1 (2019): Vol. 2 No. 1 Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v2i1.1075

Abstract

Produk poolschijf merupakan bagian (part) dari mikroskop elektron berbentuk pipih karena itu sulit dicekamketikadimesin oleh mesin bubut CNC (Computer Numerical Control).Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat bantu (fixture) untuk menaikkan gaya cekam ini agar dapat dipenuhi parameter permesinan optimum yang diinginkan. Parameter permesinan optimum yang ingin dicapai adalah kecepatan potong (cutting speed) 200 m/min, kecepatan makan (feed) 0,3 mm/put, kedalaman potong 1,5 mm pada kecepatan spindle 1500 rpmmenggunakan pahat insert Taegutec, grade TT5100(P20). Sebelumnya tanpa menggunakan alat bantu kondisi permesinan adalah kecepatan potong (cutting speed) 160 m/min, kecepatan makan (feed) 0,15 mm/put, kedalaman potong 1,0 mm. Dari hasil perancangan alat ini diperoleh kenaikkan gaya cekam 40,91% menjadi 2,2 Mpa sekaligus menurunkan gaya centrifugal serta menambah kekakuan benda kerja sehingga kondisi pemotongan optimum yang diinginkan dapat tercapai. Dipihak lain terjadi pengurangan waktu permesinan dan pengurangan bahan baku produk. Demikian penggunaan alat bantu ini dapat menurunkan ongkos produksi serta menghemat bahan baku.
ANALISIS PENGARUH SUHU MESIN TERHADAP EMISI GAS BUANG PADA KONDISI TORSI DAN DAYA MAKSIMUM Studi Kasus: Sepeda Motor YAMAHA VEGA ZR Nefli Yusuf
Rang Teknik Journal Vol 1, No 2 (2018): Vol. 1 No. 2 Juni 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v1i2.770

Abstract

Reaksi pembakaran bahan bakar bensin (C8H18) dengan oksigen (O2) dalam keadaan sempurna akan menghasilkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O) murni. Tetapi karena bensin merupakan campuran senyawa hidrokarbon yang diikuti oleh unsur-unsur lainnya sedemikian rupa dalam proses pembakaran yang begitu singkat akan terjadi hasil unsur dan senyawa lainnya. Pada pengujian emisi gas buang biasanya yang dideteksi adalah senyawa dari unsur C, H dan N. Unsur Nitrogen perlu diamati karena merupakan kandungan udara terbesar yang  melebihi Oksigen. Pada penelitian ini akan dilakukan pengamatan terhadap emisi gas buang pada kondisi torsi maksimum dan daya maksimum dengan memvariasikan suhu (temperatur) mesin. Senyawa yang diamati konsentrasinya adalah CO, CO2, HC dan O2. Torsi maksimum terjadi pada putaran rendah sedang daya masimum terjadi pada putaran yang lebih tinggi. Hasil percobaan memperlihatkan konsentrasi gas buang naik dengan naiknya temperatur, kecuali konsentrasi CO2. Konsentrasi CO dan HC lebih tinggi pada kondisi Torsi maksimum, sebaliknya untuk konsentrasi CO2 dan O2. Kata kunci: reaksi pembakaran, bensin, konsentrasi gas buang.