Jimi Narotama Mahameruaji, Jimi Narotama
Program Studi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Fenomena Konstruksi Identitas pada Foto Pre-Wedding Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Kajian Komunikasi (JKK) Vol.2, No.1, Juni 2014
Publisher : Jurnal Kajian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.262 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan konstruksi identitas yangsaat ini banyak ditampilkan pada foto pre-wedding. Pada mulanya foto pre-wedding hanyalah foto yangmenampilkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk dipajang dalam resepsi pernikahan.Dalam perkembangannya foto pre-wedding menjadi ajang dalam menampilkan identitas dari pasangan tersebut.Dalam menampilkan identitas-identitas tersebut, setiap pasangan memiliki alasan-alasan (motif atauaccount), bentuk-bentuk dan batasan identitas apa saja yang ditampilkan, serta dampaknya terhadap fotopre-wedding yang ditampilkan. Peneliti mengintegrasikan teori fenomenologi, teori interaksionisme simbolik,dan teori konstruksi sosial, serta menggunakan pendekatan subjektif-konstruktivis dengan metode penelitiankualitatif dalam tradisi penelitian fenomenologi, atau paradigma interpretif (interpretive paradigm).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontruksi identitas pada foto pre-wedding menjadi fenomena bukansemata karena kepentingan pasangan tetapi juga pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya sepertifotografer. Dampaknya, disadari atau tidak oleh pasangan, identitas yang ditampilkan dapat mempengaruhipsikologi pasangan tersebut. Dalam penelitian ini disarankan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat memberikanperhatian khusus pada foto pre-wedding dengan menampilkan identitas tertentu yang dapat lebihmenggambarkan diri dari pasangan.Kata-kata kunci: Fenomenologi, konstruksi identitas, foto pre-wedding, fotografi
Fenomena Konstruksi Identitas pada Foto Pre-Wedding Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.055 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6049

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahan konstruksi identitas yang saat ini banyak ditampilkan pada foto pre-wedding. Pada mulanya foto pre-wedding hanyalah foto yang menampilkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan tujuan untuk dipajang dalam resepsi pernikahan. Dalam perkembangannya foto pre-wedding menjadi ajang dalam menampilkan identitas dari pasangan tersebut. Dalam menampilkan identitas-identitas tersebut, setiap pasangan memiliki alasan-alasan (motif atau account), bentuk-bentuk dan batasan identitas apa saja yang ditampilkan, serta dampaknya terhadap foto pre-wedding yang ditampilkan. Peneliti mengintegrasikan teori fenomenologi, teori interaksionisme simbolik, dan teori konstruksi sosial, serta menggunakan pendekatan subjektif-konstruktivis dengan metode penelitian kualitatif dalam tradisi penelitian fenomenologi, atau paradigma interpretif (interpretive paradigm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontruksi identitas pada foto pre-wedding menjadi fenomena bukan semata karena kepentingan pasangan tetapi juga pihak-pihak lain yang berkepentingan dengannya seperti fotografer. Dampaknya, disadari atau tidak oleh pasangan, identitas yang ditampilkan dapat mempengaruhi psikologi pasangan tersebut. Dalam penelitian ini disarankan kepada pihak-pihak terkait untuk dapat memberikan perhatian khusus pada foto pre-wedding dengan menampilkan identitas tertentu yang dapat lebih menggambarkan diri dari pasangan.
PERBINCANGAN MENGENAI HUKUMAN MATI TERKAIT KASUS BALI NINE DAN MARY JANE DALAM SITUS JEJARING SOSIAL TWITTER Mahameruaji, Jimi Narotama; Wirakusumah, Teddy Kurnia; Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.084 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7817

Abstract

Twitter telah menjadi alat atau media komunikasi yang sangat populer diantara para pengguna Internet. Melalui Twitter, penggunanya dapat berbagi cerita hidup mereka sehari-hari, melakukan perbincangan dengan pengguna lain dan juga mengekspresikan pendapat mereka. Twitter juga dapat dilihat sebagai sebuah wadah untuk melakukan perbincangan politik dan isu-isu publik. Oleh karena itu, peran Twitter terkait partisipasi publik, kampanye, dan pembentukan opini publik kini semakin diperhitungkan (Jungherr, 2015). Fokus penelitian ini tentang perbincangan para pengguna Twitter di Indonesia mengenai peristiwa hukuman mati kasus narkoba Bali Nine dan Mary Jane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ragam perbincangan yang terjadi di antara para pengguna Twitter Indonesia terkait kasus hukuman mati tersebut, apa argumen yang muncul terkait penolakan maupun dukungan terhadap isu hukuman mati, dan juga siapa saja Twitter Influencer yang berperan dalam isu ini. DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.5
REPRESENTASI YOGYAKARTA DALAM FILM ADA APA DENGAN CINTA 2 Rosfiantika, Evi; Mahameruaji, Jimi Narotama; Permana, Rangga Saptya Mohamad
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.612 KB)

