Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS PERAN PEMERINTAH DAERAH TERKAIT OPTIMALISASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN KARANGASEM I Made Hendra Arjana Putra; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; Nyoman Suarjana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.304 KB)

Abstract

ABSTRAKCakupan Kepesertaan JKN-KIS per 12 Januari 2018 untuk Kabupaten Karangasem sebesar 55,68% dan 44,43% penduduk yang belum memiliki jaminan kesehatan, ini merupakan jumlah kepesertaan terendah se-Kabupaten di Bali. Kemudian per 1 Desember 2018 sebesar 78,95% yang sudah memiliki jaminan kesehatan dan 21,05% penduduk belum memiliki Jaminan Kesehatan, walau ada peningkatan jumlah kepesertaan namun masih menjadi peringkat tiga terbawah dengan jumlah kepesertaan JKN se-Kabupaten di Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah terkait Optimalisasi pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Karangasem.Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yaitu empat Informan dipilih karena paling banyak mengetahui atau terlibat langsung dalam tujuan penelitian. Istrumen penelitian yaitu dengan pedoman wawancara. Analisis Data menggunakan analisis tematik.Hasil Penelitian: Anggran yang disediakan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional pada Tahun 2019 mengalokasikan anggaran sebesar Rp.9.763.776.000 dan KBS mengalokasikan anggaran sebesar 26.452.321.138,80. Terkait Mendorong Kepesertaan, pada tanggal 12 Pebruari 2019 Pemerintah Kabupaten Karangasem mendeklarasikan Universal Health Coverage (UHC) dengan jumlah peserta 97,61% dan 2,39% masyarakat belum memiliki Jaminan Kesehatan. Terkait ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM Kesehatan sudah optimal namun dari sisi jumlah tenaga Kesehata masih minim seperti Apoteker, Asisten Apoteker dan Dokter.Peran Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menunjang program Jaminan Kesehatan Nasional dari sisi anggaran, mendorong kepesertaan dan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan dan SDM kesehatan sudah sangat optimal, namun untuk jumlah kuota yang disediakan diharapkan terpenuhi dengan melakukan perbaikan data dan update data terbaru.Kata Kunci: Pemerintah Daerah, Masyarakat Miskin, JKN.ABSTRACTThe coverage of JKN-KIS Participation as of January 12, 2018 for Karangasem Regency is 55.68% and 44.43% of the population does not have health insurance, this is the lowest number of membership in all Regencies in Bali. Then as of December 1, 2018 there were 78.95% who already had health insurance and 21.05% of the population did not have Health Insurance, even though there was an increase in the number of participants but still the third lowest rank with the total JKN membership in the Regency. This study aims to determine the role of local governments in optimizing the implementation of the National Health Insurance Program for the Poor in Karangasem Regency.Research uses qualitative research methods. The selection of informants was done by purposive sampling, namely four informants were chosen because they knew the most or were directly involved in the research objectives. Research instruments are by interview guidelines. Data analysis uses thematic analysis.Research Results: Anggran provided by the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program in 2019 allocated a budget of Rp9,763,776,000 and KBSallocated a budget of 26,452,321,138.80. Regarding Encouraging Participation, on 12 February 2019 the Karangasem Regency Government declared Universal Health Coverage (UHC) with 97.61% of participants and 2.39% of the people not yet having a Health Insurance. Regarding the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources, they are optimal, but in terms of the number of health workers, they are still minimal, such as pharmacists, assistant pharmacists and doctors.The role of the Karangasem Regency Government to support the National Health Insurance program from the side of the budget, encourages participation and the availability of facilities and infrastructure for health services and health human resources is very optimal, but for the quota amount provided is expected to be fulfilled by improving the latest data and data updates.Keywords: Local Government, Poor People, JKN.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP TENAGA KERJA SUKARELA TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN DI RS TK. II UDAYANA DENPASAR Putri Kusuma Dewi; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; Made Agus Sugianto
