Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PEMODELAN INUNDASI DAN WAKTU TIBA TSUNAMI DI KOTA BITUNG, SULAWESI UTARA BERDASARKAN SKENARIO GEMPABUMI LAUT MALUKU Sriyanto, Sesar Prabu Dwi; Nurfitriani, Nurfitriani; Zulkifli, Muhammad; Wibowo, Sandy Nur Eko
GEOMATIKA Vol 25, No 1 (2019)
Publisher : Badan Informasi Geospasial in Partnership with MAPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (868.652 KB) | DOI: 10.24895/JIG.2019.25-1.959

Abstract

Kota Bitung sebagai salah satu kawasan strategis dan pusat perekonomian di Sulawesi Utara, berpotensi terdampak oleh bencana tsunami karena berada di pesisir Laut Maluku yang bisa menjadi lokasi pusat gempabumi besar pemicu tsunami. Untuk mengetahui potensi area terdampak dan waktu tiba tsunami di wilayah Bitung, dilakukan pemodelan penjalaran tsunami dengan skenario gempabumi Mw 7,9 dengan episenter di Laut Maluku menggunakan perangkat lunak TUNAMI-N2 (Tohoku University’s Numerical Analysis Model Investigation of Tsunami No 2). Data yang digunakan berupa parameter skenario gempabumi pembangkit dan data elevasi. Data elevasi terdiri dari data topografi primer hasil pengukuran lapangan menggunakan altimeter digital dan data sekunder berupa data batimetri dari GEBCO (General Bathymetric Chart of The Ocean) dan data topografi daratan SRTM (Shuttle Radar Topographic Mission) dari USGS (United States Geological Survey). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa tsunami pertama kali mencapai di wilayah Bitung tepatnya di pantai timur Pulau Lembeh pada detik ke-520 setelah gempabumi. Ketinggian maksimum tsunami bisa mencapai 7,625 meter, sedangkan inundasi terjauh dan potensi area tergenang masing-masing mencapai 750 meter dan 2,1 km2. Lokasi dengan tingkat bahaya tertinggi ada di sebelah barat Pelabuhan Bitung karena topografi yang landai dan berhadapan dengan perairan yang berbentuk teluk sehingga terjadi amplifikasi gelombang. Pantai yang berbentuk teluk ini juga menyebabkan gelombang tertinggi terjadi pada gelombang yang kedua.
SINTESIS GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR LEMPUNG LATERITE DENGAN PENAMBAHAN ZnO SEBAGAI KOMPOSIT FUNGSIONAL Zulkifli, Muhammad; Subaer, Subaer; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika Vol 15, No 3 (2019): Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.4 KB) | DOI: 10.35580/jspf.v15i3.13502

Abstract

The main purpose of this research is to study the microstructure and thermal properties of geopolymers by adding ZnO as a functional composite. Functional composite materials synthesized by alkali activation, using metalempung as the base material and ZnO as aggregate. ZnO was synthesized from ZnSO4 using the precipitation method. The addition of ZnO mass in geopolymer paste was varied from 0.10g; 0.20g; and 0.30g. X-Ray Difraction (XRD) was used to determine the phase formed in functional composite material. The thermal characteristic of the samples was examined by means of Differential Scanning Calorimetry (DSC). The results showed that the composition of ZnO did have a significant effect on changes in microstructure sample. Functional composite materials also had entalphy change and exsoterm peak smaller than sample geopolymer
Penerapan Model Pembelajaran Terpadu untuk Mengukur Hasil Belajar Siswa SMP Negeri 3 Palu Zulkifli, Muhammad; Syamsu, Syamsu; Saehana, Sahrul
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol 4, No 1 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.854 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe integrated dan  model pembelajaran terpadu tipe connected pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain “Non ekivalen pretest-posttest design”. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan kelas VIII F sebagai kelas eksperimen ke-1 dan kelas VIII G sebagai kelas eksperimen ke-2. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest hasil belajar siswa kelas eksperimen ke-1 adalah 5,80 dengan standar deviasi 2,30, untuk rerata skor posttest adalah 14,97 dengan standar deviasi 2,06. Untuk kelas eksperimen ke-2 diperoleh rerata skor pretest 6,23 dengan standar deviasi 2,06, sedangkan untuk rerata skor posttest adalah 13,17 dengan standar deviasi 2,65. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistik uji-t dua pihak untuk menguji perbedaan rerata skor hasil belajar siswa dengan taraf signifikan α=0,05. Diperoleh nilai hasil thitung = 2,75 dan ttabel = 2,00. Ini berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan Ho. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, ada perbedaan model pembelajaran terpadu tipe Integrated dengan model pembelajaran terpadu tipe connected terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Palu. Kata Kunci : Tipe Integrated dan Tipe Connected, Hasil Belajar
Pengembangan Sistem Informasi Akreditasi Borang Standar 3, Standar 4, dan Standar 7 berbasis Web (Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer) Zulkifli, Muhammad; Amalia, Faizatul; Pramono, Djoko
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.965 KB)

