Chr. Argo Widiharto
IKIP PGRI SEMARANG

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENINGKATAN DISIPLIN SISWA DENGAN LAYANAN INFORMASI MEDIA FILM Marga Ningsih, Bekti; Widiharto, Chr. Argo
EMPATI Vol 1, No 1/oktober (2014): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kedisiplinan merupakan masalah yang selalu muncul dalam setiap aspek kehidupan termasuk kedisiplinan siswa baik selama proses belajar mengajar atau setelah siswa di luar sekolah. Sering terjadinya kasus tawuran, membolos, merokok di sekolah sampai pada tidak disiplinnya siswa di dalam belajar. Dampaknya siswa tidak dapat berprestasi di dalam belajarnya dan terhambatnya proses belajar siswa.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri I Pulokulon Grobogan Tahun Ajaran 2011/2012 sebesar 213 siswa dengan sample sejumlah 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kedisiplinan siswa dengan item sebanyak 26. Variabel dalam penelitian ini adalah disiplin siswa untuk variabel y dan layanan informasi media film untuk vaiabel x. Metode analisis data menggunakan uji – t.Hasil penelitian menunjukkan layanan informasi media film efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Hal ini dibuktikan dengan analisis data menggunakan uji– t didapat koefisien sebesar 9,4896 dengan ttabel sebesar 2,045 sehingga thitung ≥ ttabel, sehingga hipotesis yang berbunyi layanan informasi media film efektif untuk meningkatkan disiplin siswa diterima. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah layanan informasi media film efektif untuk meningkatkan disiplin siswa.Kata kunci : disiplin siswa, layanan informasi media film.
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH PSIKOLOGI KEWIRAUSAHAAN DALAM MENINGKATKAN SIKAP ENTREPRENEUR MAHASISWA SEMESTER VII PRODI BK Widiharto, Chr. Argo; Kusdaryani, Wiwik; Setiawan, Agus
EMPATI Vol 1, No 1/oktober (2014): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was knowing the effectiveness of project-based learning in a psychology enterpreneurship class. This quantitative research methods is using experimental pretest-posttest control group design. The population and sample that was used in this research were college students seventh semester of guidance counseling department in academic year 2014/2015 that was totaling 182 college students. The collecting data was used attitude scale enterpreneurship. The result in this research showed that difference between experimental group and control group in final evaluation showed a score of 14,36. The result were not much different also, it was demonstrated by t-test that was done which provide the result of thitung 16,201 while ttable 1,980 at significance level  mistake at 0,05  it can be said that thitung>ttable. It gave the illustration that project-based learning increases the enterpreneurship attitude of college students. Keywords: Project-based learning, entrepreneurship, college students seventh semester of guidance counseling department
Keefektifan Layanan Informasi Dengan Media Audio Visual Untuk Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran SMK N 1 Purwodadi Sunanto, Ade; Widiharto, Chr. Argo; -, Venty
EMPATI Vol 3, No 1 April (2016): Empati
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya siswa yang mempunyai jiwa wirausaha yang tinggi. Kurangnya jiwa wirausaha pada siswa akan akan berdampak besar pada masa yang akan datang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Purwodadi dengan jumlah 78 siswa, semua siswa akan dijadikan sempel dengan menggunakan teknik Sampling Jenuh. Bedasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan  layananan informasi dengan menggunakan media Audio Visual, menunjukan ada pengaruh positif dan signifikan dengan diberikannya layanan informasi dengan menggunakan media audio visual untuk menumbuhkan jiwa wirausaha siswa. Uji hipotesis diperoleh thitung (3,769) > ttabel (1,665) maka thitung > ttabel dengan taraf  signifikansi 5%, dengan demikian berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat keefektifan yang signifikan layanan informasi dengan media audio visual untuk menumbuhkan jiwa wirausaha siswa kelas XI Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Purwodadi.   Kata Kunci: Layanan Informasi, media audio visual, jiwa wirausaha
Pembelajaran Berbasis Proyek pada Mata Kuliah Psikologi Kewirausahaan dalam Meningkatkan Sikap Entrepreneur Mahasiswa Semester VII Prodi BK Kusdaryani, Wiwik; Widiharto, Chr. Argo; Setiawan, Agus
EMPATI Vol 2, No 2/ Oktober (2015): EMPATI
Publisher : EMPATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan pembelajaran berbasis proyek pada mata kuliah psikologi kewirausahaan. Penelitian metode kuantitatif ini menggunakan true experimental pretest-posttest control group design. Populasi sekaligus sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling semester VII pada tahun akademik 2014/2015 yang berjumlah 182 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan skala sikap entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selisih antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada evaluasi akhir menunjukkan skor 14,36. Hasil yang tidak jauh berbeda juga ditunjukkan berdasarkan uji-t yang telah dilakukan, yaitu memberikan hasil thitung sebesar 16,201 sedangkan ttabel 1,980 pada taraf signifikansi kesalahan 0,05 maka dapat dikatakan bahwa thitung > ttabel. Hal ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran berbasis proyek efektif meningkatkan sikap entrepreneur mahasiswa.Kata kunci: Pembelajaran Berbasis Proyek, Entrepreneurship, Mahasiswa Semester VII Prodi BK
STUDI PENELUSURAN TERHADAP ALUMNI JURUSAN PPB FIP IKIP PGRI SEMARANG (DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KURIKULUM) Suyati, Tri; Widiharto, Chr. Argo; Rakhmawati, Dini; Maulia, Desi
Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B) Vol 1, No 1 (2011): JP3B
Publisher : Jurnal Penelitian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (JP3B)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi penulusuran adalah suatu deskriptif yang dilakukan secara berkesinambungan terhadap lulusan perguruan tinggi, mengenai berbagai data yang menyangkut diri lulusan, seperti Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.  Studi penulusuran digunakan  sebagai sumber data yang berguna bagi pengembangan dan evaluasi kurikulum serta mengembangkan visi dan misi perguruan tinggi. Penelitian ini melibatkan 60 alumni kelas regular Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB) FIP IKIP PGRI Semarang selama periode 2006 – 2009, yang berdomisili di Jawa Tengah. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan multiple regression dan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan Indeks Prestasi Kumulatif (r=0,492; p<0,01) dan terdapat korelasi antara jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal dengan lama waktu studi (r=0.521; p<0.01).   Kata kunci: studi penelusuran, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), lama waktu studi, jenis pekerjaan, lama waktu mendapatkan pekerjaan dan gaji awal.
PENGALAMAN SEKS PRANIKAH : STUDI FENOMENOLOGIS PADA MAHASISWA Khotimah, Fitriana Khusnul; Rakhmawati, Dini; Widiharto, Chr. Argo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.35729

