Sus Derthi Widhyari
Bagian Klinik Hewan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role and Deficiency of Zinc Mineral in Immune System Widhyari, Sus Derthi
Indonesian Bulletin of Animal and Veterinary Sciences Vol 22, No 3 (2012)
Publisher : Indonesian Animal Sciences Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.953 KB) | DOI: 10.14334/wartazoa.v22i3.848

Abstract

Zinc (Zn) is a micro mineral which is needed by every cell in the body. Adequate Zn mineral is important in maintaining optimal health. Zn functions as a cofactor of various enzymes, structural integrity of cells, DNA synthesis, hormonal storage and release,  immunotransmision  and  immune  system.  Zn  deficiency causes  decreased  appetite,  dermatitis,  growth  retardation, delayed sexual maturation, infertility and imunodeficiency. This is associated with changes in the function of immune system response, such as decreased B and T cell functions, reduced phagocytosis and decreased cytokine production. Severe Zn deficiency is characterized by severely depressed immune function and frequent infections. Zn enhances immune function for specific and non-specific immunity. The role of non-specific immune respone is through the activity of cells phagocytosis by neutrophils and monocytes, while the specific immune response can be humoral and cellular mediated by lymphocytes B and T. Supplementation of Zn can improve the activity of leukocyte cells through stimulating the production of tumor necrosis factor- alpha (TNF-α) by monocytes cells, thereby increasing the ability of phagocytosis. In addition, Zn is also able to increase the production of lymphokines that cause lymphocyte cells able to differentiate and proliferate.   Key words: Zn, deficiency, immunity, leucocyte cells
Peran Bone Marrow Mesenchymal Stem cells (BMMSC) dalam Perubahan Seluler Hyperplasia Kelenjar Adrenal Tikus Hipertensi Rumlaklak, Yanse Yane; Sulistiawati, Erni; Sajuthi, Dondin; Widhyari, Sus Derthi; Nugroho, Setyo Widi
JURNAL KAJIAN VETERINER PROSIDING SEMINAR NASIONAL KE-7
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v0i0.1602

Abstract

Dalam keadaan hipertensi, hyperplasia merupakan salah satu abnormalitas jaringan yang terlihat yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah sel dalam jaringan atau organ sehingga jaringan atau organ menjadi lebih besar ukurannya dari normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bone marrow mesenchymal stem cells (BMMSC) terhadap perubahan seluler hyperplasia pada organ kelenjar adrenal tikus hipertensi. Penelitian ini menggunakan sepuluh ekor tikus jantan strain Wistar dengan umur ± 10-12 minggu dan berat badan ± 200-250 gram, dan dibagi menjadi 2 kelompok berbeda yaitu hipertensi BMMSC (+) dan hipertensi BMMSC (-). Tikus dikondisikan hipertensi menggunakan Metode Hashinoto. Nefrektomi kanan dan ligase arteri carotid communis dilakukan pada semua tikus. Tikus disuntik dengan deoxycorticosterone acetate (DOCA), kemudian 0,12% aminopropionitrile fumarate (BAPN) ditambahkan ke dalam air minum. Larutan NaCl 1% diberikan sebagai air minum selama penelitian. Evaluasi tekanan darah hipertensi dilakukan, kemudian tikus-tikus di euthanasia untuk koleksi organ kelenjar adrenal. Organ Kelenjar adrenal di fiksasi dengan formalin 10% dan kemudian diwarnai dengan pewarnaan Periodic Acid Shiff (PAS). Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan terapi hipertensi dengan menggunakan BMMSC menunjukkan perubahan hiperplasia kearah normal.