Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN MAKANAN Arifudin, Arifudin; Setiyono, Setiyono; Priyanto, Fajar Eko; Sulistia, Susi
Jurnal Air Indonesia Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Air Indonesia
Publisher : Center for Environmental Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.567 KB) | DOI: 10.29122/jai.v11i1.3935

Abstract

Industri Pengolahan Makanan, dalam mengolah air limbah telah memiliki sarana pengolahan air limbah berupa IPAL dengan mengkombinasikan teknik elektrokoagulasi dan filtrasi (karbon filter). Peningkatan kegiatan produksi yang tidak dibarengi dengan perubahan pada sistem IPAL menyebabkan beban air limbah yang dihasilkan dari kegiatan produksi meningkat. Hal  ini menyebabkan air olahan IPAL tidak memenuhi baku mutu air limbah. sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap IPAL yang ada. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan evaluasi kinerja dari IPAL Industri Pengolahan Makanan. Dari hasil pengukuran parameter polutan pada air limbah hasil proses elektrokoagulasi di IPAL eksisting adalah nilai COD, BOD dan TSS mengalami penurunan berturut–turut yaitu sebesar 60% dari 3.083 mg/L menjadi 1.055 mg/L; 67% dari 820 mg/L menjadi 273mg/L dan 55% dari 398 mg/L menjadi 178 mg/L. tingginya nilai tersebut menunjukan bahwa beban polutan pada air limbah hasil proses elektrokoagulasi masih tinggi. Hal ini menyebabkan air olahan hasil IPAL masih diatas baku mutu air limbah yaitu dengan nilai COD, BOD dan TSS berturut-turut  751 mg/L, 194 mg/L dan TSS 164 mg/L. Kata Kunci: Limbah cair, industri pengalahan makanan, elektrokoagulasi, karbon filter
BIOAKUMULASI TIMBAL PADA PENGOLAHAN AIR LIMBAH BATERAI OLEH ACINETOBACTER SP. IRC2 MENGGUNAKAN BIOFILTER LEKAT DIAM Sopiah, Nida; Irawati, Wahyu; Sulistia, Susi; Prasetyo, Djoko
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v18i1.74

Abstract

Acinetobacter sp. IrC2 merupakan bakteri yang memiliki sifat multiresistensi terhadap berbagai logam berat, tembaga, kadmium, timbal dan seng. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari karakterisasi bioakumulasi timbal oleh Acinetobacter sp. IrC2 dalam menyisihkan kadar timbal pada air limbah bateraiyang diolah menggunakan biofilter lekat diam bermedia sarang tawon. Efisiensi penyisihan kadar timbal ditentukan dengan berkurangnya kadar timbal menggunakan spektrofotometri serapan atom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bioakumulasi timbal mengalami fluktuasi secara berkala dalam airlimbah yang diolah Acinetobacter sp IrC2. Efisiensi penyisihan kadar timbal pada jam ke-28 adalah sebesar 86,5% (6,31mg)/L dan pada jam ke-176 kadar timbal dalam air olahan limbah baterai dalam bioreaktor menjadi kurang dari 0,01 mg/L. Dengan demikian maka Acinetobacter Sp. IrC2 mampu bertindak sebagai agen bioremediasi dalam menyisihkan kadar timbal dalam air limbah baterai dengan menggunakan biofilter lekat diamKata kunci: Acinetobacter sp. IrC2, timbal, bioakumulasi, biofilter lekat diam
KONSENTRASI LOGAM BERAT DARI DAERAH PERMUKIMAN DI SUNGAI CISADANE Sulistia, Susi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.639 KB)

