Evalina Evalina, Evalina
Jurusan Arsitektur Universitas Syiah Kula Banda Aceh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

GARDEN CITY’: THE SUITABILITY OF ITS PRINCIPLES AS A MODEL TO THE CONTEMPORARY PLANNING Evalina, Evalina; Sawab, Husnus
Nalars Vol 10, No 1 (2011): NALARs Volume 10 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Nalars

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT. Garden City is an urban planning concept that adopted from of Ebenezer Howard who developed the idea of garden cities as a way towards a better and brighter civilization. This article discuss the Garden City concept as associated to planning evolution and describes the later changes in approach to planning better cities in current circumstances. Based on arguments from some experts and evidence derived from practice, Garden City is the novel idea that has a unique presentation because of its simplicity and range of details which consist of three main elements including decentralization, garden and city or in simple terms are location, physical design and community ownership. These days, while in some extent the Garden City idea is still attractive especially in terms of the idea of green design and social city model, the appropriateness of the Garden City idea to contemporary planning seems invalid. The Garden City concepts such as decentralization, low density, self-containment communities, new settlements and proportion of population to land are not anymore fit with current situation which is urban population growth rapidly imbalance with land availability.  Urban concept today tends to consider environmental approach in order to gain sustainable goals such as ‘compact city’ concept in planning the better city. The Garden City has a valuable contribution to evolution of urban and regional planning approach, but it is not entirely relevant to the contemporary planning approach.  Keywords: Garden City, Contemporary Planning ABSTRAK. Garden city adalah salah satu konsep perencanaan perkotaan yang diadopsi dari karya Ebenezer Howard yang mengembangkan ide ‘kota taman’ sebagai langkah menuju sebuah peradaban yang lebih baik. Tulisan ini mendiskusikan konsep Garden City terkait perkembangan perencanaan kota dan menjelaskan perubahan terkini dalam pendekatan perencanaan kota yang lebih baik. Berdasarkan pendapat beberapa ahli dan hasil penerapan yang pernah dilakukan, Garden city adalah sebuah konsep awal yang memiliki sebuah keunikan dikarenakan kesederhanaannya dan detil yang beragam. Konsep Garden city terdiri dari 3 (tiga) elemen utama, yaitu: desentralisasi, garden dan city atau dengan istilah lain adalah lokasi, desain fisik, dan kepemililkan masyarakat (community ownership). Konsep Garden City sampai saat ini cukup mendapat perhatian terkait dengan konsep green design dan social city model. Tetapi, beberapa konsep lainnya dari Garden City seperti, disentralisasi, tingkat kepadatan yang rendah, masyarakat mandiri, pemukiman baru, dan proporsi jumlah penduduk terhadap lahan tidak sesuai dengan situasi saat ini dimana pertumbuhan penduduk kota yang sangat cepat tidak seimbang dengan ketersediaan lahan. Konsep perkotaan masa kini cenderung mempertimbangkan pendekatan lingkungan untuk mencapai sustainable goals seperti, konsep compact city dalam merencanakan kota yang lebih baik. Konsep Garden City memiliki kontribusi yang bernilai terhadap perkembangan pendekatan perencanaan kota dan wilayah, tetapi tidak secara keseluruhannya relevan pada pendekatan perencanaan masa kini. Keywords: Kota Taman, Perencanaan masa kini
KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Evalina, Evalina
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.844 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.26

Abstract

Abstract: Higher education libraries are libraries that serve as a technical implementation unit, carrying the task of supporting the objectives of the parent institution, namely providing services to the academic community and surrounding user communities, which are relevant to the Tri Dharma College program, namely education and teaching, research and community service. As the heart of higher education, UPT Library must always improve its services to the entire academic community. The quality of library services refers to the needs of users. Therefore, a good service is a service that can meet the needs and expectations of users, so a good library is a library that can provide services to users quickly and accurately, there are several factors that can improve the quality of service at an institution, namely: organizational goals, the incentive system used, the accountability system and the power structure, as an institution that carries out service activities, then the library is obliged to always improve the quality of its services in order to meet the needs of users. Service quality is a comparison between the expectations of service users and the quality of service performance, in other words that the main factor influencing service quality is employee performance whose results are felt by service users, while the quality of service performance is the main activity carried out by a service institution. The services and facilities provided to users will always be felt and known by users, giving rise to certain attitudes of users towards these facilities and services. Keywords: Service quality. College libraryAbstrak :  Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang bertugas sebagai suatu unit pelaksana teknis, mengemban tugas mendukung tujuan lembaga induknya, yaitu memberikan layanan kepada civitas akademika dan masyarakat pemakai di sekitarnya, yang relevan dengan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai jantungnya perguruan tinggi, UPT Perpustakaan harus senantiasa meningkatkan pelayanannya terhadap seluruh civitas akademika.  Kualitas layanan perpustakaan mengacu kepada kebutuhan pemustaka.  Oleh sebab itu, layanan yang baik adalah layanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapam pemustaka, maka perpustakaan yang baik merupakan perpustakaan yang dapat memberikan pelayanan kepada pemustaka secara cepat dan tepat, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kualitas layanan pada sebuah lembaga yaitu: tujuan organisasi, sistem insentif yang dipakai, sistem akuntabilitas dan struktur kekuasaan, sebagai sebuah lembaga yang melakukan aktifitas pelayanan, maka perpustakaan berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat memenuhi kebutuhan dari pemustaka., kualitas pelayanan merupakan suatu perbandingan antara harapan pemakai jasa dengan kualitas kinerja jasa pelayanan, dengan kata lain bahwa faktor utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah kinerja karyawan yang hasilnya dirasakan oleh pengguna jasa, sedangkan kualitas kinerja layanan merupakan kegiatan pokok yang dilakukan oleh sebuah lembaga jasa.  Pelayanan dan fasilitas yang disediakan kepada pemakai itu akan selalu dirasakan dan diketahui oleh pemakai, sehingga menimbulkan sikap tertentu dari pemakai terhadap fasilitas dan pelayanan tersebut.Kata Kunci : Kualitas pelayanan.  Perpustakaan perguruan tinggi
STRATEGI PUSTAKAWAN DALAM PELESTARIAN BAHAN PUSTAKA Evalina, Evalina
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 3, No 1 (2019): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.481 KB) | DOI: 10.15548/jib.v3i1.42

