p-Index From 2018 - 2023
1.633
P-Index
Rafiantika Megahnia Prihandini
Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Jember, Indonesia

Published : 11 Documents
Claim Missing Document
Articles

## Title

### Found 11 Documents Search

DIMENSI METRIK SISI PADA KELUARGA GRAF TANGGA Robiatul Adawiyah; Rafiantika Megahnia Prihandini
KadikmA Vol 12 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Department of Mathematics Education , University of Jember

#### Abstract

Misalkan G adalah graf terhubung dan sederhana, dinotasikan sebagai , dengan adalah himpunan titik dan adalah sebuah sisi. Jarak antara titik v dan sisi e dinotasikan sebagai Titik membedakan dua sisi jika Himpunan titik W dari graf terhubung G adalah generator dimensi metrik sisi pada G jika untuk setiap dua sisi dari G dibedakan oleh beberapa titik dari . Dimensi metrik sisi merupakan kardinalitas minimum dari semua genetor dimensi metrik sisi pada G yang dilambangkan dengan . Pada Penelitian ini, akan diteliti dimensi metrik sisi pada beberapa keluarga graf tangga yaitu graf tangga dan graf tangga miring untuk
Construction of Super H-Antimagicness of Graph by Uses a Partition Technique with Cancelation Number Rafiantika Megahnia Prihandini; Dafik Dafik; Ika Hesti Agustin
UNEJ e-Proceeding 2016: Proceeding The 1st International Basic Science Conference
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

#### Abstract

Abstract—The graph operation is one method to construct a new graph by applying the operation to two or more graph. One of graph operation is amalgamation, let {Hi} be a finite collection of nontrivial, simple and undirected graphs and let each Hi has a fixed vertex vj called a terminal. The terminal of graph operation is formed by taking all the Hi’s and identifying their terminal. When Hi are all isomorphic graphs, for any positif integer n, we denote such amalgamation by G = Amal(H, v, n), where n denotes the number of copies of H and v is the terminal. The graph G is said to be an (a, d)-H-antimagic total graph if there exist a bijective function f : V (G) ∪ E(G) → {1, 2, . . . , |V (G)| + |E(G)|} such that for all subgraphs isomorphic to H, the total H-weights W(H) = ∑v∈V (H) f(v) + ∑e∈E(H) f(e) form an arithmetic sequence {a, a + d, a + 2d, ..., a + (n − 1)d}, where a and d are positive integers and n is the number of all subgraphs isomorphic to H. An (a, d)-H-antimagic total labeling f is called super if the smallest labels appear in the vertices. In this paper, we study a super (a, d)-H antimagic total labeling of connected of graph G = Amal(H, Ps+2, n) by uses a partition technique with cancelation number. The result is graph G = Amal(H, Ps+2, n) admits a super(a, d)-H antimagic total labeling for almost feasible difference d.
Pendampingan Pendidik dalam Pengembangan E-Comic Tematik Berbasis Augmented Reality Terintegrasi dengan ICT di KKG Gugus 01 Kecamatan Panti Kabupaten Jember Rafiantika Megahnia Prihandini; Bea Hana Siswati
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 1: Februari (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

#### Abstract

Analisis Pengaruh Evaluasi Pembelajaran Secara Virtual Menggunakan Quizzes Terhadap Hasil Belajar Siswa Robiatul Adawiyah; Ridho Alfarisi; Rafiantika Megahnia Prihandini
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

#### Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pembelajaran secara masif. Proses pembelajaran yang mestinya dilaksanakan secara tatap muka sekarang berubah menjadi sistem pembelajaran jarak jauh atau daring. Penggunaan teknologi dalam pembelajaraan menjadi bagian penting yang harus dikembangkan oleh guru untuk menghadapi generasi Z. Kecanggihan teknologi yang ada saat ini seharusnya menjadi senjata dan media bagi pendidik dalam menyiapkan generasi masa depan sehingga bisa melahirkan anak-anak yang dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai moral yang luhur di masyarakat. Permasalahn pokok saat ini yang nyata terjadi di lapangan, khususnya di sekolah yang terletak di desa Pakis, Panti, Kabupaten Jember, masih banyak guru-guru yang minim pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, khususnya dalam hal melaksanakan evaluasi pembelajaran secara online. Evaluasi merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Dengan sistem evaluasi yang baik maka kualitas pembelajaran diharapkan akan meningkat. Pembelajaran secara daring yang ada di Kecamatan Panti hanya dikemas secara konvensional, dimana guru hanya memberi tugas via aplikasi whatssapp. Evaluasi pembelajaran yang dilaksanakan kurang optimal. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendampingan, sosialisasi dan inovasi baru dalam pelakasanaan evaluasi pembelajaran agar tujuan pembelajaran bisa dievaluasi dengan baik, serta meningkatkan performa sekolah dalam memberikan layanan yang terbaik kepada siswa.
Penerapan Project Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Rafiantika Megahnia Prihandini; Robiatul Adawiyah
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

#### Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah matematika diskrit melalui model project based learning. Objek penelitian ini adalah mahasiswa semester 4 program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Jember. Metode penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Sedangkan tes dipilih sebagai teknik penelitian yang kemudian dianalisis dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum tindakan terdapat 9 orang mahasiswa dengan persentase 28% yang memenuhi standar minimal kelulusan. Setelah dilakukan tindakan, terdapat peningkatan hasil belajar mahasiswa yaitu dari 22 orang dengan persentase 69% menjadi 30 orang dengan persentase 94%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model project based learning dapat membantu dalam proses peningkatan hasil belajar mahasiswa.
Pewarnaan Titik Ketakteraturan Lokal Refleksif pada Keluarga Graf Tangga Rizki Aulia Akbar; Dafik Dafik; Rafiantika Megahnia Prihandini
CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS Vol 3, No 1 (2022): CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS
Publisher : jcgant

#### Abstract

Let a simple and connected graph $G=(V,E)$ with the vertex set $V(G)$ and the edge set E(G). If there is a mapping $f$: $V(G)$ $\rightarrow$ ${0,2,…,2k_v}$ and $f$: $E(G)$ $\rightarrow$ ${1,2,…,k_e}$ as a function of vertex and edge irregularities labeling with $k=max$ ${2k_v,k_e}$ for $k_v$ and $k_e$ natural numbers and the associated weight of vertex $u,v \in V(G)$ under $f$ is $w(u)=f(u)+\sum_{u,v\in E(G)}f(uv)$. Then the function $f$ is called a local vertex irregular reflexive labeling if every adjacent vertices has distinct vertex weight. When each vertex of graph $G$ is colored with a vertex weight $w(u,v)$, then  graph $G$ is said to have a local vertex irregular reflexive coloring. Minimum number of vertex weight is needed to color the vertices in graf $G$ such that any adjacent vertices are not have the same color is called a local vertex irregular reflexive chromatic number, denoted by $\chi_{(lrvs)}(G)$. The minimum $k$ required such that $\chi_{(lrvs)}(G)=\chi(G)$ where $\chi(G)$ is chromatic number of proper coloring on G is called local reflexive vertex color strength, denoted by $lrvcs(G)$. In this paper, we will examine the local reflexive vertex color strength of local vertex irregular reflexive coloring on the family of ladder graph.
Dimensi Metrik Ketetanggaan Lokal pada Graf Hasil Operasi Korona G odot P_3 dan G odot S_4 Alfin Nabila Taufik; Dafik Dafik; Rafiantika Megahnia Prihandini; Ridho Alfarisi
CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS Vol 1, No 2 (2020): CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS
Publisher : jcgant

#### Abstract

There are variant of the metric dimensions in graph theory, one of them is a local adjacency metric dimension. Let $W\subset V(G)$ with $W=\{w_1,w_2,\dots,w_k\}$, the representation of the vertex $V\in V(G)$, $r_A(v|W)=(d_A(v,w_1),d_A(v,w_2),\dots,d_A(v,w_k))$ with $d_ {A} (v, w)$= $0$ if $v = w$, $d_ {A} (v, w)$=  $1$ if $v$ adjacent to $w$, and $d_ {A} (v, w)$ =$2$ if $v$ does not adjacent to $w$.  If every two adjacent vertices $v_1$, $v_2 \in V (G)$,  $r_ {A} (v_1 | W) \neq r_ {A} (v_2 | W)$, then $W$ is the minimum cardinality of the local adjacency metric dimension. The minimum cardinality of $W$ is called the local adjacency metric dimension number, denoted by $\dim_{(A, l)} (G)$.  In this paper, we have found the  local adjacency metric dimension of corona product of special graphs, namely the $L_n \odot {P_3}$ graph, $S_n \odot {P_3}$ graph, $C_n \odot {P_3}$ graph, $P_n \odot {S_4}$ graph, and the graph $L_n \odot {S_4}$.
PEWARNAAN TITIK TOTAL SUPER ANTI-AJAIB LOKAL PADA GRAF PETERSEN DIPERUMUM P(n,k) DENGAN k=1,2 Deddy Setyawan; Anis Nur Afni; Rafiantika Megahnia Prihandini; Ermita Rizki Albirri; Arika Indah Kristiana
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 15 No 4 (2021): BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