Abstract

Yogyakarta menjadi setting tempat dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. AADC 2 memberikan nuansa seni dan romantisme dalam dialog dan cerita  Film tersebut, Yogyakarta sebagai kota yang memiliki kebudayaan yang khas direpresentasikan dalam aktifitas seni, kehidupan keseharian dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakatnya. Film termasuk ke dalam salah satu media massa yang bisa merepresentasikan nilai-nilai budaya dan identitas bangsa. Bertujuan untuk mengetahui representasi Yogyakarta dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2. Metode yang digunakan adalah semiotik. Berisi pengamatan dan analisis simbol-simbol yang muncul mengenai Yogyakarta dalam film AADC 2. Untuk triangulasi dilakukan studi pustaka dan wawancara.Hasilnya menjadi acuan/bahan/materi dari beberapa mata kuliah Program Studi Televisi dan Film yaitu Sosial Budaya Indonesia, Produksi Film, dan Kajian Film.Kata-kata Kunci: Representasi, Budaya, Yogyakarta, Film, Semiotik
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK Setiaman, Agus; Sugiana, Dadang; Mahameruaji, Jimi Narotama
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.647 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6044

Abstract

Tingkat kebutuhan informasi akan meningkat jika informasi memberikan sesuatu yang bermanfaat pada sipencarinya, seperti menyelesaikan masalah atau memecahkan persoalan, memberikan ide-ide baru untuk sebuah program baru, kebutuhan pada pengetahuan, atau melakukan pengawasan pada sesuatu yang sedang berjalan. Kemampuan penyeleggara pemerintahan menyiapkan sediaan informasi dengan berbagai infrastruktur dan konten yang memadai, disertai dengan sikap keterbukaan dan mekanisme serta prosedur yang memadai, akan memudahkan masyarakat memberikan konstribusi atau partisipasi secara positif. Masyarakat tidak akan mudah terpancing isu atau informasi yang simpang siur seandainya mereka mudah mandapatkan iformasi yang memadai. Hasil penelitian menunjukkan bhawa sebagian besar masyarakat Kota Bandung kurang atau belkum memahmai keterbukaan informasi publik, bahkan sebagian besar warga Kota belum atau kurang mehami bentuk informasi yang digunakan oleh Pemkot sebagai upaya implementasi keterbukaan informasi publik. Sebagian warga Kota tahu bahwa setiap ada pekerjaaan pembangunan sarana publik tersedia pengumuman tentang batas waktu pengerjaaan, biaya, dan sebagainya tapi mereka tidak tahu bhawa hal itu sebagai bagian dari kebijakan keterbukaan informasi publik dari pemegang kenbijakan publik kepada warganya. Masih kurangnya sosialiasasi tentang keterbukaan informasi publik yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung merupakan salah satu dampak dari kurangnya pemahaman warga Kota terhadap berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota dalam implementasi keterbukaan publik.
Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia Mahameruaji, Jimi Narotama; Puspitasari, Lilis; Rosfiantika, Evi; Rahmawan, Detta
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.364 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i1.1007

Abstract

This study explores the phenomenon of Vlogger as a new business in the digital media industry in Indonesia. Vlogger refer to social media users who regularly upload a variety of video content with various themes. We used case study to describe and analyze Youtube’s significant role in managing Vlogger communities, and also design support systems to make the communities growth and sustainable. We also explore Vlogger role as Online Influencer. This study is expected to be one of the references related to Vlogger phenomenon in the context of digital media studies in Indonesia.
POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA Rahmawan, Detta; Mahameruaji, Jimi Narotama; Janitra, Preciosa Alnashava
Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v8i1.11267

Abstract

Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.
STRATEGI PERTEMANAN MASYARAKAT URBAN PADA SITUS JEJARING SOSIAL PATH Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.69 KB)

Abstract

Saat ini beragam situs jejaring sosial dengan fungsi dan fitur yang berbeda telah menjadi bagian dalam gaya hidup masyarakat urban. Bermacam-macam jenis situs jejaring sosial ini menimbulkan adanya corak penggunaan yang berbeda-beda. Penelitian ini terfokus pada salah satu situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat urban yaitu Path. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis salah satu corak penggunaan situs jejaring sosial Path dengan menitik beratkan pada konsep strategi pertemanan. Konsep strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial menjadi penting karena dianggap sebagai salah satu langkah utama dalam melindungi privasi para penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat urban di Jakarta dan Bandung yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini melihat bagaimana strategi para responden penelitian dalam mencari dan memilih pengguna lain untuk dimasukkan dalam jaringan pertemanan mereka, serta menjelaskan ragam informasi yang mereka bagikan dengan para pengguna lain dalam jaringan sosial mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk studi-studi lainnya yang sejenis atau berkaitan dengan isu strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial, privasi online atau privasi dalam situs jejaring sosial. Kata Kunci: Path, strategi pertemanan , situs jejaring sosial.
Perbandingan Konsep-konsep Triumvirate Sunda dengan Trias Politica dalam Perspektif Komunikasi Politik Permana, Rangga Saptya Mohamad; Mahameruaji, Jimi Narotama
Nyimak: Journal of Communication Vol 4, No 1 (2020): Nyimak: Journal of Communication
Publisher : Faculty of Social and Political Science, Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/nyimak.v4i1.2313

