Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Aplikasi Konfigurasi Wenner dalam Menganalisis Jenis Material Bawah Permukaan Manrulu, Rahma Hi.; Hakim, Hakim
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.005 KB) | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v5i1.109

Abstract

We analyzed the subsurface with Wenner configuration application. This study aims to determine the structure of the subsurface with Wenner configuration application. Wenner configuration is one of the geo-electric method, where this method is used to determine the nature of the flow of electricity in the earth in a way to detect it in the earths surface. This detection covers potential measurements, currents and electromagnetic fields that occur either by injection or flow naturally. The working principle of geo-electric method is done by injecting an electric current into the ground through a pair of electrodes and measuring the potential difference with the other pair of electrodes. When an electric current is injected into a medium and measured the potential difference (voltage), then the value of the resistance of the medium can be estimated. Method of this research is to create a path for three (3) parallel to the trajectory made to local conditions study, the path length of 100 m and the electrode spacing of 5-7 m. The interpretation of the data obtained their ground water, rock conglomerate, limestone and granite at a depth of 17.4 m. Telah dilakukan analisis bawah permukaan dengan aplikasi konfigurasi Wenner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan dengan aplikasi konfigurasi Wenner. Konfigurasi Wenner merupakan salah satu metode geolistrik, dimana metode ini merupakan metode yang digunakan untuk  mengetahui  sifat  aliran  listrik  di  dalam  bumi dengan  cara  mendeteksinya  di  permukaan  bumi. Pendeteksian ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik  yang terjadi baik itu oleh injeksi arus maupun secara alamiah. Prinsip  kerja  metode geolistrik dilakukan dengan cara menginjeksikan arus listrik ke permukaan tanah melalui sepasang elektroda dan mengukur beda potensial dengan sepasang elektroda yang lain. Bila arus listrik  diinjeksikan ke dalam suatu medium dan diukur beda potensialnya (tegangan), maka nilai hambatan dari medium tersebut dapat diperkirakan. Metode kerja peneltian ini adalah membuat lintasan sebanyak 3 (tiga) lintasan yang dibuat sejajar dengan memperhatikan kondisi daerah penelitian, dengan panjang lintasan 100 m dan jarak elektroda 5-7 m. Hasil interpretasi data diperoleh adanya air tanah, batuan konglomerat, batu gamping dan batu granit pada kedalaman 17,4 m.
Pendugaan Sebaran Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner dan Schlumberger di Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo Manrulu, Rahma Hi.; Nurfalaq, Aryadi; Hamid, Iis Dahlia
Jurnal Fisika FLUX Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Fisika FLUX Edisi Februari 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v15i1.4507

Abstract

Air sangat penting dalam kehidupan karena mahluk hidup tidak dapat hidup tanpa adanya air. Identifikasi untuk mengetahui keberadaan lapisan pembawa air pada kedalaman tertentu, dapat menggunakan metode geofisika yaitu metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Prinsip metode resisitivitas adalah dengan mengalirkan arus listrik ke dalam bumi melalui kontak dua elektroda arus, kemudian di ukur distribusi potensial yang dihasilkan. Deposit glasial pasir dan kerikil, kipas aluvial dataran banjir dan deposit delta pasir semuanya merupakan sumber-sumber air yang sangat baik. Pada konfigurasi Wenner air tanah berada di permukaan sampai kedalaman 12 m, dengan jarak elektroda 17 – 31 m dan nilai Resistivitas 30 – 100 Ωm. kemudian kembali terlihat di jarak elektroda 39 – 72 m, dengan kedalaman dari permukaan sampai 12,3 m, sedangkan pada titik berbeda menggunakan konfigurasi Wenner terlihat air tanah dalam lapisan alluvial berada sekitar kedalaman 1,053 – 11,82 m. dengan nilai resistivitas 10 – 30 Ωm. hal tersebut di atas didasarkan karena sekitar lokasi penelitian terdapat beberapa batuan yang memiliki porositas dan permeabilitas yang bagus seperti pasir dan kerikil. serta dekatnya sumber air.
Studi Pengolah Data (Processinging) Seismik dengan Mengunakan Program Promax Manrulu, Rahma Hi; Jambonada, Nengah; Ashari, Ayu; Suasdin, Jeim
Jurnal Fisika FLUX Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2016
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v13i2.3457