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.373 KB)

Abstract

ABSTRAKSistem Jaminan Sosial Nasional merupakan program negara yang bertujuan memberi perlindungan sosial bagi rakyat Indonesia, dan dapat memberikan perlindungan apabila terjadi kecelakaan kerja, memasuki usia lanjut, atau pensiun, dan meninggal dunia.Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kerja sukarela terhadap pelaksanaan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di RS Tk. II Udayana Denpasar. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menganalisa hubungan antara pengetahuan dan sikap pegawai terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 70 orang dengan Teknik pengambilan sampel Accidental Sampling dan menggunakan kuisioner sebagai instrument penelitian. Uji analisa data yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian setelah dilakukan analisis Chi Square didapatkan hasil nilai Sig. = 0,005 < 0,05 karena nilai sig dibawah 0,05 artinya adanya hubungan antara pengetahuan dengan sikap kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di RS Tk. II Udayana Denpasar.Kata Kunci: Tenaga Kerja, Jaminan Sosial, RS.ABSTRACTThe National Social Security System was a state program that aims to provide social protection for the people of Indonesia and can provide protection in the event of a work accident, entering old age, or retiring, and dies. The general objective of this study was to find out the existence of a relationship of knowledge with the attitude of voluntary workers towards the implementation of the Employment Social Security program at TK. II Hospital Udayana Denpasar. This research was an analytical study by analyzing the relationship between knowledge and attitudes of employees towards employment social security programs using the Cross Sectional approach. The number of samples was 70 people with Accidental Sampling Technique and using questionnaires as a research instrument. The data analysis test used was Chi Square. The results of the study after Chi Square analysis obtained the value of Sig. = 0.005 <0.05 because the value of sig was below 0.05 means that there was a relationship between knowledge and attitudes of participation in employment social security at the TK. II Hospital Udayana Denpasar.Keywords: Voluntary Worker, Social Security, Hospital.
PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI RUMAH SAKIT UMUM MANUABA DENPASAR I Kadek Putu Arimbawa; I Putu Dedy Kastama Hardy; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol 2 (2019): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTurunnya pendapatan yang diperoleh oleh RSU Manuaba menyebabkan terjadinya penurunan kompensasi ke pada karyawan yang berdampak pada menurunnya kinerja karyawan di RSU Manuaba. Kompensasi merupakan salah satu fungsi penting dalam sebuah perusahan karena kompensasi merupakan salah satu aspek yang paling sensitive didalam hubungan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di RSU Manuaba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner, yang dilakukan pada bulan Maret-Mei 2019 dengan responden 123 orang di RSU Manuaba. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian dari uji analisis univariat didapatkan sebagian besar persepsi kompensasi yang diterima dalam katagori rendah (77,2%) dan sebagian besar perspsi kinerja dalam katagori rendah (75,6%). Uji analisis bivariat menunjukan ada pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawan di RSU Manuaba dengan hasil chi-square hitung sebesar 37,142 dengan p value = 0,000<α= 0,05. Kesimpulannya adalah sebagian besar persepsi karyawan tentang kompensasi yang diberikan dalam katagori rendah, perspsi kinerja dalam katagori rendah dan ada pengaruh yang signifikan kompensasi terhadap kinerja karyawan di RSU Manuaba. Sarannya adalah RSU Manuaba diharapkan lebih meperhatikan kompensasi berupa gajih atau imbalan, insentif, bonus dan tunjangan lainnya seperti tunjangan kesehatan, memberi pelatihan dan pensiunan dan perlu mengadakan adanya penilaian kinerja ke pada karyawan agar dalam sistem pemberian kompensasi dapat berjalan dengan adil.Kata Kunci : Kompensasi, Kinerja KaryawanABSTRACTThe decrease in income obtained by the Manuaba General Hospital led to a decrease in compensation to employees which resulted in a decrease in employee performance at Manuaba Hospital. Compensation is one of the important functions in a company because compensation is one of the most sensitive aspects in a work relationship. The purpose of this study was to find out about the effect of compensation on employee