Partini Partini, Partini
Dra. Partini,MS adalah staf pengajar jurusan Sosiologi, FISIPOLUGMdan staf peneliti Pusat PenelitianKependudukan UGM.

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EFEKTIVITAS PELATIHAN KESADARAN DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA Esmiati, Amy Novalia; Prihartanti, Nanik; Partini, Partini
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.69 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i1.11052

Abstract

Abstrak. Kedisiplinan memiliki peranan penting dalam membentuk pribadi yang taat pada aturan-aturan yang ada dan bertanggung jawab terhadap tugas yang harus dikerjakan. Kedisiplinan dapat meningkat, salah satunya dipengaruhi oleh kesadaran diri. Sehingga perlu adanya pengelolaan kesadaran pada diri untuk memahami, mengenali, mengakui, dan mengekspresikan diri secara akurat. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa SMK yang memiliki kategori tingkat kedisiplinan yang rendah. Keseluruhan subjek dalam penelitian ini berjumlah 20 siswa, yang terbagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental Design dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dan dengan model desain eksperimen pre test-post test control group design. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan teknik Man Whitney U-Test dengan nilai z= -3.485 dan  sig (2 tailed)= 0,000 dimana (p<0,01), yang berarti terdapat perbedaan tingkat kedisiplinan yang signifikan antara kelompok yang diberikan pelatihan kesadaran diri dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan pelatihan kesadaran diri.Kata kunci: Kedisiplinan, Pelatihan Kesadaran diri.Abstract. Discipline has an important role in managing individuals who obey the rules that exist and are responsible for the tasks that must be done. Discipline can increase, one of which is developed by self-awareness. Because it needs to be considered, awareness must be approved, approved, recognized, and approved. The subjects in this study were vocational students who had a low level of discipline category. All subjects in this study were 20 student experiments, which were divided into 2 groups: the experimental group and the control group. The research method used in this study were the Quasi Experimental Design method with a purposive sampling technique and the pre-test design model of the control group design. Hypothesis testing in this study use the Man Whitney U-Test technique with a value of z = -3,485 and sig (2 tailed) = 0,000 where (p <0.01), which on average contains a significant level of discipline compared to the group that is not given self-awareness training.Keywords: Discipline, Self Awareness Training
SENSE OF HUMOR SEBAGAI LANGKAH MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI GURU PPL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Sungkar, Yuslam; partini, Partini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sense of Humor yang dimiliki guru PPL terhadap tingkat kepercayaan diri mereka pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Di mana pada awal penelitian sebesar 80% dari 20 orang guru PPL menunjukkan tingkatkepercayaan diri yang rendah. Subjek penelitian adalah 338 mahasiswa FKIP UMS yang sedang menjalani proses PPL yang  dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling (Area Sampling) yaitu teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampelbilamana subjek yang akan diteliti berbentuk kelompok. Penelitian ini menggunakan  instrument ukur berupa skala kepercayaan diri yang disusun berdasarkan Lauster (1997) dan skala Sense of Humor yang diadaptasi dari The Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Analisisdata yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPS dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara sense of humor dengan kepercayaan diri.  Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara Sense of Humor dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi ( r ) sebesar 0,512 dengan p=0,000 (p&lt;0,01) artinya semakin tinggi Sense of Humor maka semakin tinggi kepercayaan dirinya atau sebaliknya semakin rendah Sense of humor maka semakin rendahpula kepercayaan diri seseorang. Bobot sumbangan efektif (SE) dari variabel Sense of humor terhadap kepercayaan diri sebesar 26,2 %, berarti masih terdapat 73,8 % variabel-variabel lain yang mempengaruhi kepercayaan diri di luar variabel Sense of Humor.
CSR DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (STUDI IMPLEMENTASI CSR-PTBA DI MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN) Partini, Partini
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1.84 KB)

Abstract

Salah satu program CSR-PTBA adalah merelokasi permukiman penduduk di wilayah Atas Dapur dan sekitarnya yang telah tumbuh menjadi daerah kumuh karena sanitasi dan lingkungan hidup mengalami polusi. Adanya Kebijakan Pengembangan dan Penataan Tata Ruang Kota Pemda Tanjung Enim, permukiman penduduk di wilayah ini tidak sesuai lagi peruntukannya karena akan dijadikan TAHURA. Banyak kendala yang ditemui, antara lain masalah trust, persepsi, motivasi dan partisipasi warga yang direlokasi. Hasil penelitian  menemukan adanya best practices dari kebijakan PTBA yang mampu memberdayakan masyarakat dengan memberikan hak milik atas tanah dan bangunan serta sarana pendukung yang lengkap untuk kepentingan umum. Dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap PTBA, PSLH-UGM melakukan penelitian,  memediasi dan mensosialisasikannya, sehingga tidak muncul konflik kepentingan dan tidak terjadi konflik  yang manifest. 
Tingkat Depresi Ditinjau dari Latar Belakang Penyebab Kecacatan pada Penyandang Tuna Daksa Arianti, Endah Fajri; Partini, Partini
Indigenous Vol. 2 No. 2, November 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v2i2.5680