Abstract

Abstract : The library has the task as a provider of library materials that must continue to be developed, this development has an influence on the needs of users who continue to surge. The development of library materials also influences the amount of library materials collected, of course, from year to year the collection continues to develop. The strategy undertaken by librarians / library officers in preserving library materials is the existence of preventive actions from librarians in the form of physical preservation activities such as granting camphor, fimigation, and prevention of damage from humans and preservation of information in the form of media transfer and curative measures, namely the existence of binding activities, and granting. To carry out the strategy of preservation of library materials there are obstacles faced, among others, the lack of Human Resources / HR in quality and quantity as well as facilities and infrastructure that are still not maximal in supporting the implementation of library preservation activities. the preservation carried out is not only related to technical issues, and the facilities used can be more adequate to support the implementation of conservation activities in the future to be of higher quality.Keyword : Strategy, Preservation of Library MaterialsAbstrak : Perpustakaan mengemban tugas sebagai penyedia bahan pustaka yangharus terus dikembangkan, pengembangan inilah yang berpengaruh terhadap kebutuhan pemustaka yang terus melonjak. Pengembangan bahan pustaka juga berpengaruh terhadap banyaknya bahan pustaka yang dikoleksi, tentunya dari tahun ke tahun koleksi terus berkembang  Strategi yang dilakukan oleh pustakawan/ petugas perpustakaan dalam pelestarian bahan pustaka yaitu adanya tidakan preventif dari pustakawan berupa kegiatan terhadap pelestarian fisik seperti pemberian kapur barus, fimigasi, dan pencegahan terhadap kerusakan dari manusia dan pelestarian informasi berupa alih media serta tindakan kuratif yaitu adanya kegiatan penjilidan, dan penyampulan. Untuk menjalankan srategi pelestarian bahan pustaka ada kendala yang dihadapi antara lain kurangnya Sumber Daya Manusia/SDM  dalam kualitas dan kuantitas  serta sarana dan prasarana yang ada masih belum maksimal dalam menunjang  pelaksanaan kegiatan pelestarian bahan pustaka  diharapkan di perpustakaan  ada memiliki spesialis  untuk bidang  pelestarian sendiri agar kegiatan pelestarian yang dilakukan tidak hanya berhubungan dengan masalah teknis, serta fasilitas yang digunakan dapat lebih memadai untuk menunjang pelaksanaan kegiatan  pelestarian kedepannya agar lebih berkualitas.Kata Kunci : Strategi, Pelestarian Bahan Pustaka
PEMELIHARAAN BAHAN PUSTAKA SEBAGAI UPAYA DALAM MERAWAT BAHAN PERPUSTAKAAN Evalina, Evalina
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 4, No 1 (2020): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jib.v4i1.70

Abstract

Abstract: Libraries as a source of learning and information will not mean anything and will even be left by users if the products they own (information) cannot be enjoyed anymore. Therefore, library collections must be well maintained so that they are durable and can be used by users. Maintenance is trying not to quickly experience damage and its maintenance must be started from the time the library material was held. Maintenance of library materials is one of the most important activities carried out in the library.Keyword: Maintenance, Library MaterialsAbstrak: Perpustakan sebagai sumber belajar dan informasi, tidak akan    berarti    apa-apa bahkan akan ditinggalkan oleh penggunanya jika produk yang dimilikinya (informasi) tidak dapat dinikmati lagi. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan harus dipelihara dengan baik agar tahan lama dan dapat dimanfaatkan oleh pemustaka. Pemeliharaan adalah mengusahakan agar tidak cepat mengalami kerusakan dan pemeliharannya harus dimulai sejak bahan pustaka tersebut diadakan.  Pemeliharaan bahan pustaka merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dilakukan di perpustakaan.Kata Kunci: Pemeliharaan, Bahan Pustaka