performance at Manuaba General Hospital. The study used a descriptive quantitative approach using an instrument in the form of a questionnaire, which was conducted in March-May 2019 with respondents 123 people at Manuaba Hospital. Analysis of the data used was univariate and bivariate analysis using chi-square statistical tests. The results of the study from the univariate analysis test found that most of the perceptions of compensation received in the low category (77.2%) and most perceptions of performance in the low category (75.6%). The bivariate analysis test showed that there was an effect of compensation on employee performance in Manuaba General Hospital with a calculated chi-square result of 37.142 with p value = 0,000 <α = 0.05. The conclusion is that most employees' perceptions of compensation given in categories are low, perspectives on performance in categories are low and there is a significant effect of compensation on employee performance at Manuaba Hospital. His suggestion is that Manuaba General Hospital is expected to pay more attention to compensation in the form of salary or compensation, incentives, bonuses and other benefits such as health benefits, giving training and retirees and need to conduct performance appraisal to employees so that the compensation system can run fairly.Keywords: Compensation, Employee Performance
INTERVENSI SIKAP KERJA DAPAT MENURUNKAN KELELAHAN KERJA DAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA KARYAWAN PT. SUCOFINDO CABANG DENPASAR Made Ary Pradnyawati; I Ketut Tunas; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU EDISI MARET
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.245 KB)

Abstract

ABSTRAKSalah satu akibat yang dapat disebabkan oleh gangguan musculoskeletal adalah menurunnya kinerja karyawan karena mengeluh sakit pada pundak, pantat, pinggang dan cepat lelah. Apabila keluhan tersebut tidak diatasi, maka akan berakibat pada timbulnya gangguan musculoskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan kerja, tingkat keluhan musculoskeletal dan mengetahui penurunan kelelahan setelah dilakukan intervensi sikap kerja pada karyawan PT. Sucofindo Cabang Denpasar.Hasil penelitian terhadap 30 responden sebelum intervensi didapatkan 23 responden (77%) yang masuk kategori lelah ringan dan 7 responden (23%) masuk kategori lelah sedang. Setelah diberikan intervensi sikap kerja didapatkan 28 responden (90%) masuk kategori lelah ringan dan 2 responden (10 %) masuk kategori lelah sedang. Secara statistik terjadi perbedaan signifikan yang ditunjukkan dengan penurunan nilai mean dari 54,63 (sebelum intervensi) menjadi 50,13 (setelah intervensi). Untuk keluhan muskoskeletal berdasarkan penelitian dapat dilihat sebelum intervensi sikap kerja, sebanyak 26 responden (87%) mengalami sakit ringan dan 4 responden (13%) mengalami sakit sedang. Setelah intervensi sikap kerja didapatkan 29 responden (90%) mengalami sakit ringan dan 1 responden (10%) mengalami sakit sedang. Secara statistik terjadi perbedaan signifikan yang ditunjukkan dengan penurunan nilai mean dari 45,97 (sebelum intervensi) menjadi 41,13 (setelah intervensi). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah intervensi sikap kerja dapat menurunkan kelelahan dan keluhan musculosceletal pada karyawan di PT. Sucofindo Cabang Denpasar.Kata kunci : kelelahan, keluhan, musculoskeletal, intervensi, sikap kerjaABSTRACTOne of the consequences that may be caused by musculoskeletal disorders is decreasing the performance of the employee for complaining of pain in the shoulders, buttocks, waist and tired quickly. If a complaint is not resolved, it will result in the emergence of musculoskeletal disorders. This study aims to determine the level of fatigue, musculoskeletal complaints and determine the level of reduction in fatigue after intervention on the work attitude of employees of PT. Sucofindo Branch Office. The study, of 30 respondents before the intervention found 23 respondents (77%) were categorized as mild tired and 7 respondents (23%) in the category of being tired. After being given the intervention work attitude obtained 28 respondents (90%) categorized as mild fatigue and 2 respondents (10%) categorized as being tired. The difference was statistically significant as indicated by a decrease in the mean value of 54.63 (prior intervention) to 50, 13 (after the intervention). For complaints muskoskeletal based research can be seen before the intervention work attitude, as much as 26 respondents (87%) exper ienced mild pain and 4 respondents (13%) had moderate pain. After the intervention of the working attitude obtained 29 respondents (90%) experienced mild pain and one of the respondents (10%) had moderate pain. The difference was statistically significant as indicated by a decrease in the mean value of 45.97 (prior intervention) to 41.13 ( after the intervention). It can be concluded that the intervention work attitude can reduce fatigue and complaints musculosceletal on employees at PT. Sucofindo Branch Office.Keywords: fatigue, complaints, musculoskeletal, intervention, work attitude