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan depresi ditinjau dari latar belakang penyebab kecacatan pada penyandang tuna daksa di BBRSBD Surakarta. Hipotesis penelitian ini adalah ada perbedaan tingkat depresi antara penyandang tuna daksa akibat kecelakaan lebih tinggi dibanding tingkat depresi penyandang tuna daksa bawaan lahir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparasi. Populasi penelitian ini adalah  tuna daksa di BBRSBD berjumlah 128 tuna daksa. Teknik pengambilan sampel  menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini bejumlah 80 tuna daksa. Penyandang tuna daksa bawaan lahir berjumlah 40 orang dan penyandang tuna daksa akibat kecelakaan berjumlah 40 orang. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan independent sample t-test. Hasil ini menunjukan terdapat perbedaan tingkat depresi antara penyandang tuna daksa akibat kecelakaan lebih tinggi dibanding penyandang tuna daksa bawaan lahir.Kata kunci : bawaan lahir, depresi, tuna daksa
Identifikasi Faktor – Faktor Test 16 PF yang Mendasari Sifat – Sifat Kepribadian Karyawan Pemkot Surakarta Partini, Partini
Indigenous Vol. 7, No. 1, Mei 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4637

Abstract

Identifikasi faktor – faktor kepribadian dari test 16 PF perlu dilakukan dengat teknik analisis faktor dan sebelum analisis faktor dilakukan, maka test 16 PF harus teruji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor – faktor test 16 PF yang mendasari sifat – sifat kepribadian karyawan Pemerintah Kota Surakarta yang mengikuti program “Human Flow Resource” pertama tahun 2000. Sebanyak 268 lembar jawaban subyek, digunakan untuk analisis faktor, sedangkan sebanyak 153 lembar jawaban subyek digunakan untuk menguji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis butir menunjukkan bahwa dari 16 faktor primer, tiga faktor primer diantaranya: Faktor G, Faktor M, dan Faktor Q4, masing – masing terdapat satu butir yang gugur. Hasil analisis faktor menunjukkan bahwa, identifikasi terhadap faktor – faktor menghasilkan 6 faktor baru dengan presentase varians yang dapat dijelaskan 52,347%. Pemberian nama terhadap faktor – faktor baru berdasarkan faktor – faktor yang mendukungnya. Nama – nama faktor baru tersebut sebagai berikut: faktor I adalah progresif; faktor II adalah sosial unadaptive; faktor III adalah wawasan kreatif; faktor IV adalah labilitas emosi; faktor V adalah keyakinan diri; faktor VI adalah kewaspadaan.
KEBERMAKNAAN HIDUP PADA HAFIDZUL QUR’AN Husnawati, Aula Sari; Nur Anganthi, Nisa Rachmah; partini, partini
Indigenous Vol. 8, No. 1, Mei 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4683