Abstract

Masyarakat Sunda sejak dahulu sudah akrab dengan konsep-konsep triumvirate dalam setiap unsur kehidupannya. Beberapa konsep triumvirate Sunda antara lain adalah Tri Tangtu Di Buana, Tri Buana, serta “Tiga Rahasia”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan konsep Tri Tangtu Di Buana, Tri Buana, dan “Tiga Rahasia” yang merupakan konsep-konsep triumvirate Sunda dengan konsep Trias Politica dalam kaitannya dengan komunikasi politik. Penelitian ini menggunakan metode hermeneutika untuk mengungkap perbandingan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna yang diperoleh sebagai dasar untuk membandingkan konsep-konsep triumvirate Sunda dengan konsep Trias Politica adalah konsep Tri Tangtu Di Buana yang berhubungan dengan konsep Tri Buana dan konsep “Tiga Rahasia” yang merupakan tiga kelembagaan dalam Kerajaan Sunda yang mengandung aktivitas komunikasi politik, terwujud dalam pembagian/pemisahan kekuasaan dan pembagian wilayah kekuasaan yang berlaku dalam masyarakat Sunda kuno, khususnya dalam lingkup suprastruktur komunikasi, tepatnya di Kerajaan Sunda.Kata kunci: Komunikasi politik, kekuasaan, triumvirate, Sunda ABSTRACTEver since, the Sundanese people have been familiar with triumvirate concepts in every element of their life. Some Sundanese triumvirate concepts include Tri Tangtu Di Buana, Tri Buana, and “Tiga Rahasia”. This research intent to describe the comparative concepts of Tri Tangtu Di Buana, Tri Buana, and “Tiga Rahasia” which are Sundanese triumvirate concepts with the concept of Trias Politica in relation to political communication. This research uses hermeneutic method to reveal the comparison. The results show that the meaning obtained as a basis for comparing Sundanese triumvirate concepts with the concept of Trias Politica is the concept of Tri Tangtu Di Buana which is related to the concept of Tri Buana and the concept of “Tiga Rahasia” is the three institutions in the Sunda Kingdom which contains political communication activities, and manifested in the division / separation of power and division of territory prevailing in ancient Sundanese society, especially in the sphere of communication superstructure, precisely in the Sunda Kingdom.Keywords: Political communication, power, triumvirate, Sundanese
ANALISIS SEMIOTIKA PADA COVER NOVEL TRILOGI KARYA VIRA SAFITRI Hafiar, Hanny; Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
Jurnal Nomosleca Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v3i1.1177

Abstract

AbstraksiCover novel memiliki peran penting dalam menarik perhatian calon pembaca, oleh Karena itu ilustrasi pada novel dibuat semenarik mungkin karena pembaca cenderung beranggapan bahwa cover novel memiliki pesan yang mewakili isi novel, sehingga semakin menarik ilustrasi pada cover novel maka semakin menarik pula lah isi novel tersebut. Novel trilogi karya Vira Safitri, merupakan novel remaja dewasa yang masuk ke dalam genre amore, atau terdapat unsur percintaan. Ketiga novel tersebut memiliki kekhasan dalam ilustrasi covernya yang dapat dikatakan cukup berhasil mewakili isi novelnya tersebut. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka tulisan ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai simbol, makna simbol, serta bagaimana simbol dalam ilustrasi cover novel karya Vira Safitri mampu membangun kesan yang terbentuk di benak pembaca novelnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah semiotik dari Charles S. Peirce, dengan unit yang dianalisis berupa obyek gambar dan warna. Adapun hasil yang diperoleh antara lain: simbol yang dianggap memiliki makna yang disengaja adalah obyek gambar bunga, gambar alat/property, dan warna. Adapun makna yang diwakili oleh gambar bunga yaitu perwakilan negara yang menjadi lokasi utama dalam novel, sedangkan gambar alat/properti mewakili makna profesi salah satu tokoh utama, dan warna pastel yang dipilih mewakili aroma percintaan yang lembut namun elegan. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa ilustrasi pada cover novel trilogy karya Vira Safitri ini telah mampu menggambarkan profesi sang tokoh, lokasi tempat berlangsungnya kisah, serta telah mampu untuk mendukung kesan elegan, romantic, dan happy ending yang menjadi ciri khas novel kisah cinta. DOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v3i1.1177