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Poli Umum Terhadap Kualitas Pelayanan di UPTD Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan Ni Luh Eka Dharmawati; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha; I Putu Dedy Kastama hardy
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pasien di UPTD Puskesmas KEdiri II Kabupaten Tabanan terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang diperolehnya. Dalam penelitian ini, metode penelitian yang dikenal sebagai penelitian kuantitatif deskriptif digunakan. Pendekatan pengumpulan data yang digunakan meliputi studi dokumentasi, studi lapangan yang dilakukan di lapangan dengan cara observasi dan penyebaran kuesioner, serta studi lapangan yang dilakukan di lapangan. Data dianalisis menggunakan teknik yang dikenal sebagai evaluasi kinerja penting, yang disingkat IPE. Berdasarkan hasil temuan, pasien Poliklinik Rawat Jalan Umum UPTD Puskesmas Kediri II abupaten Tabanan memiliki pandangan yang baik terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh fasilitas tersebut. Poliklinik ini terletak di Kabupaten Tabanan. Tinjauan ini berfokus pada kualitas layanan berdasarkan lima parameter tersebut. Terdapat 66,8 persen tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan yang menunjukkan bahwa pasien di sana senang dengan kualitas pelayanan yang ditawarkan. Masing-masing dari lima aspek kualitas layanan ketergantungan, daya tanggap, jaminan, empati, dan nyata menghasilkan nilai kesenjangan yang negatif. aspek ini adalah: memiliki nilai gap tertinggi di dalam Gedung Puskesmas, dan penataan area pendaftaran, ruang tunggu, dan ruang pemeriksaan merupakan salah satu yang tidak hanya praktis tetapi juga indah secara visual. Berdasarkan hasil penelitian, secara keseluruhan tingkat kualitas pelayanan yang ditawarkan UPTD Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan kepada pasien Poli Umum Rawat Jalan dinilai tinggi pada kelima aspek yang digunakan untuk mengevaluasinya. Jika dilihat dari kualitas pelayanan yang diberikan, UPTD Puskesmas Kediri II Kabupaten Tabanan memiliki tingkat kepuasan pasien sebesar 66,8 persen yang menempatkannya pada kelompok senang.
ANALISIS PENGARUH KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSIS DAN KODE TINDAKAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL TERHADAP TARIF DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WANGAYA KOTA DENPASAR Yohana Fransiska Nanjo; Bambang Hadi Kartiko; Ni Luh Gede Ari Natalia Yudha
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 1 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketidaktepatan koding adalah suatu bentuk ketidaksesuaian penulisan diagnosis penyakit dan tindakan dengan klasifikasi yang telah ditetapkan dalam ICD-10 dan ICD-9 CM. Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan Juni 2021 didapatkan berkas yang dikembalikan sebanyak 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ketidaktepatan kode diagnosis dan kode tindakan pasien rawat inap peserta JKN terhadap tarif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah 1.079 rekam medis, sampel penelitian ini sebanyak 132 rekam medis, instrumen penelitian menggunakan alat tulis kantor, buku catatan, pedoman observasi, checklist, rekam medis pasien rawat inap peserta JKN, ICD-10 dan ICD-9 CM, sistem informasi di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil dari penelitian ini dari 132 berkas klaim pasien rawat inap peserta JKN didapatkan ketidaktepatan kode diagnosis sebanyak 90 (68,2%) dan ketidaktepatan kode tindakan sebanyak 85 (64,4%) dan tarif yang tidak tepat sebanyak 80 (60,6%) berkas. Dengan demikian, ada pengaruh yang signifikan ketidaktepatan kode diagnosis dan ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit pasien rawat inap peserta JKN dengan nilai p value 0,000 < 0,05 pada ketidaktepatan kode diagnosis dan ada pengaruh yang signifikan antara ketidaktepatan kode tindakan terhadap tarif rumah sakit di RSUD Wangaya Kota Denpasar, dengan nilai p value 0,005 < 0,05.