Iken Nafikadini
Public Health Fakulty, Jember University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BAGAIMANAKAH KESEHATAN MENTAL REMAJA ETNIS MADURA YANG MENIKAH DI USIA DINI? Iken Nafikadini; Dewi Amalia Insani; Novia Luthviatin
Indonesian Journal for Health Sciences Vol 5, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.577 KB) | DOI: 10.24269/ijhs.v5i1.2731

Abstract

Masyarakat etnis Madura memiliki nilai agama yang tinggi. Para pemimpin agama, seperti Kyai, lebih diprioritaskan oleh mereka sebagai model peran dibandingkan dengan tokoh pemerintah. Sebagian besar orang tua etnis tersebut berasumsi bahwa pergaulan remaja saat ini mengkhawatirkan, sehingga perjodohan atau perkawinan awal menjadi solusi positif untuk dilakukan. Budaya perkawinan dini dipandang oleh sebagian besar etnis Madura sebagai alternatif yang paling tepat untuk melindungi anak mereka dari penyimpangan pergaulan remaja. Kecamatan Sukowono, Kabupaten Jember memiliki mayoritas etnis Madura dengan persentase tertinggi perempuan yang sudah menikah kurang dari 20 tahun. Fenomena ini menarik peneliti melakukan studi yang bertujuan untuk menentukan kesehatan mental di kalangan wanita muda etnis Madura yang melakukan perkawinan dini. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif. Informan dalam studi ini berjumlah sembilan (9) remaja putri yang telah menikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa informan cenderung memiliki perasaan tertekan baik ketika mereka akan menikah atau setelah menikah. Merasa tertekan karena terlalu tinggi kecemasan yang mereka rasakan. Mereka belum mampu beradaptasi dengan status mereka sebagai istri, serta memiliki rasa aman dan nyaman yang sangat rendah untuk dapat tinggal di lingkungan baru, sehingga informan cenderung memilih untuk tinggal di lingkungan lama