Ahmad Yusril Ivani Bastyan Mahendra
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PERBAIKAN POLA ASUH ANAK SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGRAM SEKOLAH ORANG TUA HEBAT Annisa Anastasia; Nurul Anggraini; Ahmad Yusril Ivani Bastyan Mahendra; Lorita Nafizatus Herfizal; Susi Hardjati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 7 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i7.2492-2501

Abstract

Permasalahan stunting saat ini menjadi salah satu iso prioritas nasional yang berdampak serius  terhadap produktivitas sumber daya manusia. Perwujudan visi Indonesia Emas 2045 akan sulit tercapai apabila masih ditemui anak-anak yang tinggal di daerah desa dan kabupaten/kota masih mengalami stunting. Untuk menjawab tantangan tersebut pemerintah mulai menyusun Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024 yang disusun untuk meningkatkan partisipasi semua pihak di semua tingkatan agar dapat bekerja sama untuk mempercepat pencegahan stunting di Indonesia. Salah satu pilar adalah Kampanye Nasional, Komunikasi Perubahan Perilaku, dan Pemberdayaan Masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik perubahan perilaku masyarakat dalam mencegah stunting. Perwujudan pilar tersebut dilakukan melalui kegiatan kampanye perubahan perilaku bagi masyarakat umum seperti program pelatihan yang dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan. Salah satu program yang ada di Desa Kalisalam, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo adalah program pelatihan kader dalam kegiatan Sekolah Orang Tua Hebat yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai pola pengasuhan anak sebagai upaya pencegahan stunting. Melalui program tersebut kader dapat menyalurkan ilmu yang telah didapat kepada masyarakat pada masing-masing desa, sehingga dapat berpartisipasi mengurangi angka prevalensi stunting di Indonesia.