Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

“PENYEGARAN KADER POSYANDU LIMA MEJA DI PUSKESMAS KOMBOS KOTA MANADO” Noormah Juwita; Nelawati Radjamuda; Ria A.J.Rotinsulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pengabmas Nusantara
Publisher : Universitas Muhammadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.827 KB) | DOI: 10.57214/pengabmas.v4i1.97

Abstract

Ada banyak faktor yang mempengaruhi tingkat AKB, tidak mudah untuk menemukan faktor yang paling dominan. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor aksesibilitas dan pelayanan kesehatan dari tenaga medis yang terampil, serta kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap tingkat AKB. Berdasarkan hasil survei Pendahuluan oleh Tim pengabdian masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2019, di Puskesmas Kombos didapatkan hasil bahwa cakupan SKDN masih belum mencapai target nasional yaitu kurang dari 80 %. Sehingga perlu adanya upaya peningkatan capaian SKDN dengan salah satu cara yaitu penyegaran Kader Posyandu di Wilayah kerja Puskesmas Kombos Kota Manado. Metode pelaksanaan kegiatan Penyegaran kader posyandu tentang lima meja adalah dengan metode ceramah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di laksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 6-7 November 2019. Hari ke 1 : Pembukaan, pretest, materi 5 meja di lanjutkan hari ke 2 : Post test dan penutupan. Hasil kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu kader mampu mengaplikasikan peran dan fungsinya sebagai kader posyandu, Meningkatkan kemampuan fasilitasi pembelajaran kader posyandu dalam melaksanakan tugas Penggerakan dan Pemberdayaan masyarakat, meningkatkan keterampilan bagi kader posyandu dalam menunjang pelaksanaan desa siaga, meningkatkan keterampilan kader posyandu dalam melakukan komunikasi, advokasi dan negosiasi dengan pihak pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa dalam rangka mendapatkan dukungan sumber daya.
Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Keikutsertaan Suami Dalam KB Vasektomi Di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado Noormah Juwita; Ria A.J.Rotinsulu
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.912 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v6i1.93

Abstract

Rendahnya keikutsertaan suami dalam program KB berhubungan dengan beberapa faktor yaitu pengetahuan,umur,jumlah anak serta dukungan pada keluarga. Dan masyarakat yang masih menggangap keikutsertaan belum atau tidak penting dilakukan. Bila dibandingkan dengan partisipasi pria di negara-negara tetangga seperti : Korea (27%), Sri Langka (26%), Filipina (24%), Bangladesh (18%), Nepal (18%), Malaysia (16,8%), Cina (11%), Thailand (9%), dan Pakistan (9%), maka Indonesia menempati angka paling rendah keikutsertaan dalam ber-KB.Tujuan penelitian ini Untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan ; pengetahuan, umur, jumlah anak dan dukungan keluarga dengan keikutsertaan suami dalam KB vasektomi di Kel.Pandu Kec.Bunaken Kota Manado Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang di ambil adalah 150 orang suami Di Kel. Pandu Kec. Bunaken Kota Manado. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian adalah pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan cukup yakni 72 responden ( 48 % ) , sebagian besar memiliki umur < 30 - 40 Tahun yakni 77 responden (51,3 %), jumlah anak hampir seluruhnya memiliki jumlah anak hidup > 2 Org yakni 81 responden (54 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan umur dengan keikutsertaan suami KB vasektomi sedangkan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan jumlah anak.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU DI PUSKESMAS BENGKOL KOTA MANADO Ria Angelina Jessica Rotinsulu; Hindun Rahim
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2021): Juni : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.208 KB) | DOI: 10.57214/jusika.v5i1.110

Abstract

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman pendamping (termasuk air jeruk, madu, air gula), yang dimulai sejak bayi baru lahir sampai dengan usia 6 bulan. Terjadinya kerawanan gizi pada bayi disebabkan karena selain makanan yang kurang juga karena Air Susu Ibu (ASI) banyak diganti dengan susu botol dengan cara dan jumlah yang tidak memenuhi kebutuhan. Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh termasuk energi dan zat gizi lainnya yang terkandung di dalam ASI tersebut. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu yang mempunyai bayi 0 – 12 bulan. Jenis penelitian retrospektif dengan pendekatan Cross Sectional. Analisis data digunakan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan pengetahuan dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,338 > α = 0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu di Puskesmas Bengkol Kota Manado (p value = 0,001 < α = 0,05). Saran yaitu Suami dan keluarga tetap berperan aktif dalam mendukung/mendorong, memotivasi dan memberi nasehat kepada istri agar memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa susu formula dan makanan lain, juga Tenaga kesehatan dalam hal ini bidan selalu memotivasi ibu untuk tetap menyusui bayi sejak lahir sampai 6 bulan serta memberikan informasi tentang manfaat ASI eksklusif.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA Ria Rotinsulu; Hindun Rahim; Istiqamah Istiqamah
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i3.918

Abstract

Latar Belakang: Remaja memiliki masalah yang sangat kompleks seiring dengan masa transisi yang dialaminya. Masalah yang paling menonjol adalah seksualitas (kehamilan yang tidak diinginkan, seks pranikah, dan aborsi), dan terinfeksi penyakit menular seksual. Masa Remaja adalah masa dimana sering terjadi permasalahan yang menonjol terutama dalam hal seksualitas, terinfeksi penyakit menular seksual. hal ini karena Kurangnya pemahaman kesehatan reproduksi yang dipengaruhi oleh adat istiadat, budaya, agama dan kurangnya informasi dari sumber yang benar. Tujuan: penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi terhadap perilaku seksual remaja. Metode: Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan rangcangan one group pre test-post tes design.Sampel penelitian berjumlah 21 responden. Teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan terhadap perilaku seksual remaja (pValue 0,005), kebiasaan yang telah melekat pada remaja tersebut, yang mempengaruhi ketidakberhasilan pemberian edukasi. Kesimpulan: Faktor kebiasaan, pengetahuan, social ekonomi dan lingkungan  mempengaruhi ketidakberhasilan pemberina edukasi terhadap perilaku seksual remaja.