Abstract

AbstrakPermukiman adalah kawasan yang didominasi oleh lingkungan hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal yang dilengkapi dengan prasarana, sarana lingkungan, dan tempat kerja terbatas untuk mendukung perikehidupan dan penghidupan sehingga fungsi permukiman tersebut dapat berdaya guna dan berhasil guna. Lokasi permukiman penduduk dapat bermacam-macam termasuk diantaranya di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Salah satu permasalahan dalam daerah permukiman di sekitar DAS terlebih permukiman padat penduduk adalah air limbah domestik. Dalam air limbah domestik terdapat bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya termasuk di dalamnya logam berat. Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Pengukuran logam berat dalam air sungai di sekitar daerah permukiman merupakan salah satu cara untuk mengetahui tingkat pencemaran dalam sungai tersebut. Pengukuran kadar logam berat dalam sampel air sungai dilaksanakan dengan menggunakan alat Flame Atomic Absorption Spectrometry –FAAS (AAS) dengan menggunakan sistem atomisasi nyala. Pengukuran dengan AAS membutuhkan lampu katoda dan panjang gelombang yang spesifik untuk masing-masing logam berat. Kualitas air sungai DAS Cisadane daerah permukiman dengan lokasi sampling Jembatan Pancasan Kabupaten Bogor dilihat dari kadar logam berat Pb, Cd, Cr, Cu, Co, Fe, Ni dan Mn, masih cukup baik karena kadar logam-logam berat tersebut masih dibawah ambang batas kadar maksimum berdasarkan mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kata kunci : limbah, kualitas air sungai, permukiman, logam berat
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PENDEGRADASI HIDROKARBON YANG BERASAL DARI TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Sopiah, Nida; Oktaviani, Avi; Sulistia, Susi; Suciati, Fuji; Aviantara, Dwindrata
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 12 No. 3 (2011)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2043.663 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v12i3.1238

Abstract

Bioremediasi tanah tercemar minyak bumi telah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 128 Tahun 2003. Salah satu faktor yang menentukankeberhasilan penerapan bioremediasi adalah ketersediaan mikroorganisme yang mampu mendegradasi cemaran minyak bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi konsorsium bakteri hidrokarbonklastik dari sampel tanah tercemar minyak bumi yang diperoleh dari Riau dan Bojonegoro. Dari hasil seleksi dan optimasibakteri pada berbagai sampel tanah diperoleh empat isolate/konsorsium bakteri yang mampu mendegradasi minyak bumi, dengan kode konsorsium Ristek122-2.3;Ristek122-5; Ristek122-BN5; 122-Mix. Berdasarkan identifikasi dan uji biokimia, konsorsium bakteri terdiri dari bakteri hidrokarbonoklastik yang mampu menghasilkanbiosurfaktan. Produksi biosurfaktan mampu menurunkan tegangan permukaan sehingga bakteri hidrokarbonoklastik mampu bekerja secara optimal.
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK PERKANTORAN Sulistia, Susi; Septisya, Alifya Cahaya
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.403 KB)

Abstract

Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama. Sebelum dibuang ke lingkungan  air limbah domestik harus diolah di unit pengolahan atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sampel air diambil dari inlet dan outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menggunakan metode biologis (biofilter anaerob-aerob) di area perkantoran. Sampel inlet diambil dari bak ekualisasi dan sampel outlet diambil dari hasil akhir IPAL. Sebanyak 7 parameter yaitu pH, BOD/Biochemical Oxygen Demand, COD/Chemical  Oxygen Demand, amonia, minyak dan lemak, total padatan tersuspensi (TSS/Total Suspended Solids) dan total coliform dianalisis setiap bulan untuk memantau hasil IPAL dan kualitas dari air limbah domestik sehingga aman jika dibuang ke lingkungan. Parameter yang digunakan didasarkan pada PERMEN LHK RI No. 68 tahun 2016 tentang kualitas air limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH (inlet 7.09 dan outlet 6.60), BOD (inlet 49.5132 mg/L dan outlet 6.1122 mg/L), COD (inlet 287.5833 mg/L dan outlet 145.1667 mg / L), TSS (inlet 65.8333 mg/L dan outlet 14.1667 mg/L), amonia (inlet 158.1989 mg/L dan outlet 56.5617 mg/L), minyak dan lemak  (inlet 1822.75 mg / L dan outlet 102.25 mg/L), dan total coliform (inlet 160000 / 100mL dan outlet 300 / Nilai 100 mL dianalisa selama tiga bulan (Februari-April). Berdasarkan parameter tersebut, kualitas air limbah domestik area perkantoran masih dalam ambang batas untuk pH, BOD, TSS, dan total coliform, sementara COD, amonia, dan minyak & lemak melebihi standar kualitas yang ditetapkan. Kata kunci: air limbah domestik, instalasi pengolahan air limbah, dan parameter kualitas air limbah domestik 
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH DOMESTIK PERKANTORAN Sulistia, Susi; Septisya, Alifya Cahaya
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 12, No 1 (2019): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.403 KB)