#### Abstract

The local antimagic total vertex labeling of graph G is a labeling that every vertices and edges label by natural number from 1 to such that every two adjacent vertices has different weights, where is The sum of a vertex label and the labels of all edges that incident to the vertex. If the labeling start the smallest label from the vertex then the edge so that kind of coloring is called the local super antimagic total vertex labeling. That local super antimagic total vertex labeling induces vertex coloring of graph G where for vertex v, the weight w(v) is the color of v. The minimum number of colors that obtained by coloring that induces by local super antimagic total vertex labeling of G called the chromatic number of local super antimagic total vertex coloring of G, denoted by χlsat(G). In this paper, we consider the chromatic number of local super antimagic total vertex coloring of Generalized Petersen Graph P(n,k) for k=1, 2.
Pendampingan Pengembangan E-LKPD berbasis Inquiry Based Learning Terintegrasi Internet of Thing (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru Rafiantika Megahnia Prihandini; Susi Setiawani
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 4: November (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

#### Abstract

Abstrak: Kondisi pendidik di SDN 03 Panti Kabupaten Jember yang masih minim dalam penggunaan teknologi di setiap proses pembelajaran dapat diatasi dengan kegiatan Pendampingan Pengembangan E-LKPD Berbasis Inquiry Based Learning Terintegrasi Internet of Thing (IoT) sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Pedagogik Digital Guru. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan membuat E – LKPD dengan aplikasi Liveworksheet. Pelaksanaan pelatihan ini dilaksanakan secara offline dengan jumlah peserta pelatihan sebanyak 30 orang pendidik. Berdasarkan nilai signifikansi (2-tailed) yaitu 0.000 (p 0.05) dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pendidik sebelum dan sesudah pelatihan dengan metode pelatihan Goad. Goad memiliki lima tahapan yaitu: 1) Analisis kebutuhan pelatihan (Analyze to determine training requirements), 2) Desain pendekatan pelatihan (Design The Training Approach), 3) Pengembangan materi pelatihan (Develop The Training Materials), 4) Pelaksanaan pelatihan (Conduct The Training), dan 5) Evaluasi dan pemutakhiran pelatihan (Evaluate and Update The Training). Pendampingan ini telah memberikan dampak yang positif bagi kemampuan pendidik dalam mengembangkan bahan ajar berupa E – LKPD dengan bantuan Liveworksheets.Abstract: The teachers at Public Elementary School 3 of Panti in Jember regency have been grappling with finding ways to integrate technology in learning process. This issue raises the urgency for developing an electronic worksheet, known as e-LKPD, framed in inquiry-based learning. Integrating Internet of Thing (IoT), this measure is presumed a viable strategy to improve the teachers’ digital pedagogical competence. This research aimed at training the teachers in developing e-LKPD with the aid of Liveworksheet application. The training was carried out offline and involved 30 teachers. Our analysis results demonstrated that the teachers achieved significantly higher digital pedagogical competence after the training with the Goad training method, as indicated by p0.05 (2-tailed). Goad has five stages, which involves 1) analysis of training requirements, 2) designing the training approach), 3) development of training materials, 4) conducting the training, and 5) evaluating and updating the training. This training has been proven fruitful in helping teachers to develop e-LKPD with the aid of Liveworksheet
Rainbow Vertex Antimagic Coloring 2-Connection paada Keluarga Graf Tangga Ahmad Musyaffa&#039; Hikamuddin; Dafik Dafik; Rafiantika Megahnia Prihandini
CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS Vol 3, No 2 (2022): CGANT JOURNAL OF MATHEMATICS AND APPLICATIONS
Publisher : jcgant

#### Abstract

All graph in this paper are connected graph and simple graph. Let G = (V,E)be a connected graph. Rainbow vertex connection is the assignment of G that has interior vertices with different colors. The minimum number of colors from the rainbow vertex coloring in graph G is called rainbow vertex connection number. If wf(u) ̸= wf(v) for two different vertext u, v ∈ V (G) then f is called antimagic labeling for graph G. Rainbow vertex antimagic coloring is a combination between rainbow coloring and antimagic labeling. Graph G is called rainbow vertex antimagic coloring 2-connection if G has at least 2 rainbow paths from u − v. Rainbow vertex antimagic coloring 2-connection to denoted as rvac2(G). In this paper, we will study rainbow vertex antimagic coloring 2-connection on a family of graphs ladder that includes H-graph Hn for n ≥ 2, slide ladder graph SLn for n ≥ 2, and graph Octa-Chain OCn for n ≥ 2.