Abstract

Pengolahan data seismik yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh gambaran struktur geologi bawah permukaan yang mendekati keadaan sebenarnya dengan cara meningkatkan signal noise ratio. Hasil pengolahan data seismik sangat bergantung pada parameter – parameter dan metode-metode yang digunakan, sehingga untuk menghasilkan data dengan kualitas baik harus didukung oleh informasi geologi dan pengalaman dan kemampuan dari pemakaian software sangat mempengaruhi hasil yang didapat. Pada softwareProMAX terdapat berbagai metode yang memiliki kelebihan masing-masing dalam menentukan solusi untuk suatu data. Bila metode yang digunakan sesuai dengan karakteristik data, maka hasil yang didapat akan maksimal. Kualitas dari data yang dihasilkan dipengaruhi juga oleh fakto human error. Misalnya dalam picking velocity pada analisis kecepatan
IDENTIFIKASI AKUIFER AIR TANAH KOTA PALOPO MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS KONFIGURASI SCHLUMBERGER Usman, Baso; Manrulu, Rahma Hi; Nurfalaq, Aryadi; Rohayu, Emi
Jurnal Fisika FLUX Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Fisika FLUX Edisi Agustus 2017
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/flux.v14i2.4091

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi akuifer air tanah di Kecamatan Sendana Kota Palopo menggunakan metode geolistrik tahanan jenis konfigurasi Schlumberger. Metode geolistrik tahanan jenis merupakan salah satu dari kelompok metode geofisika yang digunakan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam batuan di bawah permukaan bumi. Metode geolistrik tahanan jenis dilakukan dengan cara menginjeksikan arus listrik ke dalam bumi melalui dua elektroda arus dan potensialnya diukur melalui dua elektroda potensial. Bila arus listrik  diinjeksikan ke dalam suatu medium dan diukur beda potensialnya (tegangan), maka nilai hambatan dari medium tersebut dapat diperkirakan. Metode kerja penelitian ini yaitu dengan membuat sebuah lintasan dengan panjang bentangan paling kecil (AB/2) 1,5 hingga panjang bentangan terjauh (AB/2) 200 m, kemudian melakukan pengukuran dengan resistivitymeter, data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan software IP2Win untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaannya. Hasil interpretasi memperlihatkan bahwa akuifer di kecamatan Sendana kota Palopo berupa pasir dan kerikil yang memiliki nilai tahanan jenis 21,6 – 81,3 Ωm pada kedalaman lebih dari 45 m.
Efektivitas Kegiatan Lesson Study dalam Merancang Pembelajaran pada Mata Kuliah Gelombang dan Optik Manrulu, Rahma Hi; Sari, Dian Novita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : UIN Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.291 KB) | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v4i2.95

Abstract

Lesson study has been conducted as a strategy to improve the processes and outcomes of learning, this activity implemented in a collaborative and sustained by a group of lecturer (lecturer models and observers). The main objectives of lesson study activities namely to gain a better understanding of how students learn and lecturers teach, designing the  learning that is easily understood by students in each of the learning process and build a pedagogical knowledge, where a lecturer able to gain knowledge from other lecturer. This activity is conducted for four stages during one semester and conducted in stages. Each stage consists of planning (plan), observation (do) and reflection (see). Lesson this lesson study is expected to provide lessons and learning experinces of students in general and, in particular, the lecturer models and able to build cooperative contextual learning. From a series of stages that have been done can be concluded that the need for cooperation in designing an effective learning, maximum and sustainable.Telah dilakukan kegiatan lesson study yang merupakan strategi untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok dosen (dosen model dan dosen observer). Tujuan utama kegiatan lesson study yaitu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mahasiswa belajar dan dosen mengajar, merancang pembelajaran yang mudah dipahami oleh mahasiswa dalam setiap proses pembelajaran serta membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang dosen mampu menimba pengetahuan dari dosen lain. Kegiatan dilakukan selama empat siklus selama satu semester yang dilakukan secara bertahap. Setiap tahapan terdiri dari perencanaan (plan), observasi (do) dan refleksi (see). Pembelajaran ini diharapakan mampu membelajarkan mahasiswa pada umumnya dan dosen model pada khususnya dan mampu membangun pembelajaran kontekstual yang kooperatif. Dari serangkaian siklus yang dilakukan dapat simpulkan bahwa perlu kerjasama dalam merancang sebuah pembelajaran yang efektif, maksimal dan berkelanjutan.
PKM Kelompok Guru Bidang Studi Geografi Kabupaten Soppeng Nurfalaq, Aryadi; Jumardi, Andi; Manrulu, Rahma Hi
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.08 KB) | DOI: 10.31100/matappa.v1i2.157