Abstract

Air limbah domestik adalah air limbah yang berasal dari usaha dan atau kegiatan permukiman, rumah makan, perkantoran, perniagaan, apartemen dan asrama. Sebelum dibuang ke lingkungan  air limbah domestik harus diolah di unit pengolahan atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sampel air diambil dari inlet dan outlet Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menggunakan metode biologis (biofilter anaerob-aerob) di area perkantoran. Sampel inlet diambil dari bak ekualisasi dan sampel outlet diambil dari hasil akhir IPAL. Sebanyak 7 parameter yaitu pH, BOD/Biochemical Oxygen Demand, COD/Chemical  Oxygen Demand, amonia, minyak dan lemak, total padatan tersuspensi (TSS/Total Suspended Solids) dan total coliform dianalisis setiap bulan untuk memantau hasil IPAL dan kualitas dari air limbah domestik sehingga aman jika dibuang ke lingkungan. Parameter yang digunakan didasarkan pada PERMEN LHK RI No. 68 tahun 2016 tentang kualitas air limbah domestik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH (inlet 7.09 dan outlet 6.60), BOD (inlet 49.5132 mg/L dan outlet 6.1122 mg/L), COD (inlet 287.5833 mg/L dan outlet 145.1667 mg / L), TSS (inlet 65.8333 mg/L dan outlet 14.1667 mg/L), amonia (inlet 158.1989 mg/L dan outlet 56.5617 mg/L), minyak dan lemak  (inlet 1822.75 mg / L dan outlet 102.25 mg/L), dan total coliform (inlet 160000 / 100mL dan outlet 300 / Nilai 100 mL dianalisa selama tiga bulan (Februari-April). Berdasarkan parameter tersebut, kualitas air limbah domestik area perkantoran masih dalam ambang batas untuk pH, BOD, TSS, dan total coliform, sementara COD, amonia, dan minyak lemak melebihi standar kualitas yang ditetapkan. Kata kunci: air limbah domestik, instalasi pengolahan air limbah, dan parameter kualitas air limbah domestik 
KONSENTRASI LOGAM BERAT DARI DAERAH PERMUKIMAN DI SUNGAI CISADANE Sulistia, Susi
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 11, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Lingkungan
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.639 KB)

Abstract

AbstrakPermukiman adalah kawasan yang didominasi oleh lingkungan hunian dengan fungsi utama sebagai tempat tinggal yang dilengkapi dengan prasarana, sarana lingkungan, dan tempat kerja terbatas untuk mendukung perikehidupan dan penghidupan sehingga fungsi permukiman tersebut dapat berdaya guna dan berhasil guna. Lokasi permukiman penduduk dapat bermacam-macam termasuk diantaranya di sekitar daerah aliran sungai (DAS). Salah satu permasalahan dalam daerah permukiman di sekitar DAS terlebih permukiman padat penduduk adalah air limbah domestik. Dalam air limbah domestik terdapat bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya termasuk di dalamnya logam berat. Adanya logam berat di perairan, berbahaya baik secara langsung terhadap kehidupan organisme, maupun efeknya secara tidak langsung terhadap kesehatan manusia. Pengukuran logam berat dalam air sungai di sekitar daerah permukiman merupakan salah satu cara untuk mengetahui tingkat pencemaran dalam sungai tersebut. Pengukuran kadar logam berat dalam sampel air sungai dilaksanakan dengan menggunakan alat Flame Atomic Absorption Spectrometry ?FAAS (AAS) dengan menggunakan sistem atomisasi nyala. Pengukuran dengan AAS membutuhkan lampu katoda dan panjang gelombang yang spesifik untuk masing-masing logam berat. Kualitas air sungai DAS Cisadane daerah permukiman dengan lokasi sampling Jembatan Pancasan Kabupaten Bogor dilihat dari kadar logam berat Pb, Cd, Cr, Cu, Co, Fe, Ni dan Mn, masih cukup baik karena kadar logam-logam berat tersebut masih dibawah ambang batas kadar maksimum berdasarkan mutu air kelas II sesuai Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Kata kunci : limbah, kualitas air sungai, permukiman, logam berat
Deodorisasi Sludge Limbah Industri Makanan untuk Pakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) dengan Teknik Biosorpsi Sulistia, Susi; Charlena; Ambarsari, Hanies
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jtl.v22i2.4837