Abstract

Every normal people basically wants to be useful and has value for himself, his family, and his society. They describe basic desire from human being, that is desire to have meaningful life. The meaningful life will give effects happiness, and if the desire can not be fulfilling, it will give effect like disappointed life and unmeaningful life, and if this condition always happens, it will make so many feelings and adaption that will hamper his self-development and the self-value. Praying is one of the methods that can be used to open someone’s mind about the potential values and the meaningful life inside and outside. Khidmat and Khusyu’ praying actually can bring peace, stable and able to endure, and also it causes feeling as if he got guidance to do important things. So, he can live in religion way that will give him happiness and meaning. Hifdzul Qur’an (memorizing Al Qur’an) is one of the praying shape so it can open someone’s mind about potential values and the meaningful life inside and outsideThe aims of this reasearch are to understand and describe clearly about the dimension of meaningful life for Hafidzul Qur’an. The informan of this research are 2 person who can memorize 30 juz of Al Qur’an, male and female, and have reminded for 1 year. The collecting data methods are interview and observation, and the data analysis used descriptive analysis. Based on the analysis, can be conclused that the comprehending of life meaningfully for the hafidzul qur’an always can be fulfilling by life experiences with development and actualization of the potention that someone’s has., especially by hifdzul Qur’an activity, the life goal in the world or in the here-after, also the implementation of religion values and human values in the lifetime. 
SENSE OF HUMOR SEBAGAI LANGKAH MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI GURU PPL DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Sungkar, Yuslam; partini, Partini
Indigenous Vol. 13, No.1, Mei 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v13i1.2327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sense of Humor yang dimiliki guru PPL terhadap tingkat kepercayaan diri mereka pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Di mana pada awal penelitian sebesar 80% dari 20 orang guru PPL menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Subjek penelitian adalah 338 mahasiswa FKIP UMS yang sedang menjalani proses PPL yang  dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling (Area Sampling) yaitu teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel bilamana subjek yang akan diteliti berbentuk kelompok. Penelitian ini menggunakan  instrument ukur berupa skala kepercayaan diri yang disusun berdasarkan Lauster (1997) dan skala Sense of Humor yang diadaptasi dari The Multidimensional Sense of Humor Scale (MSHS). Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPS dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara sense of humor dengan kepercayaan diri.  Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara Sense of Humor dengan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,512 dengan p=0,000 (p<0,01) artinya semakin tinggi Sense of Humor maka semakin tinggi kepercayaan dirinya atau sebaliknya semakin rendah Sense of humor maka semakin rendah pula kepercayaan diri seseorang. Bobot sumbangan efektif (SE) dari variabel Sense of humor terhadap kepercayaan diri sebesar 26,2 %, berarti masih terdapat 73,8 % variabel-variabel lain yang mempengaruhi kepercayaan diri di luar variabel Sense of Humor.
STUDI KORELASI PERSEPSI ANAK PADA KEHARMONISAN KELUARGA DENGAN PRESTASI BELAJAR Widya A., Novi; Partini, Partini
Indigenous Vol. 12, No. 2, Nopember 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4758

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan dan kemampuan siswa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal mengemban tugas yang cukup berat diantaranya sebagai fasilitator bagi siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Indikator keberhasilan sekolah dalam mengemban tugasnya dapat dilihat dari pencapaian prestasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan prestasi belaiar Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri I Boyolali. Pengumpulan data dilakukan dengan skala persepsi keharmonisan keluarga dan dokumentasi prestasi belajar siswa, yaitu nilai raport siswa, lalu dianalisa menggunakan product moment. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan prestasi belajar siswa SMA Negeri I Boyolali yang ditunjukkan (r) sebesar 0,514; p = 0,000 (p<0,01) dengan sumbangan efektif variabel persepsi keharmonisan keluarga sebesar 26,4%. Persepsi keharmonisan keluarga tergolong dalam kategori tinggi, sedangkan variabel prestasi belajar siswa tergolong dalam kategori sedang. 
HUBUNGAN ANTARA PENALARAN MORAL DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA REMAJA Lestari, Dyan; partini, Partini
Indigenous Vol. 13, No. 2, November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku  prososial  adalah  perilaku  yang  memberikan  konsekuensi  positif kepada  orang  lain. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang tua atau orang dewasa lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja SMA. Hipotesis dari penelitian ini ada hubungan positif yang sangat signifikan antara penalaran moral dengan perilaku prososial remaja. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini siswa-siswi SMAN 08 Surakarta berjumlah 130. Sempel tersebut diambil dengan teknik cluster random. Alat ukur yang digunakan adalah skala penalaran moral dan skala prososial sedangkan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis diperoleh data koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,796 dengan p  =  0,000  (p  <  0,01).  Ada  hubungan  positif  yang  sangat  signifikan  antara penalaran moral dengan perilaku prososial pada remaja, yang berarti hipotesis diterima dengan sumbangan  efektif  dari  variabel  penalaran  moral  dengan  variabel perilaku prososial adalah 63,4%. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KECENDERUNGAN KEPEMIMPINAN OTORITER DENGAN INTENSI TURN OVER Kurniati D.H, Sely; Rustam, Amrizal; Partini, Partini
Indigenous Vol. 9, No. 2, Nopember 2007
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v0i0.4713

Abstract

Pergantian karyawan atau turn over merupakan masalah yang dihadapi para pengusaha sejak dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap  kecenderungan kepemimpinan otoriter dengan intensi turn over. Subjek dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Panasonic Gobel Indonesia yang berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive non random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala persepsi terhadap kecenderungan kepemimpinan otoriter dan skala intensi turn over. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan teknik analisis korelasi product moment diperoleh nilai r = 0.419; p<0.01 yang berarti ada hubungan positif yang sangat signifikan antara persepsi terhadap kecenderungan kepemimpinan otoriter dengan intensi turn over. Sumbangan efektif persepsi kecenderungan kepemimpinan otoriter terhadap intensi turn over sebesar 17.6% sehingga masih terdapat 82.4% faktor-faktor lain yang memengaruhi intensi turn over selain variabel persepsi terhadap kecenderungan kepemimpinan otoriter.