Abstract

PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru-guru geografi di Kabupaten Soppeng menggunakan aplikasi ArcGIS. Pelaksanaan PKM ini dibagi beberapa tahap yaitu persiapan meliputi survey lokasi, wawancara dan pembuatan modul dan video tutorial, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi. Dari PKM ini diperoleh bahwa materi yang diberikan dapat menambah wawasan peserta dalam  dan  menguasai materi yang diberikan. PKM ini dapat membantu guru-guru geografi Kabupaten Soppeng dalam membuat peta digital menggunakan aplikasi ArcGIS.   
Studi Sifat Elektronik Pyrochlore Nd2Ir2O7 Menggunakan DFT Nurannisa Wahyuni; Rahma Hi Manrulu; Irwan Ramli
JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika) Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v6i1.36533

Abstract

Pyrochlore adalah mineral yang akan mengeluarkan api berwarna hijau apabila dibakar dan memiliki struktur kubus. Pyrochlore memiliki banyak jenis salah satunya pyrochlore yang disintetiskan dengan senyawa lantanida. Pyrochlore lantanida ini memiliki Metal Insulator Transition (MIT) yang berbeda berdasarkan senyawa lantanidanya yang juga memiliki sifat elektronik yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7,  sifat elektonik pyrochlore Nd2Ir2O7 diketahui dengan cara menganalisis dan menghitung Electronic Band Structure dan Density of State (DOS) menggunakan metode komputasi Density Functional Theory (DFT) yang diimplementasikan pada perangkat lunak Quantum Espresso. Perhitungan dilakukan dengan energycut-off wave function (ecutwfc=50 Ry) dan K-Point optimal 4x4x4, dimana hasil perhitungan tersebut diperoleh electronic bands structure yang menunjukkan bahwa tidak terdapat band gap atau zero band gap pada Nd2Ir2O7,. Pada perhitungan telah melibatkan efek Hubbard dan spin orbit Coupling tetapi belum melibatkan struktur spin. Sedangkan perhitungan DOS terdapat tingkat energi yang melewati energi Fermi
PENGENALAN ALAT PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS BAGI PENJUAL TANAMAN HIAS DI KOTA PALOPO Fitri Jusmi; Rahma Hi Manrulu; Andi Rosman; Indira Namora
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): Terbitan Kedua-Agustus 2021
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v1i2.66

Abstract

Telah dibuat alat penyiram tanaman otomatis dengan bantuan sensor kelembaban tanah dan mikrokontroler arduino uno, Dengan alat ini, manusia tidak perlu lagi menyiram tanamannya secara manual setiap hari, dikarenakan alat ini dapat menyiram tanaman secara otomatis apabila kondisi tanah pada tanaman tersebut kering atau kelembaban tanahnya berkurang. Alat ini dapat diaplikasikan pada tanaman hias yang dipelihara baik dalam ruangan ataupun kebun kecil olehpara penjual tanaman hias yang ada di Kota Palopo. Hasil kegiatan abdimas yang diperoleh adalah ketiga tahapan pelaksaan berjalan baik dan mitra kegiatan menyambut baik kegiatan ini. Alat yang dirancang sangatlah tepat sasaran dan dapat digunakan dengan baik oleh mitra.
Efektivitas Kegiatan Lesson Study dalam Merancang Pembelajaran pada Mata Kuliah Gelombang dan Optik Rahma Hi Manrulu; Dian Novita Sari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.291 KB) | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v4i2.95