Abstract

Accreditation data management requires a long time to prepare the assessment process. Since 2008, the BAN-PT forms consist of 7 standards. Substitution of accreditation results must be updated every six months before the deadline. Study programs that will carry out accreditation must prepare data early in accordance with applicable requirements. The table form is quite a lot making the drafting team experienced difficulties when preparing supporting documents. Information based system applications will be developed to provide facilities and assist the process of assessing the accreditation level of a study program in order to obtain eligibility from the study program. Therefore, it will be solved by developed an accreditation information system website. The information system will be highly used so that accreditation data becomes more structured and handles the data collection process. This research will be developed with a web platform. The approach taken uses object oriented design of MVC (Model-View-Controller) using the waterfall method. Functional requirements testing will use white box testing and black box testing, while non-functional requirements testing uses compatibility testing using SortSite. White box test results produce three valid unit tests, and black box testing results in 100% success in validation testing. Non-functional testing also resulted in a system developed that was able to run on various browsers such as Firefox, Google Chrome, Microsoft Edge, and Opera.
Resistensi Majelis Luhur Kepercayaan TErhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Dalam Mempertahankan Keyakinan Yang Dianut Zulkifli, Muhammad
Edukasi IPS Vol 3 No 1 (2019): JURNAL EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.003.1.01

Abstract

Abstract This research aims to: To know the process of resistance that occurs in the community of Penghayat Kepercayaan. To find solution for solving social problems especially inter-religious discrimination in Indonesia. This research conducted at Secretariat of MLKI, Lubang Buaya, East Jakarta. The methodology of this research is qualitative approach, data collected technique by interview, observation, and literature review. Data analysis ofthis research use data reduction, data display, conclusion and verification. Based on the result of this research it is known that discrimination occur against Penghayat Kepercayaan. Therefore Penghayat Kepercayaan do resistance against government policy and attempted to remove negative stigma that attached to them. Resistance which is conducted tend to closed resistance and opened resistance. Keyword: Resistence, Penghayat Kepercayaan, Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Indonesia (MLKI), Beliefs
Implementasi Kebijakan Brigade Siaga Bencana Dalam Tanggap Darurat Di Kabupaten Bantaeng Aljurida, Azhar; Zulkifli, Muhammad
Jurnal Pemerintahan dan Politik Lokal Vol 1 No 2 (2019): JGLP, NOVEMBER 2019
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jglp.v1i2.23

Abstract

Brigade Siaga Bencana dalam tanggap darurat dikabupaten Bantaeng sebagai salah satu produk kebijakan yang dibuat oleh pemerintah kabupaten Bantaeng bertujuan untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat secara cepat, tepat dan efisien, namun produk kebijakan tidaklah cukup hanya dengan membuatnya semata melainkan juga perlu diimplementasikan dengan baik sehingga harapan yang ingin dicapai bisa terlaksana dengan sesuai dengan tujuan. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu mendekripsikan dan menggambarkan secara utuh informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menujukkan bahwa implementasi kebijakan dari pendekatan teori implementasi van meter dan van horn menunjukkann bahwa Brigade siaga bencana bertujuan untuk mendekatkan dan mempercepat penanganan kesehatan kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh satgas khusus dan terampil yang siaga selama 24 jam penuh, Faktor kondisi alam yang ada dikabupaten Bantaeng terutama dari aspek geografi dan topografi, terkadang menjadi penyebab keterlambatan penangan kesehatan bagi masyarakat, Brigade siaga bencana kabupaten Bantaeng mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas dinas kesehatan dan rumah sakit dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bersifat darurat atau penangan kesehatan pra rumah sakit.