Abstract

ABSTRACT Organic waste from food and beverage can be degraded by microbes. The sludge from food industries still contains nutrition such as carbohydrates, proteins, and fats. One attempt to process and utilize the sludge is to reuse it as the growth medium for Black Soldier Fly (BSF) maggot, which is known to have high nutritional value for fish or livestock feed. This research used ice cream industrial sludge as maggot feed. The problem of using the ice cream industrial sludge for maggot feed is the odour that pollutes the environment. Biosorption is a technique for deodorizing waste sludge using organic materials. This research was conducted to obtain the most effective ratio of biosorbents from fermented manure (PKN), compost (K), and calcium carbonate animal shells (Ca) to remove odours by reducing N-ammonia and sulfide in ice cream industrial sludge using biosorption techniques. The effect of biosorbent used for BSF (Black Soldier Fly) maggot feed on maggot growth was also observed. The most effective biosorbent composition in reducing odor, N-ammonia, and sulfide of the sludge was K:Ca:Sludge (1:1:3) with adsorption time of 48 hours and the percentage reduction of 85.0%. However, the number and size of maggot with PKN:K:Sludge (1:1:3) growth media were higher than K:Ca:Sludge (1:1:3). The ratio of PKN:K:Sludge (1:1:3) was proven to increase maggots' growth to provide benefits for farmers in increasing maggot production both in number and size. Keywords: Black Soldier Fly maggot, biosorbent, biosorption, organic waste, waste deodorization   ABSTRAK Limbah organik dari industri makanan dan minuman dapat didegradasi oleh mikroba. Sludge dari limbah industri makanan masih mengandung bahan-bahan nutrisi seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Salah satu usaha untuk mengolah dan memanfaatkan sludge tersebut adalah dengan menggunakannya kembali sebagai media pertumbuhan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diketahui sangat tinggi kandungan nutrisinya untuk bahan pakan ikan atau ternak. Penelitian ini menggunakan limbah organik dari industri es krim sebagai pakan maggot. Masalah yang ditimbulkan dari pemanfaatan limbah sludge industri es krim untuk pakan maggot adalah bau yang mengganggu dan mencemari lingkungan. Biosorpsi merupakan salah satu cara untuk menghilangkan bau (deodorisasi) pada limbah sludge. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rasio biosorben pupuk kandang fermentasi (PKN), kompos (K) dan kalsium karbonat dari cangkang hewan (Ca) yang paling efektif dalam menghilangkan bau dengan menurunkan N-amonia dan sulfida pada limbah sludge industri es krim melalui teknik biosorpsi. Pengaruh biosorben yang digunakan untuk pakan maggot BSF juga diamati terhadap pertumbuhan maggot. Rasio K:Ca:Sludge (1:1:3) dengan waktu adsorpsi 48 jam merupakan rasio yang lebih efektif untuk menurunkan bau, N-amonia, dan sulfida pada sludge dengan presentase penurunan 85,0%. Akan tetapi, jumlah dan ukuran maggot hasil panen dengan media pertumbuhan PKN:K:Sludge (1:1:3) lebih besar dibandingkan dengan K:Ca:Sludge (1:1:3). Rasio PKN:K:Sludge (1:1:3) terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan maggot sehingga memberi manfaat bagi peternak dalam meningkatkan produksi maggot baik secara jumlah dan ukurannya. Kata kunci: maggot Black Soldier Fly, biosorben, biosorpsi, limbah organik, deodorisasi limbah