Abstract

Lesson study has been conducted as a strategy to improve the processes and outcomes of learning, this activity implemented in a collaborative and sustained by a group of lecturer (lecturer models and observers). The main objectives of lesson study activities namely to gain a better understanding of how students learn and lecturers teach, designing the  learning that is easily understood by students in each of the learning process and build a pedagogical knowledge, where a lecturer able to gain knowledge from other lecturer. This activity is conducted for four stages during one semester and conducted in stages. Each stage consists of planning (plan), observation (do) and reflection (see). Lesson this lesson study is expected to provide lessons and learning experinces of students in general and, in particular, the lecturer models and able to build cooperative contextual learning. From a series of stages that have been done can be concluded that the need for cooperation in designing an effective learning, maximum and sustainable.Telah dilakukan kegiatan lesson study yang merupakan strategi untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok dosen (dosen model dan dosen observer). Tujuan utama kegiatan lesson study yaitu memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mahasiswa belajar dan dosen mengajar, merancang pembelajaran yang mudah dipahami oleh mahasiswa dalam setiap proses pembelajaran serta membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang dosen mampu menimba pengetahuan dari dosen lain. Kegiatan dilakukan selama empat siklus selama satu semester yang dilakukan secara bertahap. Setiap tahapan terdiri dari perencanaan (plan), observasi (do) dan refleksi (see). Pembelajaran ini diharapakan mampu membelajarkan mahasiswa pada umumnya dan dosen model pada khususnya dan mampu membangun pembelajaran kontekstual yang kooperatif. Dari serangkaian siklus yang dilakukan dapat simpulkan bahwa perlu kerjasama dalam merancang sebuah pembelajaran yang efektif, maksimal dan berkelanjutan.
Aplikasi Konfigurasi Wenner dalam Menganalisis Jenis Material Bawah Permukaan Hakim Hakim; Rahma Hi. Manrulu
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.005 KB) | DOI: 10.24042/jpifalbiruni.v5i1.109

Abstract

We analyzed the subsurface with Wenner configuration application. This study aims to determine the structure of the subsurface with Wenner configuration application. Wenner configuration is one of the geo-electric method, where this method is used to determine the nature of the flow of electricity in the earth in a way to detect it in the earth's surface. This detection covers potential measurements, currents and electromagnetic fields that occur either by injection or flow naturally. The working principle of geo-electric method is done by injecting an electric current into the ground through a pair of electrodes and measuring the potential difference with the other pair of electrodes. When an electric current is injected into a medium and measured the potential difference (voltage), then the value of the resistance of the medium can be estimated. Method of this research is to create a path for three (3) parallel to the trajectory made to local conditions study, the path length of 100 m and the electrode spacing of 5-7 m. The interpretation of the data obtained their ground water, rock conglomerate, limestone and granite at a depth of 17.4 m. Telah dilakukan analisis bawah permukaan dengan aplikasi konfigurasi Wenner. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan dengan aplikasi konfigurasi Wenner. Konfigurasi Wenner merupakan salah satu metode geolistrik, dimana metode ini merupakan metode yang digunakan untuk  mengetahui  sifat  aliran  listrik  di  dalam  bumi dengan  cara  mendeteksinya  di  permukaan  bumi. Pendeteksian ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik  yang terjadi baik itu oleh injeksi arus maupun secara alamiah. Prinsip  kerja  metode geolistrik dilakukan dengan cara menginjeksikan arus listrik ke permukaan tanah melalui sepasang elektroda dan mengukur beda potensial dengan sepasang elektroda yang lain. Bila arus listrik  diinjeksikan ke dalam suatu medium dan diukur beda potensialnya (tegangan), maka nilai hambatan dari medium tersebut dapat diperkirakan. Metode kerja peneltian ini adalah membuat lintasan sebanyak 3 (tiga) lintasan yang dibuat sejajar dengan memperhatikan kondisi daerah penelitian, dengan panjang lintasan 100 m dan jarak elektroda 5-7 m. Hasil interpretasi data diperoleh adanya air tanah, batuan konglomerat, batu gamping dan batu granit pada kedalaman 17,4 m.