Mustaqim Pabbajah
Universitas Teknologi Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RELASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI DUI MENRE’ PADA PERNIKAHAN MASYARAKAT BUGIS Juhansar *; Mustaqim Pabbajah; Hasse Jubba
DHARMASMRTI: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol 21 No 2 (2021): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v21i2.2138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif mengenai kompromi dan konflik agama dan budaya dalam tradisi dui menre’ pada pernikahan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersandar pada data wawancara dan studi literatur. Data wawancara dan studi literatur disintesiskan dan dianalisis menggunakan pendekatan sosio-antropologis serta dinarasikan secara deskriptif. Penelitian ini menunjukkan bahwa agama dan budaya dalam tradisi dui menre’ pada pernikahan masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan dapat berkompromi begitu pula sebaliknya. Kompromi meliputi assitujungeng (persetujuan), assicocokeng (persamaan), dan assiwollompollongeng (persatuan). Kompromi terjadi manakala agama dan budaya tetap menjaga norma, aturan, dan kepentingan masing-masing di mana aspirasi, kepentingan, dan kebutuhan semua pihak yang terlibat terpenuhi dan tersalurkan dengan baik. Konflik internal dan eksternal dalam tradisi tersebut terjadi dengan berbagai latar belakang, sifat, dan skala. Sifat dan skala konflik meliputi perbedaan strata sosial, tidak adanya legitimasi, perbedaan kepentingan, dan adanya dominasi. Konflik internal adalah konflik dalam budaya dui menre’ itu sendiri sedangkan konflik eksternal adalah konflik antara agama dan budaya. Konflik internal terjadi apabila terdapat perbedaan pandangan, sedangkan konflik eksternal terjadi manakala terdapat dominasi dan penolakan.