Futika Permatasari
Universitas Kahuripan Kediri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROBLEMATIKA PENERAPAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Futika Permatasari
JURNAL KOULUTUS Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Koulutus
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.719 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berupaya untuk mendeskripsikan problematika dalam mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah. Kebijakan GLS merupakan upaya pemerintah dalam menumbuhkembangkan minat baca yang dituangkan dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015. GLS mengatur secara teknis dan menghimbau bagi siswa di setiap jenjang pendidikan untuk menyukai dan membiasakan kegiatan membaca. Salah satu kegiatan yang dihimbau dari kebijakan tersebut adalah dengan membaca buku pengayaan 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai dengan harapan minat baca siswa meningkat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.. Metode pengumpulan data pada penelitian dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian dilakukan dengan tiga tahap yakni data reduksi, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan yang menghambat implementasi Gerakan Literasi Sekolah diantaranya adalah rendahnya minat baca siswa, kurangnya penggerak Literasi di Sekolah, kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung Gerakan Literasi Sekolah. Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah, problematika, implementasi
Implementation of Character Education during the Pandemic In Tk Aisyiyah 1 Gurah Kediri Futika Permatasari
Journal of Childhood Development Vol 1 No 1 (2021): Journal of Childhood Development
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Agama Islam Ma'arif (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.861 KB) | DOI: 10.25217/jcd.v1i1.1468

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation of the Strengthening Character Education policy based on Regulation of the Minister of Education and Culture (Permendikbud) Number 20 of 2018 during the Covid 19 pandemic. This study used a descriptive qualitative research method. The data sources were the principal and teachers in TK Aisyiyah 1 Gurah Kediri. Based on the research results, it is known that there are three stages in the implementation of Strengthening Character Education (PPK), namely through planning, implementation and evaluation activities. Religiosity, nationalism, independence, mutual cooperation, and integrity as character value listed in Permendikbud No. 20 of 2018 are integrated into the kindergarten curriculum, namely aspects of religious and moral values, social emotional, language, cognitive, art, physical motor skills, Al Islam and Kemuhammadiyahan. During the pandemic, learning activities at TK Aisyiyah 1 Gurah were attempted to achieve the target by planning student activities at Home Learning. The learning process uses a portfolio system through groups on one of the messaging platforms. PPK integrated curriculum evaluation is carried out periodically to find out the deficiencies and necessary improvements.
MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 DAN PEMBELAJARAN MENULIS KOLABORASI Imam Suhaimi; Futika Permatasari
JURNAL KOULUTUS Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL KOULUTUS
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/koulutus.v4i2.715

Abstract

Pada hakikatnya proses pendidikan diadakan untuk memfasilitasi peserta didik mencapai tujuan tertentu. Diantara tujuan yang ingin dicapai adalah perkembangan pribadi dan kompetensi yang disyaratkan. Guna mencapai tujuan pendidikan tersebut diperlukan kreatifitas dan inovasi dalam pembelajaran, salah satunya yaitu pemanfaatan teknologi, di mana peran teknologi pada saat ini tidak dapat dipungkiri penggunaannya oleh guru dan siswa di dalam kelas. Pada abad 21 ini, tujuan utama pendidikan yaitu mempersiapkan siswa untuk beradaptasi dengan fleksibel terhadap masalah-masalah dan pengetahuan-pengetahuan baru, serta kemampuan siswa dalam mentransfer apa yang mereka pelajari ke situasi yang baru dapat memberikan indeks penting terhadap pembelajaran adaptif dan fleksibel serta berkolabolari Pembelajaran kolaborasi mengasumsikan fokus bersama, berbagi tanggung jawab untuk belajar, dan disiplin pendekatan untuk memperoleh tujuan yang diinginkan. Pembelajaran kolaboratif adalah salah satu pendekatan dalam pembelajaran yang lebih menitik beratkan pada tugas spesifik dan berbagai tugas dalam kerja kelompok dengan membandingkan kesimpulan dan prosedur kerja kelompok serta memberikan keleluasaan pada peserta didik dalam bekerja kelompok Abstract In essence, the educational process is held to facilitate students to achieve certain goals. Among the goals to be achieved are personal development and the required competencies. In order to achieve these educational goals, creativity and innovation in learning are needed, one of which is the use of technology, where the role of technology at this time cannot be denied by teachers and students in the classroom. In the 21st century, the main goal of education is to prepare students to adapt flexibly to new problems and knowledge, and the ability of students to transfer what they learn to new situations can provide an important index of adaptive and flexible learning and collaborative learning. Collaboration assumes a shared focus, shared responsibility for learning, and a disciplined approach to achieving desired goals. Collaborative learning is an approach in learning that focuses more on specific tasks and various tasks in group work by comparing conclusions and group work procedures and giving students flexibility in group work.