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya perubahan konsep seks normatif menuju konsep seks modern, yang menjadikan seks pranikah dikalangan mahasiswa di kota Semarang semakin marak. Mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah memiliki pengalaman psikologis yang berbeda seperti perasaan bersalah, takut ditinggalkan pasangannya dan menganggap perilaku tersebut sudah biasa, perbedaan tersebut menjadi menarik untuk diketahui. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretative Penomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita. Pengalaman seks pranikah pertama mahasiswa dapat diidentifikasi ada 3 aspek yaitu aspek psikologis, aspek fisik, dan aspek moral. Pada aspek moral terdapat kesamaan pada partisipan laki-laki dan wanita yaitu muncul perasaan bersalah karena telah mengingkari kepercayaan orang tua, perasaan berdosa kepada Tuhan. Pada aspek psikologis, partisipan  pria merasa seks merupakan pencapaian prestasi, dan petualangan. Partisipan wanita menganggap seks adalah luapan emosional akan keinginan yang terpendam. Seks bagi partisipan laki-laki membuat badan menjadi lebih segar, orgasme, dan otot-otot menjadi rileks setelah berhubungan seks, sedangkan pada partisipan wanita muncul rasa sakit dibagian vagina.   This research is based on a change in the concept of normative sex to the concept of modern sex, which makes premarital sex among students in the city of Semarang more widespread. Students who have had premarital sex have different psychological experiences such as feelings of guilt, fear of being abandoned by their partners and consider such behaviors to be normal, these differences become interesting to know. The research method used is qualitative research with the Interpretative Penomenological Analysis (IPA) approach. Data collected in-depth interviews with 5 participants consisting of 2 men and 3 women. The first premarital sex experience of students can be identified as 3 aspects, namely psychological aspects, physical aspects, and moral aspects. In the moral aspect, there are similarities in male and female participants, which was a feeling of guilt because they have guilt the trust of parents, a feeling of sin in God. On the psychological aspect, male participants feel sex is an achievement and adventure. Female participants consider sex to be an emotional overflow of latent desires. Sex for male participants makes the body become fresher, orgasm, and relaxed, whereas female participants appear in the vaginal pain.
Pengalaman Seks Pranikah : Studi Fenomenologis Pada Mahasiswa Khotimah, Fitriana Khusnul; Rakhmawati, Dini; Widiharto, Chr. Argo
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 8 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v8i2.35729

Abstract

Penelitian ini didasari oleh adanya perubahan konsep seks normatif menuju konsep seks modern, yang menjadikan seks pranikah dikalangan mahasiswa di kota Semarang semakin marak. Mahasiswa yang telah melakukan hubungan seks pranikah memiliki pengalaman psikologis yang berbeda seperti perasaan bersalah, takut ditinggalkan pasangannya dan menganggap perilaku tersebut sudah biasa, perbedaan tersebut menjadi menarik untuk diketahui. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Interpretative Penomenological Analysis (IPA). Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap 5 partisipan yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita. Pengalaman seks pranikah pertama mahasiswa dapat diidentifikasi ada 3 aspek yaitu aspek psikologis, aspek fisik, dan aspek moral. Pada aspek moral terdapat kesamaan pada partisipan laki-laki dan wanita yaitu muncul perasaan bersalah karena telah mengingkari kepercayaan orang tua, perasaan berdosa kepada Tuhan. Pada aspek psikologis, partisipan pria merasa seks merupakan pencapaian prestasi, dan petualangan. Partisipan wanita menganggap seks adalah luapan emosional akan keinginan yang terpendam. Seks bagi partisipan laki-laki membuat badan menjadi lebih segar, orgasme, dan otot-otot menjadi rileks setelah berhubungan seks, sedangkan pada partisipan wanita muncul rasa sakit dibagian vagina. This research is based on a change in the concept of normative sex to the concept of modern sex, which makes premarital sex among students in the city of Semarang more widespread. Students who have had premarital sex have different psychological experiences such as feelings of guilt, fear of being abandoned by their partners and consider such behaviors to be normal, these differences become interesting to know. The research method used is qualitative research with the Interpretative Penomenological Analysis (IPA) approach. Data collected in-depth interviews with 5 participants consisting of 2 men and 3 women. The first premarital sex experience of students can be identified as 3 aspects, namely psychological aspects, physical aspects, and moral aspects. In the moral aspect, there are similarities in male and female participants, which was a feeling of guilt because they have guilt the trust of parents, a feeling of sin in God. On the psychological aspect, male participants feel sex is an achievement and adventure. Female participants consider sex to be an emotional overflow of latent desires. Sex for male participants makes the body become fresher, orgasm, and relaxed, whereas female participants appear in the vaginal pain.